JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Tomohon International Flower Festival (TIFF) ke 6

Tomohon, 07 Agustus 2016---Hari ini di kota Tomohon sedang berlangsung kegiatan TIFF, yang diikuti oleh 6 Negara dan peserta dari daerah se Indonesia. Kota Tomohon dengan ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl), diapit oleh 2 gunung berapi aktif, yaitu Gunung Lokon (1.689 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m). Suhunya sejuk, waktu siang di bawah 30 derajat Celsius dan malamnya, 23-24 derajat Celsius, menjadi spesifik lokalita pengembangan jenis-jenis flori dan tanaman hortikultura lainnya. 

Balitbangtan menjadi undangan khusus pemeritah kota Tomohon, karena peran serta Balitbangtan dalam mengintroduksikan beragam tanaman Flori untuk menjadi kekayaan bagi para Floris di Kota Tomohon. Diawali dengan di Louncingnya 3 varietas Unggul bunga Khas kota Tomohon yaitu:Krisan Riri, Krisan Kulo dan Phayus. Selain itu Balitbangtan juga telah melakukan kegiatan-kegiatan mendukung pengembangan bunga di kota Tomohon.

Kegiatan yang telah dilakukan sejak Festifal Pertama seperti: Show Window Bunga Krisan hasil para peneliti Balitbangtan, turut sertanya dalam perancangan Ide Tomohon sebagai kota Bunga, Pengembangan Petani Penakar Bunga sampai pada Gelar Teknologi Krisan dan Partisipasi dalam Tomohon International Flower Festival 2015 dan Klinik Bunga untuk pelaku utama dan Floris di kota Tomohon.

Menurut kepala Badan Litbang Pertanian, yang diwakili oleh Dr.Ir. Rudy Soehendi,MP. bahwa, Balitbangtan telah mengadaptasikan 26 Varietas Krisan hasil karya para Peneliti Balitbangtan,dan sangat baik adaptasinya di daerah ini (Tomohon). Untuk itu kepala Badan berharap agar semua varietas ini di kembangkan oleh para pembudidaya, agar bibit Krisan yang baik akan selalu tersedia di kota Tomohon.

Lebih lanjut Dr.Rudy mengemukakan, untuk tanaman Krisan yang dihasilkan para peneliti sudah sekitar 80 jenis, dan diharapkan akan cepat dideraskan pada para pelaku utama untuk menjadi kekayaan bunga di kota Tomohon terutama bagi bangsa Indonesia.

Dr.Ir. Rudy Soehendi,MP. dan Prof.Dr. Budi Marwoto, yang didampingi oleh Kepala BPTP Sulut Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf,MS. bersama kepala BPTP Papua Barat Dr. Ir. Hiasinta Fransisca Jaqueline Motulo, M.Si. melakukan peninjauan perkembangan tanaman Krisan di Show Window Tanaman Kakaskasen. Dengan di jemput oleh penanggun jawab Ibu Anneke Polii,SP. melihat dari dekat keragaan tanaman Krisan di lokasi. (*Artur).

Sumber: Arnold C.Turang,SP.

 

Komitmen Sukseskan Upsus Pajale Sulut: Direct.Serealia Tanam Jagung di Minahasa Utara

Kema, 05 Agst 2016---Kerja-Kerja dan Kerja, sebagai semangat yang harus dilakoni oleh seluruh aparat pertanian di Sulawesi Utara.

Menurut Dr.Ir Arie Bororing,MSI. selaku Kadis Pertanian Peov.Sulut, mengajak semua pelaku utama dan pendamping  untuk kejar Tambah Tanam dalam menyikapi musim El-Nino Basah yang melanda Sulut.

Aksi nyata penanaman bersama yang dilaksanakan di kecamatan Kema, dengan Direktur Serealisa Kemtan, serta Dandim Bitung dan Petugas Pendamping Lapangan, menjadi satu langkah nyata dalam memanfaatkan waktu tanam di musim el-nino basah. Untukitu Bororing mengajak para pelaku utama untuk jangan khawatir dengan El-Nino, karena kita pada posisi mengalami El-Nino basah, imbuhnya.

Masih menurut Bororing, untuk itu komitmen yang telah disepakati bersama oleh para Bupati dan Walikota ditindak lanjuti bersama di lapangan dengan menggerakkan pelaku utama serta para pendamping untuk bergerak memanfaatkan waktu yang ada dengan gerakan menanam. 

Dari pantauan tim Website UPSUS Pajale Sulut, ajakan Kadis Pertanian Sulut, ditindak lanjuti dilapangan dengan kegiatan-kegiatan penanaman seperti di Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa, Pendamping Lapangan (PPL dan BP3K) bersama TNI mendampingi kegiatan penanaman bersama di Poktan Matuari.

Menurut Kepala BP4K Tondano Selatan Douvi Angow,SP. bahwa lahan sawah yang dicetak TNI luas sekitar 80 ha dari rencana 139 ha, sudah ditanami padi sawah varietas Cigeulis dan Ciherang dengan Cara Jajar Legowo.

Kegiatan ini langsung diikuti oleh Dandim 1302 Minahasa, Kasdim dan Para Danramil, Kabid PLA,PPL dan Poktan di Tnodano Timur (*artur16).

