JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Bangun Kebersamaan, Saling Menghormati Serta Saling Menghargai dalam Perbedaan

Pra Natal 2018 BPTP Balitbangtan Sulut

Kalasey, 21 Desember 2018---#KerjaPertanianPrestasiBangsa, Kerja kita adalah ibadah kita, Bersama kita bangun dan besarkan BPTP Balitbangtan Sulut.

Dalam mengakhiri kerja kita di tahun 2018, saya mengajak teman-teman untuk fokus dan tuntaskan kontrak kerja kita masing-masing (penyuluh, peneliti  administrasi) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kita akan memasuki lembar liburan natal, dan akhir tahun anggaran. Untuk itu saya dorong agar kita manfaatkan waktu yang ada, dalam menyelesaikan kontrak kerja kita tahun ini.

Lanjut Yusuf, dalam satu diskusi kerja. Saya harapkan agar kita tidak hanya fokus dengan realisasi anggaran 90-an saja, tapi lebih pada tingkat ketermanfaatan kerja kita. Baik internal maupun di masyarakat. Itu harus benar memberikan sentuhan yang baik, bermanfaat dan dapat dimanfaatkan pengguna teknologi inovasi.

Ditempat lain Yusuf, mengingatkan agar kita bangun persaudaraan, kebersamaan dan rasa kasih sayang diantara kita semua. Melalui berbagai tugas yang telah dipercayakan kepada kita dengan talenta yang telah Tuhan anugerahkan pada kita, kita saling melengkapi menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam bekerja, membangun BPTP Balitbangtan Sulut dan pertanian umumnya di Sulawesi Utara.

Lanjut Yusuf, menjadi cita-cita kita semua untuk menciptakan suatu keadaan damai, adil dan harmonis, bebas dari konflik. Hidup dengan penuh persaudaraan, saling mencintai dan bersama-sama berbuat kebajikan, demi kebahagiaan umat manusia. Inilah cita-cita kemanusiaan yang hakiki dalam kita berkontribusi dalam membangun Bumi Rumah Kita Bersama.

Kita menyadari, bahwa BPTP Balitbangtan Sulut, terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, bahasa dan budaya yang berbeda. Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai, mengakui kelebihan dan perbedaan kita masing-masing.

Kemajemukan yang ada adalah karunia, dan harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur. Untuk itu saya mengajak teman-teman, keragaman yang kita miliki adalah kekayaan yang harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lanjutnya, dengan demikian kemajemukan pada akhirnya akan mengantar agama-agama untuk kembali pada panggilan dasarnya: “memperjuangkan bumi ini menjadi tempat yang layak kita huni” dan bersama kita rawat sebagai rumah kita bersama.

Jadi inilah moment yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, seraya bersiap membangun tekad mau berubah dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga maupun BPTP Balitbangtan Sulut tercinta yang adalah rumah kita bersama.

Kata Yusuf, Natal dalam konteks terkini adalah bagaimana kita membangun sikap damai serta saling mengasihi dan merefleksikan iman spiritual. Lebih utama lagi kita melakukan kehendakNya agar kita lebih mendekati apa yang Tuhan kehendaki pada kita untuk perbuat.

Harapan Yusuf, kepada senior-senior hendaknya meneladankan kepada yunior nilai-nilai yang baik. Dan sekalian umat Kristiani, bersama kita saling mendoakan dan apa yang kita perkatakan dan harapan doa kita, semoga itu yang kita implementasikan dalam tugas kerja kita. Maka damailah kantor kita jayalah BPTP Balitbangtan Sulut.

Sekali lagi saya harapkan, agar para senior, dan umat kristiani sekalian ayo menjadi pelopor pemersatu, serta menjadi mediator dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk didalamnya mendukung lewat doa dan partisipasi aktif  berbagai kebijakan dan Program Balai, demi terwujudnya BPTP Balitbangtan Sulut sebagai salah satu UPT pusat di Indonesia Bagian Timur menuju masyarakat yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera, tutup Yusuf dalam sambutan perayaan Natal bersama keluarga besar BPTP Balitbangtan Sulut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ir. Dolvi Mangkey dan Istri mantan kepala Balai Informasi Pertanian (BIP) dan BPTP Sulut, Cory Lintang dan Lineke Evangelin Taroreh mantan bendahara di erah mereka, serta keluarga ASN.(*artur).

