JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Paparkan Padu Padan Kegiatan Balitbangtan Pada Rakerda Pertanian Sulut

Kalasey, 18 Pebruari 2019--- Sebagai sumber teknologi pertanian di daerah, peran strategis BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara sebagai sumber teknologi menjadi titik ungkit penting dalam pembangunan pertanian di daerah.

Sebagai mitra kerja Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara berkontribusi besar dalam inovasi teknologi spesifik lokasi mendukung program daerah, ungkap Kadis Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, Ir. Novli Wowiling,MSi., ketika melaporkan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) kepada Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Edwin H. Silagen SE,MS.

Pada rakerda ini, menurut Wowiling,menghadirkan 2 (dua) narasumber penting mitra Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara yaitu: BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara sebagai sumber teknologi pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara.

Materi penting yang diagendakan oleh panitia Rakerda, sebagai 3 (tiga) rantai penting dalam menggerakkan pertanian di Sulawesi Utara. Rantai penting itu adalah: Dinas Pertanian dan Peternakan dari sisi produksi, BPTP Balitbangtan sebagai sumber teknologi spesifik lokasi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara dari sisi harga, yang bertalian dengan peningkatan pendapatan petani.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara yang di daulat untuk memaparkan materi terkait dinamika harga produk pertanian di Sulawesi Utara. Ir.Jenny Karow,MSi. menguraikan pengaturan distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat sesuai dengan Perpres No. 71 Tahun 2015 Tentang penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Demikian dengan bahan pokok pemicu inflasi di Sulawesi Utara yaitu Bawang, Rica dan Tomat (Barito).

Ditempat yang sama, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP., memaparkan tugas dan fungsi BPTP Balitbangtan dan Kehadiran BPTP di setiap Provinsi di Seluruh Indonesia (Selindo). BPTP Balitbangtan hadir untuk menjadi solusi teknologi spesifik lokasi di daerah.

Dukungan program strategis Kementerian Pertanian meliputi: Upsus Pajale, Kawasan Pertanian ( Pangan, Perkebunan, Hortikultura dan Peternakan), SL Mandiri benih, Perbatasan, Peningkatan IP-200 Pajale di Lahan Tadah Hujan, Jarwo super 10.000 ha, Upsus Siwab, Gertam Cabe, Pengembangan Jagung 3 juta ha dan Perbenihan.

Program strategis Balitbangtan meliputi: UPBS (Pajale, Bawang Merah, Cabe), Komunikasi Penyuluhan, Taman Agro Inovasi, Pert Bioindustri, Sumber Daya Genetik (SDG), Sistim Informasi Berbasis Android (Tanam) dan Katam, Taman Saince Pertanian (TSP), Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan TSTPN.

Yusuf, menguraikan capaian hasil-hasil Penelitian dan Pengkajian Spesifik Lokasi. Seperti Inovasi Teknologi Mendukung Pengembangan Kawasan Sapi di Sulawesi Utara. Sesuai keputusan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2018, ada 3 (Tiga) Kawasan Sapi Potong di Sulawesi Utara.

BPTP Balitbangtan mendukung dengan teknologi pakan ternak, teknologi fermentasi jerami amoniasi, teknologi pakan legum, teknologi kandang type tower jerami, kandang ramah lingkungan dan teknologi biogas serta teknologi pembuatan kompos.

Diahir pemaparan, dalam waktu yang sangat mepet yang tersedia, respons dari peserta terhadap yang dipaparkan Yusuf, begitu antusias. Hal ini seperti 3 peserta yang memberikan masukan terkait penghiliran teknologi agar dibagun lagi pengalaman lama dengan mengundang dinas dan yang terkait dalam pertemuan-pertemuan di BPTP. Demikian dengan pengembangan bawang merah di daerah Kotamobagu dengan hasil yang baik dengan menerapkan teknologi BPTP saat mengikuti peningkatan kapasitas penyuluh pertanian saat itu.

Peserta yang hadir sekitar 450 orang terdiri dari kepala-kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kota, Kepala-kepala Bidang, Kepala-kepala seksi, Koordinator Jabatan Fungsional (KJF), Penyuluh Pertanian Petugas Sistim Informasi Penyuluh (Simluh), Mantri Tani se Sulawesi Utara (*Artur)

Tunjukkan Kemampuan Sebagai Generasi Calon Pemimpin di Era Milenial

Kalasey, 18 Pebruari 2019--- Apel Kesadaran yang dilaksanakan di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Satpan, Petugas lapangan, serta 4 (empat) Calon ASN yang ditempatkan di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dilaksanakan didepan kantor BPTP Sulut.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP., dalam sambutannnya terkait kehadiran CPNS baru, beliau mengajak agar : “Bangun komunikasi dengan senior dan berikanlah dedikasi dan kinerja sebagai calon pemimpin milenial kedepan”, selama menjalankan masa-masa orientasi sebagai calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.