Temu Teknis Pendampingan Pengembangan Kawasan Tanaman Perkebunan Pala Cengkeh Kelapa di Sulawesi Utara

Kalasey, 06 Agustus 2016---Pendampingan  pengembangan tanaman perkebunan  (cengkeh,pala dan kelapa)  di Sulawesi Utara, dilaksanakan di  4 lokasi yaitu Kabupaten Minahasa dengan komodite cengkeh, kabupaten Minahasa Utara dan Sitaro dengan Komodite Pala dan  kabupaten Minahasa Selatan dengan Komodite Kelapa.   

Ruang lingkup kegiatan adalah melakukan perbaikan sistem pengelolaan sistem usahatani cengkeh, pala dan kelapa mengarah pada pengelolaan sistem usahatani yang lebih produktif berskala ekonomi dan dikelola secara berkelanjutan.

Kegiatan ini mengitegrasikan sistem pembinaan pada petani dan kelompok tani/gapoktan melalui penyuluh/teknisi di kabupaten/kecamatan secara sistematis dan berkelanjutan yang diharapkan akan memperoleh pendapatan yang lebih layak dari pengelolaan usahatani secara konvensional.

Kegiatan ini dilaksanakan pada satu kawasan luas yang merupakan sentra komoditas andalan di daerah kabupaten yang tergabung dalam beberapa desa yang selanjutnya menjadi gabungan beberapa kecamatan.

Dalam pelaksanaannya pihak petani diberikan peran yang besar melalui kegiatan penyuluhan, selanjutnya pihak peneliti, penyuluh, dan teknis hanya memfasilitasi sekaligus melakukan pengawalan/pendampingan yang intensif serta menjadi nara sumber. ihak birokrat dari berbagai instansi terkait dapat membangun koordinasi program dan pelaksanaan kegiatan agar terjadi sinergitas kegiatan yang saling terkait.

Kegiatan ini diperlukan pelatihan secara berjenjang, diutamakan para penyuluh maupun teknisi lapangan untuk  diimplementasikan pada aktivitas kelompok tani/gapoktan. Dalam rangka mempercepat penyerapan informasi teknologi, maka kegiatan ini perlu melakukan internalisasi dengan masyarakat setempat dengan melibatkan kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat serta berbagai komponen yang berpengaruh di wilayah pengembangan.

Diharapkan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini akan membantu menyebarkan informasi teknologi di desa sendiri maupun desa-desa lain sentra cengkeh, kelapa dan pala di Sulawesi Utara (*art).

Sumber: Ir.Jantje G.Kindangen,MS.

Temu Lapang Teknologi Budidaya Bawang Merah di Minahasa

Pinabetengan,1 Agustus 2016---Minahasa termasuk daerah di Sulawesi Utara yang mengembangkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Bawang Merah. Di kawasan ini oleh BPTP Sulawesi Utara, telah dibuat Demplot, dengan tujuan agar petani dapat melihat keragaan teknologi yang mendukung Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH)  yang dikembangkan di Kawasan Hortikultura Bawang Merah tepatnya di Desa Pinabetengan.

Menurut kepala BPTP Sulut Dr.Ir. Abdul Wahid Rauf,MS,  bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi teknologi-teknologi unggul hasil para Inventor di Balitbangtan. Teknologi mulai dari persiapan benih bawang merah sampai pada teknologi pasca panen akan diragakan, dan diharapkanakan di tiru dan dilakukan petani sekitar kawasan ini.

Sementara menurut Korlap, kegiatan Ir.Meivi Lintang,SPT,MSi., bahwa terkait dengan kegiatan ini, telah didatangkan ada 4 varietas unggul yang diragakan dan varietas lokal unggul. Dari varietas-varietas unggul ini akan dinilai para petani mana yang cocok dan baik sesuai dengan spesifik lokalita di Sulawesi Utara. 

Di Pinabetengan 4 varietas Balitbangtan masing-masing : Sembrani, Bima I dan Bima II, Trisula, Maja dan 1 varietas lokal (Lasuna). Keragaan waktu tanam dan rekomendasi pemupukan seperti pada tabel, ungkap Korlap :

      Pupuk Dasar
No Varietas T.Tanam Kandang Buatan
1 Sembrani 25 Juni 2016 20T/ha SP36-200-300/ha
2 Bima-1 27 Juni 2016 20T/ha  SP36-200-300/ha
3 Bima-2 5 Juli 2016 5 T/ha Mutiara 300/ha
4 Trisula 28 Juni 2016 20 T/ha SP36-200-300/ha
5 Maja 2 Juli 2016 5 T/ha  Mutiara 300/ha
6 Lansuna 5 Juli 2016 5 T/ha  Mutiara 300/ha

 sumber: Data Primer

Lebih lanjut di jelaskan oleh Korlap, bahwa dari penampilan awal tanaman dilakukan Temu Lapang, antara pelaku utama, pelaku usaha, stakeholders dengan penelitii. 

Pada fase generatif ini, dilaksanakan Temu Lapang bersama para pelaku utama, pelaku usaha, stakeholder dan peneliti penyuluh. Diharapkan pada temu lapang ini para peserta dapat menilai kelebihan dan kekurangan tanaman di fase vegetatif. Selanjutnya untuk pertemuan temu lapang II bertepatan dengan panen, sehingga akan dinilai varietas mana yang cocok sesuai spesifik lokalita.

Pertemuan yang dibuka oleh kepala BP4K yang diwakili oleh kepala BP3K Tompaso Barat, dihadiri oleh pihak BPSB Minahasa, Dinas Pertanian,Penyuluh Pendamping Lapangan, pemerintah kecamatan dan petani sekitar.

Subcategories

Subcategories