Padi Inpari-24 Balitbangtan Pertama Dikembangkan di Bolmut

Binjeita Bolmut,19 Desember 2018---Setelah panen Inpari 31, Ciherang dan Inpari 30 pada periode satu, pada periode tanam ke dua kegiatan Peningkatan Indeks Pertanian (IP) Padi, Petani di Binjeita untuk mengejar waktu tanam tepat, langsung menyiapkan bibit Inpari 24 beras merah untuk ditanam.

Menurut Dr.Freddy Lala,SP.MSi., selaku penanggung jawab kegiatan ini, bahwa 2 kegiatan penting seperti  Survei Sumber Daya Air dan Pola Tanam digabung dalam kegiatn IP. Kegiatan ini sangat bertalian, dengan produksi lahan sawah tadah hujan. Memang, penentuan lokasi kegiatan IP di Binjeita, sudah melalui tahapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Dan memang di daerah ini hanya sekali panen dalam setahun.

Ikuti Info Terkait: 1). Rilis 2). Gatra 3).Pilar Pertanian 4).Swadaya 5). Agriculture Innovasi

Dr.Bidang Hama ini melanjutkan, bahwa dalam rangka mendukung gerakan tanam dan terus menanam padi jagung dan kedelai (Pajale) di salah satu kabupaten beras di Sulawesi Utara ini, maka petani pelaksana kegiatan IP di Binjeita kita gerakkan lagi untuk langsung menyiapkan lahan untuk menanam. Kegiatan ini pada kawasan 24 ha lahan kita demplotkan di luasan 3 ha. dengan harapan petani sekitar akan mengikuti penerapan teknologi dari 3 ha ke 25 ha.

Lanjut Lala, bahwa sesuai tujuan dari kegiatan peningkatan IP, dimana petani yang biasanya hanya menanam sekali dalam setahun, kita dorong dan gerakkan petani agar dengan teknologi Balitbangtan, mereka dapat menanam lebih sekali dalam setahun. Hasil kegiatan periode lalu, walau dengan cekaman kekeringan petani dalam kegiatan ini dapat panen sampai 5 ton per ha. dipihak lain petani yang tidak menerapkan teknologi  pompanisasi dan aplikasi bio silica, mereka hanya panen 20 persen dari luas ditanami.

Teknologi yang diintroduksikan dalam kegiatan ini adalah teknologi hasil Balitbangtan, mulai dari identivikasi sumberdaya air, penggunaan varietas unggul baru (VUB), pengendalian hama terpadu, pemupukan berimbang, aplikasi bio silica, dan pendampingan bersama penyuluh BPP dan BPTP serta Peneliti, tutup Lala.

Ditempat yang sama, Arnold C. Turang,SP., selaku koordinator lapangan perbanyakan benih ES padi sawah, menambahkan bahwa, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara pada tahun ini memproduksi benih padi Inpari 24 sebanyak 12 ton dan Inpari 31 sebanyak 4 ton. Dan itu sudah siap dan sedang disalurkan pada petani untuk mendukung ketersediaan benih unggul baru di daerah. Termasuk yang akan ditanam petani saat ini.

Sebagai manager produksi benih padi di UPBS BPTP Balitbangtan Sulut, Turang menyambut baik proaktif kelompok tani Daya Karya di Binjeita, yang sudah siap menanam varietas Inpari 24. Di tempat yang sama, Arnold C. Turang,SP. Penyuluh Pertanian dan Sonny Pangemanan,AMd. Teknini Litkayasa di BPTP Balitbangtan Sulut, langsung turun lapangan dan memberikan contoh aplikasi tanam Jajar Legowo 2:1 pada petani di Binjeita.

Pak Mul dan ketua kelompok daya Karya, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dengan kegiatan seperti ini, petani didampingi langsung oleh sumber teknologi. Untuk itu harap Mul, semoga kedepan apa yang telah dilakukan pihak BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dapat diteruskan oleh penyuluh di daerah, imbuhnya. (*artur)

Bioindustri di Minahasa Jadi Solusi Kegiatan Usahatani Pateni

Kembuan Tondano,18 Desember 2018---Kabupaten Minahasa tepatnya di desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara, mengembangkan program Bioindustri integrasi tanaman jagung dan ternak sapi. Tim kerja memperkenalkan teknologi kandang sapi dan pengolahan limbah ternak untuk tanaman.

