JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

Pertama di Sulut : Pengembangan Biji Botani Bawang Merah

Manado, 24 Juli 2018---Komitmen untuk mendukung ketersediaan benih tanaman pertanian, BPTP Sulawesi Utara kembangkan biji botani Bawang Merah (True Shallot Seed) varietas Bima Brebes. 

Di lokasi desa Pinaras kecamatan Tomohon kota Tomohon, tanaman tumbuh baik. umbi besar berbunga dan dari kenampakan yang ada serangga penyerbuk ada di lokasi.

Kegiatan ini didiseminasikan BPTP di lapangan, sebagai ajang pembelajaran bagi pelaku utama, pelaku usaha dan pelaku antara. Agar terderaskan teknik perbanyakan Bawang Merah dengan cara perbanyak dari biji botani.(#artur18).

Sumber: FB Hiasinta F.J. Motulo

 

 

Mudahkan Koordinasi: Setiap LO di Kabupaten Kota Informasikan Pimpinan Daerahnya dan Alamat Kantor

 

Minahasa, 21/072018---Guna memudahkan koordinasi di daerah wilayah kerja LO, yang telah ditugaskan Kepala BPTP Sulawesi Utara, maka pada Sabtu,(21/07/'18) kepala BPTP mengeluarkan edaran via email, untuk informasi terkait pejabat di daerah masing-masing LO dan alamat kantor.

Semangat #KerjaKerjaKerjaTuntas informasi dengan cepatnya terbagi dan teridentifiksai apa yang diharapkan. Whats Apps group BPTP Sulawesi Utara dihiasi dengan informasi yang diharapkan untuk memudahkan mengkoordinasikan kegiatan di masing-masing daerah penugasan.

Alamat pemerintah daerah Sulawesi Utara adalah sebagai berikut:

1. Gubernur Sulawesi Utara : Olly Dondokambey,SE
  Wakil Gubernur : Drs. Steven O.E.Kandow
  Alamat Kantor : Jl.17 Agustus No.69 Teling Atas-Wanea, Manado
2 Walikota Manado : Dr. G. S. Vecky Lumentut, DEA
  Wawali : Mor Dominus Bastiaan S.E.
  Alamat Kantor : Jl. Balai Kota No.1, Tikala Ares, Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara
3 Walikota Tomohon : Jimmy Feidi Eman, SE
  Wawali   Syerly Adelyn Sompotan
  Alamat Kantor   Jalan Slanag, Kolongan, Tomohon Tengah, Kolongan Satu, Tomohon Tengah, Kota Tomohon 95442
4 Walikota Bitung : AXIMILIAAN JONAS LOMBAN, SE, M.Si.
  Wawali   Ir. MAURITS MANTIRI.
  Alamat   Jl. Sam Ratulangi No.45, Bitung Tengah, Maesa, Kota Bitung
5 Bupati Kab. Minahasa Utara :  Vonny Anneke Panambunan
  Wakil Bupati   Ir. Joppy Lengkong
  Alamat Kantor   Airmadidi Atas, Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara
6 Bupati Kep. Sangihe : Jabes Ezar Gaghana, S.E., M.E.
  Wabup   Helmut Hontong,SE
  Alamat   Soataloara II, Tahuna, Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
7 Bupati Minahasa Selatan : Christiany Eugenia Paruntu, SE
  Wabup   Franky Donny Wongkar, S.H.
  Alamat   Jl. Trans Sulawesi, Pondang, Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow

Bupati : Dra. Yasti Soepredjo Mokoagow

Wabup. : Yanny Ronny Tuuk, S.Th., MM.

Alamat : Desa Lalow,  Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Bupati : Drs. Hi. Herson Mayulu, S.I.P.

Wabup. : Drs. Hi. Samir Badu, M.Pd

Alamat :  Jl. Soekarno,  Kompleks Perkantoran Ponango, Bolaang Uki, Bolsel

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow Timur

Bupati : Sehan Salim Landjar, S.H.

