JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jaman Now Kontak Informasi Tidak Dibatasi dengan Ruang dan Disiplin harus Tegas

Kalasey, 07 Januari 2018---Bertempat di halaman kantor BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, kepala balai Dr.Ir.Yusuf,MP., memberikan pengarahan dan binaan kepada para peneliti, penyuluh, administrasi dan petugas kebersihan sampai Satuan Pengamanan (Satpam).

Dalam arahan pembinaannya, Yusuf, tegaskan terkait dengan disiplin kerja dan disiplin penatakelolaan aset milik negara. kita telah memasuki dan sedang mengoreskan karya di tahun 2019. Mari kita bersama mengikuti aturan dan prosedur kerja sebagai abdi negara. Beliau mengajak agar para peneliti, penyuluh, teknisi dan administrasi, agar memanfaatkan dengan baik teknologi now.

Teknologi now, menjadi sarana baik untuk memudahkan kita dalam berkomunikasi. Untuk itu saya minta agar bila ada fasilitas komunikasi kita sudah tidak baik, rusak atau apa saja yang mengganggu pekerjaan kita, segera lakukan perbaikan. Saya tidak ingin kinerja kita terganggu karena kita lalai memperhatikan sarana komunikasi kita.

Lanjut beliau, sambil mencontohkan pengalamannya, bahwa apapun suasananya ketika kita menerima kontak dari atasan, kita harus memberikan respon. Jangan kita lalai bahkan tidak menanggapi. Itu satu pertanda buruk dan segera diperbaiki,karena tidak baik dari pandangan etika.  “pengalaman saya, handphon tidak dapat pisah dengan saya, kalau istri bisa saja kita berjauhan, tapi handphon tidak dan tetap ditangan, atau dekat dengan saya”. Bahkan, untuk membantu saya, ring ton handphon dibuat berbeda, sehingga dapat membedakan esalon diatas atau kontak yang dapat ditunda sedikit.

Maaf, imbuh beliau, saya harus tegas, demi kita semua. Kita teman dan saudara, tapi terkait dengan disiplin, itu segalanya dan harus tegas. Sebab itu menyangkut integritas saya dan saudara dan kita semua di Balitbangtan Selindo (seluruh Indonesia).

Ini koreksi untuk kita semuan. Karena kita harus berbenah dan koreksi diri untuk perbaikan kedepan, ketika kita menjalani kerja di era revolusi 4.0, dimana bukan alasan lagi untuk tidak mengontak dan dikontak ketika diperlukan informasi dari pimpinan, imbuh beliau memberikan contoh. Karena memang demikian harapan kedepan bagi Aparatur Sipil negara (ASN). #KerjaKerasKerjaCerdasKerjaTuntas

Hal lain ditempat yang sama, Yusuf, yang adalah penulis buku managemen agribisnis sapi, menguarikan. Bahwa banyak hal yang harus kita benahi bersama kedepan. Itu akan jadi ketika kita bekerja sama. Karena saya tidak dapat kerja sendiri. Dari pengamatan beliau saat touring (tur) keliling di kebun milik kantor, beliau melihat hal-hal yang harus diselesaikan. Bahkan beliau memerintahkan untuk melakukan rapat internal guna penyelesaian persoalan pemanfaatan kebun Kalasey.

Lanjut beliau, kita cari solusi dan diskusi untuk selesaikan itu, agar tidak mengganggu kerja kita. Bila tidak lagi dapat diselesaikan, maka kita atur sesuai dengan prosedur barang milik negara (BMN), kata beliau.

Yusuf mengajak semua yang terlibat dalam penelitian dan pengkajian (Litkaji) dan petugas yang dipercayakan kantor dan memegang aset milik negara, untuk selesaikan aset sesuai dengan prosedur yang diatur dalam pengelolaan aset BMN. Demikian juga dengan penggunaan rumah-rumah dinas, agar kita tata sesuai dengan penggunaannya. Bagi pejabat yang telah pensiun sesuai dengan aturan penggunaan rumah dinas kita segera proses sesuai aturan,agar kinerja kita tidak terganggu lagi dengan lalainya kita menata, tutup beliau dan diahiri dengan penyerahan aset oleh petugas yang lama ke petugas baru. (*artur)

Kita Awali Tahun 2019 dengan Kerja Keras Cerdas Tuntas dan Tulus

Kalasey, 03 Januari 2019---Membuka tahun kerja di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, kepala Balai Dr.Ir.Yusuf,MP. pada sambutan apel awal kerja, mengutip goresan kata Menteri Pertanian (Mentan) Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman,MP. melalui media sosial; “Masa lalu adalah Sejarah, Hari ini adalah goresan Hari esok adalah harapan Selamat datang tahun 2019”, beliau menyapa ASN Selamat Tahun Baru harapan baru kita semua.

