JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Mengabdi Untuk Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

 

Manado,22 Sept.2016---“Mengabdi Untuk Kemandirian Pangan Dan Kesejahteraan Petani” demikian untaian kalimat harapan Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr.Ir.Muhammad Prama Yufdy,MSc. mengingatkan makna bekerja di Kementerian Pertanian, pada para pegawai yang diambil sumpah dan janji pegawai dan penanda tanganan pakta integritas di Manado.

Lebih lanjut Prama mengingatkan para pegawai untuk selalu mengacu pada nilai-nilai yang telah ditetapkan di Kementerian Pertanian yaitu: Komitmen, Keteladanan, Profesionalisme, Integritas dan Disiplin (KKPID). Dan berharap agar segenap PNS yang telah diambil sumpah dan janji serta jajaran Badan Litbang Pertanian selalu memperhatikan dan memaknai tagline kita: science, innovation, networks.

Kita harus memperhatikan efisiensi anggaran dan efektivitas program serta capaian kinerja yang didukung dengan dokumentasi yang baik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai PNS, merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian saudara-saudara adalah pelayan publik, yang harus memberikan pelayanan prima, dengan didasari keikhlasan, kesadaran yang tinggi, profesionalisme, integritasmoral,loyalitas, kesetiakawanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, hendaknya saudara-saudara benar-benar hayati isi sumpah/ janji saudara itu, dalam setiap tugas dan kerja saudara sebagai PNS. Dengan menghayati sumpah dan  janji saudara, saudara harus mampu wujudkan komitmen dan tanggung jawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan saudara menjadi PNS, sekaligus menjadi rambu-rambu dalam tindakan saudara sebagai aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Pengambilan sumpah dan janji yang diikuti oleh 85 PNS dari Balit Palma 42 organ, BPTP Sulut 34 orang dan BPTP Gorontalo 9 orang, oleh; Sekretaris Badan Litbang Pertanian , Kepala Puslitbang Perkebunan, Kepala Balit Palma, Kepala BPTP Sulawesi Utara, Kepala Bagian Kepegawaian Sekretariat Badan Litbang Pertanian, Kepala Bagian Tata Usaha BB Pengkajian , Rohaniwan:  Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Muslim, Pejabat Esalon IV lingkup Balitbangtan; Peneliti dan Penyuluh lingkup Balit Palma, BPTP Sulut, BPTP Gorontalo.(*artur).

Tulis Apa Yang Dikerjakan: Pendampingan Penulisan KTI Bagi Pengkaji di BPTP Sulut

Manado,20 Sept.2016---Tulis apa yang dikerjakan, motivasi awal Ir. Rachmat Hendayana, M.S.ketika mengawali pemaparan materi pada Pendampingan Penulisan KTI bagi Tim Pengkaji di BPTP Sulawesi Utara.

Menurut beliau, cukup banyak data-data yang dapat diolah oleh para pengkaji, dalam aktivitas sebagai seorang pengkaji di BPTP. Justru di BPTP, kita banyak data-data yang menjadi sumber tulisan, ketika kita melakukan kunjungan lapang.

Namun demikian, menurut pengalaman beliau, memang soal menulis, itu harus dibiasakan. Seperti yang dialami beliau, mengawali menulis ketika mendapat tantangan, bersanding dengan orang-orang yang intensitas menulis cukup tinggi dan diteladani di PSE, kalah itu. Tantangan itu justru menjadi motivasi beliau untuk membuktikan.Beliau tidak segan begadang diperpustakaan, untuk mempelajari tulisan-tulisan di perpustakaan dan mulai mengolahnya. Berbekal pengalaman sebagai Penyuluh Pertanian yang kaya akan pengalaman lapangan sebagai modal, sampai beliau menjadi Penelitu Utama.

Cerita pengalaman Ir. Rachmat Hendayana, M.S. diharapkan akan memotivasi para pengkaji di BPTP Sulut, terutama para muda pengkaji, dengan intensitas kegiatan kajian dan pendampingan yang banyak mengoleksi pengalaman akselerasi dengan pelaku utama dilapangan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak ada bahan yang dapat dituliskan untuk Bangsa, Bangsa Indonesia.

Materi-materi yang dibedah Ir. Rachmat Hendayana, M.S. sesuai dengan harapan panitia adalah: Kiat Memanfaatkan Data Pendampingan; Melenjitkan Karya Tulis Ilmiah; Metode Analisa Data; Aplikasi Analisa Adopsi, yang kesemuanya disintesa dari hasil pengalaman beliau, yang telah dibukukan dan siap terbit.

Pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari, dibuka oleh kepala BPTP Sulut Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. diikuti oleh seluruh peneliti dan penyuluh di BPTP Sulawesi Utara. Dalam sambutan kepala BPTP, mengapresisasi atensi narasumber, yang memberikan waktu untuk melakukan pendampingan tim pengkaji di BPTP Sulut. Kepala BPTP menginstruksikan agar semua pengkaji terlibat dan mengikuti dengan cermat pendampingan ini, sambil berharap lebih banyak tulisan yang akan dipersembahkan untuk anak Bangsa, Bangsa Indonesia kedepan, imbuhnya. (*artur).

 Sumber: Arnold

Metode Penyuluhan Pertanian Harus Menyesuaikan Zaman

Kalasey, 14 Sept 2016--- Sebagai fungsi pelayanan pengkajian di masyarakat, BPTP Sulawesi Utara dimintakan BP4K Minahasa untuk memberikan materi pada Pelatihan Managemen Agribisnis Bagi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Minahasa (08/08/'16).

