JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Teknologi Olahan Hasil BPTP Balitbangtan Sulut Dihilirkan Melalui Kegiatan Pegabdian Masyarakat Mahasiswa Politeknik Negeri Manado

Kaima, 30 November 2018---Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kaima Kec. Kauditan Kab. Minahasa Utara tanggal 30 Nopember 2018 terbilang sukses. Kegiatan ini diprakarsai oleh Politeknik Negeri Manado yang berkolaborasi dengan BPTP Sulut sebagai narasumber

Demo produk pengolahan Instan Jahe, Es Krim Pokcai  (SMOTI), Abon Cabe, dan Sirup Pala, menjadi titik ungkit pertemuan. Bahkan menurut Ir.Gabriel H.Joseph selaku ketua Kelompok Pengkaji (Kelji) di BPTP Sulut, akan ditindak lanjuti dengan kegiatan bersama dalam bentuk MoU. Hal ini menjadi penting dan strategis bagi masyarakat Kaima, karena daerah sasaran telah dicanangkan gubernur sebagai desa kunjungan wisata, imbuh Joseph.

Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang yang terdiri dari kelompok wanita tani, Ibu-ibu PKK, calon wirausahawan, perangkat desa, mahasiswa, serta koordinator BPP Kauditan yang dibuka oleh Kepala Desa Kema Pak. Pangemanan. Dan beliau sangat berterima kasih atas terpilihnya desa kami untuk melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi ini dan bukan hanya memberi nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga dapat dijadikan peluang usaha baru dalam mengelolah beberapa produk lokal unggulan untuk dijual kepada turis yang akan berkunjung ke desa Kaima.

Peserta sangat antusias bahkan mereka tidak menyisakan hasil demo untuk dapat dicicipi hasil kerja mereka. Pimpinan Politeknik Negeri Manado yang diwakili oleh Ketua Jurusan Admiistrasi Bisnis Dr.Frefendy Rasyid, MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Sulut dan mengharapkan kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan diitingkatkan dalam bentuk MOU.

Dalam kegiatan ini, Joseph dari BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menyerahkan benih komoditas sayuran untuk masyarakat. Lanjut Josep, produk benih ini dihasilkan spesifik lokasi di Sulawesi Utara. Karena dihasilkan di Kebun Bibit Induk (KBI) KP-Pandu. Beliau juga menginformasikan bahwa selain benih sayuran BPTP juga ada bibit Padi Inpari 24, 31 dan kedelai. Benih dan bibit Cengkeh, Pala, akan disalurkan bagi masyarakat yang berminat. Silahkan mengajukan permohonan secepatnya, tutup Joseph.(*art)

Sumber :Mardiana

Panen Perdana dan Temu Lapang Padi Sawah Tadah Hujan di Bolmut

Bolmut, 30 November 2018---Kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi Pertanian untuk Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Sulawesi Utara, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sesuai dengan hasil identifikasi(CPCL) daerah sentra produksi menetapkan desa Binjeita kecamatan Bolangitang Timur kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), tepat untuk kegiatan karena rawan kekeringan.

Petani yang biasanya hanya 1-2 kali menanam setahun, dengan kegiatan ini petani dapat melaksanakan panen 3 kali dalam setahun. Dengan provitas biasa hanya 2-3 ton per ha, dapat ditingkatkan menjadi 4-5 ton per ha. Ini terjadi karena fungsi pendampingang langsung dari sumber teknologi yaitu BPTP Balitbangtan dan para penyuluh di Kecamatan Bolang Itang Timur.

Kepala Desa mengapresiasi kegiatan ini, karena selama ini petani hanya menghasilkan cukup untuk konsumsi. Dengan kegiatan ini, kami diajar dan terus diberikan petunjuk dalam mengatasi permasalahan pertanian khususnya padi. Beliau malah meminta agar BPTP Balitbangtan kalau bisa terus membantu mendampingi petani kami, ujar Maskoen Bogar ( Sangadi) desa Binjeita.

