JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Sekolah Lapang Tani PPA Wineru Mengandeng BPTP Sulut, Akan Kembangkan Bawang Merah

Kalasey, 30 Maret 2021.---Inovasi tiada henti. Pertanian maju mandiri modern, menjadi semangat dalam mengawal pangan di NKRI.

Sebagai sumber inovasi teknologi pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), telah hasilkan banyak inovasi teknologi spesifik local di Sulawesi Utara.

Teknologi perbenihan, budidaya, produksi pertanian, peternakan dan perkebunan, pengolahan hasil pertanian, peralatan pertanian, tersedia dan sudah kaji adaptif oleh BPTP. Inovasi teknologi tersebut sudah dan sedang dihilirkan via media social yang ada.

Hal yang menarik dari pantauan bahwa, gema media social Balai, ada feedback-nya dari user. Dimana pada Senin kemarin (29/03) pihak Pusat Pengembangan Anak (PPA) Desa Wineru Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong Sulawesi Utara, mengunjungi BPTP Sulut.

Maksud kedatangan sesuai penjelasan, adalah untuk menjajaki program pengembangan komoditas tanaman hortikulutura, bawang merah. Karena komoditas ini, ternyata dapat juga dikembangkan untuk dataran rendah.

Peserta diterima langsung oleh peneliti Olvi Tandi, SP.MSi., atas nama kepala balai. Beliau menyambut baik kunjungan ini. “Sebagai sumber inovasi teknologi spesifik local di Sulut, tentunya apresiasi akan kehadiran tim PPA Wineru, berkunjung di sumber inovasi teknologi pertanian.

Inovasi Teknologi Bawang Merah, memang sudah ada kajiannya untuk dataran tinggi sampai dataran rendah. Apalagi untuk varietas local Lan’suna. Dalam luasan 1 ha dapat hasilkan sampai 14 ton per ha, untuk dataran tinggi. Demikian di dataran rendah agak beda sedikit, yaitu 12 ton per ha. Teknologinya sudah ada dan siap dihilirbumikan ke user.

Jadi bila pihak PPA ingin kerjasama untuk hilirkan melalui kegiatan Sekolah Lapang Tani (SLT), pihak BPTP siam mendampingi. Tentunya dengan mengikuti prosedur kerjasama yang akan kita bangun nanti. Selanjutnya, Victor mempertemukan pihak PPA dengan peneliti Olvi Tandi, SP. MSi.

Sementara Stella Rompas, mewakili tim, menjelaskan bahwa:  PPA Wineru adalah salah satu lembaga social di pedesaan, yang bertujuan membantu masyarakat yang ada pada tingkat ekonomi rendah, khususnya anak-anak di usia 5-20 tahun.

Anak-anak yang kurang mampu dibina melalui kegiatan Sekolah Lapang Tani (SLT) Mu’upu Sion. Harapanya anak-anak mengenal langsung fakta lapangan tentang keterampilan bercocok tanam dan inovasi teknologinya. Harap Stella, pertemuan ini dapat berlanjut dalam satu kerjasama dengan pihak BPTP, imbuh Stella. (#Artur)

Sumber: FB BPTP Sulut

Sebagai Sumber Inovasi Teknologi Spesifik Lokal, BPTP Berikan Bimtek Petani Bunga Kota Tomohon

 

Manado, 10 Maret 2021.---Tomohon salah satu daerah di Sulawesi Utara, yang mendeklarasikan sebagai kota Bunga. Tomohon juga dikenal dengan julukan sebagai kota sejuk beriman. Karena sumberdaya alamnya yang sangat mendukung.

Tomohon semakin mendunia setelah agenda Tomohon International Flower (TIF), sudah terprogram rutin setiap tahun oleh Kementerian Pariwisati. Dan hal itu, menjadi sarana Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian menghilirkan hasil-hasil inovasi pertanian karya anak bangsa.

