JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN EKONOMI SPESIFIK DI PERDESAAN MEMACU PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN SERTA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI DI SULAWESI UTARA

PENGEMBANGAN  KELEMBAGAAN EKONOMI SPESIFIK DI PERDESAAN MEMACU  PENERAPAN TEKNOLOGI  PERTANIAN SERTA  PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI DI SULAWESI UTARA

 

Jantje G. Kindangen  dan James Mokoagow

 

BalaipengkajianTeknologiPertanian (BPTP) SULUT

Jl. KampusPertanianKalasey Manado

ABSTRAK

Perkembangan ekonomi sektor pertanian di Sulawesi Utara hingga saat ini belum diperoleh hasil yang optimal oleh karena berbagai unsur yang terkait di dalamnya belum diberdayakan  secara terpadu. Fakta aktual menunjukkan  kondisi ekonomi petani semakin banyak   menjadi miskin karena sistem pengembangannya masih lebih  fokus pada aspek-aspek teknis,  tanpa diimbangi  adanya upaya pemberdayaan sistem kelembagaan yang sudah ada. Pemberdayaan kelembagaan ekonomi dan sosial  masih banyak diabaikan sehingga  berbagai upaya pengembangan sektor pertanian terjadi stagnasi, terutama dari aspek penerapan dan perbaikan  teknologi belum terimplementasi secara berkelanjutan. Kondisi seperti ini  menyebabkan  rendahnya nilai tukar petani serta  semua nilai tambah yang seharusnya menjadi milik petani melalui poktan, gapoktan, dan lembaga lainnya  menjadi milik pelaku lainnya dalam tatanan sistem agribisnis. Kelembagaan ekonomi  yang dibangun hendaknya mengacu pada sistem kelembagaan sosial  yang sudah ada  agar   SDM terpilih  menjadi pengelolanya secara bertahap akan dibekali dan dibentuk kearah yang lebih profesional.  Melalui kelembagaan ini  posisi petani semakin  menjadi proposional yang setara dengan pelaku utama lainnya dalam tatatan sistem agribisnis. Pengembangan sistem kelembagaan  seperti ini diharapkan akan dapat tercipta kelancaran sistem sirkulasi di perdesaan mengenai arus informasi, sarana produksi, penyaluran hasil, pelatihan, penyediaan modal serta  media konsultasi sistem usaha yang akan dikembangkan. Beberapa  upaya pengembangan  kelembagaan ekonomi  yang akan dilakukan di desa antara lain melalui pemberdayaan usaha kelompok, demplot, pengendalian hama dan penyakit,  penyediaan berbagai resep usahatani, penyediaan sarana produksi, pembelian produk untuk pertanian, serta pembentukan usaha bersama. Struktur kelembagaan ekonomi masyarakat desa  dirancang dan  secara bertahap dan cepat harus dibangun  dan dalam waktu tertentu harus mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat tani secara nyata berkelanjutan.

 

Kata kunci :  Kelembagaan, ekonomi desa, teknologi pertanian, kesejahteraan petani