Jadilah generasi milenial yang menginspirasi, sehingga anda-anda sebagai harapan calon pemimpin masa depan dapat diwujudkan. Generasi milenial yang inspiratif masih menurut Yusuf, mengutib beberapa media on line yang sedang trend, yaitu: produktif, mudah berbagi dan praktis. Referensi lain juga yang dapat saya kutip menguraikan bahwa generasi milenial atau generasi Y, yang tumbuh seiring dengan teknologi dan mendominasi dunia kerja. Tidak dapat dipungkiri termasuk adik-adik yang terpilih dan saat ini hadir disini, ungkap penulis buku Pemasaran dalam Kerangka Supplay Chain Managemen Jeruk Keprok Soe

Masih menurut Yusuf, bahwa salah satu media on line yang sempat saya baca, dimana salah satu toko Creative Enterpreneur Yoris, mengatakan ada 50 persen orang yang produktif di dunia kerja adalah generasi milenial, dan saya harap kamu-kamu masuk didalamnya, agar dapat menghela Balitbangtan menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang mendunia sebagai mana Visi Balitbangtan kita.

Namun dari uraian kelebihan generasi milenial, ada sedikit citra kurang baik dan harus adik-adik koreksi, yaitu: mereka juga disebut sebagai generasi yang suka berpindah-pindah kerja, atau kutu loncat, suka bosan. Namun di amini Yoris, sebagai generasi yang memiliki hati yang sensitif, beda dengan generasi non milenial. Jadi saya tegaskan, agar kamu-kamu harus jadi generasi milenial yang produktif. Jangan setelah “dimarahi” sebagai koreksi, malah mengaduh atau curhat ke media sosial. Itu harus kamu pahami dan belajar pada non milenial agak tebal telinga dan bersikap positif menanggapi koreksi tersebut.

Tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, diharapkan akan menyeimbangkan SDM dengan ritmik kerja dalam mensukseskan program nasional Kementerian Pertanian ke depan.

ASN yang ditempatkan di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara masing-masing: Angela Tesalonika Tombuku, S.Pt, MSc. lulusan Universitas Gadjah Mada dengan kepakaran Ilmu Peternakan dan sebagai calon Peneliti; Mirawanty Amin,SP.MSi. lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), calon peneliti dengan kepakaran Ilmu Tanah; Elisa Winanda,A.Md. Teknik Kimia calon teknisi perekayasa dan Darwin Taulab’Bi” A.MD.P bidang keahlian budidaya tanaman juga sebagai calon teknisi perekayasa. (*artur).

Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Sikapi Strategi Teknologi Kendalikan WBC menindak Lanjuti Surat Dirjen Tanaman Pangan

Kalasey 13 Peb 2019---Hasil pemantauan terjadi kenaikan signifikat serangan Wereng Batang Coklat (WBC) di beberapa daerah, maka Dirjen Tanaman Pangan mengeluarkan edaran ke semua daerah sentra padi untuk segera sikapi dengan menyurat ke Gubernur untuk menugaskan Dinas terkait untuk melakukan strategi pengendalian.

Terkait dengan edaran Dirjen Tanaman Pangan tersebut, kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. follow up edaran tersebut, dengan menugaskan para penyuluh pertanian (PP) di instasi yang dipimpin Yusuf, untuk segera menyiapkan teknologi pengendalian WBC.

Dalam pertemuan singkat dengan tim BPTP, beliau tegaskan, agar semua PP di wilayah kerjanya binaannya, agar pro aktive memantau wilayah kerjanya dan bantu berikan solusi bila ada permasalahan terkait WBC dan masalah lainnya di lapangan dan segara melaporkan setiap perkembangan di lapangan.

Masih menurut Yusuf, saat ini kita dalam melaksanakan pekerjaan tidak sulit lagi, karena telah di bantu dengan kemajuan teknologi informasi. Sehingga tidak ada batas waktu dan ruang lagi untuk saling menginformasikan sesuatu. Untuk itu saya minta para PP, bangun kerja sama dan komunikasi dengan teman-teman PP di daerah dan terus lakukan komunikasi. Tidak ada alasan lagi tidak ada informasi. Kita biasakan melatih diri kita, dengan gerak jari tangan dan sentuhannya saja kita bisa mengetahui dan mendapatkan informasi.

Sebagai anggota tim Gerakan Pengendalian (Gerdal) WBC dan Sekretaria Upsus Pajale Sulawesi Utara, Yusuf, menugaskan kepada PP yang berkompeten terkait hama dan penyakit, “rencanakan pembekalan internal kepada para PP di BPTP Sulut, sehingga ketika melakukan aktivitas pendampingan, pemantauan di masing-masing wilayah kerja binaan PP, dapat memberikan dan menjadi solusi”. Juga saya minta PP agar membuat materi-materi penyuluhan teknik pengendalian dan cara menekan serangan WBC dan derashilirkan pada pelaku utama dan pelaku antara di daerah binaan”.