Lanjut Yusuf, menyimak apa yang telah kita catatkan ditahun yang lalu, dimana kita menorehkan capain target 93,33 persen. Itu satu prestasi kerja sama yang baik,  yang telah kita tunjukkan. Untuk itu, mari kita tatap kedepan di tahun ini dengan bangun komitmen “Bekerja Keras, Bekerja Cerdas Tuntas dan Tulus”, dengan berintegritas membangun Ibu Pertiwi yang kita cintai, dan #NilaiTukarPetaniaNaik

Kedepan tantangan kita tidak mudah, dan kita telah buktikan. Dalam waktu yang singkat, kita berhasil di tahun yang lalu dengan torehan yang baik. Walau kita masih berharapa, kemanfaatan torehan kita bagi ibu pertiwi dimana kita ada, akan memecahkan permasalahan mereka,imbuhnya.

Masih di tempat yang sama ketua Paguyuban BPTP Seluruh Indonesia (Selindo), mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk jangan apriori diri, bahwa pekerjaan mereka paling rendah dari kita, itu bukan sifat dan entitas bangsa kita. Mari kita bangun kesatuan, kebersamaan, untuk wujudkan pakta itegritas menjadi ASN di BPTP Balitbangtan.

Lanjut Yusuf, tahun kedepan ini kita awali kerja kita dengan membagi habis pekerjaan sesuai dengan amanah yang diberikan kepada kita melalui Surat Keputusan (SK) kita diangkat dan menyatakan komitmen kita sebagai Abdi Negara. Baik kita sebagai peneliti, penyuluh, teknisi, administrasi, petugas lapangan, kebersihan ,satpam, dan sebagai mana kita ada mengabdi di kantor kita ini.

Ini adalah rumah kita, piring nasikita, bersama kita bangun. Tugas pekerjaan akan jadi simpel dan sederhana, ketika kita atur dan tata sesuai dengan profesionalisme dan kepakaran kita. Pimpinan tinggal melakukan monitor mengontrol dan bila ada masalah kita diskusikan bersama.

Pekerjaan adalah amanah pada kita dan harus jadikan beban dan tanggung jawab mewujudkan dalam tugas kerja. Karena untuk itulah kita dipercayakan dengan pekerjaan itu. Kerja kita sama, tapi yang membedakan adalah beban kerja kita.

Lanjut Yusuf, Adanya BPTP Selindo, tidak hanya hadir sebagai jawaban atas kebutuhan teknologi daerah, tapi itu juga hadir sebagai sarana hidup bagi kita yang mengabdi di dalamnya. Untuk itu, saya mengajak, mari bersama kita bangun dan jawab inovasi-inovasi kebutuhan daerah, sesuai dengan yang telah diamanahkan pada tugas kerja kita.

Kita kerja Keras, Kerja Cerdas Kerja Tuntas dengan Ketulusan, saya yakin apa yang kita telah capai tahun kemarin, akan kita ulang lagi kembali kedepan. #KerjaKitaPrestasiBangsa #KerjaPertanianPrestasiBangsa # NilaiTukarPetaniNaik #BalitbangtanRumahKitaBersama dan kerja kita, itulah ibadah kita yang sesungguhnya, kepada sang Khalik yang selalu menuntun dan menyertai kita semua, tutup Yusuf. *(artur)

Realisasi UPSUS Pajale Sulut 2018 Melebihi yang Ditargetkan

 

Kalasey, 31 Desember 2018--- Melihat keadaan lapangan dan dari laporan tim kerja Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) Sulawesi Utara, via Whats Apps (WA) di Sekretaria UPSUS Sulawesi Utara, maka kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir. Yusuf,MP., begitu optimis akan tercapaian LTT Pajale Sulawesi Utara

Betapa tidak, dari pantauan beliau saat melakukan kunjungan kerja di lapangan, lahan-lahan sawah dan ladang, dari kasat mata sedang giat: menanam, mengolah lahan, memanen dan ada yang masih menabur benih. Ini menjadi pertanda akan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) akan sukses dan pasti di Maret 2019, akan ada panen raya.

