JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

TIFF 2019 Akan Gunakan Bunga Krisan Karya Penangkar Krisan Kota Tomohon

Tomohon, 10 Nopember 2018---Kota Tomohon setelah mencanangkan sebagai #KotaBunga, beragam iven terus dan bergulir di kota ini. Iven yang penting dan masih terngiang adalah pelaksanaan Tomohon International Flowers Festival (TIFF).

Badan Litbang Pertanian melihat potensi ini sebagai sarana tepat penderasan dan hilirisasi inovasi teknologi hasil Badan Litbang Pertanian, ke pengguna inovasi. Melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), beberapa waktu lalu telah dibentuk penagkar-penangkar Krisan di kota ini.

Sekretaris Balitbangtan Dr.Ir. Muhamad Prama Yufdy,MSc. pada satu kesempatan melakukan pengukuhan para penangkar di kota Tomohon (9/8). Dikandung maksud agar para penangkar menjadi mitra dalam penyediaan bibit Krisan unggul didaerah, untuk para pengembang Krisan di Sulawesi Utara dan kawasan Timur Indonesia.

Pada Senin, 10 Desember 2018, Pemerintah Kota Tomohon, melaksanakan pembinaan kelompok tani penangkar benih/ bibit Krisan. Kegiatan yang dibuka oleh Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Ir. Vonny Pontoh, MBA. Dalam sambutan Vonny mengingatkan para penangkar agar terus bangun komitmen sebagai penagkar benih Krisan, menghadapi Iven TIFF kedepan. Tidak ada lagi kata tidak, tapi harus mulai produksi benihnya. Tahun depan bunga yang akan digunakan harus dihasilkan oleh penangkar yang di bina saat ini, imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan ini adalah pakar Krisan dari Balitbangtan Prof. Dr.Budi Marwoto dan kepala Balithi Dr.Ir. Ruddy Soehendi. Beliau-beliau ini memberikan motivasi pada para penangkar, agar terus melakukan kegiatan produksi dengan memanduani SOP produksi benih yang telah di bekalkan pada para penangkar. Hasilkan benih yang baik untuk para pengembang Krisan. Karena kebutuhan bunga potong di Sulawesi Utara dan lebih khusus kota Tomohon cukup tinggi.

Prof Budi, meminta komitmen dan pemberian diri dari para kelompok tani penangkar, agar benar menjadi penangkar benih krisan. Apalagi prospeknya sangat baik di kota Tomohon. Ivent Nasional dan Internasional bunga, di kota Tomohon sudah jadi agenda rutin tahunan. Jadi sangat penting komitmen kuat penangkar harus dibangun menghadapi permintaan benih krisan yang unggul.

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui Balithi, bekerjasama dengan kelompok  tani penangkar Matuari, mengembangkan varietas: Jayani, Asmarini, Cayapati, Kulo, Irana, Yulita,Riri,Dawayu, Awlani, Sintanur,Harianti, Arasuko dan Cinta. Menurut Indra Salam, ketua kelompok petani Penangkar benih Krisan kota Tomohon bahwa;  varietas-varietas ini masih untuk mother plan.

Berita Terkait: 1.Gatra.com 2. Pilar Pertanian 3. Republika.co.id 

Nantinya hasil dari Mother Plan ini, akan dibagikan pada para anggota poktan penangkar untuk dikembangkan menjadi sumber benih bagi petani pengembang bunga krisan di Tomohon. Masih menurut Indra, bahwa sesuai dengan komitmen bersama Balithi, saat TIFF 2019, kota Tomohon akan hasilkan bunga dari hasil perbanyakan para penangkar di kota Tomohon.

Dr.Ir.Yusuf,MP. Selaku kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menyambut baik pelaksanaan kegiatan pembinaan kelompok tani penangkar benih dan bibit bunga Krisan. Dengan kegiatan semacam ini, urai Yusuf menjadi sarana hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan.