Wabup. : Drs. Rusdi Gumalangit

Alamat : Tutuyan III, Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

 

  1. B) Pilkada 2018:
  2. Kab. Kep. Talaud

Incumbent

Bupati : Petrus Simon Tuange, S.Sos,  M.Si.

Terpilih

Bupati : Dr. Elly Engelbert Lasut, M.E

Wabup : Moktar Arunde

Alamat :  Jl. Buibatu, Melonguane

 

  1. Kab. Kep. Sitaro

Incumbent

Bupati : Tony Supit, SE, MM

Wabup : Sisca Salindeho

Terpilih

Bupati : Evangelian Sasingen

Wabup : Jhon Hiet Palandung

Alamat : Ondong, Siau

 

  1. Kab. Minahasa

Incumbent

Bupati : Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si.

Wabup : Ivan Sarundajang

Terpilih

Bupati : Ir. Royke Oktavian Roring, M.Si

Wabup : Robby Dondokambey, S.Si

Alamat :  Jl. Sam Ratulangi, Tondano-Minahasa

 

  1. Kab.Minahasa Tenggara

Incumbent

Bupati : James Sumendap, SH

Wabup. Ronald Kandoli

Terpilih

Bupati : James Sumendap, SH

Wabup :  Drs. Jesaya Joke Legi

Alamat : Wawali, Pasan - Ratahan - Mitra

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow Utara

Incumbent

Bupati : Drs. Depri Pontoh

Wabup : Suriansyah Korompot, SH

Terpilih

Bupati : Drs. Depri Pontoh

Wabup : Drs. Amin Lasena

Alamat : Jl. Sulawesi No.1, Boroko - Bolmut

 

6.Kota Kotamobagu

Incumbent

Bupati : Ir. Tatong Bara

Wabup : Drs. Djainuddin Damopolii,

Terpilih

Bupati : Tatong Bara

Wabup : Nayodo Koerniawan, SH

Alamat : Jl. Ahmad Yani No.2 Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu,

 

Informasi-informasi itu juga dapat di akses melalui portal : Daftar Alamat Kantor Bupati dan Walikota se Sulut

 

Beberapa Hama Penting Menyerang Padi Inpari 24 di Minahasa

Manado, 28/06/2018---Salah satu faktor penyebab menurunnya produksi padi adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman saat tanaman dalam proses pertumbuhan. Ketika menghadapi permasalahan seperti ini, petani sebagai pelaku utama usahatani, bingung. Karena petani rata-rata kurang mengetahui jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman, serta cara kendalikan seperti apa. Hal ini menyebabkan terjadi salah mengendalikan seragan hama pada tanaman yang diusahakan petani.

Untuk memudahkan petani dalam mengambil keputusan saat ada serangan hama dan penyakit, maka perlu dilakukan program ter struktur pengamatan tanaman di WKBPP. Dengan program ini yang dikerjakan secara terintergrasi antara Penyuluh Pertanian di Lapangan (PPL), Petugas POPT dan Petugas BPTP dan petani, niscaya permasalahan petani terkait serangan pengganggu tanaman dapat dikelola bersama.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara pada tahun 2018 melaksanakan kegiatan produksi benih sumber padi sawah kelas benih ES. Varietas yang ditanam adalah: Inpari-24 dan Inpari-31. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat petani di desa Sumarajar, kecamatan Langowan Timur, kabupaten Minahasa  untuk varietas Inpari-24 dan di Desa Tincep kecamatan Sonder Inpari-31.

Program terstruktur ini, diatur bersama dalam rembuk tim kerja di lapangan, berdasarkan program tanam yang dilakukan petani. Tujuan dari kegiatan pengamatan bersama mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah yang dikembangkan kementerian Pertaniaan.

