JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Ternyata: La’zuna Manis, Kalau di Goreng !

Desa Tonsewer,17/10/2017---Lan’suna (Bawang Merah, Allium cepa var. aggregatum L.; La'zuna=Tomohon) adalah salah satu varietas bawang merah yang spesifik lokalita di Minahasa. Bawang Merah ini menjadi andalan petani untuk ditanam di Minahasa khususnya di Tompaso.

Lan’suna, telah memiliki tanda daftar varietas tanaman hortikultura dari Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan nomor: 044/Kpts/SR.120/D.2.7/5/2016. Sesuai dengan deskripsinya memiliki keunggulan potensi hasil sekitar 7,45-14,12 ton/ha.

Melalui BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, Kementerian Pertanian mengembangkan benih lokal Bawang Merah Lan’suna untuk berkontribusi meningkatkan produksi bawang Nasional, khususnya di Sulawesi Utara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terdiseminasikan paket teknologi produksi benih bawang merah lokal. Demikian juga akan melakukan pendampingan pada para petani penangkar benih bawang merah dalam teknik produksi dan perbanyak benih.

Setelah kita goreng, eh ternyata itu le’be manis. Kita ada orang jaga kase bawang goreng, mar nda manis”, (setelah saya goreng, ternyata bawang Lan’zuna, manis . Ada yang berikan saya bawang, tapi tidak semanis Lan’suna) kata Olly Dondokambey,SE. Gubernur Sulawesi Utara saat memberikan sambutan pada panen Bawang Merah varietas Lansuna di Tompaso Selatan kabupaten Minahasa(17/10/17).

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, Dr. Ir. Hiasinta F.J.Motulo,MSi. saat memberikan laporannya menjelaskan: Keunggulan dari varietas lokal yang telah mendapatkan rekomendasi sebagai varietas unggul nasional adalah. dapat ditanam kapan saja atau diluar musim (off season) hasilnya seperti yang kita lihat imbuhnya. 

Lanjut Hiasinta, menanam bawang Lan’suna, dengan menerapkan teknologi yang telah kita contohkan pada petani, dan menggunakan perangkap hama seperti lapu perangkap, dapat menekan serangan hama sampai 30 persen. Panen petani di lokasi pelaksanaan pendampingan BPTP Balitbangtan Sulut, sebesar 20-24 ton per hektare (ha) dibandingkan dengan cara petani yang biasanya memperoleh hasil hanya 6 ton per ha.

Memang menurut petani, pernah sekali petani panen bawang dapat 12 ton per ha. Jadi bila petani menerapkan dengan tepat teknologi budidaya bawang merah (Lan'suna) serta pendampingan dari petugas pertanian pasti hasil panen bertambah dan akan berdampak pada penerimaan petani meningkat.

Panen Lan’suna yang diikuti oleh para petani sekitar lokasi pelaksanaan, KTNA, Lurah dan Camat Penyuluh, Bupati Minahasa, Kadis Pertanian Minahasa Kadis Pertanian Provinsi (*art).

Ikuti Juga di :

  1. Foto Rangkaian Kegiatan Panen
  2. Berita lain: kuti di Manado Post
  3. Berita on line Redaksi Manado
  4. Ikuti Juga di Apa nama umum Bawang Merah

 

 

Inpari-24 (Beras Merah) Hadir Di Sulawesi Utara

Minut,26 Sept 2017---Kerja-Kerja dan Tuntas, gema yang selalu diwujudkan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,SE. Beliau selalu berusaha untuk meneladankan usaha-usaha untuk ketahanan pangan sehat dan bermanfaat bagi masyarakat, sebagai cikal menuju "kedaulatan" pangan.

Pada lahan pertaniannya beliau mencontohkan cara bertani yang sehat, dengan menekan penggunaan muatan luar seperti pupuk-pupuk buatan, tapi memanfaatkan input lokal sebagai bahan pendukung tumbuh tanaman di hamparan sawah dan ladang miliknya. Usaha tani beliau membuahkan hasil dan dapat dilakukan panen, yang kebetulan dihadiri oleh parapejabat di Sulawesi Utara.

Menurut kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. HiasintaF.J. Motulo, MSi, yang juga turut serta dalam kegiatan ini "Kegiatan Panen padi Inpari 24 beras merah tanpa pupuk buatan, atau memulai cara bertanam padi sehat di lokasi kediaman Bapak Gubernur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Prov Sulut, Dirut Bank Sulut'go beserta Direksi, Bapak Sekprov Sulut,  Dinas Pertanian Sulut, BPTPH, Anggota Dewan Prov Sulut,  BPTP Sulut, petani, media massa.

