JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Peningkatan Produksi Pertanian Bisa Dicapai Dengan Inovasi Teknologi: Rekon LTT Wilayah Bolmong Raya di Manado

Manado,01 Nopember 2018---Selama tiga hari, mulai tanggal 31 Oktober sampai 2 November 2018 bertempat di Hotel Quality, Jl. Boulevard Manado BPTP Balitbangtan Sulut mengadakan Pertemuan Rekon data LTT September – Oktober 2018 dan Penetapan Sasaran LTT November 2018 – Maret 2019 wilayah Bolmong Raya. Pertemuan diikuti penyuluh, petugas lapang dan mantri tani se Bolmong Raya.

Kegiatan dibuka oleh Kelapa Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut Ir. Novly Wowiling, MS.  didamping Dr.Ir.Ismail Maskromo Plt BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara juga sebagai Kepala Balit Palma dan Dr. Teddy Dirhamsyah mewakili Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Petanian dan Peternakan menyampaikan agar pencapaian target peningkatan produksi Pajale harus direalisasikan melalui program strategis Upaya Khusus (UPSUS) Pajale yang terus didorong pelaksanaannya dalam mencapai swasembada pangan.

Dr.Ir. Ismail Maskromo,MSi selaku Plt. Kepala BPTP Balitbangtan Sulut dalam penyampaian materi dengan judul “Dukungan Inovasi BPTP Balitbang Sulut terhadap Program UPSUS Pajale Sulawesi Utara”. Ismail dalam pemaparan menyampaikan bahwa: peningkatan produksi pertanian saat ini, bisa dicapai dengan penerapan inovasi teknologi, karena lahan pertanian tidak lagi bertambah justru relatif berkurang. Untuk itu, maka inovasi teknologi solusinya.

 Masih menurut Ismail, bahwa Balitbangtan terus dan terus hasilkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dirancang lebih adaptif spesifik lokasi seperti yang telah ada di BPTP Sulut. Inovasi tersebut, sebagai contoh: inovasi benih unggul untuk penuhi ketersediaan benih berkualitas spesifik lokasi dan teknologi budidaya serta teknologi pertanian terintegrasi dengan ternak dan masih banyak lagi inovasi teknologi Balitbangtan lainnya seperti teknologi inovasi tanaman Palma.

Lebih lanjut Ismail berharap, agar inovasi teknologi ini, diterapkan secara optimal di lapang, maka peningkatan produksi pertanian secara umum di Sulawesi Utara dan keberlanjutan pengelolaan Upaya Khusu Padi Jagung dan Kedele di Sulawesi Utara dapat dicapai, imbuhnya.

Pada Hari kedua kegiatan ini dilanjutkan dengan materi dari BPS Provinsi Sulut ibu Sirly Catarina Worotikan, SE, M. Si. Beliau menyampaikan tentang masalah pengelolaan data yang koordinasinya masih kurang baik. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik antara mantri tani, petugas pengelola data kecamatan dan kabupaten  serta provinsi  diharapkan perbedaan-perbedaan data yang terjadi selama ini dapat diperbaiki sehingga data yang diperoleh lebih akurat.

Selanjutnya Penanggungjawab UPSUS Provinsi Sulut, Ir. Mulyadi Hendriawan, MM  menyampaikan tentang Rekonsiliasi LTT bulan Otober 2018  dan Penetapan Target LTT Pajale November 2018 - Maret 2019.

Sebagai penjab beliau mengharapkan agar para pengumpul dan pengelola data dari masing-masing daerah, dinas terkait dan BPTP Balitbang Sulut dapat meningkatkan koordinasi  untuk mendapatkan data yang akurat.  Lebih lanjut disampaikan bahwa terkait target LTT agar dicek kembali luas baku lahan dikaitkan dengan LTT dan target capaian bulan berikutnya.  Selain itu disampaikan juga target harus lebih besar dari tahun sebelumnya. 

Selanjutnya mewakili Distanak Provinsi Sulut, Kabid Tanaman Pangan Ir. Nova Pangemanan menyampaikan tentang ketersedian benih sawah dan benih ladang dalam mendukung program UPSUS, dimana oleh pemerintah akan disiapkan berbagai benih unggul untuk mendukung percepatan pencapain target produksi Pajale di Sulawesi Utara.   Dijelaskan juga bahwa penyediaan benih ke depan tidak lagi dengan mentransfer uang ke rekening petani tapi menggunakan e-katalog, sehingga diharapkan lebih terkontrol.(*artur)

Sumber: Ismail Maskromo

Cermati Rendahnya Harga Komoditas Perkebunan saat Ini: Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian di Sulut Bersinergi

Manado, 01 Nopember 2018---Rendahnya harga hasil komoditas perkebunan saat ini, menjadi perhatian Rektor Unsrat Prof.Dr.Ellen J. Kumaat, MSc, DEA saat kedatangan Kepala Balit Palma Dr.  Ismail Maskromo, Dekan Faperta Unsrat Prof.Ir.Robert Mollenaar, MSc, PhD berserta panitia Seminar Nasional PERAGI (Persatuan Agronomi Indonesia)  Komda Sulut Prof. Dr. ir.  Rino Rogi MS dan Dr. Adeleyda Lumingkewas. 

