JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

UPSUS Pajale Konsentrasi Untuk LTT

Jumat 12 Agustus 2016---Rapat Koordinasi dan Evaluasi Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai di Minahasa Raya, dilaksanakan di Kodim Minahasa, tepatnya di Sasaran Tondano. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kabupaten yang di bawah Kodim Minahasa yaitu: Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kota Tomohon dan Minahasa Induk.

Sementara untuk Dinas Pertanian dan BP4K masing-masing Dinas Pertanian Peternakan Minahasa Selatan, BP4K Minahasa Selatan, Dinas Pertanian Minahasa Tenggara yang diwakili Kabid Produksi, BP4K Minahasa Tenggara, Dinas Pertanian Kota Tomohon,BP4K Kota Tomohon, BP4K Minahasa di wakili oleh KJF kecuali Dinas Pertanian Minahasa Induk tanpa perwakilan.

Ketidak hadiran kadis Pertanian Minahasa, menjadi catatan kurang baik bagi TNI dalam hal ini Kodim Minahasa. Betapa tidak, menurut Pasiter, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk tujuan memberikan bantuan pendampingan kegiatan pertanian yang ujungnya untuk Dinas Pertanian, namun pak kadis saja tidak hadir dan tanpa pemberitahuan wakil untuk mengikuti kegiatan evaluasi ini. Namun demikian sekaliput tidak dihadiri tuan rumah, tetap kita laksanakan, biar agar jadi pembelajaran bagi kita yang hadir untuk jangan berbuat seperti yang terjadi ini, imbuh pak Kasdim

Dalam sambutan pembukaan, Komandan Kodim Minahasa Letkol.CZT. Muhamad Andhy Kusuma,S.Sos. mengajak semua yang terlibat dalam pendampingan Upsus Pajale, agar fokus dalam Luas Tambah Tanam. Lebih lanjut dijelaskan: "bagi prajurit TNI, hari demi hari pikir petani mana yang saya harus dorong untuk menanam", agar Luas tambah tanam sesuai yang ditargetkan itu tercapai.

Sementara koordinator Upsus Pajale Sulut, Dr.Ir.Dedi Nursyamsi, M. Agr. mengevaluasi capaian Sulut pada periode April-September (Asep) sesuai yang telah ditargetkan. Diharapkan semua daerah, kecamatan sampai tingkat desa untuk masing-masing fokus sesuai target yang telah di tetapkan di tingkat propinsi serta kita bersama Babinsa mendorong petani untuk memanfaatkan waktu menanam, mumpung masih ada hujan.

Pertemuan yang langsung di moderatori oleh Dandim Minahasa, memberikan kesempatan untuk setiap daerah untuk menyampaikan permasalahan serta kendala ditemui di lapangan. wakil dari Tomohon Max Runtu,SP. mengutarakan permasalahan terkait sistem pelaporan yang tidak sesuai dengan real lapangan. Karena tingkat lapangan tambah tanam sudah ada,tapi dari laporan mantri tani, tidak ada, sehingga mengganggu kinerja BP4K. 

Lain lagi dengan penyampain LO Tomohon, terkait dengan ketersediaan air mengganggu, sementara jaringanirigasi sudah diperbaiki. Untuk itu diusulkan untuk pertemuan evaluasi penting untuk mengundang pihak pengelolah jaringan irigasi primer,dalam hal ini PU. Karena pengalaman dalam setiap evaluasi Upsus Pajale, baik tingkat provinsi, pihak PU, selalu tidak hadir, walau sudah ada undangan di layangkan, untuk itu diusulkan agar ini penting ditindak lanjuti di tingkat kementerian, imbuh LO Tomohon.

Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang dipandu oleh moderator seorang Letnan Kolonel, menjadi dinamis dan menarik ketika penyuluh pertanian Minahasa Induk menanyakan terkait dengan akan dibubarkannya badan penyuluhan pertanian, spontan saja penyuluh lain mengusulkan gabung saja di Kodim, kalau tidak jelas kemana, kata penyuluh Minahasa tadi.

Pertemuan dihadiri oleh dinas instansi koramil penyuluh serta petani sekitar Tondano, sertapara LO dan detaser BPTP Sulut di Minahasa Raya. (*Artur).

Sumber: Arnold C.Turang,SP.

 

Harga Bawang Merah Naik Seharusnya Jadi Sukacita Petani

 

Tomohon, 10/08---Kenaikan harga komoditas pertanian,seharusnya menjadi "sukacita" bagi pelaku utama sejati (petani), serta kegembiraan bagi aparat pertanian. Namun demikian, hal ini masih belum terasa bagi pelaku utama, karena masih dinikmati oleh pedagang. Karena kenaikan harga komoditas pertanian, masih ternikmatioleh para petani antara, bukan petani sejati.