Ikuti Juga: TIFF 2019 Akan Gunakan Bunga Krisan Karya Penangkar Krisan Kota Tomohon

Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sejak 2007 sampai saat ini terus memperkenalkan varietas-varietas unggul Krisan mempesona. Sebagai dukungan Kemtan, untuk perkaya koleksi tanaman bunga di kota Tomohon. Krisan saat ini sudah menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Untuk menjawab permintaan ekspor ke Jepang dan Singapore, maka Kemtan melalui Balitbangtan melaksanakan bimbingan teknis penangkaran Krisan basis GAP. Kegiatan ini, melibatkan sekitar 400 petani yang tergabung pada 40-an Kelompok Tani (poktan) Bunga.

Ikuti Juga:  Gelar 21 Varietas Krisan dan Teknologi Budidaya Krisan

Steivie Karouw, Kepala BPTP Balitbangtan Sulut apresiasi para petani yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) ini. Kegiatan yang dilakukan secara bertahap. Bimtek ini tetap mengikuti protocol pandemic Covid-19, tutur Karouw. Peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang produksi dan administrasi ekspor.

Sebagai sumber inovasi teknologi pertanian (ITP) spesifik lokasi di Sulut, BPTP Balitbangtan, terus mendampingi petani dalam teknologi produksi bunga dan tanaman lainnya. Saat ini, bersama Badan Karantina Pertanian (Barantan) dan Dinas Pertanian, kita akan menangkap permintaan ekspor Krisan dan tanaman bunga daun.

Ikuti Juga: Perkembangan Kelompok Tani Penangkar Benih Krisan Di Kota Tomohon

Tentunya,sinergitas antara pelaku utama dan petani, harus dibangun. Agar petani ada di kota Tomohon dapat berkontribusi pada ekspor komoditas pertanian dari Sulut. Terutama saat ini, tanaman bunga krisan dan bunga daun. Petani harus mengikuti dengan benar prosedur dan persyaratan produk yang akan di ekspor, tutup Karouw.

Donny Muksydayan Sarangih, M.Si., Kepala Badan Karantina Pertanian Kelas I Manado, mengingatkan bahwa: “Kontribusi pertanian masih kecil banding Perikanan”. Pertanian, juga masih di dominasi Perkebunan. Harapnya, agar kedepan aka ada bunga dan buah-buahan yang turut dalam ekspor dari Sulut.

Ikuti Juga: TIFF 2019 Akan Gunakan Bunga Krisan Karya Penangkar Krisan Kota Tomohon 

Tentunya persyaratan dari Buyer (pembeli), harus diikuti dengan baik. Sehingga barang yang kita tawarkan sesuai dengan harapan mereka. Kualitas, dari proses produksi sampai packaging sesuai yang dipersyaratkan, agar buyer puas dan menambah kuota.

Donny juga mengajak para petani bunga agar rajin me googling. Replikasi gaya para milenial saat ini. Karena saat ini, banyak paramuda yang melakukan ekspor. Donny, juga tidak lupa mengingatkan agar biasakan petani mencatat dan mengambil gambar dan publis. Kemajuan refolusi industri 4.0 harus dimanfaatkan petani, untuk produktif bertani, tutup Donny.

Ikuti Juga: Gelar 21 Varietas Krisan dan Teknologi Budidaya Krisan

Kegiatan Bimtek yang dibuka oleh Kadis Pertanian dan Perikanan kota Tomohon dan dilaksanakan selama empat hari di kelompokan pada para penggiat bunga, untuk menekan kerumunan. Narasumber dalam Bimtek ini: BPTP, Badan Karantina Pertanian Kelas I Manado, Balithi, Dinas Pertanian dan Perikanan kota Tomohon serta berbagi pengalaman dari petani(#Artur)

BPTP Sulut Terus Hilirkan Inovtek di Tengah Pandemic C19

Paslaten,03/02/2021.---Pertanian tidak boleh berhenti dan inovasi teknologi hasil karya anak bangsa harus terus dihilirkan ke pelaku utama dan pelaku pertanian secara umum, tegas Steivie Karouw Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, saat dihubungi media ini.

