JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

UJI ADAPTASI KLON-KLON HARAPAN KAKAO DI DESA ANRE API KABUPATEN POLMAN SULAWESI BARAT

UJI ADAPTASI KLON-KLON HARAPAN KAKAO

DI DESA ANRE API KABUPATEN POLMAN SULAWESI BARAT

Sahardi1, Hatta Muhammad2, K. Fauziah.1, Nurlaila1, dan Peter McMahon1

 

1Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan

1Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 17,5 Sudiang Makassar.

2Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Sulawesi Barat

Jl. Martadinata No. 14 Mamuju

ABSTRAK

 

Uji adaptasi klon-klon harapan kakao di Desa Anre Api Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat, bertujuan untuk mendapatkan klon potensi hasil tinggi yang toleran terhadap hama dan penyakit utama tanaman kakao.  Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Anre Api Kabupaten Polman Sulawesi Barat. Penanaman dilaksanakan pada bulan April 2008.  Bibit yang ditanam adalah bibit sambung pucuk yang berumur 6 bulan setelah disambung. Percobaan disusun  dalam Rancan Acak Kelompok, jumlah klon harapan yang di uji adalah 8 dan 2 klon pembanding. Jumlah tanaman per petak percobaan adalah 8, setiap petak percobaan di ulang 4 kali, sehingga jumlah tanaman 384 pohon. Lubang tanamberukuran  60 X 60 X 60 cm. Tanaman di pupuk Urea 100 Kg/ha dan NPK 300 Kg/ha, pemupukan dilakukan  dua kali setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Klon yang diuji meliputi   klon harapan  yaitu; M 05, GENE-J,  KW 523,  KW 617, NASIR RAUF, KW 516, HUSBI TORI, M 01 dan 2 klon pembanding yaitu; Sulawesi-1, dan  Sulawesi-2. Pengamatan terhadap produksi,  intensitas serangan hama dan penyakit di mulai pada bulan Mei 2010. Hasil pengamatan periode Mei 2010 sampai April 2011 diperoleh bahwa terdapat 6 kon yang memberikan produksi rata-rata lebih tinggi dari ke 2 klon pembanding, yaitu klon M05, GENE-J, KW 523,  KW 617, KW 516 dan M01. Pengamatan Periode Mei 2011 sampai April 2012, terdapat 2 klon yang memberikan produksi yang lebih tinggi dari klon pembanding Sulawesi 1 dengan produksi 1.263 kg/ha/tahun,  yaitu klon KW 523  dengan produksi 2.048 kg/pohon/tahun dan KW 617 produksi 1.410 kg/pohon/tahun. Pengamatan terhadap intensitas serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) terdapat 2 klon yang intensitas serangannya lebih renda dari klon pembanding yanitu klon Natsir Rauf dan Husbitori. Intensitas serangan busuk buah paling rendah klon Sulawesi 2, diikuti klon GENE-J. Sedangkan indeks serangan VSD ada 2 klon yang indek serangannya lebih rendah dari klon pembanding yaitu klon M05 dan GENE-J.

 

Kata kunci : Klon, kakao, adaptasi