Lebih lanjut Yusuf, mendorong para petani yang tergabung dalam kelompok tani penangkar, harus membentuk kelompok-kelompok petani produsen bunga potong bahkan sampai kelompok-kelompok floris. Sehingga kelembagaan dalam sistim produksi bunga potong di kota Tomohon saling berkontribusi. Dan pasti pendapatan petani bunga, akan meningkat, serta ketika menghadapi TIFF 2019kita sudah tidak lagi banyak mendatangkan dari luar bungan Krisan, tapi dihasilkan sendiri oleh penagkar benih Krisan Tomohon, tutup Yusuf.

Menurut Ir. Louise A.Matindas, kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 ketua-ketua kelompok tani penangkar bunga krisan, Pengembang krisan, Ketua Asosiasi Krisan Kota Tomohon dan Floris. Dan kegiatan ini, merupakan tindak lanjut dari kerjasama BPTP Balitbangtan Sulut dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, dalam mensukseskan #TomohonKotaBunga, timpal Matindas. (*artur)

Sinergitas Penyuluh Minahasa dan BPTP Balitbangtan Sulut Hasilkan Benih Jagung Hibrida Nasa-29

Totolan Kakas, 10 Desember 2018--- Sekitar 45 Penyuluh Pertanian (PP) di Kabupaten Minahasa berkumpul di Desa Totolan Kecamatan Kakas. Dalam pertemuan tersebut, para “Ujung Tombak” pembangunan pertanian sedang diskusi bersama dengan peneliti dan penyuluh di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dalam rangka Peningkatan Kapasitas Penyuluh untuk proses produksi Jagung Hibrida Nasa-29.

Menurut Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) kabupaten Minahasa, Resina Tikoalu,SP. Penyuluh Pertanian di Minahasa, selama proses produksi Jagung Hibrida, mereka telah dibagi jadwal dalam mengawal langsung kegiatan produksi benih Hibrida. Diharapkan mereka tidak hanya mengulas teori saja, tapi mengalami prosesnya. Agar kelak dilapangan menghadapi dunia nyata pertanian jaman now, mereka lebih trampil.

Resina mengapresiasi program yang dikembangkan Balitbangtan. Kegiatan yang dilaksanakan di dua lokasi di Minahasa masing masing 1 ha., dan langsung di dampingi para penyuluh menjadi bahan pembelajaran baik bagi penyuluh. Untuk itu kedepan, penting disandingkan dengan kegiatan daerah untuk peningkatan kapasitas para penyuluh pertanian di lapangan, harapnya.

Sementara Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, Dr.Ir. Yusuf,MP. Dalam sambutan Temu Lapang mengatakan; salah satu tupoksi BPTP adalah melakukan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna sepsifik lokasi. Temu Lapang pada kegiatan kaji terap panen jagung Nasa 29 merupakan salah satu cara dalam Proses Diseminasi teknologi pertanian dari Badan Litbang Pertanian kepada pengguna.

Lanjut Yusuf, sinergitas peneliti penyuluh sangat diperlukan dalam rangkah akselerasi percepatan hilirisasikan inovasi teknologi ke pengguna. Karena, Inovasi pertanian merupakan komponen kunci dalam pembangunan pertanian. Oleh karena itu dalam kegiatan kaji terap yang berbasis Jagung hibrida Nasa 29 di Kabupaten Minahasa ini, sebagai titik ungkit sinergitas yang harus kita bangun bersama.

Temu Lapang ini bertujuan untuk menyebarluaskan dan memperkenalkan teknologi tepat guna Jagung Hibrida di lahan kering, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi bagi penyuluh dan pengguna teknologi dalam penerapan dan pengembangan inovasi terkini. Percepatan transfer dan proses adopsi teknologi Balitbangtan serta wahana penjaringanumpan balik untuk penyempurnaan teknologi sehingga terwujud inovasi secara berkesinambungan dan identifikasi kebutuhan teknologi spesifik lokasi.