BPTP Sulut, sebagai sumber inovasi teknologi pertanian (ITP) spesifik local di Sulawesi Utara, harus hadir dan memberikan pelayanan sesuai dengan tugas dan funsinya, untuk pertanian Sulawesi Utara. "Dan saya tegaskan pada para pengkaji, untuk ITP spesifik local Sulut, kita harus jadi solusinya".

Ditengah new normal baru karena Covid-19 (C19), kita bersyukur karena kegiatan pertanian di Sulawesi Utara terus bergerek, penuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh kita lihat, petani hortikultura di daerah Tompaso terus bergiat hasilkan pangan dalam keterbatasan C19.Demikian dengan di Remboken Bawang Merah dan Cabe Rawit.

Lanjut Karouw, saat ini BPTP Sulawesi Utara bekerjasama dengan Bank Indonesia. BPTP mengkaji varietas unggul baru Bawang Merah. Hasil karya anak bangsa di Balitbangtan Kementerian Pertanian. Ini, diharapkan akan perkaya koleksi bawang local yang adaptive di Sulut. Varietas baru yang sedang di kaji yaitu: Bima Brebes, Batu Ijo, Tajuk.

Vareitas-varietas ini, secara umum sesuai deskripsinya memiliki keunggulan. Bahkan untuk Brebes dan Tajuk, sudah pernah kami hasilkan benihnya, namun, keterbatasan BPTP dalam hilirisasi jadi kendala. Hadirnya BI yang meminta  pendampingan ITP Bawang Merah dan Cabe, kami sambut baik. Kegiatan ini akan percepat hilirisasi ITP dan diharapkan keunggulan-keunggulan Varietas baru ini, dapat berkontribusi bagi petani di Sulawesi Utara, tutur Steivie.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maumbi Jaya, Hanny Pantouw yang didampingi oleh anggotanya apresiasi BPTP dan BI yang menjadikan Poktannya sebagai entri point pengkajian varietas baru ini. “Kami merasakan manfaat dari inovasi teknologi bawang merah, setelah mendapatkan pendampingan dari BPTP. Harap kami agar inovasi-inovasi baru dari BPTP dapat hadir di kelompok kami”.

Peneliti Balitbangtan Olvi Tandi,SP.MSi., tegaskan bahwa dari varietas baru ini, seperti Bima Brebes memang sudah pernah dikaji di daerah Tomohon dan memberikan hasil baik. Untuk itu dengan adanya permintaan BI untuk damping teknologi Bawang Merah ini,kami sambut baik. Agar ITP Balitbangtan semakin banyak yang terhilirkan ke pelaku utama.

Ikuti Juga: Inovasi Balitbangtan

Pada kegiatan ini,kami melakukan di Tompaso Bawang Merah monoculture dan di Leleko Kecamatan Remboken, kami kaji Bawang Merah bersanding dengan tanaman Cabe Rawit. Nanti dari hasil ini, diharapkan dapat menjadi Solusi tumpeng sari cabe dan bawang merah.(#Artur)

Sumber: Humas BPTP Sulut2021

Kehadiran Penyuluh di BPP Kostratani Binaan Penyuluhan, Harus Jadi Suluh Bagi Pelaku Utama

Kalasey,05 Oktober 2020.---Hadirnya Penyuluh Ahli Utama di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, harus menjadi pemicu derasnya inovasi teknologi pertanian (ITP) Balitbangtan Kementerian Pertanian bermuara di pelaku utama.

Saat ini setelah Ir. Jeaneke N.M.Wowiling, satu-satunya Penyuluh Ahli Utama dari Timur Indonesia, dan akan ketambahan lagi 1 penyuluh Utama. Diharapkan akan semakin memantapkan sebagai fungsi "Suluh" (terang) itu sendiri bagi pelayanan BPTP Balitbangtan Sulut ke pelaku utama dan pelaku pertanian di Sulawesi Utara, terutama dalam hal penghiliran ITP, tutur Dr.Steivie Karouw,S.TP.,MSc. Saat memberikan arahan pada rapat penyuluh pertanian BPTP Balitbangtan Sulut di ruang Cengkeh BPTP.

