JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Tagrimart Terimplementasi di SMART

Tondano,Oktober 2016---Agroinovasi bersahabat dengan lingkungan sekolah, adalah sarana teknologi untuk memberdayakan lingkungan sekitar dengan keragaman inovasi teknologi budidaya tanaman, memanfaatkan limbah sebagai media utama.

Lingkungan sekolah sebagai kontributor utama dalam penunjang pembelajaran, penting disikapi agar memberikan efek positif dalam kegiatan belajar mengajar. Sumberdaya alam sekitar dan Sumberdaya Siswa, sebagai tujuan untuk digerakkan menjadi potensi utama.

Siswa sebagai generasi penerus bangsa dan gereja, harus paham pentingnya bersahabat dengan lingkungan sekitar, sebagai karya Tuhan yang harus dikelolah untuk menjadi rahmat bagi sekitarnya.

Agroinovasi bersahabat dengan lingkungan, diintroduksi dari Taman Agroinovasi Mart (Tagrimart) yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan).

Tagrimart yang merepresentasikan kegiatan-kegiatan kajian para pengkaji di setiap Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di 32 provinsi di Indonesia, diharapkan menjadi sarana diseminasi ke pengguna teknologi spesifik lokalita, termasuk sekolah-sekolah yang tertarik dengan kegiatan ini.

Sekolah Menegah Atas Santa Rosa de Lima Tondano (SMART), adalah salah satu sekolah yang telah menagkap maksud tersebut diatas. Melalui diskusi intensif dengan tim kerja Tagrimart, kepala sekolah SMART, tertarik dan bersedia menerapkannya serta meminta pendampingan pengembangan taman di lingkungan SMART.

Tim kerja segera melakukan identivikasi lokasi pada bulan Agustus dan mempresentasekan program awal yang akan dilakukan. Selanjutnya KSPP BPTP Sulut melakukan peninjauan langsung di lokasi SMART dan menyambut baik respons pihak SMART, untuk menerapkan program Tagrimart  dan tim kerja akan melakukan pendampingan sesuai jadwal setiap sabtu di SMART.

Kegiatan awal dengan membuat design lokasi dengan tanaman yang telah ada, selanjutnya melakukan perbaikan sesuai dengan rencana. Dalam kegiatanini, setiap kegiatan diawali dengan pembelajaran pada siswa terkait dengan kegiatan, dan siswa membuatnya.

Kegiatan siswa diawali dengan identivikasi keragaan tanaman yang ada di lingkungan sekolah, selanjutnya kegiatan pembelajaran faktor-faktor pendukung tumbuh tanaman, menanam, merawat dan mengolah, akan diajarkan pada siswa. Siswa akan diajar untuk mengelolah lingkungan tanpa limbah dan ditugaskan untuk melakukan di rumah serta melaporkan aktivitasnya.(*art).

Panen Bawang: Lokasi Diseminasi Inovasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bawang Merah di Sulut

Desa Pinabetengan Selatan, 17 September 2016---Panen bawang merah telah dilakukan di desa Pinabetengan Selatan,  dalam rangkaian kegiatan Kemitraan Badan Litbang Pertanian yaitu kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bawang Merah, yang merupakan kegiatan kerjasama BPTP Sulawesi Utara, Balai Penelitian Tanaman Sayuran dan PT Gunung Mas Agro Lestari

Panen dilakukan bersama Stakeholder BP4K Kab. Minahasa,BPSB Minahasa, Dinas Pertanian Kab Minahasa, Pemerintah Kecamatan Tompaso Barat, para petani dan penyuluh dari kecamatan Tompaso dan Langowan, serta PT Gmal. 

Pemanenan dilakukan terhadap 5 varietas bawang merah yang ditanam di lokasi demplot  yaitu varietas Maja Cipanas, varietas Sembrani, varietas Bima Brebes, varietas Trisula dan varietas lokal Lansuna.

Dalam acara ini juga diperagakan teknologi penyimpanan bawang merah dalam rak-rak bersusun.

Para peserta yang hadir pada acara panen ini sangat antusias dan tertarik dengan penampilan hasil panen bawang merah terutama varietas sembrani dan berminat untuk mengembangkannya.

Peserta juga tertarik untuk mengembangkan varietas lainnya, terutama Bima Brebes namun harus memperhatikan kondisi iklim dan cuaca.(*ML)

Sumber: Meivi Lintang.

Mengabdi Untuk Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

 

Manado,22 Sept.2016---“Mengabdi Untuk Kemandirian Pangan Dan Kesejahteraan Petani” demikian untaian kalimat harapan Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr.Ir.Muhammad Prama Yufdy,MSc. mengingatkan makna bekerja di Kementerian Pertanian, pada para pegawai yang diambil sumpah dan janji pegawai dan penanda tanganan pakta integritas di Manado.

Lebih lanjut Prama mengingatkan para pegawai untuk selalu mengacu pada nilai-nilai yang telah ditetapkan di Kementerian Pertanian yaitu: Komitmen, Keteladanan, Profesionalisme, Integritas dan Disiplin (KKPID). Dan berharap agar segenap PNS yang telah diambil sumpah dan janji serta jajaran Badan Litbang Pertanian selalu memperhatikan dan memaknai tagline kita: science, innovation, networks.