Dalam kegiatan ini lanjut beliau, harus melibatkan unsur peneliti, penyuluh dari BPTP Balitbangtan, Penyuluh Pertanian Kabupaten Minahasa dan petani di sekitar pelaksanaan kegiatan. Dalam proses kegiatan ini akan tercipta diskusi dan akan diahiri dengan kegiatan Temu Lapang dan Panen secara simbolik sebagai salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan kaji terap, tutup beliau.

Kegiatan temu lapang yang diramu secara dialogis oleh Dr.Ir.Conny Manopo,MSi. dan Supratman Siri,SP. diharapkan dapat menjadi titik ungkit sinergitas penyuluhan dan sebagai satu metode untuk peningkatan kapasitas para penyuluh dalam mengawal teknologi di lapangan. Karena mereka belajar merancang dan melakukan kegiatan prosesnya produksi benih hibrida dari awal, tuturnya.

Kasie KSPP BPTP Sulut Victor D.Tutut,SPi.MSi., yang menutup acara mengapresiasi animo para penyuluh yang terlibat mengikuti kegiatan ini. Beliau berharap agar para penyuluh terus mengembangkan diri menghadapi tantangan penyuluhan kedepan dengan fasilitas kecangihan jaman Now-nya.(*art)

Ikuti juga di : 1. Republika 2. Swadaya 3. Agriculture Innovation 4. Pilar Pertanian 5. Republika.co.id 6. Pilar Pertanian

Wowiling Dorong Percepatan LTT dengan Gerakkan Petani Menanam dan Pihak Ketiga Harus Memperhatikan Kualitas Kuantitas serta Waktu Pengadaan

Best Western, 8 Desember 2018---Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, dalam mendorong upaya percepatan target realisasi, mengumpulkan para petugas data dan mantri tani untuk mengikuti pertemuan percepatan pelaksanaan pembinaan Jagung di Sulawesi utara.

Kegitan yang dibuka oleh Kadis Pertanian Sulut Ir.Novly G.Wowiling,MSi. juga dihadiri oleh beberapa kepala-kepala dinas kabupaten kota berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan. Betapa tidak Novly dengan tutur kata lembut dan bersahabat namun pedas, menguraikan dinamika permasalahan LTT Sulawesi Utara. Mulai dari kinerja layanan yang masih banyak keluhan sampai budaya sebagian petani yang masih harus digerakkan dengan bantuan.

Lebih lanjut Wowiling,menguraikan; bahwa memang Sulawesi Utara terkait dengan Luas Tambah Tanam (LTT), sampai saat ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena saat ini Sulawesi Utara secara nasional kita sudah di zona aman. Namun beliau belum puas, karena bagi beliau tujuan utama program bukan hanya output capaian realisasi saja, tapi harus sampai menyentuh kebutuhan hakiki petani, yaitu NTP.

Sisa waktu yang ada, sebelum tanggal 15 Desember, beliau mengajak para petugas untuk terus menggerakkan petani menanam. Demikian dengan pihak ketiga yang mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan fasilitas petani,  walau dari sisa waktu ini adalah percepatan, tapi saya ingatkan tetap memperhatikan waktu, kualitas dan hindari mengadakan tidak memperhatikan kualitas. Imbuhnya mengakhiri sambutan.

Sementara Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. selaku sekretariat Upsus dan Opsin, dalam kesempatan memberikan materi terkait dengan evaluasi tambah tanam Pajale dan Strategi Percepatan Pelaksanaan tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara.

Yusuf, mengawali pemaparan secara dialogis dengan peserta. Karena moderator Angel, meminta beliau sebelum mempresentasekan harus memperkenalkan diri dahulu. Karena beliau sebagai Kepala BPTP Balitbangtan yang baru, baru dikenal para petugas data. Lebih lanjut Yusuf memperkenalkan diri, bahwa sebelumnya beliau dari Timur (Ambon) dan di berikan kepercayaan ke Sulawesi Utara. dan perkenalan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.