Menurut beliau perlu segera dicarikan solusi masalah harga tersebut sehingga pendapatan petani dan daerah kembali meningkat. Lebih lanjut disampaikan bahwa perlu sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset dalam memecahkan permasalahan pertanian termasuk tanaman perkebunan. 

Pada kesempatan tersebut telah disampaikan tentang pelaksanaan Konferensi Nasional Kelapa (KNK)  IX  yang dirangkaikan dengan Semnas PERAGI pada tanggal 16 November 2018, sekaligus meminta kesediaan Rektor Unsrat sebagai narasumber pada acara tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Dr.Ismail Maskromo yang juga sebagai Plt.Kepala BPTP Balitbangtan Sulut menyampaikan tentang dukungan Balitbangtan terhadap pembangunan pertanian di Sulawesi Utara melalui inovasi-inovasi Balitbangtan yang terus diderashilirkan sesuai dengan agro ekosistem Sulawesi Utara

Masih menurut Ismail, hasil-hasil Litkaji Spesifik Lokasi Sulawesi Utara, yang telah dan terus dilakukan adaptasi spesifik lokasi di Sulawesi Utara, akan diseminarkan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di Sulawesi Utara di Bulan Nopember ini.

Dekan Faperta Unsrat pada pertemuan tersebut menyampaikan tentang rencana kerjasama Faperta dengan Balitbangtan dalam pengelolaan Kebun Percobaan Faperta di Desa Pandu dan Kerjasama pembimbingan mahasiswa yang mengambil topik terkait mandat Balit Palma dan BPTP Balitbangtan Sulut

Semoga pertemuan singkat inibdoat ditindaklanjuti dengan sinergi antar lembaga terkait bidang pertanian dalam membangun Sulut Hebat.(*artur)

Sumber: Dr.Ismail Maskromo 

Berita Terkait : FaceBook

Sumpah Pemuda Ke-90 di BPTP Balitbangtan Sulut: Momentum Bangkitnya Pertanian Ditangan Para Muda

Senin, 29 Oktober 2018--- #SumpahPemuda ini sebagai momentum, bangkitnya Pertanian Indonesia di tangan Para Pemuda. Perayaan kegiatan Hari Sumpah Pemuda ke-90, untuk BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, langsung di pimpin oleh PLT Kepala BPTP Balitbangtan, Dr.Ir. Ismail Maskromo,MSi.

Dalam sambutan beliau, mengutip sambutan Menpora RI, “Peringatan Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018 mengangkat tema: BANGUN PEMUDA, SATUKAN BANGSA”. Lebih lanjut beliau mengatakan: bahwa ada tiga karakter dan kapasitas yang perlu dikapitalisasi setiap generasi muda untuk memenangi “pertarungan” masa depan, sekaligus dalam mewujudkan mimpi Indonesia.

Pertama, diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas integritas yang tinggi, Kedua, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mampu, Ketiga; karakter pemimpin yang peduli dan profesional.

Gagasan ini untuk mengiplementasikan komitmen ini, berpedoman pada nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan melalui sebuah manifestasi sikap pemuda Indonesia untuk mengisi serta menjawab berbagai peluang dan tantangan bangsa Indonesia saat ini dan akan datang.

Undang-Undang juga menggaris bawahi peran pemerintah/ masyarakat dalam pelayanan kepemudaan dan menciptakan Pemuda yang maju, berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.

Dengan momentum ini, saya berharap kita dapat mengimplementasikan dalam tugas dan kerja kita sehari-hari sebagai ASN di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dan Balitpalma.

Sebagai ASN di Kemtan, kita juga diharapkan dapat mendorong para muda, untuk kembali bertani. Karena akhir-akhir ini, para muda tani semakin kurang dan cenderung menghindari profesi bertani. Semoga dengan hadirnya muatan teknologi inovasi pertanian yang semakin moderen, akan mengungkit semangat untuk bertani dari para muda tani Indonesia.

Karena kita sudah melengkapi dengan hitungan-hitungan ekonomis usahatani untuk dijadikan titik ungkit semangat para muda untuk kembali menggerakkan usahatani kita. Dengan kembalinya gairah dan semangat bertani, akan menciptakan lapangan kerja pertanian kedepan.

Terkait dengan arahan kepala BBP2TP Via WA: Percepatan realisasi dan penggunaan anggaran sesuai dengan posnya, untuk itu sesuai dengan hasil pertemuan kita, para penanggung jawab untuk membuat rencana penggunaan anggaran untuk  4 minggu kedepan, agar realisasi kita  tepat waktu. Karena target Balitbangtan diatas 98%  capaian di tahun ini. (*Artur2018)

Sumber: Arnold C. Turang

Anjang Karya program Smallholder Livelihood Development in Eastern Indonesia (SOLID) Halmahera Tengah di Sulawesi Utara

Manado, 27 Oktober 2018---Anjang Karya sebagai program Smallholder Livelihood Development in Eastern Indonesia (SOLID), Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Tengah, yang mengambil lokasi di Sulawesi Utara.

