JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

BPTP Kerjasama dengan Dinas Pertanian dalam Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian melalui Temu Teknis Inovasi Pertanian Di Kabupaten Minahasa

Minahasa, 26 November 2018---BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara bersama Dinas Pertanian kabupaten Minahasa melaksanakan kegiatan bersama Teknologi Perbenihan Jagung Nasa 29, untuk peningkatan kapasitas penyuluh pertanian.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa, tepatnya di desa Totolan Kecamatan Kakas dan di Kelurahan Kembuan kecamatan Tondano Utara, sebagai tindak lanjut dari Permentan No 19 Permentan/OT.020/5/2017, dimana BPTP mendapat tambahan fungsi berupa pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil penelitian/ pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi.

Inti dari tambahan tugas ini seperti yang disampaikan oleh Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., adalah menyampaikan inovasi atau paket teknologi hasil penelitian dan pengkajian Balitbangtan menjadi materi penyuluhan dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

Kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk percepatan tranfer dan proses adopsi teknologi Balitbangtan. Mendekatkan sumber inovasi kepada penyuluh dan petani, sehingga senjang inovasi hasil penelitian dan pengkajian dapat dikurangi.

Lanjut Yusuf; bagi penyuluh pertanian daerah/ lapangan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan “amunisi” baru bagi penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya serta meningkatkan wawasan untuk mengembangkan inovasi metode komunikasi dan diseminasi.

Masih menurut ketua Paguyupan Kepala BPTP se Indonesi, kegiatan ini menjadi wahana penjaringan umpan balik untuk penyempurnaan teknologi, sehingga terwujud inovasi teknologi secara berkesinambungan dan identifikasi kebutuhan teknologi spesifik lokasi. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap terwujudnya research-extension-farmers-linkage (REEL) yang lebih baik.

 Inovasi yang akan menjadi materi penyuluhan, merupakan teknologi matang yang sudah siap diterapkan dan dapat diperoleh dengan relatif mudah oleh masyarakat. Dengan demikian tingkat kematangan dan ketersediaan logistik inovasi harus menjadi perhatian. Selain itu, inovasi yang dijadikan materi diseminasi adalah inovasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti yang dilaksanakan ini, tutup beliau dalam sambutannya.

Sementara Kadis Pertanian kabupaten Minahasa, Ir. Frans Suhban Torar, menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi BPTP Bekerjasama dengan dinas dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian di kabupaten Minahasa. Apalagi yang menjadi titik ungkit pertemuan adalah inovasi teknologi Perbenihan Jagung Hibrida Nasa 29.

“Saya atas nama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, karena langsung dilaksanakan oleh penyuluh pertanian dilapangan dengan pendampingan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara”. Torar, mengajak BPTP untuk keberlanjutan kegiatan pertanian di Minahasa, akan menindak lanjuti dengan MoU. Dimana BPTP akan mendampingi teknologi kegiatan-kegiatan pertanian di Minahasa.

Pertemuan yang dilanjutkan dengan pemaparan materi Pengenalan dan Pengendalian Hama Penyakit Jagung oleh Dr.Ir.Freddy Lala,SP.MSc. dan Panen dan Pasca Panen Jagung Hibrida Nasa 29 oleh Supratman Siri,STP. Dan kunjungan lapangan dan diskusi.

Kegiatan temu teknis yang dihadiri oleh perwakilan Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluha Pertanian (BPP) di Kabupaten Minahasa sebanyak 46 orang dan Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Utara 8 orang.(*Art)

Sumber: Arnold C.Turang (Art)

Ikuti info terkait:

Deras Hilirkan Teknologi Inovasi: BPTP Balitbangtan Sulut Panen Benih Kedelai Unggul Tahan Naungan Di Antara Pohon Kelapa

Dimembe, Minahasa Utara, 22 November 2018.---Acara panen bersama tanaman kedelai merupakan rangkaian puncak dari kegiatan "Kajian Teknologi Budidaya Kedelai Integrasi dengan Tanaman Kelapa" yang dilaksanakan sekitar tiga bulan yang lalu.

Tujuan kegiatan ini selain untuk menghasilkan Benih Dasar Kedelai unggul bersertifikat, juga dalam rangka mempercepat proses alih teknologi pertanian (hilirisasi teknologi), dimana ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa lahan kosong di antara pohon kelapa yang selama ini hanya dibiarkan begitu saja (tidur), ternyata dapat dimanfaatkan guna memberikan tambahan pendapatan usahatani.

