JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) BPTP Sulut

Sebagai sumber Inovasi Teknologi Spesifik Lokal di Sulawesi Utara, tentu telah melakukan penghiliran dan layanan inovasi teknologi pertanian hasil kerja para pengkaji.

Untuk mengukur respons user terhadap kegiatan, telah dilakukan pengukuran IKM tahun 2021. 

 

Kegiatan Kajian Tahun 2021 BPTP Sulut Diseminarkan

Manado,16 Des 2021---Sebagai rumah Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokal di Sulawesi Utara, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) di Sulawesi Utara, selang tahun 2021 sudah melakukan kegiatan kajian.

Ikuti Juga: Seminar Hasil 2021

Dalam keterbatasan pandemic Corona Virus (Covid) 2019 (19), pertanian tidak berhenti dan terus berinovasi dalam keterbatasan. Dengan terus diingatkan agar terus terapkan protocol kesehatan, para pengkaji terus bergiat mendampingi kegiatan. All hasil, tanpa masalah teknis di lapangan karena pandemic kegiatan dapat dilakukan. Hasil dari kegiatan tersebut, dapat diseminarkan di ruang Cengkeh BPTP Sulawesi Utara (13/12).

Dari laporan Dr.Ir.Jefni Bernedi Markus Rawung,MSi., selaku coordinator program, bahwa akan di seminarkan, 8 (delapan) kegiatan kajian, 3 (tiga) kegiatan hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan dan 8 (delapan) kegiatan dukungan managemen dapat diseminarkan. Masing-masing penanggung jawab dan tim kerjanya, akan memaparkan dalam seminar hasil kegiatan tahun 2021.

Ikuti Juga: Ismail Mantapkan Kesiapan CPCL Program ICARE di Sulawesi Utara 

Dr.Ir.Ismail Maskromo, M.Si., dalam sambutan apresiasi para pengkaji dan tim kerjanya. Karena dalam kondisi keterbatasan karena pandemic, beberapa kegiatan besar dan melibatkan banyak audiens dapat dilaksanakan, tanpa masalah.

Sebagai sumber inovasi teknologi pertanian di daerah dan sebagai rumah inovasi, BPTP Sulawesi Utara harus hasilkan terbaik dari Sulawesi Utara untuk Indonesia. Untuk itu, dalam seminar ini kita paparkan hal-hal yang sudah kita kerjakan. Sampaikan apa yang menarik dari kegiatan kajian kita, apa tanggapan dari audiens ketika melihat pekerjaan kita, itu terrekam.

Ikuti Juga: Penyabet Indonesia Award-2.....

BPTP dengan tugas utama menghilirkan inovasi teknologi, berbeda degan Balai Penelitian, yang fokus komodits tertentu. Output hasil kajian BPTP, harus orientasi bisnis. Bila mengkaji sapi dan jagung, modal berapa dan dalam berapa tahun, keuntungan saya dapat. Demikian dengan tanaman bunga krisan, Sumber Daya Genetik. Itu harus tergambar dalam pemaparan, tutur Dr pertama dari Sulawesi Utara yang menyabet Breeder Award-2 tahun ini.

Demikian dengan para penyuluh pertanian di BPTP Sulawesi Utara, dalam menghilirkan inovasi hasil kajian spesifik lokasi, upayakan sudah kita lakoni. Bukan hanya menceritakan, tapi sudah melakukan dalam laboratorium penyuluh di masing-masing penyuluh, imbuh Ismail.

Ikuti Juga:   Kehadiran Penyuluh di BPP Kostratani Binaan Penyuluhan, Harus Jadi Suluh Bagi Pelaku Utama 

Kelakar tapi serius, dari Ismail: “Jangan sampai terjadi boomerang”, ketika melakukan penyuluhan. Tatkala petani balik bertanya. “ada berapa banyak yang bapak ibu koleksi, ada berapa luas yang sudah ditanami”. Kita terdiam. Itu lah, pentingnya kita harus melakoni, walau hanya sebagai contoh. Bila di rumah sulit kita lakukan, dikantor kita buat.

