JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Apa itu Wereng ?

Edisi Penderasan Info: Arnold C. Turang Penyuluh Pertanian Balitbangtan

Kenali Saudara Kita Wereng.

Keseimbangan terganggu adalah faktor utama penyebab gejolak sosial. Untuk itu penting bersama menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan agar menjadi berkat dan rahmat bagi ciptaan-Nya.

Kita diingatkan untuk menjaga "rumah kita", agar menjadi sarana kehidupan kita. Nyanyian saudara Manatahari atau Gita Sang surya, dalam Karya-Karya Fransiskus dari Asisi, (Yokyakarta: Kanisius, 2000), menjadi inspirasi untuk dimaknai.

Terpujilah engkau Tuhanku, karena saudara kami, ibu pertiwi, yang menopang dan mengasuh kami dan menumbuhkan berbagai buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rerumputan.

Usaha menjaga bumi dan mengusahakan bumi bukan semata untuk menjadikan kita sebagai pemilik dan penguasanya, yang berhak "menjarahnya". Tetapi kita harus menjaganya agar terhindar dari kerusakan global.

Hal kecil dan memberikan makna besar,ketika dalam aktivitas kita, kita memulai menjalin persahabatan dengan sesama mahluk penghuni bumi. Kita kenali sesama mahluk dalam lingkungan kita dan kita saling memberi ruang untuk bersama hidup bukan untuk saling eksploitasi. Hal ini akan menciptakan degradasi alami.

Tulisan ini,akan menderaskan pengenalan terhadap Wereng yang dapat menjadi ancaman bagi petani, ketika kita tidak mengenali dia menjada keseimbangan lingkungan hidupnya. 

Wereng

Wereng adalah sebutan umum untuk serangga penghisap cairan tumbuhan anggota ordo Hemiptera (kepik sejati), subordo Fulgoromorpha, khususnya yang berukuran kecil.

Tonggeret pernah digolongkan sebagai wereng (di bawah subordo Auchenorrhyncha) namun sekarang telah dipisah secara taksonomi. Karena eksklusif hidup dari tumbuhan, sejumlah anggotanya menjadi hama penting dalam budidaya tanaman.

Selain sebagai pemakan langsung, wereng juga menjadi vektor bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan penting, khususnya dari kelompok virus.

Beberapa buku masih menggunakan nama Auchenorrhyncha untuk menyebut Fulgoromorpha.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Sub Ordo : Auchenorrhyncha
Infraordo : Fulgoromorpha
Superfamili : Fulgoroidea
Famili    

Ciri Ciri:
Nimfa dari Fulgoroida memproduksi lilin dari kelenjar khusus di perut dan bagian tubuh lainnya. Lilin ini bersifat hidrofobik dari membantu menyembunyikan serangga dari pemangsa. Betina dewasa juga memproduksi lilin untuk melindungi telur.

Wereng merupakan vektor dari beberapa penyakit tumbuhan, terutama fitoplasma yang hidup di floem tumbuhan dan ditularkan oleh wereng ketika menyerap nutrisi dari batang tumbuhan.

Sejumlah anggota Fulgoroidea yang telah punah diketahui dari catatan fosil seperti Emiliana dari zaman Lutetian yang hidup di Colorado, Amerika Serikat.

Contoh Wereng yang menjadi Hama Pertanian

Wereng Hijau (Nephotettix spp.)

Wereng Hijau atau Nephotettix virescens merupakan hama utama penyebar penyebar (vektor) virus tungro yang menyebabkan penyakit tungro. Virus yang menyebabkan penyakit ini yaitu Rice tungro bacilliform badnavirus (RTBV) dan Rice tungro spherical badnavirus (RTSV).

Wereng jenis ini biasanya menetas pada pelepah daun padi dan akan menetas enam hari kemudian, menyukai cairan daun padi yang mengakibatkan pengeringan pada daun padi.

Fase pertumbuhan tanaman yang rentan terhadap serangan wereng hijau adalah dari fase pembibitan sampai pembentukan malai atau anakan. Wereng Hijau memiliki cara menyerang yang hampir sama dengang Wereng Coklat, yakni mereka menyukai tanaman yang dipupuk N dosis tinggi dengan jarak tanam rapat.