Edisi Video Terkait Padi: 1) Produksi Benih ES Inpari-31 di Minahasa 2. Simulasi Jarwo 2:1 di Minahasa 3. Pendampingan Tanam Jarwo 2:1 4. Apa Kata Direktur Perbenihan

Lain halnya dengan koordinator BPP pak. Salmon Suoth, beliau mengungkapkan, walau dengan terpaan cuaca yang kurang bersahabat (el-nino), dan motivasi petani mulai pasrah dengan alam karena kekeringan, tapi semangat tim BPTP Sulut dalam memperagakan langsung teknologi, mengembalikan motivasi petani. “Kami sebenarnya tidak menyangka bila kegiatan ini akan berakhir dengan panen”, karena ada petani sekitar hanya panen 25 persen dari luas panen, imbuhnya.

Kegiatan yang di koordinatori oleh Dr.Freddy Lala,SP.MSc.,diformulasi dengan proses budidaya dan melakukan pembinaan para petani pada setiap simpul kegiatan budidaya melalui temu lapang. Materi-materi yang diajarkan pada petani seperti: bagaimana melakukan identivikasi ketersediaan hara dengan menggunakan alat Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) oleh Arnold C.Turang,SP. Teknik budidaya padi sawah mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu oleh Ir.Rusiadi Djuri dan bagaimana melakukan identifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit secara dini serta teknik aplikasi oleh koordinator sendiri.

Lebih lanjut Lala, dukungan inovasi teknologi yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu: Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB, Sistim Tanam Jajar Legowo (Jarwo), Aplikasi Sistim Kalender Tanam Terpadu (Katam), aplikasi pemupukan silica cair dan berimbang, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan sistim pompanisasi.

Setelah melalui beragam pergumulan, dan itulah tujuan dari kegiatan ini, agar dapat menjadi solusi petani saat menghadapi anomali iklim, akhirnya petani dapat melakukan panen juga. Pada Jumat 30 November 2018, kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP, MSc. yang diwakili oleh Ir.Hartin Kasim, melakukan panen perdana padi Inpari-31 dan diikuti dengan hambur benih Inpari-24 untuk tahap masa tanam (MT) kedua.

Kegiatan diikuti oleh seluruh petugas pertanian di wilayah Bolmut Timur, Sangadi (Kepala Desa) Binjeita, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ismail, Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Bolmut, dan masyarakat sekitar melakukan panen padi sawah.(*art).

Deras Hilirkan Teknologi Budidaya Pepaya Merah Delima Melalui TVRI Stasiun Manado.

KBI Pandu, 30 November 2018---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sudah menghasilkan banyak teknologi inovasi untuk petani Indonesia, namun masih relatif kurang terpublis dan terhilirkan di tingkat masyarakat pertanian. Kebun Percobaan (KP) Pandu, sejak tahun 2011 ( saat pengembangan m-KRPL) sudah mengembangkan Kebun Bibit Induk (KBI) untuk membantu menyediakan benih dan bibit bagi petani.

Tele Visi (TVRI) Republik Indonesia stasiun Manado, melalui liputan: Petani Ba Ko’Bong (Petani Berkebun) meminta BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk menjadi nara sumber pada liputan tahun ini. Tema yang diminta dan diangkat adalah tanaman pepaya. Arnold C. Turang yang ditugaskan untuk menjadi nara sumber, menguraikan teknik budidaya perspektif agribisnis untuk tanaman pepaya merah delima, dalam liputan petani Bakobong.

Liputan ini dilakukan pada Jumat,30 Nopember 2018, oleh Cru TVRI Stasion Manado, langsung di lokasi. Turang, saat memaparkan materi yang dikemas dalam paket petani Bakobong, menguraikan peran BPTP Sulut sebagai sumber teknologi inovasi di daerah, memiliki kembun percobaan dan Kebun Bibit Induk sebagai tempat budidaya dan produksi benih karya para peneliti Balitbangtan.

KBI Pandu menghasilkan benih-benih sayur buah dan tanaman tahunan yang induknya didatangkan melalui Balai Penelitian (Balit). Benih dikembangkan dan dilakukan perbanyakan untuk hasilkan benih dan diderashilirkan pada masyarakat. Sehingga untuk kebutuhan benih masyarakat dapat dipenuhi. Entah melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) atau disiapkan untuk komersialisasi melalui Taman Agro Inovasi Mart (Tagrimart).