Ini semua karena koordinasi yang baik tim UPSUS Pajale dengan Dinas Pertanian, Komando Distrik Militer (Kodim),Pelaku Antara (Penyuluh Pertanian), Komando Rayon Militer (Koramil), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Pelaku Utama (Petani) Mahasiswa STTPP, alumni pertanian dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara selaku sekretariat Upsus.

Sesua dengan arahan pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat mengikuti Rapat Koordinasi gabungan (5/6), untuk melakukan percepatan dengan mengoptimalkan lahan, mencari yang masih tidur dibagunkan pemiliknya, ternyata nampak setelah melihat dilapangan lahan-lahan yang biasanya tidak ditanami, saat ini siap tanam bahkan sudah tanam, kata Yusuf.

Lebih lanjut urai pria energik yang baru membilang 54 tahun hari ini (31/12), dari laporan petugas saya di sekretariat : Target tahun 2018 untuk Sulawesi Utara, masing-masing: untuk Luas Tambah Tanam (LTT) Padi 59.493,8 ha Luas Tambah Jagung (LTJ) 125.248 ha dan Luas Tambah Kedelai (LTK) 19.331,6 ha.  Dan realisasi sampai 31 Desember : Padi 255.925,2 hekto are (Ha), sekitar 102,50 % ; Jagung di targetkan 463.652 ha prosentase 103,92 ; Kedelai target 42.437 ha. realisasi 39.609,5 ha prosentase 93,33., kata Yusuf.

Untuk itu, kita syukuri bersama, karena ini dapat kita lakukan karena penyertaan Allah Tuhan kita. Dan kita boleh berkordinasi dan hasilkan melebihi dari target di tahun 2018. Saya terus mengajak kita terus tingkatkan kinerja bersama kita #KerjaPertanianPrestasiBangsa #KerjaKitaPrestasibangsa untuk itulah kita wujudkan sebagai #AbdiNegaraMasyarakat , tutup Yusuf dalam diskusi ahir tahun dengan tim Kerja Upsus Sulut di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara(*artur).

BPTP Sulawesi Utara Menutup Tahun 2018 Dengan Realisasi 93,3 Persen

Kalasey, 31 Desember 2018---Menutup tahun 2018, Aparatur Sipil Negara (ASN) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, mengikuti apel tutup tahun kerja. Dr.Ir.Yusuf,MP. dalam arahan tutup tahun mengapresiasi tim litkaji dan manajemen, yang bersama bekerja keras sehingga dari 70 persen saat beliau masuk Sulawesi Utara, terus didorong sampai mencapai 93,3 persen.

“Ini kerja yang luar biasa, dan hanya dapat dicapai dengan kerja sama kita”, terima kasih para peneliti penyuluh teknisi  administrasi, satpan dan tukang kebun dan semua pihak mitra BPTP Sulut, yang telah menghentar kita pada capaian yang bagus. Namun kita jangan terlalu terbuai dengan capaian kita, karena utama dari itu adalah bagai mana kinerja kita diketahui dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lanjut, pria energik, hobi tenis dan hari ini membilang 54 tahun. Memang tantangan yang kita hadapi di tahun ini cukup berat, namun itu menjadi ringan dan dapat kita lewati, karena dengan kerjasama  dan membangun komunikasi internal dan eksternal kita. Untuk itu, saya harap kita kedepan harus lebih keras lagi.

Tahun depan kita sudah hadapi the fourth industrial revolution  atau lebih dikenal dengan revolusi 4.0 Kita harus satukan presepsi dan buat barisan yang kuat, siap jasmani dan rohani, agar kita dapat memainkan peran dalam tugas kerja kita, melayani pelaku utama (petani) yang juga adalah masyarakat milenial.

Kita tahu bersama, bahwa sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian dan memiliki peranan penting serta strategis dalam menjaga kestabilan pangan nasional di tengah revolusi industri 4.0. dimana kita ada didalamnya.

Untuk itu saya minta teman-teman harus siap. Karena Balitbangtan saat ini, sudah menfokuskan pada kebijakan strategis seperti peningkatan produksi dan kualitas produk pertanian, petani go-digital, serta penguatan kelembagaan petani berbasis korporasi dan kawasan. Itu, menjadi acuan kerja kita kedepan dalam melaksanakan Litkaji.

