JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat Datang Situs BPTP Balitbangtan * Selamat Baku Dapa * Hentikan Korupsi sebelum Korupsi Menghentikan Karier Anda
Komite II DPD RI, Dialog Pengembangan Tanaman Krisan Di Kota Tomohon

Komite II DPD RI, Dialog Pengembangan Tanaman Krisan Di Kota Tomohon

Tomohon, 14 September 2021.--- Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia mengadakan Dialog Bersama Terkait Pembudidayaan Tanaman Hias...

BPTP Sulut Rangkul Millenial, Hilirkan Inovasi Teknologi

BPTP Sulut Rangkul Millenial, Hilirkan Inovasi Teknologi

Tomohon 06 Sept.2021.---Untuk kesekian kalinya BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara melakukan kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan di...

Terus Dampingi Petani Hadapi Pandemic Covid-19: Panen Jagung Toleran Naungan di Minahasa Utara

Terus Dampingi Petani Hadapi Pandemic Covid-19: Panen Jagung Toleran Naungan di Minahasa Utara

Kaasar, 10 September 2021.--- Panen perdana Inovasi Teknologi Jagung Hibrida Toleran Naungan dilaksanakan di Desa Kaasar, Kecamatan Kauditan,...

Inovasi Pertanian Di Persimpangan

Inovasi Pertanian Di Persimpangan

Pada 26 Agustus 2021, Badan Litbang (Balitbang) Pertanian mencapai usia 47 tahun. Kalau manusia, pada usia seperti itu masuk kelompok setengah...

Optimalkan Peran Kostratani, BPTP Sulut akan Menambah BPP Binaan di Minahasa Utara

Optimalkan Peran Kostratani, BPTP Sulut akan Menambah BPP Binaan di Minahasa Utara

  Kalasey, 27/05/2021 .---- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian...

  • Komite II DPD RI, Dialog Pengembangan Tanaman Krisan Di Kota Tomohon

    Komite II DPD RI, Dialog Pengembangan Tanaman Krisan Di Kota Tomohon

    Wednesday, 15 September 2021 12:20
  • BPTP Sulut Rangkul Millenial, Hilirkan Inovasi Teknologi

    BPTP Sulut Rangkul Millenial, Hilirkan Inovasi Teknologi

    Sunday, 12 September 2021 03:33
  • Terus Dampingi Petani Hadapi Pandemic Covid-19: Panen Jagung Toleran Naungan di Minahasa Utara

    Terus Dampingi Petani Hadapi Pandemic Covid-19: Panen Jagung Toleran Naungan di Minahasa Utara

    Sunday, 12 September 2021 02:41
  • Inovasi Pertanian Di Persimpangan

    Inovasi Pertanian Di Persimpangan

    Monday, 06 September 2021 07:07
  • Optimalkan Peran Kostratani, BPTP Sulut akan Menambah BPP Binaan di Minahasa Utara

    Optimalkan Peran Kostratani, BPTP Sulut akan Menambah BPP Binaan di Minahasa Utara

    Thursday, 27 May 2021 05:02
Pelaku Agribisnis ?...Anda Harus Tahu, Apa Itu GAP...
25 Aug 2021 04:28 - Arnold C.Turang,SP.Pelaku Agribisnis ?...Anda Harus Tahu, Apa Itu GAP

Globalisasi dengan dinamika revolusi industrinya yang semakin memudahkan menjadi peluang yang harus disikapi. Globalisasi yang semakin 'menggombali', tidak lagi mengandalkan hambatan tariff, tapi hambatan teknis. Hambatan teknis terkait dengan persyaratan mutu, keamanan pangan, sanitary dan phytosanitary. Indonesia sebagai Negara Agraris, dengan kekayaan sumberdaya alam dan manusia, dituntut me [ ... ]

Selengkapnya
Tugas Utama Penyuluh Pertanian Ahli Muda
09 Jun 2021 05:57 - Arnold C.TurangTugas Utama Penyuluh Pertanian Ahli Muda

Kalasey, 09 Juni 2021.---Penyuluh Pertanian (PP) adalah jabatan yang memiliki ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi hak dan kewajiban secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Sesuai dengan Permenpan Nomor PER/02/MENPAN/2/2008 tanggal 14 Pebruari 2008 dan peraturan bersama Nomor 54/Permentan/0T.210/11/2008 dan Nomor 23A Tahun  [ ... ]

Selengkapnya
Memilih Pohon Naungan Produktif Bagi Tanaman Pala ...
04 Jun 2021 01:37 - Darwin Taula’bi’, A.Md.P.Memilih Pohon Naungan Produktif Bagi Tanaman Pala Yang Belum Menghasilkan

Apakah Naungan Tanaman Pala Dapat Menjadi Sumber Pendapatan Sampingan ? Tujuan petani membudidayakan pala tentunya untuk mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan bijinya. Tapi harus disadari pula bahwa dalam proses budidaya, ada tahap dimana bibit pala yang ditanam di lokasi pertanaman akan membutuhkan waktu beberapa tahun pertumbuhan sampai pohon berbuah. Masa tunggu tersebut bisa selang wa [ ... ]

Selengkapnya
Anda Harus Tahu, Cara Membuat Starter Untuk Buat P...
02 Jun 2021 06:51 - Arnold C.Turang, SP.Anda Harus Tahu, Cara Membuat Starter Untuk Buat Pupuk Alami

Merawat Bumi Rumah Kita dengan mengoptimalkan Karya Agung Sang Khalik, akan lebih bermartabat dan membuat keseimbangan terjaga. Bumi ciptaaNya dilengkapi dengan kekayaan yang sesuai sabdaNya harus dikelolah, diusahakan (lihat Kejadian). Keseimbangan alam dalam alam, dapat diberdayakan untuk alam itu sendiri, seperti bahan untuk bio-starter atau efektifitas mikroorganisme (EM) yang sudah kita kenal [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya
  • Produk Olahan Cabai Sebagai Solusi Saat Harga Ting...
  • BPTP Sulawesi Utara Melaksanakan Temu Teknis Penyu...