Lanjut Karouw, dari hasil kunjungan lapangan, begitu terlihat peran BPTP Balitbangtan Sulut. Para petugas pertanian di lapangan begitu erat bersanding dengan penyuluh di BPP dan Dinas Terkait. Terlihat dalam kegiatan bersama, tidak ada kesulitan dalam berkordinasi dan sangat baik hasilnya. Itu sebagai satu indicator bahwa fungsi koordinasi teman-teman di lapangan cukup kuat.

Mengutip pernyataan Menteri Pertanian, bahwa: BPTP Sebagai perwakilan Kementerian Pertanian di Daerah, dan Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombaknya, maka hal baik yang saat ini sudah baik dilapangan agar kita terus mantapkan sesuai perkembangan kebijakan program dari atasan kita. Apalagi saat ini kompetisi mengambil dan memainkan peran dalam revolusi industri (RI) 4.0. Peran "Suluh" menghilirkan ITP, sangat penting dilakoni para  ujung tombak pembangunan pertanian, yaitu para penyuluh.

Penyuluh pertanian di BPTP Balitbangtan, harus terdepat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era RI-4.0. Memasuki RI-05 dengan dinamika Artificial Intelligence (AI) yang telah terpasang dalam perangkat keras dan unak yang dapat melakukan peran pengganti manusia, sudah harus di sikapi, agar penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian dinamis bersanding dengan kemajuan tersebut.

Masih menurut Karouw, walaupun Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), itu bukan tugas utama kita, namun sebagai penyuluh pertanian ujung tombak pembangunan pertanian di daerah, harus proaktif jalankan fungsi penyuluh pertanian sebagai penghilir inovasi teknologi pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani binaan dan sumber inovasi teknologi di tingkat kecamatan.

Sebagai sumber ITP spesifik lokasi di Sulawesi Utara, kegiatan Penelitian dan pengkajian, yang didalamnya juga para penyuluh, kiranya memanfaatkan fasilitas media informasi dan komunikasi yang ada. Setiap penyuluh agar membuat tulisan-tulisan hasil kunjungan lapangan, sebagai bahan feedback kunjungan lapangan ke media social dan media resmi Balai.

Karouw, miminta agar terus bangun komunikasi internal dan eksternal dalam korps penyuluh pertanian. Para senior agar membina para yunior agar, kekompakan para penyuluh dalam melayani pelaku utama dan pelaku usaha lebih mantap lagi. “Karena Pertanian Tidak Boleh Berhenti”, tutup Karouw.

Sementara ketua Korps Penyuluh Pertanian di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara,Ir. Jeimmy Liuwenhart Wenas apresiasi atas kehadiran kepala BPTP Balitbangtan dalam rapat Korps Penyuluh Pertanian. Apa yang telah dipesankan untuk ditindak lanjuti oleh setiap penyuluh pertanian di BPTP Sulawesi Utara.

Kegiatan rapat dengan agenda arahan kepala Balai terkait program kegiatan Penyuluh Pertanian dan kontribusinya dalam pembangunan pertanian di daerah dan agenda internal Korps Penyuluh BPTP, dihadiri oleh penyuluh, Dr.Ir.Jefni Bernedi Markus Rawung,MSi. selaku Koordinator Program di BPTP Sulut.(#Artur)

sumber: Humas-PPID

Sulut Akan Penuhi Ekspor ke Philipina Timor Leste Dan Indonesia Timur, Untuk Bibit Jagung Hibrida

Remboken, 11 September 2020.---Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian, Direktur PT.Twen, Kepala Balit Serealia dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, di agendakan akan melakukan Panen jagung JH-37 di Minahasa.

Berhubung ada perubahan acara, Direktur Perbenihan diberikan waktu membuka acara. Berhubung pangilan waktu beliau harus berangkat untuk persiapan food estate, maka beliau di daulat untuk memberikan sambutan, mendahului panen raya.

Ikuti Juga: Dirjen Perbenihan Tanaman Pangan Kemtan Berharap.....

Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian (Kemtan) Republik Indonesia, Dr.Ir. Takdir Mulyadi, MSc., apresiasi komitmen Gubenur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey,SE. mendorong petani berkebun. Dan dalam pengembangan Jagung dan perbenihan Jagung di Sulawesi Utara.

