JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Ismail, Dorong Perhiptani Bangun “Panggung” Inovasi Teknologi

Kalasey, 12/10/2021.---Bagaimana kalau Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Wilayah Sulawesi Utara, bangun “Panggung” Inovasi, para penyuluh pertanian ?, 'tantangnya'. Revolusi Industri (RI) 4.0, yang menyajikan ‘segala’ kemudahan presisi bagi mahluk hidup, harus menjadi titik ungkit paradikma inovasi para penyuluh. Dengan demikain, akan mendorong (stimulus) user agar lebih memberikan perhatian 'khusus' bagi pejuang petani dan pejuang pangan, tutur Dr.Ir. Ismail Maskromo, MSi.

Ikuti Juga: Bagaimana Kesiapan Sektor Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 

Kebanggaan penyuluh, ujar Ismail mengutip kredo “Penyuluh Pertanian” menurut Lao Su, adalah: “ ketika petani itu berkata, “aku sudah melakukannya”, penyuluh sudah berhasil. Tapi di era Revolusi Industri 4.0, hal itu, harus disertai lagi dengan ungkapan petani: terima kasih,“ Hasil penerimaan usahatani kami, sudah dapat beli lahan baru, mobil baru dan lainnya” imbuh Ismail saat di kontak lanjut terkait masukkan untuk Perhiptani kedepan.

Ikuti Juga: Penyuluh Pertanian Harus Kuasai Inovasi Teknologi Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dalam audiensi dengan kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Baltbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan) di Sulawesi Utara, Veliks Wowor,SP.MSi. yang didampingi pengurus dan coordinator Penyuluh di BPTP. Beliau memaparkan kondisi kepengurusan Perhiptani, program-program kegiatan kedepan serta fasilitas secretariat Perhiptani, yang masih pinjam ruang di kantor BPTP Balitbangtan Sulut.

Wowor berharap, agar kepala BPTP, yang masuk sebagai Dewan Pembina, kiranya tetap mengijinkan kedudukan Sekretarian di BPTP. Tentunya, secara prosedur, akan kami lengkapi dengan pemohonan tertulis ijin pakai via surat resmi.

Ikuti Juga: Koordinasi Akselerasi Pelaksanaan Pembangunan Pertanian 

Ismail apresiasi dan sambut baik kehadiran pengurus Perhiptani. ‘Ini merupakan satu entripoint dari pederas hiliran inovasi tekologi pertanian hasil karya anak bangsa,agar lebih dekat dengan pelaku utama (Petani). Sebagai sumber inovasi teknologi spesifik lakal di Sulawesi Utara, ujung tombak mitra para pengkaji adalah penyuluh, ujarnya.

Lanjut Ismail. BPTP Balitbangtan Kemtan di Sulut, adalah perpanjangan tangan Kemtan di daerah dalam penderas hiliran inovasi teknologi. Tentunya dengan bersandingya Perhiptani di dalamnya para penyuluh, pelaku utama (petani), dan stakeholder terkait, dengan kegiatan jelas, sangat baik. Karena inovasi teknologi akan mendapatkan umpan balik dari pelaku utama dan pelaku antara (penyuluh).

Ikuti Juga:  Inovasi Pertanian Di Persimpangan 

Kehebatan inovasi teknologi, harus teruji dilapangan, tutur beliau. Informasi bagus dan tidak bagusnya inovasi tekologi itu, penting diketahui kembali, para pengkaji. Itulah pentingya komunikasi dalam wadah ini. Jadi Perhiptani harus bangun ‘Panggung Inovasi”. Agar seluruh penyuluh di Sulawesi Utara terkonekting. Harus ada agenda yang membuat anggota ‘Rindu’ dan merindukan hadiri agenda Perhiptani. Apa lagi, ini sudah masuk dalam aturan baru penyuluh, masuk anggota dalam wadah organisasi profesi, ini panggungnya, tutup beliau.

Ikuti Juga: Perhiptani Dampingi Listrik Masuk Usahatani

Dari pantauan Humas-PPID, Sekretaris Ir.Sugeng Irianto, mencatat banyak masukkan dari Dr.Ir. Ismail Maskromo, MSi. Walau beliau mengaku dengan penyuluh dan Perhiptani baru, tapi banyak informasi terkait penyuluhan melantun merdu dari tutur kata beliau. Bagai menyimak alunan nyanyi beliau dalam mengekspresikan syair lagu yang digubah penciptanya.

