JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

Lansuna Berjaya Juga di Dataran Rendah

Setelah melalui beragan terpaan pada saudaraku “Lansuna” (Bawang Merah khas di Sulawesi Utara) ternyata, dapat juga memberikan hasil 12 Ton per ha.

Terpaan yang dialami; dia harus bertumbuh baik, dalam kondisi off season kata penelitinya. Dimana kondisi itu tidak mengenakkan bagi saudarah “Lansuna”, untuk bertumbuh dan menghasilkan baik. Karena suasana itu bagi keluarga bawang-bawangan, suatu kondisi ekstra lebih kuat dalam motivasi hidup.

Kondisi itu, mereka akan mengalami cuaca ekstrim, dan saat menjelang panen lebih buruk lagi dengan kondisi hujan. Sehingga mereka terancam dengan serangan hama dan penyakit. Teknologi Inovasi Budidaya Bawang Merah, harus ketat dilakukan oleh pengawal, agar dapat merawat dengan baik Lansuna. Bagi pengawal yang mendampingi Lansuna harus juga kerja ekstra merawat Lansuna, agar dia sehat dan memberikan hasil seperti diharapkan.

Setelah melalui beragam kondisi yang mengancamnya, akhirnya setelah menjalani 62 hari, Lansuna dapat dipanen. Memang ada beberapa saudaranya yang tidak terlalu tahan terhadap goncangan alam sekitar, akibat cuaca. Mereka ada yang mati dan tidak dapat memberikan hasil baik.

Memang, sebelum lansuna ditanam, sudah beragam cobaan dialami. Dikatakan lansuna tidak akan jadi bila ditanam di daerah dataran rendah (sekitar 200 mdpl) . Kalau dia tumbuh baik, hebat. Namun semuanya ditangkis dengan keyakinan, bila kita perlakukan dengan baik Lansuna akan berikan yang kita harapkan. Kita harus memahami saudara Lansuna, seperti kita pahami diri kita. Kita berikan kebutuhannya, agar dia hidup dan memberi hasil dengan baik.

Setelah Lansuna memberikan hasil lebih dari 20 T per ha, di daerah 650-700 mdpl, dia juga dapat memberikan hasil baik 12 T di dataran rendah tepatnya di desa Kolongan kec. Kalawat kab. Minahasa Utara.

Selamat menderaskan kemampuan saudara Lansuna, Bawang Merah khas di Sulawesi Utara dengan kelebihannya. Bila kita merawatnya dengan baik, dalam 62 hari untuk dataran rendah, pendapatan kita bisa lebih dari Rp.200san juta. (acturang)

BPTP Sulut Siapkan Bibit Cengkeh dan Pala: Mendukung Kejayaan Tanaman Rempah Indonesia

Manado, 15 Pebruari 2018---Kejayaan Tanaman Rempah Indonesia menjadi harga mati, untuk disukseskan. Dalam setiap kesempatan penderashiliran Kembalikan Kejayaan Tanaman Rempah Indonesia, terdengar berkumandang.

Derasnya upaya mengembalikan kejayaan Tanaman Rempah Indonesia (#KejayaanTanamanRempahIndonesia), telah ditindak lanjuti dengan kegiatan pendukungnya.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, telah menyiapkan 40 ribu bibit Cengkeh Unggul Lokal dari penangkar benih cengkeh. Kondisi saat ini, pertumbuhan baik dan diharapkan tahun ini sudah dapat tersalurkan pada masyarakat, sesuai dengan CPCL dari Dinas Perkebunan. Dari target 40 ribu bibit tanaman Cengkeh, dan saat ini ada ketambahan lagi untuk diperbanyak pada tahun ini.

