JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sulut Akan Penuhi Ekspor ke Philipina Timor Leste Dan Indonesia Timur, Untuk Bibit Jagung Hibrida

Remboken, 11 September 2020.---Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian, Direktur PT.Twen, Kepala Balit Serealia dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, di agendakan akan melakukan Panen jagung JH-37 di Minahasa.

Berhubung ada perubahan acara, Direktur Perbenihan diberikan waktu membuka acara. Berhubung pangilan waktu beliau harus berangkat untuk persiapan food estate, maka beliau di daulat untuk memberikan sambutan, mendahului panen raya.

Ikuti Juga: Dirjen Perbenihan Tanaman Pangan Kemtan Berharap.....

Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian (Kemtan) Republik Indonesia, Dr.Ir. Takdir Mulyadi, MSc., apresiasi komitmen Gubenur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey,SE. mendorong petani berkebun. Dan dalam pengembangan Jagung dan perbenihan Jagung di Sulawesi Utara.

Lanjut Takdir, penangkar benih jagung di Sulawesi Utara, sudah hasilkan benih jagung. Ini luar biasa, alokasi tanam jagung di Sulut, sekitar 100 ribu hektar. Dan Takdir bangga, karena di Sulut ada beragam varietas unggul yang dikembangkan oleh petani. Termasuk produk anak bangsa, yang akan kita panen yaitu benih Jagung JH-37.

Ikuti Juga: Wagub Sulut"Tolong Anggaran Pertanian di Minahasa Jangan di Potong"

Beliau apresiasi dan menitikan pesan, agar produk ini berkembang di Sulut. Karena JH-37 diminati masyarakat petani. Harap Dirjen Perbenihan Kemtan, agar pengembanganya mendominasi dan JH-37 menjadi raja di negerinya sendiri.

Saat ini, untuk benih jagung Kemtan tidak lagi mengimpor. Untuk produksi konsumsi, Indonesia sudah mengekspor, termasuk hasil dari Sulut. Benih jagung ini, tidak lagi di impor. Karena ada dua pilihan, tutur Takdir, yang pertama adalah introduksi. Kemtan tidak membolehkan impor F1 dari benih itu. Tapi yang dapat didatangkan, adalah tetuanya. Jadi, dikawinkan di Indonesia, sehingga dapat menyerap tenaga kerja anak bangsa.

Ikuti Juga: Karouw: BPTP Sulut Siap Kawal Teknologi Inovasi Produksi Benih Jagung Hibrida di Sulut

Dan pilihan kedua, dan itu yang terus akan dikembangkan adalah melalui perakitan anak bangsa. Dimana tetuanya, hasil penelitian anak bangsa di Balit Serealia. Dan ini yang dikembangkan oleh petani. Karena petani memiliki kemampuan untuk itu. Sambil berjalan, juga menciptakan kelembagaanya. Teman mitra yang ada seperti PT.Twen, adalah sementara.

Bila petani sudah ada kelembagaan, dan memiliki Badan Hukum, mereka menjualnya sendiri. Melalui prosedur, dan bisa diambil dinas untuk bahan bantuan. Untuk tahun ini, di Sulut sekitar 500 ha perbenihan. Dan di Tuban ada sekitar 600 ha, beda sedikit dengan di Sulut. Dan sekitar 60-70 persen sudah tertanam. Masih ada Tomohon dan Kota Manado yang akan menanam termasuk di Minahasa.

Ikuti Juga: BPTP Sulut Gelarkan VUB Jagung Hibrida

Masih menurut Dirjen Perbenihan, Kemtan mengembangkan selain di Sulawesi Utara, ada di Tanah Laut Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Rembang Jawa Tengah, Grogokan NTB, itu akan di masifkan. Para petani diajar untuk produksi benih hibrida, karena memang teknologinya ada. Dan di Sulawesi Utara sudah mahir, dan akan terus dikembangkan.

Ini merupakan program Nasional, dalam rangka mencukupi ketersediaan benih nasional dari dalam negeri sendiri. Dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi, dan semua stakeholders di Sulawesi Utara, diapresiasi.

Ikuti Juga: Balitbangtan Seriusi Pengembangan Jagung Hibrida Basis Koorporasi di Sulut

Kementan mendampingi programnya, dan menyiapkan hal yang berkaitan dengan saprodi. Semua tidak akan berhasil bila tidak ada dukungan dan kerjasama dari semua pihak terkait, tutup Takdir.

Pacu terus, bukan hanya uuntuk Sulut. Tapi untuk ekspor. Kemarin yang diekspor konsumsi, dan kedepan benihnya kita ekspor. Potensi genetic dari JH-37 9 ton dan rata-rata produksinya 7-8 ton.

Dua sumber untuk ekspor akan kita siapkan untuk Phiipina dan timor leste akan dipenuhi dari Sulut, dan juga mengkafer Indonesi bagian timur ini, tutup Takdir.(#artur)