Ikuti Juga: Optimalkan Pemanfaatan Lahan Di Bawah Pohon Kelapa Hadapi Pandemi Covid-19 

Mulai dari agenda percontohan bersama, investasi bersama tercatat oleh sekretaris. Ismail mengusulkan agar Perhiptani Sulut, harus ada warna sendiri dari 33 wilayah yang ada di Indonesia. Organisasi Profesi Perhiptani harus perjuangkan para penyuluh. Penyuluh sebagi pejuang pangan dengan petani, harus diperjuangkan juga. Organisasi ini yang harus wujudkan, agar ‘Panggung” rutin Perhiptani, entah sebulan sekali terus menarik bagi anggota, kata Ismail yang dicatat Humas.

Ikuti Juga: Inovasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengembangan Pertanian Mengadopsi Revolusi Industri 4.0 

Agenda Organisasi Profesi Penyuluh Perhiptani, audiensi dengan kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, diakhiri dengan foto dan Koordinator Penyuluh BPTP Ir. Jemmy Wenas selaku Koorinator Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Sekretaris dan Arnold C.Turan, melihat dari dekat Agriculture Opration Room (AOR) dan rencana ruang baru yang akan jadi secretariat Perhiptani (*artur)

Sumber: Liputan Langsung Humas-PPID

5 Penangkar Benih/bibit Krisan Unggul Balitbangtan Mulai Menerima Hibah Bibit Unggul

Kalasey, Kamis 07 Oktober 2021.---Penangkar Bibit Krisan Binaan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan), mulai menerima hibah bibit unggul krisan untuk dikembangkan penuhi kebutuhan bibit krisan di kota Tomohon.

Ismail Maskromo, saat dikontak media ini menjelaskan bahwa: Badan Litbang Pertanian terus komitmen untuk siapkan benih/ bibit tanaman, lebih dekat dengan pelaku utama (Petani). Hal ini untuk mematahkan ‘momok’ permasalahan ketersediaan bibit yang selalu saja menjadi langkah (kekurangan), di tingkat petani. Dari beberapa kali diskusi dengan petani, bahwa tingkat stres dan rusak via pengiriman sangat tinggi, banding produksi sendiri.

Ikuti Juga: 1,6 Miliar Biaya Bibit Krisan Per Tahun yang Harus Direbut Petani Bunga Kota Tomohon 

Menjawab itu, Balitbangtan melalui kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK), menghilirkan Inovasi teknologi Krisan. Para penangkar binaan Balitbangtan di optimalkan hasilkan sendiri bibit, untuk kebutuhan daerah. Bahkan bila perlu kebutuhan kawasan Timur.

Ikuti Juga: Ismail Mantapkan Kesiapan CPCL Program ICARE di Sulawesi Utara 

Sebagai sumber inovasi teknologi pertanian di daerah, menjadi tugas BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara untuk mengawal dan mendampingi program penghiliran perbenihan tanaman pertanian di Sulawesi Utara, tegas kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Ismail Maskromo, MSi.

Beliau mencontohkan. Dinamika permasalahan benih padi, jagung, flori dan tanaman pertanian lainnya yang ada, dinamikanya selalu saja terjadi kelangkaan di lapangan saat petani memasukki fase menanam. Dari identifikasi masalah lapangan, maka Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian komitmen untuk hilirkan hasil karya anak bangsa terkait perbenihan agar lebih dekat dengan pelaku utama. "Kita jadikan Bibit Unggul Karya Anak Bangsa menjadi tuan dan raja di rumahnya", tegas Ismail.

Ikuti Juga:  Balitbangtan dan Pemkot Tomohon Optimalkan Kesiapan Ekspor Krisan

Lanjut Maskromo, beberapa waktu lalu, Balitbangtan Kementan melakukan panen Jagung Hibrida (JH) 37 di Wawo Hill kita Tomohon. Jagung yang dipanen oleh pak Walikota Tomohon, sudah bibit jagung hibrida (JH-37), produksi dari Sulawesi Utara. Perbanyakan dilakukan oleh penangkar-penangkar jagung dengan mitra dan di kawal oleh Balitbangtan melalui Balit Serealia, BPTP Sulut dan Dinas Pertanian Sulawesi Utara.

Sementara terkait permintaan ekspor krisan dari Tomohon, saat ini Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan BPTP Balitbangtan Sulut mengembangkan pembibitan di Show Window (SW) Tomohon melalui kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK).