Petani sejati yang menanam dikalah terjadi keterlambatan saprodi, berusahatani ketika semua menunggu bantuan, namun belum merasakan "kenaikan harga" yang sesungguhnya di tingkat pasaran. Hal inilah menjadi koreksi untuk aparat pertanian, sehingga stampel kenaikan harga "komoditas pertanian" menjadi sukacita juga bagi pelaku utama sejati.

Harga komoditas Bawang Merah (BM), terus mengalami kenaikan. Hingga Selasa(09/08) kemarin,penjualan disejumlah pasar tradisional yang ada di Manado dan Tomohon seperti: Pasar Pinasungkulan Manado dan Pasar Beriman kota Tomohon, menembus 48.650 per kilogram.Sementara harga pasaran Nasional Rp.45.000 per kilogram.

Harga ini jauh melampaui harga saat Idul Fitri lalu, yang hanya menjual pada posisi Rp.42.000 per kilogram. Padahal kebutuhan Bawang Merah mengalami peningkatan signifikan. Hali ini ditunjang upaya Bulog Sulut yang melempar Bawang Merah asal Enrekang, dengan harga Rp.36.000 per kilogram. Masih dibawah harga Bulong Pusat yang melempar Rp.25.000 per kilogram.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Hanny Ajong, kenaikan harga Bawang Merah (BM) berlaku secara Nasional. Kenaikan BM, disebabkan karena ketersediaan yang terbatas, sementara dari sisi permintaan mengalami permintaan” imbuhnya.

Sementara untuk komoditi Bawang Putih (BP), yang sebelumnya dijual Rp.45.000per kilogram, mengalami penurunan Rp.3.400, atau dijual Rp.42.600 per kilogram. Lain itu komoditas pertanian seperti Tomat Apel (TA) sebelumnya Rp.12.000 per kilogram kini dijual Rp.11.000 per kilogram.

Sumber: www.hariankomentar.co.id  

Seminar Nasional di Manado

Manado, 08 Agustus 2016---Kemandirian ekonomi nasional bisa dicapai salah satunya dengan kemandirian pangan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun demikian aspek produksi yang tidak dapat mengimbangi peningkatan konsumsi seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat masih merupakan masalah dan tantangan yang perlu mendapatkan jalan keluar pemecahannya.

Pelaku utama penghasil pangan kita didominasi oleh petani dan pelaku usaha pangan berskala kecil dan keluarga dengan penghasilan yang terbatas. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan sampai ke tingkat perseorangan dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang merupakan potensi sumber pangan dan gizi yang belum secara optimal dimanfaatkan.

Ditengah perkembangan seperti saat ini diperlukan rancangan arah dan kebijakan kemandirian dan ketahanan pangan melalui akselerasi agroinovasi dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal.

Atas dasar tersebut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara melakukan pertemuan ilmiah berupa: Seminar Nasional  dengan tema “Akselerasi Agroinovasi Berbasis Sumberdaya Lokal Menuju Kemandirian Pangan” yang bertujuan untuk menghimpun inovasi teknologi pertanian untuk  mendukung kemandirian pangan, menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pengkajian pertanian spesifik lokasi, sebagai wahana diskusi dalam upaya pengembangan inovasi pertanian dan diseminasi serta mengembangkan kerjasama antara Balitbang Pertanian serta stakeholder.

Seminar nasional ini akan dilaksanakan di Hotel Quality Manado, pada tanggal 9 Agustus 2016 yang rencananya akan dibuka oleh Dr. Ir. H. Muhammad Syakir, MS sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Seminar yang rencananya akan dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta dan undangan  ini akan membahas empat Makalah utama dari Balitbangtan, Pemda Sulawesi Utara dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi dan dari Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) Cabang Sulawesi Utara.

Selain itu akan dibahas juga Makalah-Makalah hasil penelitian dan riview para peneliti, penyuluh dan para pakar dari Balai Penelitian, BPTP/Loka Pengkajian lingkup Balitbangtan serta Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado dan lain-lain yang akan disajikan secara oral maupun dalam bentuk poster.

Semoga acara ini dapat terselenggara dengan baik dan menghasilkan kesepakatan dan rumusan kebijaksanaan yang berharga sesuai denga  tujuan yang telah ditetapkan.(*Artur).

Sumber: JBM Rawung.

Tomohon International Flower Festival (TIFF) ke 6

Tomohon, 07 Agustus 2016---Hari ini di kota Tomohon sedang berlangsung kegiatan TIFF, yang diikuti oleh 6 Negara dan peserta dari daerah se Indonesia. Kota Tomohon dengan ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl), diapit oleh 2 gunung berapi aktif, yaitu Gunung Lokon (1.689 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m). Suhunya sejuk, waktu siang di bawah 30 derajat Celsius dan malamnya, 23-24 derajat Celsius, menjadi spesifik lokalita pengembangan jenis-jenis flori dan tanaman hortikultura lainnya. 