Menurut DR.Freddy Lala,SP.MSc., salah seorang ahli hama dan penyakit tanaman, saat di kontak mengapresiasi langka proaktif kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menggerakkan PP untuk membekali diri terkait dengan gema WBC. Terkait dengan ada identifikasi berkembangya sicara signifikan WBC di beberapa daerah, itu perlu dicermati secara dini dan komperhensif. Baik dari SDM juga SDA yang harus dikelola dengan baik.

Lanjut Lala, bahwa peran PP dalam menderashilirkankan; pentingnya melakukan penanaman serentak; pentingnya petani menggunakan Vareitas Unggul Baru (VUB) padi, yang telah direkomendasikan pemerintah; penetapan waktu semai; penuntasan pengendalian generasi 1 wereng, melakukan pemantauan di pertanaman dan pentingnya saling komunikasi dengan pelaku utama dan pelaku antara; serta pentingnya keterpaduan institusi dalam pengelolaan usahatani padi. Hal-hal tersebut, menurut Lala, harus konsisten dalam penerapan di lapangan.

Karena dari pengalaman lapangan Lala, bahwa permasalahan petani dari faktor-faktor keserempakan, dan konsisten menerapkan teknologi yang dianjurkan seperti ketepatan-ketepatan aplikasi dan anjuran-anjuran yang relatif tidak konsisten penerapannya. Nanti setelah ada ledakan baru melakukan pengendalian.

Lebih fatal lagi urai Lala, tidak diawali dari identifikasi awal gejala, langsung membuat kesimpulan pengendalian. Akibatnya salah sasaran dalam pengendalian. Beliau mengilustrasikan: orang sakit kepala diberi obat sakit perut. Hal-hal ini yang perlu keterpaduan dan harus kita koreksi bersama, dalam menekan WBC tutup Lala.

Sementara koordinator PP di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, mengapresiasi dan akan merancang pertemuan internal PP, dengan agenda pemberian pembekalan langkah-langkah strategis pengendalian WBC . (*artur)

Poktan Maleosan dan Teneman Desa Leleko Kabupaten Minahasa Panen Jagung

Minahasa 16 Pebruari 2019---Kondisi cuaca saat ini sangat membantu petani Jagung yang sedang melakukan panen Jagung. Dari pemantauan Liaison officer (LO) Padi Jagung dan Kedelai, melalui tarian jari tangan di hand phon android, informasi yang melakukan panen di Kabupaten Minahasa saat ini dapat diidentifikasi.

Anita Kolondam kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Remboken kabupaten Minahasa, ketika memostingkan kegiatan panen melalui akun Whats Apps (WA) di group Penyuluh Pertanian Sulawesi Utara (13/02), segera ditindak lanjuti: dikonfirmasi balik LO BPTP Balitbangtan Sulut. Anita membenarkan kegiatan tersebut didampingi PP di wilayahnya, yaitu Jein Ngantung di desa Leleko.

Setelah di gali lebih jauh terkait lokasi yang melakukan panen di desa Leleko, ternyata tidak hanya di satu titik lokasi panen, tapi ada beberapa titik di wilayah kerjanya yang sedang melakukan panen Jagung. Lokasi yang melakukan panen di desa Leleko, masing-masing: kelompok tani Maleosan luas 2 ha dengan provitas 5 ton per ha, kelompok tani Mahawek 1,5 ha provias 6,5 ton per ha, kelompok tani Teneman 2 ha provitas 5 ton per ha. 

Menurut Anita, petani dan petugas bersyukur karena cuaca mendukung kegiatan panen. Karena sebelumnya menjadi kehawatiran petani cuaca masih anomali, sementara tidak lama lagi akan panen jagung. “Syukur pada Tuhan, saat petani melakukan panen cuaca sangat membantu, Puji Tuhan” kata Anita saat di konfirmasi. 

Menurut PP Jean Ngantung, terkait dengan teknologi yang diterapkan petani yang kami deraskan, mengacu pada teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung (PTT Jagung) jagung dengan pemupukan sesuai rekomendasi pemupukan yang telah dianjurkan petugas penyuluh pertanian di wilayah kerjanya. Juga kami tetap mengacu pada teknologi yang telah dianjurkan dan di deraskan oleh BPTP Balitbangtan sebagai sumber teknologi di daerah. Sementara benih yang digunakan adalah benih jagung hibrida, bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan 65 persen kebutuhan benih petani.