Menurut Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr. Ir. Yusuf,MP. Dalam satu kesempatan saat diskusi di Minahasa menjelaskan bahwa, kegiatan ini adalah program yang diusung oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), dan diimplementasikan oleh BPTP di 33 provinsi di Indonesia.

Masih menurut Yusuf, dari kegiatan bioindustri ini, diharapkan kegiatan usahatani petani terbantukan dengan pola ini. Karena dengan kegiatan ini usahatani petani dengan ternak, tidak akan ada yang terbuang. Karena, output dari satu subsistem akan menjadi Input dari subsistem lain.

Lebih lanjut beliau menguraikan, dari hasil yang dilakukan tim kerja kegiatan ini dapat dilihat, rancangan kandang pemeliharaan ternak dan pengolahan limbah secara simultan. Sudah menghasilkan pupuk padat dan cair dan sudah diimplementasikan petani dalam usahatani Jagung.

Yusuf berharap agar tim kerja dalam kegiatan ini harus optimal mendampingi petani. Sehingga tujuan kita untuk menjadi solusi bagi permasalahan petani terutama dalam kelangkaan pupuk dalam usahatani dapat diatasi dengan mengajak petani menggunakan olahan pupuk dari kegiatan bioindustri ini. Dengan demikian kita mengambil peran dalam kemandirian ekonomi petani, tutup Yusuf.

Info Terkait : 1). Swadaya 2). Pilar

Ditempat yang lain, peneliti peternak Ir. Derek J. Polakitan, MSi. ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa penanganan limbah dalam kandang denga n tepat dan benar, maka kotoran (feses) cair dan padat dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Permasalahan bau tidak enak dalam kandang dapat diatasi serta petani ada sumber pendapatan baru dari feses itu.

Lebih lanjut Polakitan menjelaskan, bahwa dalam pendampingan sebagai Peneliti Peternakan, petani terus diajarkan konsisten mengolah feses padat dan cair dari sapi. Agar dengan terus diulang dan diulang keterampilan petani terus dibangun. Saat ini menurut Polakitan, petani sudah menghasilkan pupuk cair dan padat dan sudah melakukan pengemasan dan siap di pasarkan.

Hasil dari kotoran ternak ini setelah diolah sudah digunakan petani dalam kegiatan usahatani. Biaya usahatani dari unsur pupuk sudah dapat ditekan. Petani semakin terampil dalam mengolah limbah ternak ini, dan sumber pendapatan baru tercipta pada petani.

Masih menurut Derek, bahwa hasil dari olahan feses di kegiatan bioindustri di kembuan Tondano, sudah digunakan kelompok tani di Minahasa Utara untuk tanaman padi, Jagung dan Bawang Merah. Dan hasil dari produk tanaman yang beberapa waktu lalu dipanen Gubernur Sulawesi Utara, dengan menggunakan pupuk hasil olahan dari bioindustri di Minahasa, tutup Polakitan.

Kegiatan pendampingan pada kegiatan bioindustri, yang dilakukan Peneliti Peternakan saat melakukan pengolahan pupuk, juga dihadiri oleh tim embrio ternak cipelang Bogor, yang melakukan supervisi hasil IB para inseminator Minahasa di kelompok Makaaruyen. Karena kelompok makaaruyen sebagai pelaksana bioindustri dan juga ternak mereka masuk pada kegiatan Siwab. (*artur)

Ternak Kambing dan Tanaman Kakao Hasil Sambung Pucuk di Sidodadi “Mengiurkan”

Sidodadi Bolmut, 12 Desember 2018.---Temu lapang dengan petani sebagai salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antara petani, peneliti, penyuluh, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dan Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), untuk saling tukar menukar informasi terkait inovasi teknologi yang diterapkan petani di Desa Sidodadi Kecamatan Sangkup Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP. menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Memang sejak tahun 2017 sampai saat ini, BPTP Baitbangtan melaksanakan kegiatan Kajian Sistim Usahatani Berbasis Kakao Klon Unggul dengan Ternak Kambing. Inovasi yang telah dihilirkan ini harus diderashilirkan lagi kepada para pelaku utama (Petani) dan Pelaku antara (Penyuluh), sehingga keberhasilan ini termanfaatkan juga oleh teman-teman petani lainnya.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, dinamika perjalanan kegiatan selama dua tahun, tentu banyak komponen teknologi yang sudah dan diterapkan pelaku utama, sehingga perlu dibangun kerjasama agar arus informasi teknologi dari sumber teknologi dan pengguna teknologi terus dibangun dan diperbaiki bersama.