Harapan Yusuf, apa yang kita sudah kerjakan dan bangun bersama dengan mitra kita, mari kita terus dan terus bangun. Ketika kita selesai dengan kegiatan kita dilapang, jangan melupakan untuk terus bangun komunikasi dan terus lakukan pembinaan dan pendampingan bagi pelaku utama yang terlibat dengan kita, agar inovasi teknologi yang sudah kita hilirkan, itu terus dideraskan pelaku utama dalam membangun usahataninya.

Ditempat yang sama Yusuf,kembali mengingatkan akan hal penting dalam kita bekerja adalah kebersamaan kita. Sesuai dengan petunjuk atasan, agar apresiasi atas kinerja kita, mari kita sepenanggungan dengan saudara kita yang belum seperti kita. Kita sadar, berkat dan rejeki kita dapat, harus kita salurkan juga sebagian bagi saudara-saudara kita, ajak beliau menutup arahan ahir tahun 2018.

Apel yang diikuti oleh para peneliti, penyuluh, staf administrasi tukang kebun dan satpam, diakhiri dengan jabat tangan kepada Dr.Ir. Yusuf,MP. Serta foto bersama di ahir tahun (*artur).

Minahasa Masih Menanam Padi Ladang Manfaatkan Lahan Di Bawah Kelapa

Minahasa---#KerjaPertanianPrestasiBangsa di penghujung tahun, pendampingan inovasi pertanian terus diupayakan, agar pendapatan petani meningkat dan ketahanan pangan dapat dipertahankan, bahkan terus didorong agar berdaulat. Demikian terungkap dalam satu diskusi menjelang akhir tahun di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.

Dr.Ir.Yusuf,MP. Dalam satu diskusi dengan penanggung jawab kegiatan pendampingan kawasan, ketika melaporkan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Rawung mengungkapkan bahwa di penghujung tahun Minahasa masih menanam. Setelah menerima informasi, beliau mendorong agar kegiatan ini harus berkontribusi dalam penyerapan anggaran.

Capaian kegiatan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara menurut Yusuf, sudah 93,30 persen. Ini akan semakin baik dengan serapan kegiatan yang sudah berjalan dilapangan termasuk pendampingan kawasan tanaman pangan.

Luas lahan dibawah kelapa dan yang sudah tidak ada kelapa, agar dimanfaatkan dengan tanaman pangan. Luas lahan belum dimanfaatkan secara optimal di Kabupaten Minahasa, sementara kabupaten Minahasa cukup luas dan potensi dan ini cocok dengan tanaman padi ladang, dan tanaman pangan lain ungkap Yusuf.

Harapan saya, melalui kegiatan Pendampingan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan, pelaku utama (Petani) dan pelaku antara (Penyuluh) kita sugesti dengan inovasi teknologi pemanfaatan lahan kering dengan Padi Ladang, ujar beliau.Terkait dengan pemanfaatan lahan kering, Balitbangtan banyak inovasi yang dapat digunakan; seperti hasil inovasi benih padi untuk lahan kering, tutup beliau dalam diskusi.

Dr.Ir.Jefni Bernedi Markus Rawung, MSi. mengamini harapan Yusuf, karena dengan sentuhan teknologi, pasti akan berpengaruh pada pola kerja petani. Dengan demikian teknologi Balitbangtan dapat diderashilirkan dan lahan termanfaatkan.

Saat diskusi dengan kepala BPTP Balitbangtan yang low profil dan tidak membatasi waktu pada karyawan untuk diskusi, Rawung lanjut melaporkan pelaksanaan kegiatan di Desa Lemoh Raya Kecamatan Tombariri Timur, dimana di Desa tersebut, sedang dilaksanakan kegiatan Pendampingan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan.

Lanjut Rawung, Kegiatan ini dilakukan melalui Demplot dan Bimbingan Teknis Budidaya Padi Gogo dilahan kering atau padi ladang. Dan telah dilakukan Bimbingan teknis (Bimtek) bertempat di Balai Desa Lemoh (17/12). Materi yang telah disampaikan yaitu; teknik budidaya padi di lahan kering dengan prisnsip Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan Aspek pengendalian hama dan penyakit pada padi di lahan kering.

Kegiatan ini, di buka oleh Pemerintah Desa Lemoh Raya yang dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa diwakili oleh Rensinah Tikoalu,SP. sebagai Koordinator jabatan Fungsional (KJF) Kab. Minahasa, Wempi Pangaila,SP. Koordinator BPSB Minahasa, Kelompok Tani dan Wanita Tani serta petani sekitar Desa Lemoh Raya, tutup Rawung saat melaporkan kegiatan di sela-sela diskusi (*artur)

 

Subcategories

Subcategories