Tanaman yang termasuk banyak diminati dan diminta petani, baik kelompok KRPL maupun pribadi, adalah buah Pepaya Merah Delima, Cabe, Tomat dan Bayam serta Sirsak unggul. Untuk buah Pepaya, yang dikembangkan adalah pepaya merah delima. Ini karena keunggulan tanaman yang sudah dihasilkan dari karakterisasi, seleksi dan hibridisasi oleh Balitbangtan. Keunggulannya yaitu, buah tebal lebih dari 3 cm, rasa manis, warna daging buah merah orage dan produktivitas 70-90 ton per hektare dengan ukuran buah pepaya sedang.

Lebih lanjut Penyuluh BPTP Balitbangtan menjelaskan teknik budidaya tanam pepaya merah delima dari teknik penyiapan benih, bibit, cara semai, olah tanah, perawatan dan pengendalian hama sampai pada panen dan pasca panen pepaya merah delima.

Maria sebagai kepala produksi TVRI, mengapresiasi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, ternyata memiliki kebun yang dapat menyediakan benih dan bibit untuk penuhi kebutuhan petani di Sulawesi Utara. Bahkan Maria berjanji untuk bekerjasama dengan BPTP akan mengangkat tema-tema pertanian yang dikembangkan di KP-Pandu. Dan untuk tahun 2019,Maria akan mengangkat tema buah Sursak Unggul Balitbangtan, yang sudah ada di KP-Pandu. (*Art).

Sumber: Arnold C. Turang

Info terkait :

Korpri Melayani Bekerja dan Menyatukan Bangsa

Kalasey, 29 November 2018--- Seluruh Pegawai di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, hari ini tepat jam 07.30 melaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun Korpri yang ke-47 di halaman kantor.

Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo dalam sambutan yang dibacakan oleh KTU Ir.Hartin Kasim, memberikan apresiasi dan penghargaan pada keluarga besar Korpri, yang sudah dan sedang mengemban tugas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada Negara, Bangsa dan Rakyat diseluruh penjuru tanah air dan dunia.

Presiden mengajak Korpri dalam momentum Pilek dan Pilpres tahun 2019 sebagai netralitas dan profesionalisme saudara-saudara dalam menerapkan panca prasetya Korpri, ingat pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok, maupun individu,melainkan pengabdian anggota Korpri, hanyalah kepada Negara,Bangsa dan Negara.

Lebih lanjut, ketika bicara tentang pemberantasan praktek korupsi dan pungli, tentang memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima, maka sesungguhnya anggota Korpri berada digaris depan perjuangan. Agar Indonesia bisa menjadi Bangsa pemenang dalam era kompetisi global, maka rakyat membutuhkan anggota Korpri yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja. Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif yang hanya terpaku pada formalitas belaka.

Fokuskan negara pada intisari dari pelayanan publik, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Untuk itu setiap anggota Korpri haruslah menjadi aset Bangsa yang menjadi bagian dari solusi bangsa dan bukannya bagian dari masalah bangsa. Artinya teruslah melakukan Inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat dan makin baik. Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktifitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional.

Korpri akan segera bertransformasi menjadi Korps profesi pegawai aparatur sipil negara Republik Indonesia. Dalam bentuk baru itu, fungsi pemerintahan yang di emban berupa aparatur sipil negara, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota ASN, memberikan rekomendasi terhadapa pelanggaran kode etik dan standar profesi, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Lanjtu Kasim membacakan sambutan Presiden, saya harap korps profesi pegawai aparatur sipil negara republik Indonesia menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya lompatan-lompatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan pemerintahan, Korpri berperan menjaga kode etik profesi, standart pelayanan profesi dan mewujudkan jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa.

Demikian kutipan sambutan Presiden RI Ir.H. Joko Widodo, sebagai penasehat Nasional Korpri, dalam Hari Ulang Tahun ke-47 Korpri, yang dibacakan oleh Kepala BPTP Sulawesi Utara yang diwakili oleh Ir. Hartin Kasim.