Demikian dengan tanaman Pala. Dari target yang ditetapkan 22 ribu tanaman pala diharapkan dapat disalurkan pada tahun ini. (#acturang)

Petani Cengkeh dan Pala Sulawesi Utara Apresiasi Menteri Pertanian: Kembalikan Kejayaan Indonesia Penghasil Rempah-Rempah Dunia

Talawaan Bantik, 28 Des 2017---Petani penangkar benih perkebunan Sulawesi Utara : Minahasa Utara dan Petani Minahasa apresiasi kebijakan Kementerian Pertanian, atas kebijakan membantu petani Cengkeh, Pala dan Kelapa,untuk kembalikan kejayaan Indonesia Penghasil Rempah-rempah Dunai.

Ini terungkap setelah Dr.Ir. Hiasinta F.J.Motulo, MSi., membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) petani penangkar dan calom penangkar tanaman perkebunan. Hiasinta, tahun 2018, telah dicanangkan sebagai Tahun Perbenihan. Dimana BPTP Balitbangtan Sulut di Manado, ditugaskan untuk memproduksi benih/ bibit komoditas penghasil rempah-rempah Dunia.

Bibit Cengkeh dan Pala yang kita perbanyak di Kebun Percobaan akan kami bagikan pada petani. Untuk tanaman Cengkeh ada sekitar 40-50 ribu pohon yang disiapkan. Bibit Pala sekitar 20-25 ribu tanaman yang kita siapkan tahun 2018. Produksi ini dengan mengikuti persyaratan perbenihan, yang ditetapkan melalui Dinas Perkebunan Sulawesi Utara.

Agar program Kementan tersebut dapat berjalan lancar dan sukses di Provinsi Sulawesi Utara, kita perlu melaksanakan Bimtek Perkebunan ini. Bersama dengan Balai Pengujian dan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan (BP2SB-TP), serta petani penangkar dan calon penangkar serta petani sekitar, kita diskusi terkait Sukseskan Tahun Perbenihan 2018. Agar produksi benih/bibit yang dihasilkan benar mengikuti aturan-aturan yang telah diatur pemerintah.

Sementara itu, Camat Wori saat membawakan sambutan, mengapresiasi kegiatan ini. Eduard Tahulending,SE. Menguraikan potensi yang dimiliki daerah yang dia pimpin. Dari potensi perkebunan yang masih banyak belum tertanami karena ketersediaan benih unggul tanaman perkebunan masih kurang jelas. Sampai ajakan dan memerintah masyarakatnya untuk mengikuti dengan baik kegiatan ini,agar kejayaan tanaman rempah-rempah ini kembali berjaya. Dan yang pasti kami mohon saat pembagian tolong diprioritaskan daerah kami yang ada KP-Pandu, imbuhnya.

Tiga materi yang disampaikan dan oleh pihak BP2BS-TP, oleh pengawas benih Syenny M.M. Goniwala,SP. Yang menguraikan terkait regulasi sertifikasi, Peneliti BPTP Sulut Ir. Ibrahim E. Malia,MAgr. terkait teknik produksi bibit cengkeh serta Ir. Jeaneke Wowiling tentang Perbanyakan bibit pala dan teknik perbanyakan generatif, untuk hasilkan pohon betina pala.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 50-60 peserta, dari 25 peserta yang direncanakan tim kerja pembibitan tanaman perkebunan di BPTP Balitbangtan Sulut di Manado. Menurut data absensi peserta dan target tim kerja dimana: petani penangkar Cengkeh 10 orang direncanakan yang ada 11 orang, petani penangkar Pala, dari 10 direncanakan hadir 12 orang dan petani calon dan petani sekitar dari 4 orang direncanakan hadir 15 orang yang hadir. (#acturang).

Wujudkan Kemtan Memiliki Kinerja Tinggi...

 

Manado,16/11/2017---Guna meningkatkan capaian kinerja Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan penyempurnaan terhadap indikator kinerja Eselon I  hingga IV.

Bertempat ruang baru BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, telah dilaksanakan Penandatanganan Kontrak Kinerja Pejabat Struktural BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara Tahun 2017, diawali dengan doa dan sambutan arahan kepala BPTP.