Pengamatan Perkembangan Tanaman Padi

Pada fase tanaman berumur 52 hari setelah tanam ( 26/4/2018) pada petani Edi Irot luas 1 hekto are. Setelah dilakukan pengamatan oleh koordinator lapangan pada tanggal 20 Juni 2018 jam 05.56 wita. Pada performa tanaman ada ganguan yang menyebabkan tamana terganggu. Banyak daun yang menggulung, pada beberapa tanaman ada warna menguning. Sehingga sebagai koordinator lapangan segera melaporkan dan membuat rencana pengamatan dengan peneliti yang berkopeten terkait hama dan penyakit.

Pada tanggal 21 Juni mengajukan rencana pengamatan pada penanggung jawab kegiatan, dalam hal ini kepala BPTP Sulawesi Utara. penanggung jawab dan kepala BPTP, segera mengeluarkan surat tugas nomor: B-471/TU.040/H-12.19/06/2018 atas nama Arnold C. Turang,SP. Selaku korlap dan Dr.Freddy Lala,SP. MSc. yang berkopeten terhadap hama dan penyakit tanaman.

Tim kerja segera melakukan pekerjaan pengamatan tanaman di lokasi produksi benih tepatnya di Desa Sumarayar. Bersama dengan kepala BPP Langowan Timur Anneke Turangan,SP. Segera melakukan pengamatan tanaman pada tanaman padi pak Eddy Irot.

Hasil Pengamatan dan Anjuran Pengendalian

Program Produksi Benih Sumber Padi Klas ES, kegiatan Pengamatan Hama n Penyakit. Hari Jumat (22/6) telah dilakukan pengamatan HPT pada tanaman padi sawah. Padi Sawah Inpari 24 umur 2 bln ( 52 hst) di Desa Sumarayar, kec. Langowan Timur, kab. Minahasa.

Jenis hama teridentifikasi yaitu.

  1. Ulat Penggulung/ Pelipat Daun, Cnaphallocrosis medinalis(Surtikati, 2016)

Gejala Serangan

Daun tanaman yang diamati sudah melipat/ menggulung. Ketika dibuka, dalam sisa lipatan atau gulungan ada kotoran hama. Daun terlihat menguning, karena telah dihisap cairannya. Pada daun yang menguning, selanjutnya menjadi warna kelabu karena proses mengering. Dari kejauhan bila diamati secara saksama, warna daun padi nampak kelabu dan mengering. Hama ini umumnya menyerang saat pertumbuhan vegetatif dan akan menghilang setelah dilakukan pengendalian.

Pengendalian

Pengamatan populasi, melalui aktivitas penerbangan imago (kupu-kupu putih) di tanaman padi. Jika presentase gejala serangan hama sudah melebihi 20% di pertanaman padi. Jika presentase gejala serangan hama sudah melebihi 20%, dapat menggunakan insektisida berbahan aktif klorantraniliprol dan tiametokan.

  1. Wereng Hijau, Nephotettix virescens

Gejala Serangan; daun berwarna kuning orage, mulai dari ujung daun meluas ke pangkal daun. Tanaman nampak kerdil dan jumlah akanan sedikit. Malai pendek dan bila sudah pada fase berbuah,malai pendek dan hampa. Gejala tersebut disebabkan oleh virus batang Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) yang dibawa (carier) oleh serangga wereng hijau.

Pengendalian; Gunakan varietas yang tahan/ toleran tugro (spesifik lokasi) seperti; Varietas Inpari-8 atau Inpari 9), lakukan penanaman serempak. Bila dalam kondisi berat, pertimbangkan aplikasi insektisida bahan aktif: Bufrezin, Imidakkloprid, Karbofuran dan Tiametoksan

  1. Penggerek Batang Putih ( Scirpophaga innotata).

Gejala Serangan: “Sundep dan Beluk” adalah dua gejala tanaman padi sawah yang hkas terserang penggerak batang padi. Sundep merupakan gejala menguningnya daun tanaman yang dimulai dari ujung sampai pangkal, akibat larva yang memutuskan/ merusak jaringan xylem dan phloem dalam batang. Jika tanaman terserang pada fase promordia, maka tanaman akan menjadi hampa.