Apel Korpri di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara diikuti oleh seluruh pegawai dan petugas lapangan, baik di BPTP Sulut dan kebun Percobaan Pandu. (*Art)

Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian T.A 2018 Provinsi Sulawesi Utara.

Qualiti Hotel Manado, 28 November 2018---BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara sebagai koordinator Optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Opsin), sesuai dengan surat tugas Kepala Badan SDM Nomor:B-8959/TU.040/1/08/2018, tentang penugasan tim monitoring dan evaluasi penataan Alsin, melaksanakan rapat koordinasi di Quality Hotel Manado.

Dr.Ir.Yusuf,MP. Dalam sambutan pembukaan mengajak tim kerja Opsin, agar mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang telah dibagikan pada petani. Alsin yang ada harus menghasilkan luas tambah tanam (LTT) sehingga akan meningkatkan produktivitas di daerah.

Bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah harus kita dorong penggunaannya serta optimalkan agar termanfaatkan oleh masyarakat. Pendekatan ini melalui usaha pelayanan jasa alsin, seperti UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan), sebagai inisiator penggerak pertanian di masyarakat.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, “jangan sampai ada lahan yang nganggur dan lahan yang tidur, dan petani tidur lelap”, padahal bantuan alat untuk membantu petani mengolah tanah banyak yang telah digelontorkan pemerintah. Hal ini harus kita cermati bersama, agar total realisasi olah lahan untuk TR2 dan TR4 lebih optimal. Karena untuk Sulawesi Utara sampai 26 November 2018 baru 7o,77 persen.

Masih menurut Yusuf, strategi untuk dapat meningkatkan pencapaian target kita, maka saya menghimbau penanggung jawab kabupaten agar dipastikan berada di di lapangan, untuk mencari lahan-lahan bera, lahan baru panen dan lahan potensi padi gogo untuk didorong cepat mengolah tanah. Terus lakukan koordinasi di tingkat kecamatan dan desa, bersama gapoktan, UPJA, Penyuluh kecamatan, BPP, Babinsa, Danramil untuk gerakkan olah tanah dan tanam.

Saya apresiasi bapak ibu yang sudah bekerja dengan baik untuk optimalkan Alsintan. Dan melalui rapat koordinasi ini, mari kita berbagi pengalaman dan saling informasi pengalaman untuk sukses OPSIN,

Sementara Ir.Titov B.Manoi,MSi. yang mewakili Kadis Pertanian Sulut, mengemukakan bahwa, bila tanpa Alsintan Sulawesi Utara untuk cetak sawah baru dalam setahun, tidak dapat capai 5% dari luas sawah yang ada, untuk penuhi target produksi. Alsin yang ada di Sulawesi Utara cukup banyak, tapi belum optimal.  

Luas sawah yang ada di Sulawesi Utara sekitar 57 ribu ha, itu cukup dengan Alsin yang ada bila dioptimalkan. Namun, karena petani memang belum trampil dalam mengoprasikan berdampak pada alat tidak optimal dan rusak.

Untuk itu kita berupaya agar petani melalui pemagangan ke perusahaan penyedia Alsin, atau kita fasilitas dengan pengoptimalan bengkel-bengkel Alsin di daerah, dan perlu dikejrasamakan dengan BPTP Balitbangtan untuk menfasilitasi pelatihan petani.

Titov mengapresiasi upaya BPTP dengan melaksanakan kegiatan koordinasi ini. Dengan kegiatan ini, akan membuka wawasan peningkatan penggunaan alsin kedepan. Dan ujungnya pada terjadinya peningkatan target pengolahan dan tanam di Sulawesi Utara, imbuhnya.Setelah dibuka kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Dr.Ir.Kemal Mahwud  Kepala Balai Batang Kaluku, Evaluasi Opsin oleh Ir.Heri Palar dan Arnold C.Turang,SP., Teknik Pelaporan Opsin Basis Media Online.

Kegiatan diikuti oleh 38 orang Operator Alsin, Kabid PSP, Kadis Pertanian dan LO Opsin dan Penyuluh dan Peneliti BPTP Sulawesi Utara yang ditugaskan untuk mendampingi di lapangan. (*Art) 

Subcategories

Subcategories