Penandatanganan Kontrak Kinerja dilakukan oleh Kepala Balai Dr.Ir. Hiasinta F.J.Motulo, M.Si,  Kasubag Tata Usaha Ir.Hartin Kasim, dan Kasie KSPP Victor D.Tutud, SPi, M.Si. disaksikan oleh ketua-ketua kelji, program dan karyawan karyawati BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara.

Kontrak Kinerja ini merupakan komitmen para Pejabat Struktural BPTP Sulawesi Utara, untuk mewujudkan Kementerian Pertanian RI yang memiliki kinerja tinggi, transparan, serta akuntabel sebagai bagian penting dari revolusi mental instansi pemerintah.

Selain itu, Kontrak Kinerja juga merupakan representasi Pakta Integritas seluruh karyawan-karyawati di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.(#acturangsulut).

Ikuti Juga:

  1. Kontrak Kinerja

Bimbingan Teknik Perkebunan: Penagkar Benih Ujung Tombak Keberhasilan Tanaman Perkebunan Nasional

Bimbingan Teknis Perkebunan di Hotel Sahid Manado

Manado Sahid Hotel, 30 Oktober 2017---Balitbangtan melalui BBP2TP melaksanakan Bimbingan Teknis Perkebunan di 9 Daerah di Indonesia, untuk sukseskan Tahun Perbenihan 2018.

Menurut, Dr.Ir. Rubiyo, MSi. kegiatan Bimbingan Teknis Perkebunan ini di laksanakan di 9 daerah di seluruh Indonesia. Untuk di Sulawesi Utara, Kegiatan perbenihan khusus tanaman Cengkeh, Pala dan Kelapa. Peserta diikuti oleh 22 BPTP yang melaksanakan pembibitan 3 komoditas ini serta petani penangkar benih Cengkeh, Pala dan Kelapa di Sulawesi Utara.

Lebih lanjut Rubiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan fokus pada mekanisme sertifikasi benih; Sistim produksi tanaman muda (bibit), serta distribusi benih dan tanaman dengan baik terutama bagi peserta Bimbingan Teknis. Sehingga dengan kegiatan ini akan menghasilkan lebih banyak petani penagkar yang dapat persembahkan bibit baik bagi masyarakat.

Sementara kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi., saat membuka acara mewakili kepala Balitbangtan, mengapresiasi peserta yang hadir. Karena dari 22 BPTP semua mengirim wakilnya serta peserta dari Sulawesi Utara. Beliau berharap agar kegiatan ini diikuti dengan baik, mengingat Kementerian Pertanian telah menetapkan tahun 2018 adalah tahun perbenihan. Demikian dengan Pala, Cengkeh, Kelapa sebagai tanaman yang telah melambungkan nama Sulawesi Utara, sangat baik bila digalakkan lagi secara masif, untuk dikembangkan masyarakat terutama di Sulawesi Utara.

Lebih lanjut beliau menghimbau para peserta baik dari BPTP dan Petani Penangkar untuk bersama kita sukseskan kegiatan ini,karena Bimbingan Teknis ini, khusus komoditas yang menjadi andalan Sulawesi Utara. Dan Bapak Presiden juga telah mengelorakan untuk mengembalikan kejayaan komoditas rempah Indonesia, kembali berjaya di Dunia.

Materi yang disampaikan oleh para pakar dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor,Teknis Perbenihan dan Standar Mutu Benih Cengkeh dan Pala; Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor, Harmonisasi dan Sinkronisasi Bimtek Akselerasi Diseminasi Perbenihan Hortikultura dan Perkebunan, Sertifikasi Tanaman Perkebunan oleh Dinas Perkebunan Balai Pengujian, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara; Mekanisme dan Prosedur Produksi Tanaman Palma, Balitpalma;

Setelah mengikuti materi, peserta selanjutnya mengikuti praktek lapangan yang dilaksanakan di tiga lokasi masing-masing: untuk Kelapa di Balitpalma Mapanget, Pala di Kecamatan Kauditan dan Cengkeh di Rerer Kombi dan Sonder. (*artur).

Ikuti Juga:

  1. Lagu Oh Minahasa di Sini

Subcategories

Subcategories