Pengendalian: tanaman terserang disabit/ potong serendah mungkin dari pangkal tanaman. Kemudian sisa tanaman disabit, digenang dengan air sampai tanaman membusuk.Amati puncak populasi penerbangan imago. Dosis pemupukan jangan berlebihan terutama nitrogen, pertimbangkan penggunaan insektisida dengan bahan aktiv Spinetoram, Dimehipo danKlorantraniliprol.

Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta). Hasil identivikasi di lokasi perbanyakan padi Inpari-24, adalah serangga pengganggu atau hama yang sering merusak tanaman budidaya, yaitu Walang sangit. Hama ini terdapat dan merusak pada hampir semua jenis tanaman. Namun dari sekian banyak jenis tanaman, yang paling disukai hama serangga ini adalah tanaman padi. Walang sangit memiliki bau yang khas dan sangat menyengat, karena baunya ini maka disebut walang sangit. Hama walang sangit akan mengeluarkan aroma khasnya jika ia dalam bahaya, aroma menyengat tersebut merupakan bentuk pertahanan diri dari ancaman predator. Di setiap daerah di Indonesia, hama walang sangit memiliki sebutan yang beragam, misalnya masyarakat Sunda menyebut dengan nama kungkang, masyarakat Sumatera menyebut dengan nama pianggang, masyarakat madura menyebut dengan nama tenangdan lain sebagainya.

Dampak dan Ciri Tanaman Diserang

  • Serangan walang sangit dapat menurunkan hasil 10-40%, tetapi pada serangan yang berat akibat populasi yang tinggi dapat menurunkan hasil sampai 100% atau puso.
  • Tanaman padi yang terserang walang sangit biasanya ditanam di sawah dekat hutan
  • Serangan walang sangit juga terjadi pada tanaman padi yang terlambat tanam
  • Walang sangit mengisap isi biji padi pada bulir matang susu (milk), bulir yang lunak (soft dough), dan bulir yang keras (hard dough)
  • Walang sangit tidak mengisap padi pada saat bunting atau masa pembungaan
  • Aktivitas walang sangit mengisap bulir padi selama 24 jam, tetapi waktu aktivitas yang paling banyak pada pukul 05-09 dan pukul 15.00-19.00.(Padi, 2016)

Cara Pengendaliannya

  • Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi
  • Walang sangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma
  • Memasang bangkai binatang.  Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan insektisida.
  • Menggunakan bahan kimia  (Decis, Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10 ekor/20rpn.
  1. Keong Emas, (Pomacea canaliculata).

Hama keong emas termasuk hama yang teridentifikasi dan sangat merugikan petani, ketika mereka menyerang tanaman padi. Tanaman padi rawan pada umur 1-15 hari setelah tanam (hst). Hama ini memotong tanaman muda, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

  1. Belalang (Acrididae). Gejala dominan yi. daun menggulung/melengket, berwarna kuning dan kelabu (mengering), prosentase serangan diatas 50% dgn intensitas kerusakan ringan sampai sedang.

Rekomendasi Pengendalian

Rekomendasi pengendalian yang dapat diberikan yaitu:  memelihara refugia untuk melestarikan musuh alami (Coccinelidae, Staphilinidae, Arahnidae, dll.). Dapat menggunakan insektisida yg bersifat kontak dan sistemik.

Pemupukan NPK tetap diberikan utk pemulihan daun tanaman yg dirusak hama penggulung.

Oleh: Arnold C. Turang,SP. Dr.Freddy Lala,SP.MSc dan Anneke Turangan,SP.

OPSIN dan LTT Adalah Nafas Kita

Manado,11 Juni 2018---Opsin dan LTT adalah Nafas kita !, demikian Dr.Ir.Hiasinta F.J. Motulo, MSi., ketika memberikan arahan ipada ttim kerja internal BPTPBalitbangtan Sulut, yang ditugaskan mengkoordiner  di daerah yang telah di SK kan oleh Badan SDM.

