JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

Tulis Apa Yang Dikerjakan: Pendampingan Penulisan KTI Bagi Pengkaji di BPTP Sulut

Manado,20 Sept.2016---Tulis apa yang dikerjakan, motivasi awal Ir. Rachmat Hendayana, M.S.ketika mengawali pemaparan materi pada Pendampingan Penulisan KTI bagi Tim Pengkaji di BPTP Sulawesi Utara.

Menurut beliau, cukup banyak data-data yang dapat diolah oleh para pengkaji, dalam aktivitas sebagai seorang pengkaji di BPTP. Justru di BPTP, kita banyak data-data yang menjadi sumber tulisan, ketika kita melakukan kunjungan lapang.

Namun demikian, menurut pengalaman beliau, memang soal menulis, itu harus dibiasakan. Seperti yang dialami beliau, mengawali menulis ketika mendapat tantangan, bersanding dengan orang-orang yang intensitas menulis cukup tinggi dan diteladani di PSE, kalah itu. Tantangan itu justru menjadi motivasi beliau untuk membuktikan.Beliau tidak segan begadang diperpustakaan, untuk mempelajari tulisan-tulisan di perpustakaan dan mulai mengolahnya. Berbekal pengalaman sebagai Penyuluh Pertanian yang kaya akan pengalaman lapangan sebagai modal, sampai beliau menjadi Penelitu Utama.

Cerita pengalaman Ir. Rachmat Hendayana, M.S. diharapkan akan memotivasi para pengkaji di BPTP Sulut, terutama para muda pengkaji, dengan intensitas kegiatan kajian dan pendampingan yang banyak mengoleksi pengalaman akselerasi dengan pelaku utama dilapangan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak ada bahan yang dapat dituliskan untuk Bangsa, Bangsa Indonesia.

Materi-materi yang dibedah Ir. Rachmat Hendayana, M.S. sesuai dengan harapan panitia adalah: Kiat Memanfaatkan Data Pendampingan; Melenjitkan Karya Tulis Ilmiah; Metode Analisa Data; Aplikasi Analisa Adopsi, yang kesemuanya disintesa dari hasil pengalaman beliau, yang telah dibukukan dan siap terbit.

Pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari, dibuka oleh kepala BPTP Sulut Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. diikuti oleh seluruh peneliti dan penyuluh di BPTP Sulawesi Utara. Dalam sambutan kepala BPTP, mengapresisasi atensi narasumber, yang memberikan waktu untuk melakukan pendampingan tim pengkaji di BPTP Sulut. Kepala BPTP menginstruksikan agar semua pengkaji terlibat dan mengikuti dengan cermat pendampingan ini, sambil berharap lebih banyak tulisan yang akan dipersembahkan untuk anak Bangsa, Bangsa Indonesia kedepan, imbuhnya. (*artur).

 Sumber: Arnold

Metode Penyuluhan Pertanian Harus Menyesuaikan Zaman

Kalasey, 14 Sept 2016--- Sebagai fungsi pelayanan pengkajian di masyarakat, BPTP Sulawesi Utara dimintakan BP4K Minahasa untuk memberikan materi pada Pelatihan Managemen Agribisnis Bagi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Minahasa (08/08/'16).

Materi yang dibawakan terkait dengan penyusunan materi penyuluhan pertanian perspektif agribisnis. Materi ini menguraikan tentang tantangan penyuluh pertanian dalam menghadapi kemajuan teknologi kedepan serta strategi membuat bahan penyuluhan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Metode Penyuluhan Pertanian era 70-an era "Perjuangan" dengan kondisi petani yang masih diajak untuk menerapkan teknologi. Saat ini era "Kemerdekaan", petani dengan kemampuan mendatangi sumber teknologi, menjadi bahan pertimbangan para penyuluh untuk menyusun metode dan bahan penyuluhan yang harus dinamis dengan kondisi zaman.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 30 BP3K yang juga sebagai fungsi administrator kegiatan sistem informasi penyuluhan di setiap BP3K, mereka mendapatkan berbagai ilmu terkait dengan tugas sebagai penyuluh dan sebagai pelaksana admin simluh, yang dibawakan oleh para kordinator, di BP4K, Dinas Pertanian dan Peternakan Minahasa serta BPTP Sulawesi Utara sebagai sumber teknologi.