Seranggga dewasa dan nimfa menetap di bagian pangkal batang padi. Gejala kerusakan yang ditimbulkan adalah tanaman menjadi kerdil atau kecil, malai yang dihasilkan berkurang dan daun berubah menjadi kuning sampai kuning oranye.

Pengendalian: 

  1. Tindakan pengendalian dilakukan jika sudah terlihat gejala tungro.
  2. Pengendalian hayati dengan menggunakan pathogen serangga Beauveria bassiana.
  3. Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida yang dianjurkan berbahan aktif, seperti BPMC, Buprofezin, Etofenproks, Imidakloprid, Karbofuran, MIPC atau Tiametoksam.

Penyakit tungro dapat menyebabkan kehilangan hasil yang besar pada produksi tanaman padi.

Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
Wereng batang cokelat (WBC) merupakan salah satu hama penting pada pertanaman padi karena mampu menimbulkan kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kerusakan secara langsung terjadi karena hama ini mempunyai kemampuan mengisap cairan tanaman yang menyebabkan daun menguning, kering dan akhirnya mati yang dikenal dengan gejala hopperburn.

Kerusakan secara tidak langsung terjadi karena serangga ini merupakan vektor penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Wereng batang cokelat merupakan hama penting tanaman padi di Indonesia yang sejak tahun 1985 telah mengancam target swasembada beras.

Faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya populasi dan serangan wereng batang cokelat dalam beberapa tahun terakhir ini adalah potensi biotik wereng batang cokelat yang tinggi, faktor abiotik dan sistem budidaya padi yang mendukung berkembangnya populasi wereng batang cokelat.

Predator untuk mengendalikan wereng ini adalah Cyrtorhinus lividipennis (Hemiptera: Miridae).

Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera)
Wereng sebagai hama sulit dikendalikan karena memiliki berbagai biotipe yang masing-masing memiliki kesukaan tersendiri terhadap kultivar yang berbeda-beda pula.

Wereng Punggung Putih atau Sogatella furcifera Horvarth adalah salah satu jenis wereng yang memiliki tubuh lebih kecil daripada bulir padi, sering mengisap batang padijagung, dan rumput-rumputan.

Wereng jenis ini tersebar luas di wilayah Palaeartik (Jepang, Korea, Mongolia, Kep. Sakalin, Rusia dan Kep. Kurile), wilayah oriental (Bangladesh, Burma, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Sabah, Sarawak, Taiwan, Muangthai, Vietnam, Sri lanka, dan Filipina), wilayah Australia (Australia Mikronesia, New Hibrides, Kep.Solomon) dan wilayah Neotropika (Kep. Karibia dan Brasil).

Wereng punggung putih pada awalnya merupakan serangga "k-strategik" yang mempunyai ciri perkembangbiakannya sangat lamban dan populasinya stabil rendah untuk mempertahankan makanan supaya tetap tersedia.

Selanjutnya perkembangan populasi wereng punggung putih mulai mengarah kepada serangga yang “r-strategik” dengan ciri yang sama seperti pada Wereng coklat.

Dalam hal serangan wereng coklat dan wereng punggung putih terjadi fluktuasi. Dari hasil pengujian terhadap ketahanan varietas wereng punggung putih dengan wereng coklat biotipe 2 dan 3 menunjukkan bahwa ada beberapa varietas yang tahan terhadap Wereng coklat biotipe 2 dan 3, namun menjadi rentan terhadap wereng punggung putih.

Demikian juga varietas yang tahan terhadap Wereng coklat hampir seluruhnya kurang tahan terhadap wereng punggung putih. Hal ini mengindikasi bahwa wereng punggung putih bergerak dengan cepat menjadi hama yang mengungguli perkembangan Wereng coklat.

Penutup

Semoga dengan kita mengenal mahluk ini (Wereng), kita dapat merancang sistim usahatani kita dan pola pengendaliannya. Dengan demikian keseimbangan tercipta dan kita saling menjaga sesamapenghuni bumi (*artur).

Sumber Bacaan: Ensiklik Ladato Si' Paus Fransiskus tentang perawatan rumah kita bersama. terj. hartin Harun OFM.-Wikipedia bahasa Indonesia- Sumber sumber lain on line.