Beliau berharap agar tim kerja intenal ini untuk segera berkoordinasi dengan daerah yang dikoordnier, sesuai dengan tupoksi.

Setelah pertemuan internal, secara maraton BPTP Balitbangtan Sulut menggelar Rakor Percepatan Opreasional Mesin (OPSIN) Pertanian di dua tempat; tanggal 7 Juni 2018 di Ruang Pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dan tanggal 8 Juni 2018 di Aula Kodim 1303 Bolaang Mongondow, dengan mengefisienkan waktu sebelum Jumatan teman-teman yang menjalani puasa

Inti dari Rakor ini adalah selain untuk mendapatkan data riil jumlah dan kondisi Alsintan yang ada, mendapatkan umpan balik dan permasalahan lapangan. Juga dalam rangka mensosialisasikan kebijakan terbaru Kementan terkait OPSIN.

Dalam sambuan Kadis Pertanian melalui Kabid PSP, mengapresiasi gerak cepat Dr.Ir.Hiasinta J.F.Motulo,MSI. segera melakukan koordinasi dengan teman-teman di daerah. Untuk itu kita bangun hubungan kerjasama yang baik diantara para mantri tani, Danramil, Dinas Pertanian Kabupaten Kota serta BPTP Balitbangtan selaku Penanggung Jawab Alsintan Sulut.

Sementara PJ Alsintan Sulut Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo, M.Si menekankan kembali apa yang disampaikan Mentan pada acara serupa di tingkat pusat bahwa Alsintan harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan petani dan bukti riilnya tergambar pada capaian luasan LTT yang dikerjakan di lapangan di lahan sawah, ladang dan kegiatan pertanian lainnya.

Hiasinta melanjutkan, bahwa setelah lebaran nanti tim kerja akan turun lapangan untuk melakukan identivikasi lapang pemanfaatan Alsin, serta pertemuan koordinasi dengan wilayah kepulauan Manado Minahasa Utara dan Kota Bitung (@arnold #acturang)

 

Selaras dan Sinergikan Program Strategis Kemtan Dan Stakeholders di Daerah: Rapat Pembahasan Matrik Kegiatan 2019

Suasana Pertemuan dan Beberapa Kegiatan Lapang

Ruang Pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, 22 Mei 2018---Dalam rangka memantapkan kegiatan litkaji dan diseminasi BPTP Balitbangtan Sulut, telah dilaksanakan rapat pemantapan program litkaji 2019 di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (22/05).

Tujuan kegiatan ini, menurut koordinator PE Dr. Ir. J.B.M.Rawung, agar nantinya kegiatan yang dilakukan selain mengacu kepada program strategis Kementan, juga harus selaras dan sinergi dengan program dan kegiatan yang ada di stakeholders.

Kegiatan diawali dengan membacakan arahan kepala BPTP: “Kegiatan In House berdasarkan kebutuhan teknologi yang didiskusikan pada saat kegiatan APTEK.  Kegiatan diperbanyak pada diseminasi teknologi hasil kajian yang memang sudah Given. Kegiatan apa saja yang akan di diseminasikan dalam skala luas/ demfarm. Dan harus diingat, setiap demfarm harus menghasilkan benih, terutama pajale.

Kegiatan Bio-Industri harus menghasilkan produk, terintegrasi dan berkelanjutan dalam kawasan. Harus dibahas agar kegiatan Bio-Indistri menjadi Core bisnis poktan kooperatornya”.

Rapat yang dipimpin Koordinator PE, Dr. Ir. Jefny B M. Rawung, M.Si,  diikuti oleh peneliti, penyuluh, PPK, dan dari KSPP BPTP Balitbangtan Sulut. (#acturang)

Sumber: Koordinator PE, KSPP.

Subcategories

Subcategories