Statistik Pengunjung

2346609
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Keseluruhan
2201
2839
15555
2304015
51007
76236
2346609

Your IP: 10.22.11.10
2021-09-17 22:01

TABELA dan Dinamikanya Pada Usahatani Padi Sawah Di Sulawesi Utara

TABELA dan Dinamikanya Pada Usahatani Padi Sawah
Di Sulawesi Utara
oleh: Arnold C. Turang, Ben Kumontoi dan Bahtiar.

Tabela (Tanam Benih Langsung) adalah solusi dalam mengatasi kekurangan tenaga kerja pada usahatani, terutama usahatani padi sawah.

Petani sering mengeluhkan akan keterbatasan tenaga kerja, terutama bila musim panen padi bersamaan panen cengkeh di Minahasa. Petani relatif beralih jadi pemetik Cengkeh ketimbang ke sawah untuk memetik padi atau menyiang dan menanam.

Masalah kelangkaan tenaga kerja menjadi faktor penghambat dalam mensukseskan program P2BN. Menyiasati akan hal tersebut, maka Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulut, sesuai dengan tupoksinya dan mengimplementasikan permentan no.45 tahun 2011, melakukan modifikasi Alat Tabela, yang diharapkan akan memecahkan masalah petani tadi.

BPTP Sulawesi Utara, telah melakukan beberapa kajian penggunaan TABELA di Sulawesi Utara. kegiatan ini diawali pada kegiatan PRIMATANI di Cempaka Bolmong. Sampai saat ini pengguna Tabela di Bolmong berkembang, terutama di Werdiagung yang telah merekayasa alat sendiri, untuk aplikasi Tabela.

Masalah sehingga ada Kelompok Kurang Suka TABELA

Berdasarkan pengalaman BPTP ketika melakukan pendampingan Prima Tani, maka petani tidak menghendaki aplikasi menanam dengan alat ini karena faktor kebiasaan (belum Biasa), Benih diambil burung, Bibit mudah dimakan Keong dan Alat tidak ada.

Pengalaman penolakan menggunakan Alat ini, juga seperti keterusterangan petani memberikan jawaban pada penulis, adalah kemalasan juga petani. Petani rata-rata yang menyebutkan sebagai petani adalah "tuan" bukan petani yang adalah pelaku.

Petani yang adalah "Tuan" karena bukan petani yang menanam, petani hanya membeli tenaga kerja bukan petani sendiri yang menanam. jadi ketikan masuk teknologi alat, relatif ditolak oleh kelompok petani penanam, karena akan menghilangkan sumber pendapatan mereka ketika musim panen cengkeh tidak ada. Namun disisi lain, ketika panen Cengkeh bersamaan dengan kegiatan usahatani padi, kelompok penanam tidak proporsional mengambil keputusan bekerja.

Pengalaman Kelompok Suka

Kelompok yang suka dengan TABELA, adalah kelompok yang benar merasakan manfaat alat ini ketika musim padi bersamaan. Pengalaman ini sesuai hasil identifikasi terdapat di Bolmong. Daerah ini memang usahatani padi tidak bersaing dengan usahatani Cengkeh seperti di Minahasa.

Sejak diperkenalkan Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA), sampai saat ini tetap digunakan petani, dengan modifikasi sendiri spesifik lokasi. Bahkan menurut pengalaman petani, Alat modifikasi digunakan juga secara komersil oleh petani pada petani sekitar. Untuk luas 1 Ha, petani pemilik dikenai sewa alat sampai Rp. 600.000.

Hasil modifikasi petani relatif berat alatnya dan belum mengadopsi model BPTP yang telah dimodifikasi sesuai dengan tenologi Jajar Legowo 2:1. Melihat ATABELA modifikasi BPTP, membuka cakrawala petani dan berusaha untuk memiliki dan memodifikasi alat baru. Dengan Harga Rp. 1,5 Juta harga ATABELA BPTP, bukan masalah bagi petani, sesuai hasil wawancara langsung di Werdiagung.

Syarat Untuk TABELA

Agar harapan dapat dirai dengan teknologi Tabela modifikasi BPTP Sulawesi Utara, maka yang harus diperhatikan petani adalah:
  1. Kesiapan lahan harus benar bebas dari gulma, calon gulma, bekas padi sisa lalu.
  2. Lahan harus macak-macak ( 1 hari sebelum menanam, air telah dikeringkan)
  3. Benih setelah direndam, peram selama 1-2 hari, sesuai keadaan benih (sudah ada akar 1-2 mm)
  4. Buat garis arah matahari (penggaris dengan tali sebagai patokan dasar untuk mendapatkan efek lurus), 
  5. Lakukan penanaman.
Syarat untuk TABELA tidak sama untuk setiap daerah, disesuaikan sesuai dengan kondisi setempat (*art).