Di Sulawesi Utara, tim yang dipimpin oleh bapak Arifin. Saat audiensi awal yang dilakukan bersama BPTP Sulawesi Utara, Arifin menguraikan akan maksud dan tujuan kedatangan di Sulawesi Utara.

Tim SOLID, akan mengamati, mendengarkan dan berdiskusi dengan pelaku utama (Petani) dan pelaku antara (Penyuluh) pertanian terkait keberhasilan budidaya tanaman hortikultura, pengolahan hasilnya sampai pemasaran hasil.

Sesuai dengan hasil hunting awal bersama tim dari BPTP, tim SOLID akan mengunjungi lokasi-lokasi sentra komoditas Hortikultura dan Floricultura di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

Di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (26/10), Tim Solid mendapatkan penjelasan dari Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) Victor D. Tutud, SPi. MSi., tentang program kerja BPTP Balitbangtan serta inovasi tekologi seperti: AEZ, Penggunaan Katam Terpadu, Jarwo, Pemeliharaan Sapi Sistim Tower, Teknologi sambung pucuk pala, kakao,Teknologi TSS Bawang Merah, dan lain-lain, kegiatan yang sedang berjalan di lapangan.

Rombongan tim Solid, yang terdiri dari pelaku utama (Petani) Staf DKP dan koordinator yang berjumlah sekitar 20 orang, didampingi oleh Peneliti Dr.Freddy Lala,SP.MSc. dan Penyuluh Balitbangtan Arnold C. Turang, SP. juga pelaksana Kehumasan BPTP Balitbangtan Sulut.

Kunjungan di lapangan diawali di lokasi showindow tanaman floricultura kota Tomohon, pertanian pangan dan horti di kawasan Gunung Lokon, pengembangan komoditas bawang merah di Tomohon Selatan dan ke Minahasa untuk melihat pengembangan kacang tanah dan home industri kacang sangrai.

Selanjutnya bergerak melihat kegiatan pengolahan hasil berbahan baku beras dan kacang tanah di kelompok Wanita Debora Sumarayar dan berakhir di Budidaya Wortel dan Kentang di Rurukan kota Tomohon.(*artur'18)

Sumber: Fredi L. & Arnold T.

4 Ivent Nasional Hadir Di Sulawesi Utara Bulan November

Kamis 25 Oktober 2018---Dr. Ismail Maskromo, M.Si Kepala Balit Palma yang juga menjabat Plt.  Kepala BPTP Sulut bersama Kepala Dinas Perkebunan Ir.Refly Ngantung,  Kepala Balitbangda Sulut dr. Jemmy JR Lampus MKes.  dan Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Faperta Unsrat Dr.  Dedie Tooy bertemu Gubernur Sulawesi Utara bapak Olie Dodokambey, SE di kediaman kompleks Cempaka, Maumbi,  Minahasa Utara. 

Dalam pertemuan dengan orang nomer satu di Sulut ini disampaikan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan di Sulut dalam waktu dekat dan sekaligus mengharapkan kehadiran beliau pada Konferensi Nasional Kelapa (KNK) IX dan Semnas PERAGI pada 16 November 2018, Expo Kelapa pada 17 November 2018 dan Seminar Nasional BPTP Balitbangtan Sulut  18-19 November 2018.  Gubernur sangat mendukung kegiatan-kegiatan tersebut dan bersedia untuk hadir dalam momen pelaksanaannya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaporkan tentang penugasan Kepala Balit Palma sebagai Plt Kepala BPTP Balitbangtan Sulut.

Gubernur menyambut baik dan mengharapkan  BPTP Sulut terus meningkatkan dukungan terhadap pembangunan pertanian di Sulawesi Utara. 

Pada momen yang sama hadir juga perwakilan dari Kemenristek Dikti yang bekerjasma dengan Faperta Unsrat mengusulkan pembangunan Politeknik Palma di Sulut.  Politeknik spesifik komoditi Palma yang akan menjadi satu-satunya di Indonesia tersebut direncanakan dibangun di lokasi  Paniki yang berdampingan dengan Kawasan Balit Palma di Mapanget.

Gubernur Olie Dodokambey merespon positif dan akan mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan gedung kampus Politeknik Palma dan fasilitas pendukung lainnya. 

Setelah bertemu Gubernur,  tim Pemda Sulut dan Kemenristek Dikti berkunjung ke calon  lokasi pembangunan kampus Politeknik Palma dan mampir di TSP Bioindustri Palma Mapanget. Tim sempat menonton Profil Balit Palma di Mini Theater TSP Bioindustri Palma. 

Semoga program yang mendukung Sulut Hebat ini daoat terlaksana sesuai rencana dan harapan.

sumber: Ismail Maskromo

Subcategories

Subcategories