JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

Amran Sulaiman Optimis Surplus Beras 1,7 Juta Ton sampai Akhir Tahun Ini

Boyolali,29/10/16---Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berhasil meningkatkan produksi beras sebanyak sembilan juta ton, selama dua tahun masa pemerintahan. Jika di Rupiahkan kenaikan produksi beras ini, setara dengan nilai Rp.36 triliun, kata Amran saat mendampingi Presiden dalam kegiatan Hari Pangan Sedunia,(29/10).

"Sekarang, produksi beras Indonesia mencapai 79 juta ton atau naik sembilan juta ton selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK. Produksi Jagung juga ada kenaikan 4 juta ton atau 21 persen, sehingga menekan impor jagung hingga 60 persen,"kata Amran.

Amran optimistis tahun ini Indonesia bakal surplus beras 1,7 juta ton. Angka surplus ini lebih tinggi dari pada stok cadangan beras nasional minimal 1,5 juta ton. dengan demikian Presiden Jokowi memastikan tahun ini tidak ada impor beras.

Ambran berharap Indonesia bisa jadi negara penyangga pangan dunia. Jika produksi beras bisa dinaikkan dua kali lipat, Indonesia bisa memasok beras untuk kebutuhan pasar Asia Tenggara dan Asia. Ekspor beras sudah dimulai, khusus beras organikdengan tujuan lima sampai sepuluh negara.

"Kalau sudah swasembada, kita harus bisa ekspor. Ekspor jangan beras biasa, tapi beras organik. Harganya bisa sepuluh kali lipat. Seperti ke Belgia, harga beras organik asal Indonesia bisa laku 6 euro,"kata Amran.

Amran mengakui, kualitas ekspor beras masihsangat terbatas, namun nilai yang diperhitungkan dari kemampuan ekspor itu, adalah berkurangnya pangan seludupan di perbatasan. dia mencontohkan berasorganikyang diproduksi di Entikong, Kepulauan Riau. Beras raja uncah ini sangat diminati masyarakat Malaysia. harga jualnya Rp.40.000 hingga Rp.80.000 per kilogram.*(art).

Sumber: solopos

Jokowi Pastikan Tidak Inport Beras sampai Akhir 2016

Boyolaly, Minggu 30 Oktober 2016---Hal ini disampaikan Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, ketika berada di hamparan sawah dan budidaya ikannya, di Trayu, Bayudono, Boyolali saat membuka Hari Pangan Se-Dunia Sabtu (29/10).

Jokowi menyebut, ada tiga isu international yang akan menjadi bahan kompetisi sengit negara-negara dunia.Ketiga isu itu menyangkut pangan, air, dan energi. Jokowi optimistis Indonesia bisa bersaing di sektor pangan dan air, bahkan takkan mengimport beras. Namun, Jokowi masih harus berpikir keras untuk menjadi negara mandiri energi."kalau urusan pangan,saya optimistis, tetapi energi urusannya Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM),saya masih pusing menyelesaikan bagaimana bisa siap menghadapipersaingan di dunia". Hal ini disampaikan Jokowi dalam temu wicara dengan petani saat peringatan HPS ke-36 di Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/10).

"Tiga hal ini: Pangan, Air dan Energi, akan menjadi rebutan negara-negara di dunia,maka harus disiapkan. Negara kita adalah besar, namun tahun lalu masih import beras, kedelai,jagung, buah-buahan dan gula. Tapi, setelah melihat potensi pertanian yang dipamerkan dalam Gelar Teknologi Hari Pangan Sedunia kali ini, saya yakin masalah pangan dalam negeri akan selesai," papar Jokowi.

Jokowi memastikan sampai akhir Desember tahun ini, tidak impor beras. Impor jagung juga sudah turun 60%. Dia yakin Indonesiatidak lagi impor jagung pada tahun 2018. Kalau tahun lalu masih ada petani jagung yang mengeluh harganya jatuh Rp.1.500/kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp.3.100/kilogram," kata dia.

dalam kesempatan tersebut, Jokowi berdialog dengan beberapa petani. Surono Danu, petani asal Lampung, meyakinkan Jokowi petani bisa mewujudkan swasembada pangan seperti target pemerintah. "Kami mengembangkan padi MSP, Produktivitasnya bisa mencapai 14 T per hektoare. Namun produktivitas ini bisa dicapai selama ada perbaikan unsur hara dalam tanah," kata Surono.