Ikuti Juga: Pelaku Agribisnis ?...Anda Harus Tahu, Apa Itu GAP

Kegiatan ini, menurut Ismail sebagai bentuk dukungan inovasi untuk pengembangan agribisnis krisan berbasis kawasan dan berorientasi ekspor. Petani dalam kawasan, dicontohkan teknologi inovasinya berbasis God Agricultural Practices (GAP).

GAP, merupakan cara penerapan teknologi ramah lingkungan dan bermartabat. Melakukan penjagaan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan pekerja, melakukan pencegahan penularan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan prinsip traceability artinya dapat ditelusuri asal usulnya produksi dari pasar sampai ke kebun, tegas Ismail.

Ikuti Juga: Sebagai Sumber Inovasi Teknologi Spesifik Lokal, BPTP Berikan Bimtek Petani Bunga Kota Tomohon

Dari pantauan media ini, petani penangkar binaan, saat ini mulai menerima secara bertahap bibit krisan unggul. Bibit ini ada mothernya sudah di SW Dinas Pertanian dan Perikanan kota Tomohon. dan ada yang masih dikirim calon mothernya dari Balithi. Saat ini dari 40-an hasil karya para inventor di Balithi, dan ada sekitar 32-an varietas krisan terkoleksi di kota Tomohon.

Kelima petani penangkar masing-masing: Piet Pungus, Indra Salam, Sani Paat, Calvin Tangkawarow dan Lexie Pungus, telah menerima sebagian bibit untuk di motherkan. Saat menyerahkan Dr.Karel Lala,SP.MSi., mengapresiasi Balitbangtan Kementerian Pertanian atas inisiasi untuk terus hilirkan inovasi teknologi Krisan di Kota Tomohon. Kepada para penangkar, ajak Lala, untuk patuhi sesuai perjanjian kerjasamanya untuk perbanyak dan kembangkan varietas unggul krisan ini.

Tentunya Balitbangtan Kementerian Pertanian berharap, agar apa yang telah di hilirkan di kota Tomohon, harus berkembang baik kedepan. Terutama kepada para penangkar, agar kembangkan dengan baik, bila ada inovasi teknologi yang kurang jelas, silahkan mengontak sumber inovasi melalui BPTP. Sehingga kita pihak penghasil inovasi cepat memperbaikinya, tutup Ismail.(#Artur)

Penghilir: Arnold C.Turang

Ismail Maskromo, Menerima Mahasiswa Peternakan Unsrat Untuk Magang di BPTP

Kalasey, 6 Oktober 2021. BPTP Sulawesi Utara menerima mahasiswa magang dari Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Mahasiswa yang berjumlah empat orang ini diterima Kepala Balai Dr. Ir. Ismail Maskromo, MSi. 

Ismail, memberih arahan untuk memanfaatkan momen magang ini dengan baik, ada banyak peneliti peternakan BPTP Sulawesi Utara yang kompeten untuk bertukar pikiran. 

Didampingi Dosen Pembimbing Dr. Ir. Florencia Sompie, MP, IPU keempat mahasiswa ini terdiri dari Virgin Rorimpandey, Karina Salam, Febri Posuma dan Sesilia Paendong. 

Setelah diterima Kepala Balai, selanjutnya mahasiswa mendapat arahan dari Peneliti Peternakan BPTP Sulawesi Utara, Ir. Paulus Paat, MP dan Ir. Derek Polakitan, M.Si.(#DWT)

Azrai: Sulut Tidak Lagi Menanti Benih Jagung Dari Surabaya, Bahkan Sudah Bisa Mengirim Ke Surabaya

Sabtu,02 Oktober 2021.--- Memaknai Hari Tani Nasional dan hari Kesaktian Pancasila, Balitserealia dan BPTP Balitbangtan Kementarian Pertanian, terus hilirkan inovasi teknologi hasil karya anak bangsa.

Ikuti Juga : Anda Harus Tahu, Keunggulan Jagung Hibrida JH-37 

Bertempat di Wowo Hill Matani Tomohon, Walikota Tomohon Carol Senduk melaksanakan panen Jagung Hibrida (JH) 37 Kementerian Pertanian di luasan sekitar 1,5 ha. Lahan milik dari Abraham Lantang yang ditanami benih Jangung JH-37 produksi Kementan yang dihasilkan di Kota Tomohon.