Kita harus memperhatikan efisiensi anggaran dan efektivitas program serta capaian kinerja yang didukung dengan dokumentasi yang baik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai PNS, merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian saudara-saudara adalah pelayan publik, yang harus memberikan pelayanan prima, dengan didasari keikhlasan, kesadaran yang tinggi, profesionalisme, integritasmoral,loyalitas, kesetiakawanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, hendaknya saudara-saudara benar-benar hayati isi sumpah/ janji saudara itu, dalam setiap tugas dan kerja saudara sebagai PNS. Dengan menghayati sumpah dan  janji saudara, saudara harus mampu wujudkan komitmen dan tanggung jawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan saudara menjadi PNS, sekaligus menjadi rambu-rambu dalam tindakan saudara sebagai aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Pengambilan sumpah dan janji yang diikuti oleh 85 PNS dari Balit Palma 42 organ, BPTP Sulut 34 orang dan BPTP Gorontalo 9 orang, oleh; Sekretaris Badan Litbang Pertanian , Kepala Puslitbang Perkebunan, Kepala Balit Palma, Kepala BPTP Sulawesi Utara, Kepala Bagian Kepegawaian Sekretariat Badan Litbang Pertanian, Kepala Bagian Tata Usaha BB Pengkajian , Rohaniwan:  Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Muslim, Pejabat Esalon IV lingkup Balitbangtan; Peneliti dan Penyuluh lingkup Balit Palma, BPTP Sulut, BPTP Gorontalo.(*artur).

Tulis Apa Yang Dikerjakan: Pendampingan Penulisan KTI Bagi Pengkaji di BPTP Sulut

Manado,20 Sept.2016---Tulis apa yang dikerjakan, motivasi awal Ir. Rachmat Hendayana, M.S.ketika mengawali pemaparan materi pada Pendampingan Penulisan KTI bagi Tim Pengkaji di BPTP Sulawesi Utara.

Menurut beliau, cukup banyak data-data yang dapat diolah oleh para pengkaji, dalam aktivitas sebagai seorang pengkaji di BPTP. Justru di BPTP, kita banyak data-data yang menjadi sumber tulisan, ketika kita melakukan kunjungan lapang.

Namun demikian, menurut pengalaman beliau, memang soal menulis, itu harus dibiasakan. Seperti yang dialami beliau, mengawali menulis ketika mendapat tantangan, bersanding dengan orang-orang yang intensitas menulis cukup tinggi dan diteladani di PSE, kalah itu. Tantangan itu justru menjadi motivasi beliau untuk membuktikan.Beliau tidak segan begadang diperpustakaan, untuk mempelajari tulisan-tulisan di perpustakaan dan mulai mengolahnya. Berbekal pengalaman sebagai Penyuluh Pertanian yang kaya akan pengalaman lapangan sebagai modal, sampai beliau menjadi Penelitu Utama.

Cerita pengalaman Ir. Rachmat Hendayana, M.S. diharapkan akan memotivasi para pengkaji di BPTP Sulut, terutama para muda pengkaji, dengan intensitas kegiatan kajian dan pendampingan yang banyak mengoleksi pengalaman akselerasi dengan pelaku utama dilapangan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak ada bahan yang dapat dituliskan untuk Bangsa, Bangsa Indonesia.

Materi-materi yang dibedah Ir. Rachmat Hendayana, M.S. sesuai dengan harapan panitia adalah: Kiat Memanfaatkan Data Pendampingan; Melenjitkan Karya Tulis Ilmiah; Metode Analisa Data; Aplikasi Analisa Adopsi, yang kesemuanya disintesa dari hasil pengalaman beliau, yang telah dibukukan dan siap terbit.

Pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari, dibuka oleh kepala BPTP Sulut Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. diikuti oleh seluruh peneliti dan penyuluh di BPTP Sulawesi Utara. Dalam sambutan kepala BPTP, mengapresisasi atensi narasumber, yang memberikan waktu untuk melakukan pendampingan tim pengkaji di BPTP Sulut. Kepala BPTP menginstruksikan agar semua pengkaji terlibat dan mengikuti dengan cermat pendampingan ini, sambil berharap lebih banyak tulisan yang akan dipersembahkan untuk anak Bangsa, Bangsa Indonesia kedepan, imbuhnya. (*artur).

 Sumber: Arnold

Metode Penyuluhan Pertanian Harus Menyesuaikan Zaman

Kalasey, 14 Sept 2016--- Sebagai fungsi pelayanan pengkajian di masyarakat, BPTP Sulawesi Utara dimintakan BP4K Minahasa untuk memberikan materi pada Pelatihan Managemen Agribisnis Bagi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Minahasa (08/08/'16).

Materi yang dibawakan terkait dengan penyusunan materi penyuluhan pertanian perspektif agribisnis. Materi ini menguraikan tentang tantangan penyuluh pertanian dalam menghadapi kemajuan teknologi kedepan serta strategi membuat bahan penyuluhan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Metode Penyuluhan Pertanian era 70-an era "Perjuangan" dengan kondisi petani yang masih diajak untuk menerapkan teknologi. Saat ini era "Kemerdekaan", petani dengan kemampuan mendatangi sumber teknologi, menjadi bahan pertimbangan para penyuluh untuk menyusun metode dan bahan penyuluhan yang harus dinamis dengan kondisi zaman.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 30 BP3K yang juga sebagai fungsi administrator kegiatan sistem informasi penyuluhan di setiap BP3K, mereka mendapatkan berbagai ilmu terkait dengan tugas sebagai penyuluh dan sebagai pelaksana admin simluh, yang dibawakan oleh para kordinator, di BP4K, Dinas Pertanian dan Peternakan Minahasa serta BPTP Sulawesi Utara sebagai sumber teknologi.

BPTP dalam kesempatan itu, juga menyerahkan buku rekomondasi teknologi budidaya Jagung dan Padi Sawah spesifik lokasi kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Penyerahan langsung pada sekretaris BP4K Minahasa dan diteruskan pada 30 perwakilan peserta dari BP3K.(*artur).

Subcategories

Subcategories