Selama ini penggunaan pestisida dan herbisida merusak kwalitas tanah."Lantas bagaimana cara memperbaiki hara tanah?" tanya Jokowi. Surono menjelaskan: jika menyiangi rumput, maka rumput jangan dibuang, tapi dimasukkan dalam tanah untuk menjadi pupuk untuk memperbaiki harah tanah. Jokowi mengapresiasi kerja petani asal Lampung karena bisa memproduksi padi sampai 14 Ton per hekto are, jauh diatas rata-rata produktivitas padi 5 ton hingga 6 ton per hekto are.

Data Produksi Gabah Kering Giling menurut BPS.

No Tahun Produksi
1. 2010 66,47 Juta Ton
2. 2011 65,76 Juta Ton
3. 2012 69,06 Juta Ton
4 2013 71,28 juta Ton
5 2014 70,25 Juta Ton
6 2015 75,55 Juta ton

Sumber: solopos

 

Evaluasi Kinerja Penyelia Mitra Tani dan Exit Strategi PMT

Minahasa Utara, 11 Oktober 2016---Program PUAP adalah bagian dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) yang dikelola oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Program ini digulirkan sejak tahun 2008, untuk mengatasi permasalahan petani dari segi permodalan usahatani. PMT bekerja dalam wilayah kerja satu Kabupaten/Kota dan langsung di bawah koordinasi Tim Teknis PUAP Kabupaten dan Provinsi. BPTP Sulawesi Utara, adalah koordinator bagi 15 Kabupaten dan kota di sulawesi Utara dengan 27 orang PMT.

Dari evaluasi kegiatan PMT yang dilaksanakan BPTP Sulawesi Utara, di Kekewang Minahasa Utara, menurut koordinator provinsi Ir. Rita Novarianto, MS. bahwa pertemuan evaluasi ini mengevaluasi kegiatan para PMT, serta membahas strategi PMT kedepan pasca kontrak kerja tidak lagi dilanjutkan.

Kesempatan evaluasi, diisi dengan materi motivasi-motivasi bagi PMT pasca penghentian kontrak kerja. Novarianto dalam membuka kegiatan, mengevaluasi para PMT, dengan diskusi terkait identivikasi daerah yang bersedia mengalokasikan dana pendampingan untuk PMT. Serta PMT yang telah berkomunikasi dengan daerah untuk kesediaan alokasi dana daerah untuk kegiatan pendampingan.

Selanjutnya, Novarianto mengingatkan para PMT untuk tetap melaporkan kegiatan PMT di masing-masing daerah pendampingan diikuti dengan kelengkapan berkas laporan.

Dalam memotivasi PMT, Novarianto berharap agar PMT tetap berkarya secara mandiri sesuai dengan kompetensinya, dan tetap menjalin hubungan antar PMT serta pihak koordinator.

Ketika Arnold C.Turang, SP., Penyuluh BPTP memberikan materi terkait motivasi untuk PMT pasca kontrak kerja tidak dilanjutkan, ditangkap dengan sikap menantang PMT untuk mengembangkan kompetansi personalnya.

Kompetensi PMT sebagai fasilitator para Gapoktan, serta bekal-bekal pengalaman selama menjalin kontrak sebagai PMT, menjadi modal besar dalam membangun kemandirian personal dalam membangun entitas personal PMT sebagai penggerak pertanian di masyarakat pasca kontrak kerja tidak dilanjutkan lagi.

Turang, menantang PMT untuk merubah sikap sebagai fasilitator, mejadi pelaku utama. Hal ini sangat beralasan dengan keterampilan para PMT. Memulai dengan kegiatan skala keluarga sampai membentuk P4S di daerah masing-masing. Dengan tag line “mencari uang, bukan mencari kerja”. Karena “pekerjaan” PMT telah ada, tinggal diolah menjadi “uang”.

Pertemuan di lokasi objek wisata Kekewang,menebar motivasi dan semangat baru bagi peserta pertemuan. Betapa tidak, dari suasana tempat pertemuan di ruang kereta, membuat semangat PMT terstimulus dengan tantangan untuk melakoni sebagai Pelaku Utama, dengan menjadi penggerak pertanian keluarga menuju pada Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S).

Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi objek wisata Kekewang, dan diikuti oleh 27 PMT perwakilan dari 15 kabupaten kota se Sulut, ditutup dengan refresing bersama di kebun binatang mini, kekewang. (*Artur)

Tagrimart Terimplementasi di SMART

Tondano,Oktober 2016---Agroinovasi bersahabat dengan lingkungan sekolah, adalah sarana teknologi untuk memberdayakan lingkungan sekitar dengan keragaman inovasi teknologi budidaya tanaman, memanfaatkan limbah sebagai media utama.

Lingkungan sekolah sebagai kontributor utama dalam penunjang pembelajaran, penting disikapi agar memberikan efek positif dalam kegiatan belajar mengajar. Sumberdaya alam sekitar dan Sumberdaya Siswa, sebagai tujuan untuk digerakkan menjadi potensi utama.

Siswa sebagai generasi penerus bangsa dan gereja, harus paham pentingnya bersahabat dengan lingkungan sekitar, sebagai karya Tuhan yang harus dikelolah untuk menjadi rahmat bagi sekitarnya.

Agroinovasi bersahabat dengan lingkungan, diintroduksi dari Taman Agroinovasi Mart (Tagrimart) yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan).

Tagrimart yang merepresentasikan kegiatan-kegiatan kajian para pengkaji di setiap Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di 32 provinsi di Indonesia, diharapkan menjadi sarana diseminasi ke pengguna teknologi spesifik lokalita, termasuk sekolah-sekolah yang tertarik dengan kegiatan ini.

Sekolah Menegah Atas Santa Rosa de Lima Tondano (SMART), adalah salah satu sekolah yang telah menagkap maksud tersebut diatas. Melalui diskusi intensif dengan tim kerja Tagrimart, kepala sekolah SMART, tertarik dan bersedia menerapkannya serta meminta pendampingan pengembangan taman di lingkungan SMART.

Tim kerja segera melakukan identivikasi lokasi pada bulan Agustus dan mempresentasekan program awal yang akan dilakukan. Selanjutnya KSPP BPTP Sulut melakukan peninjauan langsung di lokasi SMART dan menyambut baik respons pihak SMART, untuk menerapkan program Tagrimart  dan tim kerja akan melakukan pendampingan sesuai jadwal setiap sabtu di SMART.

Kegiatan awal dengan membuat design lokasi dengan tanaman yang telah ada, selanjutnya melakukan perbaikan sesuai dengan rencana. Dalam kegiatanini, setiap kegiatan diawali dengan pembelajaran pada siswa terkait dengan kegiatan, dan siswa membuatnya.

Kegiatan siswa diawali dengan identivikasi keragaan tanaman yang ada di lingkungan sekolah, selanjutnya kegiatan pembelajaran faktor-faktor pendukung tumbuh tanaman, menanam, merawat dan mengolah, akan diajarkan pada siswa. Siswa akan diajar untuk mengelolah lingkungan tanpa limbah dan ditugaskan untuk melakukan di rumah serta melaporkan aktivitasnya.(*art).

Panen Bawang: Lokasi Diseminasi Inovasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bawang Merah di Sulut

Desa Pinabetengan Selatan, 17 September 2016---Panen bawang merah telah dilakukan di desa Pinabetengan Selatan,  dalam rangkaian kegiatan Kemitraan Badan Litbang Pertanian yaitu kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bawang Merah, yang merupakan kegiatan kerjasama BPTP Sulawesi Utara, Balai Penelitian Tanaman Sayuran dan PT Gunung Mas Agro Lestari

Panen dilakukan bersama Stakeholder BP4K Kab. Minahasa,BPSB Minahasa, Dinas Pertanian Kab Minahasa, Pemerintah Kecamatan Tompaso Barat, para petani dan penyuluh dari kecamatan Tompaso dan Langowan, serta PT Gmal. 

Pemanenan dilakukan terhadap 5 varietas bawang merah yang ditanam di lokasi demplot  yaitu varietas Maja Cipanas, varietas Sembrani, varietas Bima Brebes, varietas Trisula dan varietas lokal Lansuna.

Dalam acara ini juga diperagakan teknologi penyimpanan bawang merah dalam rak-rak bersusun.

Para peserta yang hadir pada acara panen ini sangat antusias dan tertarik dengan penampilan hasil panen bawang merah terutama varietas sembrani dan berminat untuk mengembangkannya.

Peserta juga tertarik untuk mengembangkan varietas lainnya, terutama Bima Brebes namun harus memperhatikan kondisi iklim dan cuaca.(*ML)

Sumber: Meivi Lintang.