Penetapan kegiatan di Desa ini, tentunya melalui prosedur survei awal atau CPCL (Calon Petani Calon Lahan). Salah satu pertimbangan potensi desa ini adalah memiliki ternak kambing dan perkebunan kakao. Unsur-unsur ini ketika disandingkan dengan inovasi teknologi, akan memberikan nilai tambah kepada petani, dengan saling memberi dan menerima dari komoditas ini.

Secara sederhana, tanaman kakao sumber suplemen bagi ternak misalnya kulit buah menjadi makanan ternak, tanaman gamal sumber pakan ternak dan ternak menghasilkan pupuk bagi tanaman, urai penulis buku Rancang Bangun Agribisnis Sapi Potong ini.

Masih menurut Yusuf, barang kali banyak masalah yang ditemukan dan juga banyak masalah yang mungkin tidak bisa dipecahkan oleh petani koperator. Katakanlah komponen kegiatan berupa pemupukan, pemangkasan, sambung samping, sambung pucuk, rumah fermentasi, rumah petani, perkandangan ternak dan lainnya. Dengan membangun komunikasi, pasti kita dapat pecahkan bersama. Untuk itu, dalam pertemuan kita saat ini, kita hadirkan narasumber dan pakar sesuai bidangnya, untuk kita diskusikan masalah untuk bersama kita atasi.

Ditempat yang sama, penanggung jawab kegiatan Ir.Jantje G.Kindangen,MS. menjelaskan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan teknologi system usahatani berbasis kakao klon unggul dengan ternak kambing yang terintegrasi di lahan kering.

Berita Terkait : 1.pilarpertanian.com 2. Swadaya 3. Republika 4.Upsus Sulut

Lanjut Kindangen, dengan kegiatan ini diharapkan akan terjadi peningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dan petani.yang terlibat dalam kajian, serta sebagai wahana penjaringan umpan balik untuk penyempurnaan teknologi sehingga terwujud inovasi secara berkesinambungan dan identifikasi kebutuhan teknologi spesifik lokasi.

Camat sangkup Y.Bonde, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan BPTP Balitbangtan Sulut di wilayah kerjanya. Untuk itu beliau berpesan pada petani dan kepala desa lokasi pelaksanaan untuk ikuti dengan baik Inovasi teknologi yang disampaikan, dan lakukan dalam kegiatan usahatani.

Ditempat yang sama Kadis Pertanian dan Peternakan Bolmut Ir. Sutrisno Goma, MSI mengapresiasi kegiatan BPTP Balitbangtan Sulut. “Tanpa menggunakan perhitungan ekonomi terasa sangat bermanfaat bila setelah sepanjang jalan tadi melihat kondisi pertanaman kakao hasil sambung samping dan sambung pucuk serta ternak kambing. Belum lagi komponen lain seperti perkandangan ternak kambing”. Karena itu menurut beliau, hal baik ini terus dikembangkan dan  tidak hanya di desa ini kalo bisa penyuluh setempat mendiseminasikan ke desa-desa lain, urainya.

Kegiatan temu lapang di design oleh Ir. Joula O.Sondak, MSi. dan Sudarti,SP. dalam pemaparan materi oleh tim pakar dan pengalaman petani pelaksana serta pengalaman petugas penyuluh swadaya.