Lebih lanjut Yusuf memaparkan materinya,  target Kementerian Pertanian minimal sama dengan tahun lalu. Bila target kita rendah akan berdampak tidak baik bagi kita di Sulawesi Utara. karena itu sangat berhubungan dengan alokasi bantuan Sulut. Untuk itu beliau mengajak peserta terutama para pencatat data dan pelapor data agar terus bangun koordinasi di lapangan dan terus melaporkan harian perkembangan tanam petani dilapangan,untuk kita naikkan LTT di tahun 2018.

Masih menurut Yusuf, strategi yang harus kita bangun adalah: koordinator pelaksana harus aktif memonitor realisasi LTT dan mempercepat solusi jika ditemukan kendala di lapangan. Bila temui kendala segeralah melakukan koordinasi keatas untuk mencari solusi pemecahannya. Seluruh koordinator dan anggota memastikan agar data LTT tercatat dalam data SP-Kecamatan dan mengawal data BPS kabpaten dan BPS Provinsi.  Pengawalan proses CPCL, pengadaan benih/ pupuk serta distribusinya sampai ke petani oleh koordinator dan anggota Tim. Dan Tim upsus kabupaten turun ke lapang mengidentifikasi jaringan irigasi bila menghambat LTT, agar segera ada solusi pemecahan, imbih Yusuf menutup materinya.

Pertemuan selama dua hari diikuti oleh 14 kabupaten kota dan beberapa Kadis Pertanian, serta para petugas data dan SP di masing-masing kabupaten kota di Sulawesi Utara.(*art)

Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Program Penyuluhan Provinsi Sulawesi Utara

 

Kalasey, 07 Nov 2018.--- Bertempat di ruang pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dilaksanakan kegiatan sinkronisasi materi hasil litkaji dan programa penyuluhan provinsi Sulawesi Utara. Kepala BPTP Dr. Ir. Yusuf, MP dalam sambutan menjelaskan tusi Lama: No 20/Permentan/Ot.140/3/2013. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, perubahan fungsi BPTP berdasarkan Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017 yang berubah yang lama No.20/Permentan/Ot.140/3/2013; yang baru: Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan Diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Di dalamnya adalah pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi spesifik lokasi.

Menurut ketua Paguyuban Kepala BPTP se Indonesia, dalam pasal 3 ayat (1) permentan ini, pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja anggaran evaluasi. Dan laporan pengkajian, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam tugas kelompok jabatan fungsional penyuluh pertanian adalah melakukan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Mengapa perlu sinergi peneliti dan penyuluh, BPTP dibentuk untuk mengimplementasikan konsep REL (Research Extension Linkage) sehingga integritas Penyuluhan dan peneliti kondisi ideal adalah penyuluh terlibat dalam kajian teknologi, dimana pemahaman lebih inovasi akan lebih baik. Sementara peneliti mengawal diseminasi teknologi, dimana pengenalan teknologi akan lebih terjamin.

Deliniasi tugas penyuluh dan peneliti BPTP adalah, penyuluh menyiapkan materi penyuluhan untuk penyuluh di daerah. Peneliti mengadaptasikan, mengembangkan dan memodifikasi teknologi, agar sesuai dengan kebutuhan di daerah.

Inovasi pertanian merupakan komponen kunci dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Perubahan tusi BPTP erat kaitannya dengan tugas mandatory/perubahan program strategis kementerian pertanian yang sangat beragam.

"Beragam inovasi pertanian hasil penelitian Badan Litbang Pertanian terbukti menjadi pendorong utama dalam mencapai program strategis kementerian Pertanian saat ini. Yusuf berharap, melalui sinkronisasi program penyuluhan pertanian ini akan terjadi akselerasi diseminasi dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian hasil penelitian Badan Litbang pertanian kepada pihak terkait.

Sementara Kadis Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, Ir. Novly G.Wowiling, MSi. memulai sambutan dengan jalinan kerja yang telah terbina antara BPTP dan Dinas, yang harus terus dipererat dalam menjawab pertanian di Sulawesi Utara kedepan. Lebih lanjut Novly menjelaskan; Program bukan hanya menjawab keberhasilan sebatas data dan cerita tertulis. Programa adalah menjawab permasalahan hakiki dari masyarakat yang kita layani, sesuai dengan tupoksi kita.