Balitbangtan menjadi undangan khusus pemeritah kota Tomohon, karena peran serta Balitbangtan dalam mengintroduksikan beragam tanaman Flori untuk menjadi kekayaan bagi para Floris di Kota Tomohon. Diawali dengan di Louncingnya 3 varietas Unggul bunga Khas kota Tomohon yaitu:Krisan Riri, Krisan Kulo dan Phayus. Selain itu Balitbangtan juga telah melakukan kegiatan-kegiatan mendukung pengembangan bunga di kota Tomohon.

Kegiatan yang telah dilakukan sejak Festifal Pertama seperti: Show Window Bunga Krisan hasil para peneliti Balitbangtan, turut sertanya dalam perancangan Ide Tomohon sebagai kota Bunga, Pengembangan Petani Penakar Bunga sampai pada Gelar Teknologi Krisan dan Partisipasi dalam Tomohon International Flower Festival 2015 dan Klinik Bunga untuk pelaku utama dan Floris di kota Tomohon.

Menurut kepala Badan Litbang Pertanian, yang diwakili oleh Dr.Ir. Rudy Soehendi,MP. bahwa, Balitbangtan telah mengadaptasikan 26 Varietas Krisan hasil karya para Peneliti Balitbangtan,dan sangat baik adaptasinya di daerah ini (Tomohon). Untuk itu kepala Badan berharap agar semua varietas ini di kembangkan oleh para pembudidaya, agar bibit Krisan yang baik akan selalu tersedia di kota Tomohon.

Lebih lanjut Dr.Rudy mengemukakan, untuk tanaman Krisan yang dihasilkan para peneliti sudah sekitar 80 jenis, dan diharapkan akan cepat dideraskan pada para pelaku utama untuk menjadi kekayaan bunga di kota Tomohon terutama bagi bangsa Indonesia.

Dr.Ir. Rudy Soehendi,MP. dan Prof.Dr. Budi Marwoto, yang didampingi oleh Kepala BPTP Sulut Dr. Ir. Abdul Wahid Rauf,MS. bersama kepala BPTP Papua Barat Dr. Ir. Hiasinta Fransisca Jaqueline Motulo, M.Si. melakukan peninjauan perkembangan tanaman Krisan di Show Window Tanaman Kakaskasen. Dengan di jemput oleh penanggun jawab Ibu Anneke Polii,SP. melihat dari dekat keragaan tanaman Krisan di lokasi. (*Artur).

Sumber: Arnold C.Turang,SP.

 

Komitmen Sukseskan Upsus Pajale Sulut: Direct.Serealia Tanam Jagung di Minahasa Utara

Kema, 05 Agst 2016---Kerja-Kerja dan Kerja, sebagai semangat yang harus dilakoni oleh seluruh aparat pertanian di Sulawesi Utara.

Menurut Dr.Ir Arie Bororing,MSI. selaku Kadis Pertanian Peov.Sulut, mengajak semua pelaku utama dan pendamping  untuk kejar Tambah Tanam dalam menyikapi musim El-Nino Basah yang melanda Sulut.

Aksi nyata penanaman bersama yang dilaksanakan di kecamatan Kema, dengan Direktur Serealisa Kemtan, serta Dandim Bitung dan Petugas Pendamping Lapangan, menjadi satu langkah nyata dalam memanfaatkan waktu tanam di musim el-nino basah. Untukitu Bororing mengajak para pelaku utama untuk jangan khawatir dengan El-Nino, karena kita pada posisi mengalami El-Nino basah, imbuhnya.

Masih menurut Bororing, untuk itu komitmen yang telah disepakati bersama oleh para Bupati dan Walikota ditindak lanjuti bersama di lapangan dengan menggerakkan pelaku utama serta para pendamping untuk bergerak memanfaatkan waktu yang ada dengan gerakan menanam. 

Dari pantauan tim Website UPSUS Pajale Sulut, ajakan Kadis Pertanian Sulut, ditindak lanjuti dilapangan dengan kegiatan-kegiatan penanaman seperti di Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa, Pendamping Lapangan (PPL dan BP3K) bersama TNI mendampingi kegiatan penanaman bersama di Poktan Matuari.

Menurut Kepala BP4K Tondano Selatan Douvi Angow,SP. bahwa lahan sawah yang dicetak TNI luas sekitar 80 ha dari rencana 139 ha, sudah ditanami padi sawah varietas Cigeulis dan Ciherang dengan Cara Jajar Legowo.

Kegiatan ini langsung diikuti oleh Dandim 1302 Minahasa, Kasdim dan Para Danramil, Kabid PLA,PPL dan Poktan di Tnodano Timur (*artur16).