Download Buku Rekom Jagung Spesifik Lokasi

Dari pemantauan LO dari beberapa tempat di Minahasa harga jagung pipil untuk setiap kilo Rp. 2500, harga basah dan harga kering Rp.3500 dan memang ini tidak merata dan fluktuatif setiap tempat. Sementara harga penelusuran melalui bukalapa harga jagung pipil Rp.1200. (*Artur).

Sumber: LO Upsus di Minahasa (Arnold C. Turang) dan Ka BPP Kec. Remboken Anita Kolondam SP.; Jean Ngantung PPL 

Pertanian Terpadu akan Dikembangkan PT.Dua Rajawali Proenergi Kerjasama dengan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

 

Kalasey 11 Pebruari 2019--- Firman Manager Utama PT. Dua Rajawali Proenergi, bersua di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Beliau langsung menemui Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP. Dan Yusuf, langsung mengadakan rapat singkat dengan KSPP, Subag TU dan Ketua-Ketua Kelompok Pengkaji, terkait kehadiran Firman.

Memang, menurut Firman, terkait dengan kedatanganya dalam rangka rescedule kembali program yang telah kita diskusikan dengan teman-teman BPTP Balitbangtan Sulut sejak 2018. Namun karena ada perubahan pimpinan di BPTP Balitbangtan Sulut, maka agak tertunda rencana ini, dan kita rajut kembali dengan pimpinan baru di BPTP Balitbangtan Sulut.

Firman ketika menguraikan kembali maksudnya, meminta bantuan rancangan teknologi inovasi untuk Pengembangan Pertanian Terpadu di lahan perusahaannya, yang rencananya untuk tambang, namun karena ada kendala teknis, sehingga gagal untuk dilanjutkan. Terkait dengan itu, melihat potensi daerah itu, maka pihak PT. Dua Rajawali Proenergi, mengalihkan kegiatannya pada pengembangan pertanian terpadu, sesuai usulan teman-teman di BPTP dalam beberapa waktu lalu ketika kita diskusi.

“Kami harapkan agar lahan yang telah kami adakan tidak mubasir, tapi berkontribusi positif bagi masyarakat dalam pembangunan pertanian di sekitar lokasi bekas tambang kami”, kata Firman. Lanjutnya, kawasan di lokasi kami ada sekitar 250 ha, dan kami sudah bebaskan ada 50 ha. Kami rencanakan untuk pengembangan pertanian terpadu. Namun untuk ke situ, perusahaan kami tidak ahli dalam teknologi itu, untuk itu saya berharap bantuan pihak BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara untuk dapat membuat rancangan. “Kami akan siap fasilitasi” rencanakan saja, kapan teman-teman melakukan identifikasi di lokasi kami, imbuh Firman.

Yusuf, menyambut baik permintaan langsung dari Direktur Utama PT.Dua Rajawali Proenergi. “Sebagai lembaga sumber teknologi pertanian di daerah, tentunya hal semacam ini kami tangkap. Dan sambil jalan kita siapkan Perjanjian Kerjasama Sama (PKS) terkait dengan rencana identifikasi lapangan dan program untuk rencana Pengembangan Pertanian Terpadu di Lokasi eks tambang ini”.

Masih menurut Yusuf, BPTP Balitbangtan memiliki teknologi-teknologi hasil kajian spesifik lokasi, yang dapat kita rekomendasikan di lokasi lahan pihak PT. Dua Rajawali Proenergi. Nanti kita lihat hasil identifikasi, dengan alat analisis yang digunakan akan memberikan rekomendasi teknologi yang cocok untuk daerah yang diidentifikasi.

Seperti potensi yang ada seperti telah diuraikan pihak PT. Dua Rajawali Proenergi, itu jadi data-data awal dan akan kita lengkapi di lapangan ketika kita melakukan pra servei di lokasi ini. Dan kita akan gali data-data lain agar apa yang akan kita kembangkan didukung dengan data-data akurat. Dan kita harus berikan pertimbangan saat terjadi booming produksi, kita referensikan strategi penanganannya.

Dengan pengembangan program ini saya yakin, akan berkontribusi bagi masyarakat sekitar lokasi bekas tambang, seperti harapan pihak Dua Rajawali. Maksud baik pihak Dua Rajawali Proenergi, untuk mengembangkan Pertanian Terpadu, itu sejalan dengan program #Bekerja (Benahi Kemiskinan Rakyat Sejahtera) yang di gagas Kementerian Pertanian.

Masih di tempat yang sama, Yusuf, segera menunjuk tim Serveier yang di koordiner oleh Ir. Jantje G. Kindangen,MS. ketua Kelji Sosek, Ir.Paulus C. Paat,MP. Pakar Peternakan dan Dr.Ir. Markus Rawung,MSi. untuk menyiapkan tim dan segera merencanakan kegiatan pra Servei di Totabuan kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow.(*Artur).

Subcategories

Subcategories