Kehadiran Penyuluh di BPP Kostratani Binaan Penyuluhan, Harus Jadi Suluh Bagi Pelaku Utama

Parent Category: Berita Category: Info Aktual Written by Arnold,Steivie Hits: 324

Kalasey,05 Oktober 2020.---Hadirnya Penyuluh Ahli Utama di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, harus menjadi pemicu derasnya inovasi teknologi pertanian (ITP) Balitbangtan Kementerian Pertanian bermuara di pelaku utama.

Saat ini setelah Ir. Jeaneke N.M.Wowiling, satu-satunya Penyuluh Ahli Utama dari Timur Indonesia, dan akan ketambahan lagi 1 penyuluh Utama. Diharapkan akan semakin memantapkan sebagai fungsi "Suluh" (terang) itu sendiri bagi pelayanan BPTP Balitbangtan Sulut ke pelaku utama dan pelaku pertanian di Sulawesi Utara, terutama dalam hal penghiliran ITP, tutur Dr.Steivie Karouw,S.TP.,MSc. Saat memberikan arahan pada rapat penyuluh pertanian BPTP Balitbangtan Sulut di ruang Cengkeh BPTP.

Lanjut Karouw, dari hasil kunjungan lapangan, begitu terlihat peran BPTP Balitbangtan Sulut. Para petugas pertanian di lapangan begitu erat bersanding dengan penyuluh di BPP dan Dinas Terkait. Terlihat dalam kegiatan bersama, tidak ada kesulitan dalam berkordinasi dan sangat baik hasilnya. Itu sebagai satu indicator bahwa fungsi koordinasi teman-teman di lapangan cukup kuat.

Mengutip pernyataan Menteri Pertanian, bahwa: BPTP Sebagai perwakilan Kementerian Pertanian di Daerah, dan Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombaknya, maka hal baik yang saat ini sudah baik dilapangan agar kita terus mantapkan sesuai perkembangan kebijakan program dari atasan kita. Apalagi saat ini kompetisi mengambil dan memainkan peran dalam revolusi industri (RI) 4.0. Peran "Suluh" menghilirkan ITP, sangat penting dilakoni para  ujung tombak pembangunan pertanian, yaitu para penyuluh.

Penyuluh pertanian di BPTP Balitbangtan, harus terdepat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era RI-4.0. Memasuki RI-05 dengan dinamika Artificial Intelligence (AI) yang telah terpasang dalam perangkat keras dan unak yang dapat melakukan peran pengganti manusia, sudah harus di sikapi, agar penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian dinamis bersanding dengan kemajuan tersebut.

Masih menurut Karouw, walaupun Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), itu bukan tugas utama kita, namun sebagai penyuluh pertanian ujung tombak pembangunan pertanian di daerah, harus proaktif jalankan fungsi penyuluh pertanian sebagai penghilir inovasi teknologi pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani binaan dan sumber inovasi teknologi di tingkat kecamatan.

Sebagai sumber ITP spesifik lokasi di Sulawesi Utara, kegiatan Penelitian dan pengkajian, yang didalamnya juga para penyuluh, kiranya memanfaatkan fasilitas media informasi dan komunikasi yang ada. Setiap penyuluh agar membuat tulisan-tulisan hasil kunjungan lapangan, sebagai bahan feedback kunjungan lapangan ke media social dan media resmi Balai.

Karouw, miminta agar terus bangun komunikasi internal dan eksternal dalam korps penyuluh pertanian. Para senior agar membina para yunior agar, kekompakan para penyuluh dalam melayani pelaku utama dan pelaku usaha lebih mantap lagi. “Karena Pertanian Tidak Boleh Berhenti”, tutup Karouw.

Sementara ketua Korps Penyuluh Pertanian di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara,Ir. Jeimmy Liuwenhart Wenas apresiasi atas kehadiran kepala BPTP Balitbangtan dalam rapat Korps Penyuluh Pertanian. Apa yang telah dipesankan untuk ditindak lanjuti oleh setiap penyuluh pertanian di BPTP Sulawesi Utara.

Kegiatan rapat dengan agenda arahan kepala Balai terkait program kegiatan Penyuluh Pertanian dan kontribusinya dalam pembangunan pertanian di daerah dan agenda internal Korps Penyuluh BPTP, dihadiri oleh penyuluh, Dr.Ir.Jefni Bernedi Markus Rawung,MSi. selaku Koordinator Program di BPTP Sulut.(#Artur)

sumber: Humas-PPID