Acara yang dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP, dihadiri oleh Kabid Penyuluhan Distanakbun Minahasa Utara Ir. Bonie Kanter, M.Si, Kepala Sub Bidang Keamanan Hayati Hewani Barantan drh. Duma Sari Harianja, M.Si. (Tim PJ. UPSUS PAJALE Wilayah Minahasa Utara, Bitung dan Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud), BPSB TPH Minahasa Utara, Peneliti dan Penyuluh pertanian serta petani. 

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut dalam sambutannya menyampaikan bahwa; mandat BPTP adalah menyiapkan paket teknologi spesifiksi lokasi dalam rangka pelayanan hasil-hasil penelitian kepada petani. Untuk itu BPTP Balitbangtan Sulut secara kontinu, melakukan litkaji dalam menghasilkan inovasi teknologi unggul spesifik lokasi dan  mendiseminasikannya dalam "satu tarikan nafas" sebagaimana demplot kedelai yang akan dipanen sekarang.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, untuk mewujudkan desa mandiri benih di wilayah Minahasa Utara, beliau mengajak dan memotivasi Pemda Kabupaten Minahasa Utara serta petani pengusaha tani serta media kita bersama padu dalam mengusahakan lahan di antara pohon kelapa dengan menanam kedelai.

Masih menurut beliau, bahwa untuk mengatasi masalah pemasaran dan harga kedelai yang sukar dan kurang menguntungkan, sebagaimana yang disampaikan beberapa petani tadi, maka Pemda kabupaten Minahasa Utara harus meregulasi kebijakan dalam memperkuat kelembagaan petani dan menfasilitasi ataupun mencari link dan akses pemasarannya. BPTP Balitbangtan Sulut siap mendukung sepenuhnya dari aspek pendampingan teknologi, termasuk penyediaan benih unggul bersertifikat.

Varietas-varietas kedelai yang dikaji adalah: Dena 1(varietas yang toleran naungan sampai 50%) dan Anjasmoro. ditanam di lahan seluas kurang lebih 4 hektar. Hasil ubinan untuk varietas Dena 1 menunjukkan hasil yang cukup baik yaitu sekitar 2.85 t/ha. Bandingkan dengan rataan produksi di tingkat petani di Provinsi Sulawesi Utara yang hanya 0,8 t/ha. Hasil ubinan ini masih lebih tinggi dari produksi nasional yaitu 2,5 t/ha. Sedangkan untuk varietas Anjasmoro akan dipanen dua minggu lagi.(*Artur).

Sumber: Victor D.Tutut

PT.MSM Bangun Kerjasama Dengan BPTP Balitbangtan Sulut Berdayakan Petani Sekitar Tambang di Minut

Ruang Rapat Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, 21 November 2018---Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep dimana organisasi, khususnya perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, termasuk masyarakat yang berada di sekitar lokasi dimana perusahaan itu ada. Untuk melaksanakan dan memastikan tujuan CSR tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat maka dilakukanlah pertemuan antara kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP, dan staf, kepala Balit Serealia Maros Dr. Muhammad Azrai, SP, MP dan staf serta Yustinus H. Setiawan dan Johannes Untung dari pihak perusahaan yaitu PT. Meares Soputan Mining (MSM).

MSM adalah perusahaan Tambang Emas yang berkedudukan di Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Mereka sangat tertarik untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang umumnya adalah petani kelapa, yang sekarang sedang terpuruk harganya. Saat ini Disampaikan juga bahwa banyaknya lahan yang tersedia di antara pohon kelapa, sehingga perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk menunjang produktivitas lahan dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Kondisi tersebut pun merupakan keprihatinan pemerintah, termasuk BPTP Balitbangtan Sulut dan Balit Serealia Maros.

Saat ini oleh PT. MSM tengah bekerjasama dengan 20 Kelompok Tani dan memiliki 98 hektar lahan yang dapat dimanfaatkan, dan salah satu yang potensial untuk dikembangkan adalah jagung. Untuk memenuhi kebutuhan benih jagung di Provibsi Sulut, Goruntalo dan Sulteng secara tepat waktu dan kualitas sehingga diharapkan mampu mendongkrak eksport jagung ke negara tetangga seperti Philipina dan Malaysia.