Lanjut Takdir, penangkar benih jagung di Sulawesi Utara, sudah hasilkan benih jagung. Ini luar biasa, alokasi tanam jagung di Sulut, sekitar 100 ribu hektar. Dan Takdir bangga, karena di Sulut ada beragam varietas unggul yang dikembangkan oleh petani. Termasuk produk anak bangsa, yang akan kita panen yaitu benih Jagung JH-37.

Ikuti Juga: Wagub Sulut"Tolong Anggaran Pertanian di Minahasa Jangan di Potong"

Beliau apresiasi dan menitikan pesan, agar produk ini berkembang di Sulut. Karena JH-37 diminati masyarakat petani. Harap Dirjen Perbenihan Kemtan, agar pengembanganya mendominasi dan JH-37 menjadi raja di negerinya sendiri.

Saat ini, untuk benih jagung Kemtan tidak lagi mengimpor. Untuk produksi konsumsi, Indonesia sudah mengekspor, termasuk hasil dari Sulut. Benih jagung ini, tidak lagi di impor. Karena ada dua pilihan, tutur Takdir, yang pertama adalah introduksi. Kemtan tidak membolehkan impor F1 dari benih itu. Tapi yang dapat didatangkan, adalah tetuanya. Jadi, dikawinkan di Indonesia, sehingga dapat menyerap tenaga kerja anak bangsa.

Ikuti Juga: Karouw: BPTP Sulut Siap Kawal Teknologi Inovasi Produksi Benih Jagung Hibrida di Sulut

Dan pilihan kedua, dan itu yang terus akan dikembangkan adalah melalui perakitan anak bangsa. Dimana tetuanya, hasil penelitian anak bangsa di Balit Serealia. Dan ini yang dikembangkan oleh petani. Karena petani memiliki kemampuan untuk itu. Sambil berjalan, juga menciptakan kelembagaanya. Teman mitra yang ada seperti PT.Twen, adalah sementara.

Bila petani sudah ada kelembagaan, dan memiliki Badan Hukum, mereka menjualnya sendiri. Melalui prosedur, dan bisa diambil dinas untuk bahan bantuan. Untuk tahun ini, di Sulut sekitar 500 ha perbenihan. Dan di Tuban ada sekitar 600 ha, beda sedikit dengan di Sulut. Dan sekitar 60-70 persen sudah tertanam. Masih ada Tomohon dan Kota Manado yang akan menanam termasuk di Minahasa.

Ikuti Juga: BPTP Sulut Gelarkan VUB Jagung Hibrida

Masih menurut Dirjen Perbenihan, Kemtan mengembangkan selain di Sulawesi Utara, ada di Tanah Laut Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Rembang Jawa Tengah, Grogokan NTB, itu akan di masifkan. Para petani diajar untuk produksi benih hibrida, karena memang teknologinya ada. Dan di Sulawesi Utara sudah mahir, dan akan terus dikembangkan.

Ini merupakan program Nasional, dalam rangka mencukupi ketersediaan benih nasional dari dalam negeri sendiri. Dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi, dan semua stakeholders di Sulawesi Utara, diapresiasi.

Ikuti Juga: Balitbangtan Seriusi Pengembangan Jagung Hibrida Basis Koorporasi di Sulut

Kementan mendampingi programnya, dan menyiapkan hal yang berkaitan dengan saprodi. Semua tidak akan berhasil bila tidak ada dukungan dan kerjasama dari semua pihak terkait, tutup Takdir.

Pacu terus, bukan hanya uuntuk Sulut. Tapi untuk ekspor. Kemarin yang diekspor konsumsi, dan kedepan benihnya kita ekspor. Potensi genetic dari JH-37 9 ton dan rata-rata produksinya 7-8 ton.

Dua sumber untuk ekspor akan kita siapkan untuk Phiipina dan timor leste akan dipenuhi dari Sulut, dan juga mengkafer Indonesi bagian timur ini, tutup Takdir.(#artur)

Subcategories

Subcategories