BPTP dalam kesempatan itu, juga menyerahkan buku rekomondasi teknologi budidaya Jagung dan Padi Sawah spesifik lokasi kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Penyerahan langsung pada sekretaris BP4K Minahasa dan diteruskan pada 30 perwakilan peserta dari BP3K.(*artur).

Jangan Tukang Ba Gosip, Kerja Nyata Wujudkan Kedaulatan Pangan

 

Tountalete Minut,26/08----Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. dalam sambutan penanaman dan panen perdana Jagung: Mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk Kerja Nyata dalam membangun pertanian dengan kerja keras dan semangat.Harus lakukan perubahan, mati kita dikenang. Karena kita tidak menghendaki generasi kita miskin, imbuhnya.

Andi Amran Sulaiman, sangat senang terutama saat menteri hadir dan melakukan panen jagung sekaligus melakukan pencanangan penanaman perdana Jagung serta panen sapi pedet (sapi hasil semen IB) umur 6 bulan berhasil sekitar 56% di Sulawesi Utara. Menteri mengapresiasi dan lebih mendorong agar kinerja di tingkatkan jangan sampai kendor.

Terkait dengan keberhasilan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB), yang berhasil, menteri berjanji akan menambah jatah semen IB, berapa saja yang di minta sulawesi Utara, dengan catatan harus berhasil.

Menteri mengajak agar memanfaatkan waktu sebainya dengan kerja nyata. Bukan hanya habis pertemuan-pertemuan, tanpa ada hasil nyata di masyarakat. Kerja dengan rakyat harus terukur. Jangan suka Gosip, karena tukang “gosip” tanda orangnya miskin karya.

Ketika Babinsa mengutarakan pengalaman pendampingan pertanian, dimana ketika Babinsa Teddy Mandagi datang di Minahasa Utara Luas Sawah hanya 30 ha yang diolah petani, sat ini dengan gema Upsus Pajale, sudah bertambah 400 ha. Pak menteri mengapresiasi dan menantang balik pak Babinsa dengan menanyakan berapa luas lahan yang dikelolah pribadi, sang Babinsa tidak ada. Dan menteri juga mengajak pendamping, agar ada lahan untuk di kelolah bersama kelompok. (*artur).

 

Kepala BBSDL Menjadi Inspektur Upacara di BPTP Sulut

Kalasey,17 Agustus 2016---Sasaran tembak kita saat ini adalah "Berdaulat Pangan, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia", kata kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP)  Dr.Ir.Dedi Nursyamsi, M. Agr.

Lebih lanjut, beliau membakar semangat pegawai di BPTP Sulawesi Utara dengan mengutarakan pengalaman sejarah para pejuang ketika berjuang demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana para pejuang tanpa pambri berjuang mengorbankan jiwa dan raga,harta benda untuk Indonesia Merdeka. Mereka berjuang tanpa Gaji, Tukin, Tunjangan dan Honor, namun mereka tetap semangat.

Titik kulminasinya perjuangan para pejuang bangsa saat, Presiden Sukarno membacakan teks Proklamasi di Pegangsaat Timur. Dimana seluruh rakyat Indonesia mendengarkan melalui media radio, serta mengetarkan Dunia dengan Pidato itu. Dan saat ini kita bersama harus artikan dalam tugas dan kerja kita. 

Apa pelajaran penting yang dapat kita maknai dari perjuangan para pahlawan yang telah meletakkan dasar di negara kita, sehingga kita merayakan 71 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Tiga Ciri khusus pejuang saat mereka merebut kemerdekaan yaitu: 1). Berjuang dengan Ketulusan dan Rela berkorban. Rakyat saat itu dengan tulus dan rela berkorban apa saja demi Kemerdekaan Indonesia dari Penjajah. 2.) Semangt yang bergelora

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa perjuangan kita saat ini bukan lagi dengan turun gunung dengan senjata, bambu runcing namun kita berjuang bersama: Turun kesawah,ladang dengan Senjata Alsintan produk anak bangsa Bangsa Indonesia, untuk Swasembada Beras Menuju Kedaulatan Pangan.

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di BPTP Sulawesi Utara, diawali dengan kegiatan-kegiatan olah raga antara kelompok Peneliti,Penyuluh, Administrasi KSPP,KP-Pandu dan puncaknya kegiatan Upacara bendera pertama di Gedung Kantor baru dan saat itu juga kepala BBSDLP berada di Sulawesi Utara dalam rangka Upsus Pajale.(*Artur).

