JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bangun Industri Pertanian Mendukung Era 4.0 Kita Mulai di Sulawesi Utara

Manado,16 November 2018---Bersama : perlahan namun pasti, mari kita mulai bangun dan kembangkan Pertanian Mendukung Era 4.0, kata Dr.Ir.Haryono, MSc., yang adalah ketua Dewan Riset Nasiona, sesepuh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan). Saat memaparkan materi Pertanian Di Era Industri 4.0. Design Thinking Pengembangan Kawasan Pangan dan Pertanian Berbasis Koorporasi Petani.

Acara yang dibuka oleh kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf, MP., yang juga sebagai Ketua Paguyuban Kepala-kepala BPTP Seluruh Indonesia, dihadiri oleh kepala BPTP Sulsel, Papua dan Riau, penyuluh pertanian Maluku serta peneliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan Sulut. Yusuf, memberikan apresiasi atas kehadiran Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional (DRN) dan Wakil Ketua Bidang Pangan dan Pertanian Utama Kajo.

Dr.Haryono, MSc., memaparkan "Kondisi kini, dimana satu sisi teknologi informasi berkembang dengan cepat dan mempengaruhi perkembangan inovasi serta pola hidup manusia, menuntut mobilitas yang serba cepat, praktis, dan relatif  murah. Hal ini harus dan cepat ditangkap dan dimainkan dalam membangun pertanian Indonesia.

Contoh mudah ciri Revolusi 4.0 yaitu: Kita menguasai pasar tani, tanpa harus memiliki lahan. Menguasai industri tanpa harus memiliki industrinya. Hanya dengan kecepatan sentuhan jari tangan kita dapat mengatur produk yang sering fluktuatif seperti Barito (Bawang-Rica-Tomat) yang ada di Sulawesi Utara. Untuk itu penting kenali apa itu revolusi 4.0 selanjutnya mengambil peran didalamnya.

“Buat Aplikasi Penyalur Bahan Pertanian ". saya berharap itu kita mulai dari Sulawesi Utara. Dengan aplikasi ini, kita buat jaringan dengan stakeholder terkait, kita dapat mengatur wilayah produksi agar konsisten tanpa ada over produksi, kata beliau.

Lebih lanjut Rektor Bina Nusantara (Binus) mengurai materinya, Luas lahan semakin berkurang dan sumberdaya lain yang semakin terbatas, kebutuhan pangan terus meningkat sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi keamanan dan ketersediaan pangan. Fenomena itu harus dihadapi. Oleh karena itu, dunia riset pertanian Indonesia termasuk Balitbangtan melakukan pengembangan inovasi. Dan pilihannya adalah dengan penerapan industri 4.0, dimana kemajuan teknologi Informasi sebagai tulang punggungnya.

Namun, dalam penerapannya tidak boleh digeneralisir, harus bertahap dan  disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kebijakan lokal yang ada di masing-masing daerah, imbuhnya, mengakhiri pemaparan materi.(*Artur)

sumber: Liputan TIM TIK BPTP Sulut