Panen dilakukan dgn mini combine harvester dgn hasil ubinan oleh BPTP Sulut sebesar 4,5 ton/ha. ini termasuk produksi cukup bagus karena proses produksi hanya mengandalkan input lokal, kata Hiasinta.(*art)

sumber: Dr. Ir. HiasintaF.J. Motulo, MSi

Ikuti Informasi Terkait :

  1. Rekomendasi Budidaya Padi Spesifik Lokasi di Sulut ⇒ pdf cover buku padi ⇒ jpg
  2. Liflet Budidaya Padi Sawah Tadah Hujan ⇒ jpg
  3. Hama-hama Pengganggu Padi ⇒ jpg

VUB Padi Sawah Inpari-30 Hadir di Kota Tomohon

Woloan, 25 September 2017---Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, hadiri dan melakukan panen padi Inpari-30 di persawahan Wana'imbawa Woloan III kecamatan Tomohon Barat.

Wawali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, dalam sambutan mengapresiasi kegiatan-kegiatan Balitbangtan di kota Tomohon. Selain untuk varian tanaman bunga-bungaan seperti krisan dan lain-lain yang telah dihadirkan di kota Tomohon, juga saat ini kita akan melakukan panen padi Inpari-30, yang juga adalah padi masih baru dan dari kenampakan dan produksi sangat baik di kota Tomohon.

Sompotan atas nama Pemerintah Kota Tomohon mengajak para petani, agar mendukung dan mengikuti inovasi teknologi sesuai dengan anjuran. Dimana dengan adanya penggiliran penggunaan varietas padi, selain untuk meningkatkan produksi, juga dapat mencegah seragan hama dan penyakit tanaman.

Saya juga baru mengetahui setelah di jelaskan tadi, ternyata bunga-bunga yang ada dipematang ini, untuk perangkap hama, agar tidak menyerang tanaman padi, imbuh Sherly. Untuk itu, saya harapkan pada petani untuk senantiasa menjalin kerjasama dengan petugas dan pemerintah kota dan provinsi, TNI-AD, serta stakeholders pertanian lainnya, guna suksesnya pelaksanaan program dan kegiatan sektor pertanian di kota Tomohon, tutupnya.

Kepala BPTP Balitbangtan Dr.Ir.Hiasinta F.J.Motulo, MSi. dalam sambutan sambil memperkenalkan BPTP Balitbangtan sebagai UPT Badan Litbang Pertanian di daerah membantu daerah dalam menyediakan teknologi inovasi bagi petani di daerah, termasuk kegiatan Katam Terpadu mendukung Pola tanam tanaman padi.

Kehadiran teknologi inovasi padi sawah dan benih unggul baru padi sawah Inpari-30, diharapkan dapat dikembangkan di daerah ini. Agar kota Tomohon, dengan potensi terluas lahan sawah di kecamatan Tomohon Barat, sekitar 600 ha dapat berkontribusi pada kebutuhan beras kota Tomohon. Benih Unggul Baru ini, agar tidak semua dijadikan beras, tapi dijadikan benih untuk keberlanjutan usahatani padi sawah di kota Tomohon.

Panen padi kegiatan Kalender Tanam Terpadu (Katam) mendukung Pola Tanam Tanaman Pangan dengan varietas unggul baru (VUB) padi sawah Inpari-30 dirangkai dengan temu lapang, dari hasil perhitungan ubinan dari statistik lebih dari 7-8 ton per hektar dengan ubinan 2,5 m x 2,5 m. Demikian dengan ubinan Balitbangtan 10 m x 10 m, hasil 7,8 ton gabah kering panen.

Kegiatan panen padi dihadiri oleh: Wawali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, Komandan Kodim Minahasa Letkol Inf Jubert Nixon Purnama S,Th. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon Ir. Vonny Pontoh. Camat Tomohon Barat, Kepala BP3K Tomohon Barat, Perwakilan BPSB, BPTPH, Para Penyuluh dan Kelompok Tani di Tomohon Barat,Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dan pendampinglapangan (*art)

sumber: Arnold C. Turang

Panen Inpari-39 Situbagendit dan Inpari-30 di Inobonto

Inovasi teknologi adalah suatu cara untuk melakukan lompatan secara kuadratik untuk pembangunan suatu bangsa. Dengan keterbatasan sumberdaya manusia, lahan yang tidak bertambah dan iklim selalu berubah, maka Inovasi Teknologi adalah solusi penting. Genderang perang melawan kemalasan dan

Pencanangan dan Singkronisasi Birahi di Sulawesi Utara

 Sekitar 300 petani peternak Sapi dari Gihang dan Pontak hadiri kegiatan Pencanangan Singkronisasi Birahi dalam Rangka mensukseskan progran Upaya Khusus (UPSUS) Sapi induk Wajib Bunting (SIWAB) di Sulawesi Utara, yang dilaksanakan di Bolaang Mongondow Utara. Kegiatan ini dibuka oleh

Subcategories

Subcategories