Materi yang dibawakan terkait dengan penyusunan materi penyuluhan pertanian perspektif agribisnis. Materi ini menguraikan tentang tantangan penyuluh pertanian dalam menghadapi kemajuan teknologi kedepan serta strategi membuat bahan penyuluhan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Metode Penyuluhan Pertanian era 70-an era "Perjuangan" dengan kondisi petani yang masih diajak untuk menerapkan teknologi. Saat ini era "Kemerdekaan", petani dengan kemampuan mendatangi sumber teknologi, menjadi bahan pertimbangan para penyuluh untuk menyusun metode dan bahan penyuluhan yang harus dinamis dengan kondisi zaman.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 30 BP3K yang juga sebagai fungsi administrator kegiatan sistem informasi penyuluhan di setiap BP3K, mereka mendapatkan berbagai ilmu terkait dengan tugas sebagai penyuluh dan sebagai pelaksana admin simluh, yang dibawakan oleh para kordinator, di BP4K, Dinas Pertanian dan Peternakan Minahasa serta BPTP Sulawesi Utara sebagai sumber teknologi.

BPTP dalam kesempatan itu, juga menyerahkan buku rekomondasi teknologi budidaya Jagung dan Padi Sawah spesifik lokasi kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Penyerahan langsung pada sekretaris BP4K Minahasa dan diteruskan pada 30 perwakilan peserta dari BP3K.(*artur).

Jangan Tukang Ba Gosip, Kerja Nyata Wujudkan Kedaulatan Pangan

 

Tountalete Minut,26/08----Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. dalam sambutan penanaman dan panen perdana Jagung: Mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk Kerja Nyata dalam membangun pertanian dengan kerja keras dan semangat.Harus lakukan perubahan, mati kita dikenang. Karena kita tidak menghendaki generasi kita miskin, imbuhnya.

Andi Amran Sulaiman, sangat senang terutama saat menteri hadir dan melakukan panen jagung sekaligus melakukan pencanangan penanaman perdana Jagung serta panen sapi pedet (sapi hasil semen IB) umur 6 bulan berhasil sekitar 56% di Sulawesi Utara. Menteri mengapresiasi dan lebih mendorong agar kinerja di tingkatkan jangan sampai kendor.

Terkait dengan keberhasilan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB), yang berhasil, menteri berjanji akan menambah jatah semen IB, berapa saja yang di minta sulawesi Utara, dengan catatan harus berhasil.

Menteri mengajak agar memanfaatkan waktu sebainya dengan kerja nyata. Bukan hanya habis pertemuan-pertemuan, tanpa ada hasil nyata di masyarakat. Kerja dengan rakyat harus terukur. Jangan suka Gosip, karena tukang “gosip” tanda orangnya miskin karya.

Ketika Babinsa mengutarakan pengalaman pendampingan pertanian, dimana ketika Babinsa Teddy Mandagi datang di Minahasa Utara Luas Sawah hanya 30 ha yang diolah petani, sat ini dengan gema Upsus Pajale, sudah bertambah 400 ha. Pak menteri mengapresiasi dan menantang balik pak Babinsa dengan menanyakan berapa luas lahan yang dikelolah pribadi, sang Babinsa tidak ada. Dan menteri juga mengajak pendamping, agar ada lahan untuk di kelolah bersama kelompok. (*artur).

 

Kepala BBSDL Menjadi Inspektur Upacara di BPTP Sulut

Kalasey,17 Agustus 2016---Sasaran tembak kita saat ini adalah "Berdaulat Pangan, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia", kata kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP)  Dr.Ir.Dedi Nursyamsi, M. Agr.

Lebih lanjut, beliau membakar semangat pegawai di BPTP Sulawesi Utara dengan mengutarakan pengalaman sejarah para pejuang ketika berjuang demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana para pejuang tanpa pambri berjuang mengorbankan jiwa dan raga,harta benda untuk Indonesia Merdeka. Mereka berjuang tanpa Gaji, Tukin, Tunjangan dan Honor, namun mereka tetap semangat.

Titik kulminasinya perjuangan para pejuang bangsa saat, Presiden Sukarno membacakan teks Proklamasi di Pegangsaat Timur. Dimana seluruh rakyat Indonesia mendengarkan melalui media radio, serta mengetarkan Dunia dengan Pidato itu. Dan saat ini kita bersama harus artikan dalam tugas dan kerja kita. 

Apa pelajaran penting yang dapat kita maknai dari perjuangan para pahlawan yang telah meletakkan dasar di negara kita, sehingga kita merayakan 71 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Tiga Ciri khusus pejuang saat mereka merebut kemerdekaan yaitu: 1). Berjuang dengan Ketulusan dan Rela berkorban. Rakyat saat itu dengan tulus dan rela berkorban apa saja demi Kemerdekaan Indonesia dari Penjajah. 2.) Semangt yang bergelora

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa perjuangan kita saat ini bukan lagi dengan turun gunung dengan senjata, bambu runcing namun kita berjuang bersama: Turun kesawah,ladang dengan Senjata Alsintan produk anak bangsa Bangsa Indonesia, untuk Swasembada Beras Menuju Kedaulatan Pangan.

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di BPTP Sulawesi Utara, diawali dengan kegiatan-kegiatan olah raga antara kelompok Peneliti,Penyuluh, Administrasi KSPP,KP-Pandu dan puncaknya kegiatan Upacara bendera pertama di Gedung Kantor baru dan saat itu juga kepala BBSDLP berada di Sulawesi Utara dalam rangka Upsus Pajale.(*Artur).