Kegiatan seminar diikuti oleh para peneliti dan penyuluh serta teknisi litkayasa dan administrasi di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (*artur)

Kreator: Arnold C.Turang

IKUTI EDISI VIDEO

  1. Profil Kegiatan Tahun 2021
  2. Penyiangan dan Penyulaman Perbenihan Inpari-24 (Beras Merah)
  3. Panen Inpari 32 Kelas ES di Tomohon
  4. Kelinci Satin dan New Zailand ada di BPTP Sulut
  5. Teknologi Budidaya Krisan (RPIK)
  6. Ekspor Komoditas Pertanian dari Tomohon
  7. Selamat Hari Menanam 
  8. Selamat Hari Tanah Se Dunia
  9. Tomohon Akan Ekspor Krisan 

 VIDEO HIBURAN

  1. Selamanya Cinta 
  2. Tanpa Batas Waktu

Bupati Minahasa Utara: “Masih Sangat Diperlukan Pendampingan Teknologi Bagi Para Petani”.

Matungkas, 24 November 2021. Setelah pertemuan di Bappelitbang, Tim ICARE, Bappenas dan Dinas Pertanian Minahasa Utara mengunjungi kediaman Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, SE di JG Centre, Matungkas. Tujuan kunjungan ini, untuk lebih mempermantap dukungan pemerintah bagi terlaksananya kegiatan ICARE tahun 2022 nanti.

Ikuti Juga: Sulawesi Utara Terus Mantapkan.....

Kunjungan ini dihadiri Ir. Agus Muharram (Tim ICARE Pusat), Dr. Zulfriandi (Bappenas), Dr.Ismail Maskromo, MSi. (Kepala BPTP Sulut), Dr. Steivie Karouw (Kepala Balitpalma Manado) dan Ir. Wangke Karundeng (Kepala Dinas Pertanian Minut).

Agus mengawali diskusi menjelaskan peran Tim ICARE Pusat. Agus mengatakan selain mengintroduksikan teknologi pertanian, juga akan dilakukan pembinaan kelembagaan. Sehingga akan diperoleh Kelembagaan ekonomi petani atau korporasi petani. Dan diharapkan poktan akan mandiri, yang tidak selalu mengharapkan bantuan - bantuan yang ada.

Ikuti Juga: Bupati Minahasa Utara Apresiasi Program ICARE Kementan

Joune menyambut baik kunjungan ini dengan ungkapan terimakasih atas perhatian Kementerian Pertanian dan Bappenas untuk kemajuan pertanian Minahasa Utara. Joune menjelaskan secara singkat potensi pengembangan kedua komoditi ICARE yakni Kelapa dan jagung yang cocok di Minahasa Utara, baik itu secara luasan maupun tingkat kesuburan tanah.

Ikuti Juga: Penyabet Breeder......

Disamping itu, masih sangat diperlukan pendampingan teknologi bagi para petani. Joune juga sangat memperhatikan peran off taker dalam rantai pasar komoditi yang akan dihasilkan nantinya.

Ikuti Juga: Ismail Mantapkan Kesiapan CPCL Program ICARE di Sulawesi Utara 

Ini sangat penting mengingat harga setiap komoditi tersebut ditentukan oleh dinamika pasar yang mana pada akhirnya akan dipakai para off taker. Sehingga pada waktunya, hasil yang didapatkan petani tak akan terombang ambing dengan harga, tutup Joune. (*)

Sumber: IG-BPTP Sulut

Sulawesi Utara Terus Mantapkan Kesiapan Kegiatan ICARE di Minahasa Utara

Kalawat, 24 November 2021.--- Kunjungan lapangan yang sebelumnya diawali dengan pertemuan di Bapelitbang Minahasa Utara, dilanjutkan dengan sosialisasi kegiatan ICARE di Kecamatan Kalawat.

Kegiatan dihadiri Tim ICARE Pusat Ir. Agus Muharram, Hoerudin, SP, M.FoodSt, P.hD, Dr. Abdul Aziz, dan Suhartini, M.Sc., Sedangkan dari Bappenas diwakili Dr. Zulfriandidan Dian Hersinta, M.Agr. Kegiatan juga dihadiri Kepala BPTP Sulut Dr. Ismail Maskromo beserta Tim ICARE BPTP Sulut dan Kepala Dinas Pertanian Minahasa Utara Ir. Wangke Karundeng, MAP.

Ikuti Juga: Ismail Mantapkan Kesiapan CPCL Program ICARE di Sulawesi Utara 

Kelompok Tani yang hadir antara lain Kelompok Tani (Poktan) Abdi Tani Mandiri, Poktan Anugerah, Poktan Anugerah Abadi Mandiri dan Poktan Klaster Mandiri. Kelompok - kelompok tani ini semuanya berasal dari kecamatan Kalawat.