Bagi BPTP Balitbangtan Sulut dan Balit Serealia Maros, ini merupakan peluang kerjasama yang sangat baik dan menjanjikan dalam memajukan pertanian, khususnya untuk pengembangan perbenihan dan ekspor jagung. Untuk itu baik Kepala BPTP Balitbangtan Sulut maupun Kepala Balit Serealia Maros menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang diharapkan. BPTP Balitbangtan Sulut akan mendukung dari segi pendampingan teknologi, Balit Serealia Maros dari segi penyediaan benih dan pihak MSM sebagai penyedia dananya, dan petani sebagai pelaksananya yang selanjutnya secara rinci akan diatur dalam perjanjian kerjasama.(*Artur)

Sumber: Victor D.T.

Ikuti di FB BPTP Balitbangtan Sulut

Pentingnya Peran Komoditas Unggulan Daerah Mendukung Pencapaian Target Produksi Nasional

Hotel Best Western,19 November 2018---Hari ini, Pertemuan Ilmiah Peran komoditas unggulan daerah mendukung pencapaian target produksi pangan nasional, secara simbolis dibuka oleh Kepala BBP2TP, yang diwakili oleh kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.

Kepala BPTP Balitbangtan  Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., dalam sambutan mengajak agar kehadiran kita peneliti dan penyuluh perguruan tinggi dan pengusaha di tingkat petani, akan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan usahatani.

Kehadiran secara terintegrasi dan terpadu akan memberikan solusi bagi pelaku utama dan pelaku bisnis bidang pertanian dalam menggerakkan produksi pertanian di tingkat petani sebagai produsen pertanian.

Karena ada kecenderungan penerapan teknologi oleh petani masih parsial, dan belum penuh menerapkan teknologi itu, sehingga berdapak pada hasil usahatani yang tidak maksimal. Hal ini menjadi faktor penghambat pendapatan petani dalam berusahatani.

Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan 3 (tiga) materi pemakalah Utama. Masing-masing: Hilirisasi Inovasi Teknologi Mendukung Peningkatan Produksi Komoditas Nasional oleh Kepala Balai Besar dan Pengembangan Teknologi Pertanian;

Kebijakan Sistim Inovasi Daerah dalam rangka peningkatan kapasitas Pemda,Daya saing daerah dan pelaksanaan masterplan perencanaan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia, oleh Kepala Balitbangda Sulut dr.Jemmy Lampus,M.Kes. Dan kebijakan Pascapanen Tanaman Pangan (Pajale) oleh Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Prof.Dr.Robert Molenaar,MSc..

Pertemuan yang diikuti oleh sekitar 130 orang terdiri dari para peneliti dan penyuluh lingkup Balitbangtan Balit Palma serta penyuluh pertanian di Sulawesi Utara. Makalah yang dipresentasekan sebanyak 92 judul terdiri dari 45 makalah oral dan 47 makalah poster (*Artur)

Makanan Komplet Ala Petani Hasil Inovasi BPTP Balitbangtan Sulut Terbukti Dapat Meningkatkan Pertambahan Berat Badan Sapi Lebih Dari Satu Kilogram Per Ekor Per Hari

Tomohon,18 November 2018---Disela-sela acara Konverensi Nasional Kelapa dan International Coconut Conference ke-IX di Manado, para peserta memanfaatkan waktu untuk melihat dari dekat destinasi wisata Sulawesi Utara, termasuk kegiatan Pemeliharaan Sapi Sistim Tower di Minahasa Selatan (Minsel).

Menurut Ir.Paulus Paat,MP.,kunjungan Kepala BPTP Balitbangtan Riau Dr.Nana Sutrisna di pendampingan kawasan sapi desa Poopo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minsel (17/11/2018), menjadi momen menarik oleh kelompok Batukurung, betapa tidak, Suryanto tidak menduga akan kehadiran sosok kepala BPTP dari Riau.

Kata Paul, beliau mewawancarai ketua kelompok tani Batukurung bapak Suryanto tentang inovasi kandang tower jerami dan pakan komplit penggemukan. Beliau juga sempat mengevaluasi kinerja Inovasi tersebut degan menimbang seekor sapi membandingkan dengan data 18 hari sebelumnya.

Ternyata dengan pakan komplet inovasi diterapkan petani dengan bimbingan peneliti, sapi mengalami kenaikan 19 kg. Artinya tambahannya lebih besar 1 kg per ekor per hari.

Beliau mengaku sangat puas di hadapan petani dengan kinerja mereka karena ternyata sangat menguntungkan, juga pupuk kandang laku dijual, tidak ada lagi limbah, komentarnya saat itu, ujar Paul.(#Artur)

Sumber: Paulus C. Paat

Subcategories

Subcategories