Ikuti Juga: Terus Dampingi Petani Hadapi Pandemic Covid-19: Panen Jagung Toleran Naungan di Minahasa Utara

Dr.Mohammad Azrai, SP.MP. Kepala Balit Serealia dalam laporannya mengatakan: saat ini hasil JH dari Sulawesi Utara, sudah tembus Surabaya. Dulunya Sulut menanti stok benih jagung dari Surabaya. Tapi saat ini, Sulut dapat mengirimkan JH ke Surabaya dengan kualitas yang bagus. Ini menjadi harapan Kementerian Pertanian, agar produk anak bangsa menjadi ‘Raja’ di rumahnya sendiri.

Lanjut Azrai, Produksi benih JH-37, dari Sulawesi Utara, dikembangkan oleh Balitserealia dan BPTP Balitbangtan Kementan, untuk penuhi kebutuhan benih jagung di Sulawesi Utara. Dan itu juga sebagai titik ungkit untuk penuhi kebutuhan benih Jagung di kawasan Timur Indonesia. Bahkan untuk ekspor ke Negara tetangga kita, tegasnya.

Ikuti Juga:  Balitbangtan Seriusi Pengembangan Benih Unggul Jagung Basis Korporasi Mendukung Kostratani di Sulawesi Utara 

Komitmen Balitbangtan Kementan untuk mendekatkan benih jagung lebih dekat dengan petani, sudah mulai berdampak. Harapnya, agar para penangkar konsisten dengan persyaratan dan terus mengikuti sesuai ketentuan. Dan terus bangun komunikasi dengan petugas baik dari BPTP Sulawesi Utara, dan Petugas Pengawas Benih.

Ditempat yang sama, Abraham Lantang, saat bersua dengan Humas-PPID BPTP Balitbangtan Sulut mengatakan: bahwa benih jagung ini sudah dapat memecahkan masalah petani. Karena untuk mendapatkan benih, mudah dan JH-37 adalah benih baik dan produksinya sangat lumayan.

Ikuti Juga: Balitbangtan Terus Hilirkan.....

Masih menurut  Abraham, sebelumnya hasil jagung hanya sekitar 4-5 ton per ha, saat ini dapat mencapai 7-8 ton per ha. Dengan harga jagung saat ini sekitar Rp.4.000 – Rp. 5.000 per kilo gram (kg) dengan kadar air sekitar 17 persen, cukup lumayan, ungkap Abraham.

Potensi JH-37, menurut Azrai dapat mencapai 11 ton per hekto are (ha), bila terapkan dengan benar inovasi teknologi yang di persyaratkan. Untuk itu, melalui kegiatan Panen, Kunjungan dan Temu Lapang serta Hilirisasi Inovasi Jagung, diharapkan akan memantapkan karya anak bangsa menjadi tuan dan ‘Raja’ di rumahnya.

Ikuti Juga: Pelaku Agribisnis harus tahu.....

Kegiatan panen yang dilaksanakan oleh Walikota Tomohon Carol Senduk, SH., Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Ir.Novly Wowiling, MSi., Kadis Pertanian Tomohon, Mewakili Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Mewakili Balitka, Pihak mitra Fakultas Pertanian Unsrat, dan Unhas serta petugas pertanian dan petani.(#Artur)

Pewarta: Arnold C.Turang

Apel Kedisiplinan: Ismail Ajak ASN BPTP Sulut, Menata Diri Hadapai Setiap Perubahan

Senin, 04 Oktober 2021.---‘Semangat Pagi !’ : Pagi-Pagi-Pagi, Luar Biasa, Tetap Semangat. Begitulah Ismail, menyemangati ASN di BPTP Sulawesi Utara pada setiap tatap mukanya. Hal ini, menjadi kebiasaan baru yang positif, untuk mensugesti pegawai BPTP Balitbangtan Sulut, dalam berinovasi. Apel kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di BPTP Sulut, rutin dilaksanakan setiap Senin, mengawali bekerja.

Ikuti Juga: Ismail: Mengajak Bekerja Dengan Hati, Hadapi Dinamika Globalisasi 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Sulawesi, Dr.Ir.Ismail Maskromo, MSi., dalam sambutannya (04/10) menyapa semua peserta mulai dari Tenaga Harian Lepas (THL), Administrasi, Teknisi Litkayasa, Penyuluh Pertanian dan Peneliti. Beliau mengajak untuk menata diri bangun komunikasi kerja, untuk menjadi terbaik dari 33 saudara BPTP Balitbangtan Sulut, di Seluruh Indonesia (Selindo).