Kegiatan yang diikuti oleh pelaku utama, pelaku antara dan petani, Gapoktan dan KTNA, dilanjutkan dengan materi tinjau lapangan dan diskusi lapangan. Yang langsung di pandu oleh Ahli Peneliti Utama (APU) Ir. Jantje G.Kindangen,MS. (*artur)

Wujudkan Swasembada Daging Sapi di Sulut, Bimtek Pendampingan Program Siwab

Desa Wakat Bolmut,12 Desember 2018.---Salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian untuk memenuhi populasi ternak sapi potong dalam negeri adalah Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB). Program tersebut dituangkan dalam permentan No.48/Permentan/PK.210/10/2016, tentang upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting yang ditandatangani Menteri pertanian pada tanggal 3 oktober 2016.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP. Dalam sambutan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan kegiatan program Siwab, menjelaskan: Bahwa pada awal tahun 2017 BPTP Balitbangtan Sulut sebagai penanggung jawab. Dan kegiatan ini dilaksanakan pada empat kabupaten masing-masing: Bolmong Utara, Bolmong Selatan Bolmong Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Lanjut Yusuf, untuk tahun 2018 hanya dilaksanakan di Kabupaten Bolmut saja. Dimana program utamanya melalui lima kegiatan pokok yaitu: melakukan koordinasi, sosialisasi, pendampingan, bimbingan dan pembinaan, monitoring dan memberikan masukkan serta menyampaikan laporan tugas sebagai supervisi Upsus Siwab. Dan pada tahun 2018 juga diwajibkan melakukan Demfarm pembuatan kandang tipe Tower dan pengembangan Hijauan Pakan Ternak (HPT) yang terdiri dari rumput potong serta leguminosa pagar dan tanaman gamal.

Program ini, memiliki tujuan untuk mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada daging sapi, yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026 dan mewujudkan Indonesai yang mandiri dan berdaulat dalam pemenuhan pangan asal hewan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternakan rakyat.

Berita Terkait: 1.Gatra.com 2. Swadaya 3. Republika.com

Oleh karena itu, harap Yusuf, para peserta yang ikut dalam Bimtek ini, untuk mengikuti dengan baik rangkaian inovasi teknologi yang diterapkan dalam bimbingan ini, agar menjadi bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kelompok peternak dalam teknis budidaya ternak, budidaya rumput pakan dan managemen perkandangan lebih baik dan terutama setelah mengikuti Bimtek ini “ketika kami kembali ke daerah ini, populasi ternak sudah semakin bertambah”, imbuh Yusuf menutup sambutan.

Kadis Pertanian Kabupaten Bolmut Ir.Sutrisno Goma,MSi., mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi BPTP Balitbangtan sulawesi Utara. Untuk itu beliau mendorong para peternak yang terlibat dalam kegiatan ini, agar manfaatkan momen ini untuk tambah keterampilan dalam teknik beternak yang baik. Potensi Bolmut, agar dimanfaatkan untuk pengembangan ternak.

Kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan oleh tim kerja. Ir.Derek J.Polakitan,MSi. selaku penanggung jawab lapangan menjelaskan; dalam kegiatan Bimtek Siwab ini, menjawab permintaan masyarakat akan kebutuhan bimbingan walau swadaya dari petani. Terutama terkait dengan teknik pembuatan kandang kelompok, kandang individu, kandang sapih (pemindahan anak dari induk) dan teknik budidaya pakan serta pengolahan pakan.

Lain dengan Drh.Ratri Retno Ifada, satu-satunya dokter hewan yang ada di BPTP Balitbangtan Sulut. Ketika Beliau memaparkan materi dengan gayanya, menjelaskan program Teknologi Android Kesehatan Sapi (Takesi). Program ini menjadi perhatian peserta karena basis aplikasi. Hanya kecepatan sentuhan jari sang dokter hewan, mampu menampilkan permasalahan kesehatan ternak dalam aplikasi.

Ifada mengajak peternak agar jangan merasa jauh dengan aplikasi, tapi harus berbenah mempelajari dan terapkan dalam kegiatan usahatani ternak sapi. Perlahan namun pasti bila kita mulai pasti akan memberikan keuntungan bagi usaha ternak kita kedepan, imbuhnya.

Selain pemaparan materi dari BPTP Balitbangtan sulut, juga pemaparan pengalaman petani dalam budidaya pakan dan managemen perkandangan serta pembuatan pakan fermentasi ala petani di halaman poktan Ternak Loliu.

Kegiatan dihadiri oleh para peternak sapi di sekitar kegiatan, penyuluh pertanian di UPTD Bolmut serta Penyuluh dan Peneliti di BPTP Balitbangtan Sulut. (*Artur)

 

Subcategories

Subcategories