Lanjut Wowiling, bahwa saat ini yang menjadi permasalahan utama petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah dan inflasi. Itu yang menjadi persoalan utama. Apakah kita sebagai penggerak pertanian di Sulawesi Utara, memiliki kepekaan terhadap hal itu?. Ekspresi NTP adalah ekspresi daya beli dari petani. Semakin besar NTP, berarti petani kita semakin baik dan potret keberadaan kinerja kita sesungguhnya ada pada NTP.

Mengahiri sambutan Novly, meminta sebagai ASN kita harus memberi warna. Kita budayakan birokrasi berintegritas, melayani, dengan tulus dalam menjawab persoalan masyarakat. ASN jangan hanya melaksanakan realisasi anggaran 100 persen selesai, tapi harus menjawab persoalan masyarakat, tutupnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 40-50 orang peserta, terdiri dari para KJF di Kabupaten/Kota, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan Ketua KTNA dan Penyuluh peneliti di BPTP balitbangtan Sulawesi Utara.(*art)

Sumber: Art/Balitbangtan

Teknologi Olahan Hasil BPTP Balitbangtan Sulut Dihilirkan Melalui Kegiatan Pegabdian Masyarakat Mahasiswa Politeknik Negeri Manado

Kaima, 30 November 2018---Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kaima Kec. Kauditan Kab. Minahasa Utara tanggal 30 Nopember 2018 terbilang sukses. Kegiatan ini diprakarsai oleh Politeknik Negeri Manado yang berkolaborasi dengan BPTP Sulut sebagai narasumber

Demo produk pengolahan Instan Jahe, Es Krim Pokcai  (SMOTI), Abon Cabe, dan Sirup Pala, menjadi titik ungkit pertemuan. Bahkan menurut Ir.Gabriel H.Joseph selaku ketua Kelompok Pengkaji (Kelji) di BPTP Sulut, akan ditindak lanjuti dengan kegiatan bersama dalam bentuk MoU. Hal ini menjadi penting dan strategis bagi masyarakat Kaima, karena daerah sasaran telah dicanangkan gubernur sebagai desa kunjungan wisata, imbuh Joseph.

Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang yang terdiri dari kelompok wanita tani, Ibu-ibu PKK, calon wirausahawan, perangkat desa, mahasiswa, serta koordinator BPP Kauditan yang dibuka oleh Kepala Desa Kema Pak. Pangemanan. Dan beliau sangat berterima kasih atas terpilihnya desa kami untuk melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi ini dan bukan hanya memberi nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga dapat dijadikan peluang usaha baru dalam mengelolah beberapa produk lokal unggulan untuk dijual kepada turis yang akan berkunjung ke desa Kaima.

Peserta sangat antusias bahkan mereka tidak menyisakan hasil demo untuk dapat dicicipi hasil kerja mereka. Pimpinan Politeknik Negeri Manado yang diwakili oleh Ketua Jurusan Admiistrasi Bisnis Dr.Frefendy Rasyid, MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Sulut dan mengharapkan kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan diitingkatkan dalam bentuk MOU.

Dalam kegiatan ini, Joseph dari BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menyerahkan benih komoditas sayuran untuk masyarakat. Lanjut Josep, produk benih ini dihasilkan spesifik lokasi di Sulawesi Utara. Karena dihasilkan di Kebun Bibit Induk (KBI) KP-Pandu. Beliau juga menginformasikan bahwa selain benih sayuran BPTP juga ada bibit Padi Inpari 24, 31 dan kedelai. Benih dan bibit Cengkeh, Pala, akan disalurkan bagi masyarakat yang berminat. Silahkan mengajukan permohonan secepatnya, tutup Joseph.(*art)

Sumber :Mardiana

Subcategories

Subcategories