Ikuti Juga: Steivie Karouw: Pandemi Covid 19 Bukan Hambatan Tapi Jadikan Peluang Kembangkan Profesi Sebagai Peneliti dan Penyuluh Kementan

Dalam sambutan, beliau meminta agar silaturahmi setiap Senin, harus dioptimalkan. Untuk itu, beliau meminta harus dilaporkan jumlah pegawai di masing-masing unit kerja. Setiap unit harus melaporkan kondisi pegawai. Hadir berapa, berhalangan hadir karena apa disebutkan agar didoakan bersama supaya cepat pulih. Bagi yang terlambat juga didoakan agar kembali ke jalan yang benar.

Ikuti Juga: Kepala BPTP Sulut Himbau Agar Terapkan.....

Ismail berharap agar semua yang berkomitmen berada di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, wajib ada dalam Whats Apps (WA). Karena ditengah revolusi industry (RI)4.0 dengan dinamika global yang sudah memudahkan semua, kita harus memainkannya. WA adalah sarana komunikasi produktif dinamis bagi kita dalam bekerja.

Kita harus menata diri menggunakan fasilitas komunikasi kita, agar menjadi saran kebaikan terpublikasi dalam tugas kerja kita. “Jangan sudah ada pergantian pimpinan, kita tidak mengetahui informasi itu”. Untuk itu, sekali-sekali melihat WA kita. Latih diri kita adaptif dengan media komunikasi kita. Jadikan “dia” sebagai mitra membantu kita dalam bekerja.

Ikuti Juga: Konsep Ikigai.....

Derasnya perubahan yang diakibatkan oleh RI-4.0, dengan segala sarana yang memudahkan kita berkomunikasi, harus dimainkan. Kata beliau, mengutip motivasi orang Jepang yang disebut Ikigai, itu harus dilihat dan dipelajari dan maknai dalam kita bekerja. Beliau mengaja untuk melihat, mempelajari motivasi itu.

Ikigai adalah istilah orang Jepang, untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Kata itu, secara harafiah meliputi dua kata. Iki, yang berarti kehidupan dan Gai, yang berarti nilai. Dengan konsep ini, kita akan menemukan kebahagiaan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ikuti Juga: Hari ini tim I-Care Pusat.....

Dengan mensinergikan elemen dasar Ikigai, yaitu: passion, mission, vocation dan profession, pasti akan melahirkan kebahagiaan berkelanjuta bagi kita. Dan itulah, ibadah kita.

Untuk itu, kita harus ikuti dan menata kembali komitmen kita berada di BPTP. “kita perlu refres kembali akan kehadiran kita di BPTP”. Untuk apa kita di BPTP. Peubahan akan terus terjadi, bila kita tidak menata diri dengan memaknai teori ‘Ikigai’, kita akan tergilas dengan derasnya revolusi industry global yang melanda saat ini.

Kedepan, banyak pekerjaan yang kita akan hadapai, untuk itu kita harus siap hadapi setiap perubahan terjadi. Saat ini, bagi teman-teman agar lengkapi Sasaran Kerja Pegawai (SKP) masing-masing, terkait ada perubahan pimpinan dan penilai dalam SKP. Selain itu, kita menghadapi persiapan kegiatan RPIK, I-Care dan kegitan-kegiatan sudah terprogram. Beliau mengajak, agar setiap ASN yang berkomitmen bersama di BPTP Balitbangtan Sulut, harus banyak 'tau' tentang banyak hal, terkait kegiatan di BPTP Sulut. Tentunya dengan kerja sama kita, untuk bekerja sama-sama pekerjaan berat pasti akan mudah.

Ikuti Juga: Pelaku Agribisnis harus tahu.....

Mengakhiri sambutan, beliau mengucapkan terima kasih kepada 2 ASN yang sudah memasukki masa purna tugas. Ir. Mardiana, sebagai penyuluh pertanian dan Ir. Ruddien Tumewu sebagai peneliti. "terima kasih atas pengabdiannya bagi bangsa dan negara, melalui BPTP Sulut'. Apel kedisiplinan ASN di BTP Sulawesi Utara, diikuti oleh ASN dari IPPTP Pandu, Mahasiswa Unsrat yang sedang magang, Anak-anak SMK Motoling Magang, THL, Teknisi Litkayasa, Penyuluh Pertanian serta Peneliti.(#Artur)

Sumber: Humas-PPID