Mengawali sosialisasi, Tim ICARE menngenalkan secara singkat program ICARE dan tujuannya bagi petani yang ada di Sulawesi Utara sebagai lokasi terpilih komoditas Kelapa - Jagung. Setelahnya, dilakukan diakusi dengan petani dari setiap Poktan yang hadir. Petani menceritakan keseluruhan proses pertanian mulai tahap tanam sampai tahap pemasaran.

Ikuti Juga: Bupati Minahasa Utara Apresiasi Program ICARE Kementan

Dari diskusi ini, diperoleh keadaan riil petani sesuai komoditi yang diusahakan (kelapa dan jagung) yang akan berguna untuk memetahkan upaya persiapan pelaksanaannya pada 2022 nanti. Diperoleh pula kendala - kendala yang dialami petani selama proses budidaya seperti sumber benih, minimnya alat pengolahan lahan, sarana pasca panen serta pengendalian hama dan penyakit.(*)

Sumber: IG-BPTP Sulut

Penyabet Breeder Award ’21 dari Sulut: “NTUP Sulut Dapat Di Tingkatkan Dengan Inovasi Teknologi”

Kalasey,24 Nop 2021.---Sebagai sumber Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi di Sulawesi Utara, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan), terus mendapatkan peran dan mengambil peran itu sebagai upaya penderasan hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian.

Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Utara (23/11). BPTP Sulawesi Utara sebagai Unit Kerja (UK) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangtan Kemtan di Sulawesi Utara, terundang untuk berkontribusi dalam rangka pengumpulan data dan kajian awal, sebagai masukkan perumusan arah kebijakan yang berkaitan dengan analisa Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, petrnakan di provinsi Sulawesi Utara.

Ikuti Juga: Ismail: Mengajak Bekerja Dengan Hati, Hadapi Dinamika Globalisasi 

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ismail Maskromo, MSi. Apresiasi kegiatan ini, karena ini menjadi sarana tepat untuk penderasan, hilirisasi inovasi teknologi pertanian spesifik local hasil karya anak bangsa. Karena Balitbangtan Kemtan telah mengoleksi sekitar 600 Inovasi Teknologi, dan kegiatan ini, menjadi sarana tepat, hilirisasinya.

Para narasumber pakar yang ditunjuk BAPPEDA Prov. Sulut, yaitu: Kepala BPS Prov. Sulut Asim Saputra, S.ST,M.E., Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Ir. Novly G.Wowiling, M.Si., Dr.Caroline Pakasi Akademisi, memaparkanmaterinya. Dan dengan dimoderatori oleh Task Force BAPPEDA Sulut Prof.Noldy Tuerah, PhD., Rakor menjadi lebih menarik.

Ikuti Juga:   Kehadiran Penyuluh di BPP Kostratani Binaan Penyuluhan, Harus Jadi Suluh Bagi Pelaku Utama 

Setelah menelaah hasil pemaparan dari para pakar saat sesi diskusi, Ismail memanfaatkan sesi ini dengan berpendapat. “Untuk tingkatkan NTUP Sulawesi Utara, tidak ada jalan lain selain Inovasi Teknologi”. Papar Penyabet Breeder Award-21 dari Sulut: mulai dari perbaikan teknik budidaya, penggunaan benih unggul, optimal mengarahkan komoditas spesifik hasilkan produk alternative, optimalisasi pengelolaan produk turunan dari pertanian yang berdampak pada indeks harga yang diterima petani akan lebih dari indeks yang dibayarkan”, tutur Ismail.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sudah mendekatkan inovasi teknologi perbenihan lebih dekat dengan pelaku utama, agar dapat menekan biaya distribusi. Demikian dengan benih dihasilkan lebih adaptif karena telah dihasilkan dari daerah. Beliau mencontohkan Jagung Unggul, Padi Unggul, Bawang Merah Unggul, Kelapa Unggul dan produk-produk spesifik lokasi lain.

Ikuti Juga: Balitbangtan Kementan Terus Hilirkan Teknologi Produksi Jagung Hibrida di Sulawesi Utara

Kegiatan Rakor yang dibuka oleh Elvira Katuuk, SE.ME. mewakili kepala BAPPEDA Provinsi Sulawesi Utara. Hadir terundag masing-masing: Lembaga Penelitian yang ada di Sulut, Perguruan Tinggi, Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulut.

Rakor akan berlanjut untuk mendapatkan usulan kebijakan setelah kajian selesai dilakukan oleh tim yang ditunjuk (*artur)

Sumber: Humas-PPID BPTP Sulut