 

UPSUS Pajale Konsentrasi Untuk LTT

Jumat 12 Agustus 2016---Rapat Koordinasi dan Evaluasi Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai di Minahasa Raya, dilaksanakan di Kodim Minahasa, tepatnya di Sasaran Tondano. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kabupaten yang di bawah Kodim Minahasa yaitu: Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kota Tomohon dan Minahasa Induk.

Sementara untuk Dinas Pertanian dan BP4K masing-masing Dinas Pertanian Peternakan Minahasa Selatan, BP4K Minahasa Selatan, Dinas Pertanian Minahasa Tenggara yang diwakili Kabid Produksi, BP4K Minahasa Tenggara, Dinas Pertanian Kota Tomohon,BP4K Kota Tomohon, BP4K Minahasa di wakili oleh KJF kecuali Dinas Pertanian Minahasa Induk tanpa perwakilan.

Ketidak hadiran kadis Pertanian Minahasa, menjadi catatan kurang baik bagi TNI dalam hal ini Kodim Minahasa. Betapa tidak, menurut Pasiter, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk tujuan memberikan bantuan pendampingan kegiatan pertanian yang ujungnya untuk Dinas Pertanian, namun pak kadis saja tidak hadir dan tanpa pemberitahuan wakil untuk mengikuti kegiatan evaluasi ini. Namun demikian sekaliput tidak dihadiri tuan rumah, tetap kita laksanakan, biar agar jadi pembelajaran bagi kita yang hadir untuk jangan berbuat seperti yang terjadi ini, imbuh pak Kasdim

Dalam sambutan pembukaan, Komandan Kodim Minahasa Letkol.CZT. Muhamad Andhy Kusuma,S.Sos. mengajak semua yang terlibat dalam pendampingan Upsus Pajale, agar fokus dalam Luas Tambah Tanam. Lebih lanjut dijelaskan: "bagi prajurit TNI, hari demi hari pikir petani mana yang saya harus dorong untuk menanam", agar Luas tambah tanam sesuai yang ditargetkan itu tercapai.

Sementara koordinator Upsus Pajale Sulut, Dr.Ir.Dedi Nursyamsi, M. Agr. mengevaluasi capaian Sulut pada periode April-September (Asep) sesuai yang telah ditargetkan. Diharapkan semua daerah, kecamatan sampai tingkat desa untuk masing-masing fokus sesuai target yang telah di tetapkan di tingkat propinsi serta kita bersama Babinsa mendorong petani untuk memanfaatkan waktu menanam, mumpung masih ada hujan.

Pertemuan yang langsung di moderatori oleh Dandim Minahasa, memberikan kesempatan untuk setiap daerah untuk menyampaikan permasalahan serta kendala ditemui di lapangan. wakil dari Tomohon Max Runtu,SP. mengutarakan permasalahan terkait sistem pelaporan yang tidak sesuai dengan real lapangan. Karena tingkat lapangan tambah tanam sudah ada,tapi dari laporan mantri tani, tidak ada, sehingga mengganggu kinerja BP4K. 

Lain lagi dengan penyampain LO Tomohon, terkait dengan ketersediaan air mengganggu, sementara jaringanirigasi sudah diperbaiki. Untuk itu diusulkan untuk pertemuan evaluasi penting untuk mengundang pihak pengelolah jaringan irigasi primer,dalam hal ini PU. Karena pengalaman dalam setiap evaluasi Upsus Pajale, baik tingkat provinsi, pihak PU, selalu tidak hadir, walau sudah ada undangan di layangkan, untuk itu diusulkan agar ini penting ditindak lanjuti di tingkat kementerian, imbuh LO Tomohon.

Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang dipandu oleh moderator seorang Letnan Kolonel, menjadi dinamis dan menarik ketika penyuluh pertanian Minahasa Induk menanyakan terkait dengan akan dibubarkannya badan penyuluhan pertanian, spontan saja penyuluh lain mengusulkan gabung saja di Kodim, kalau tidak jelas kemana, kata penyuluh Minahasa tadi.

Pertemuan dihadiri oleh dinas instansi koramil penyuluh serta petani sekitar Tondano, sertapara LO dan detaser BPTP Sulut di Minahasa Raya. (*Artur).

Sumber: Arnold C.Turang,SP.