JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

"TARABAS" Varietas Padi Premium Kini Hadir di Sulut

Manado, 22 Mei 2018---Dalam rangka mendukung terwujudnya kedaulatan pangan Pemerintah  Indonesia menargetkan untuk menghentikan impor beras, termasuk untuk jenis beras-beras Premium yang selama ini masih diimpor oleh Indonesia antara lain beras tipe Japonica, Basmati dan beras lain dengan indeks glikemik rendah.

Padi varietas Tarabas merupakan salah satu padi tipe Japonica yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. "Tarabas" berasal dari bahasa Sunda yakni "Terabas" yang berarti terobos.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Utara saat ini sedang mengembangkan dan mendiseminasikan varietas padi ini melalui kegiatan Demplot PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) Padi Sawah Varietas Tarabas pada Kelompok Tani Makaaruyen Woloan 3, Kecamatan Tomohon Barat Kota  Tomohon.

Saat ini umur tanaman padi Tarabas 14 hari (HSS) dengan penampilan tanaman yang baik.

Beberapa keunggulan dari padi varietas Tarabas :

  1. Memiliki tekstur nasi pulen, mutu beras premium dengan kadar amilosa rendah 17 %, dan tergolong sebagai sticky rice.
  2. Tahan terhadap penyakit Blas dan agak tahan terhadap Tungro
  3. Produksi 4 - 5 ton/ha.
  4. Tekstur nasi : sangat pulen.

Kelemahannya adalah kurang tahan terhadap Wereng Batang Coklat (WBC) dan Hawar Daun Bakteri (HBD)(kresek) sehingga perlu pengendalian OPT secara maksimal.

Sumber: Louise A. Matindas

Ikuti juga: Tarabas Luci dan Engkau Merah, Berkembanglah di Tomohon

Minahasa Panen Terus: Produksi Benih Sumber Inpari-31 di Tincep Kabupaten Minahasa

Tincep 09 Mei 2018---Tahun 2018, Badan Litbang Pertanian menggerakkan dan menggalakkan kegiatan produksi benih. Karena benih sebagai titik ungkit utama teknologi inovasi dalam peningkatan pendapatan petani.

BPTP Sulawesi Utara, melalui kegiatan Produksi Benih Komoditas Program Strategis Kemtan melakukan produksi benih sebar kelas ES sebanyak 14 ton. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 titik pengembangan yaitu di Desa Tincep Kecamatan Sonder pada koordinat 10 16’ 30”, 1240 44’ 58” pada ketinggian 391,4 mdpl, Desa Sumarayar Kecamatan Langowan Timur  pada koordinat  10 10’ 24”, 1240 50’ 56” dengan ketinggian 716,7 mdpl Kabupaten Minahasa yang menurut pengalaman musim petani, masuk pada fase tanam gadu.

Dari hasil CPCL tim kerja, di Sulawesi Utara petani begitu menyukai varietas unggul baru (VUB) Padi Sawah Inpari-31 dan Inpari-24 beras merah. Varietas Inpari-24, kebetulan diperkenalkan pertama oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,SE. Dimana, setiap kunjungan kerja di daerah, Olly Dondokambey,SE. Selalu memperkenalkan beras merah yang pernah beliau tanam.  Memang yang pertama menanam varietas ini adalah beliau, yang dikawal dan didampingi langsung oleh BPPTP Sulut.

Pengembangan pembibitan dimulai pada tanggal 23 Pebruari 2018, varietas Inpari-31 ditanam bersama petani penangkar binaan BPTP di desa Tincep Kecamatan Sonder. Pada lahan luas 2 ha, ditanami dengan vaietas Inpari-31. Teknologi produksi benih langsung didampingi oleh BPTP Sulawesi Utara, dan BPSB Minahasa.

Pendampingan dimulai dari prosedur awal dimana melaporkan varietas yang akan dikembangkan sumber dan lokasi sampai pada tahapan-tahapan produksi dan pada fase prosesing. Ini dilakukan untuk benar menghadirkan benih yang betul-betul berkualitas pada petani saat memproduksi padi sawah.

Teknologi produksi mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Mulai dari VUB, Penggunaan Bahan Organik Lokal, Sistim Tanam Jajar Legowo 2:1 setiap rumpun 1-2 tanaman, Pemupukan Tepat (Waktu, Dosis, Cara), Pengendalian Hama dan Penyakit (PHT), dan yang lebih penting keterpaduan pengelolaan sistim yang terkait dengan produksi mulai dari koordinasi internal tim dan eksternal di lapangan.

Dari hasil pengambilan sampel dan ubinan baik pihak Dinas dan BPTP, produksi dapat ditaksir untuk luasan 1 ha, petani mendapatkan hasil  8,1 ton. Ini diukur dalam sampel ubinan sebanyak 3 titik sampel , dan diambil nilai rataannya. (*#acturang)

Teknologi Spelok Gerakkan Pertanian di Sulawesi Utara

Manado, 30 April 2018--- Bertempat di ruang  F. J. Tumbelaka kantor Gubernur Sulut, para penggerak pertanian di Sulawesi Utara mengikuti kegiatan yang di kemas BPTP Sulawesi Utara dalam kegiatan Temu Aplikasi Teknologi Pertanian.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kinerja penyuluh sebagai ujung tombak penyuluhan maka Kementan melalui BPTP Balitbangtan Sulut bekerjasama dengan Pemda Prop. Sulut melaksanakan kegiatan Temu APTEK .

Acara ini dihadiri oleh Kadistanak Provinsi Sulut beserta staf, perwakilan peneliti, litkayasa, widyaiswara, guru SPMA, dosen Unsrat, KTNA, petani maju, petani kooperator, Balitbangda, BPTPH, BPSB, dan BPTP Sulut.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. ir. Hiasinta F. J. Motulo, M.Si  dalam sambutan mengatakan bahwa: dengan penyelenggaraan APTEK ini diharapkan dihasilkan  bahan usulan Rekomendasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi di Sulawesi Utara beserta umpan balik, masukan dan permasalahan pertanian guna perbaikan teknologinya.

Gubernur Sulawesi dalam sambutan yang dibawakan oleh Kadistanak Sulut Ir. Nouvly Wowiling, M.Si menyatakan bahwa: pemda sangat memandang penting acara ini karena yang dapat mengungkit peningkatan hasil petani adalah inovasi teknologi. Terutama teknologi spesifik yang telah dihasilkan oleh para pengkaji di Sulawesi Utara.

Teknologi merupakan kebutuhan, tanpa teknologi tak akan maju. Oleh karena itu, sejalan dengan kebijakan Distanak provinsi Sulut, maka model pertanian terintegrasi, berkelanjutan, yang modern sudah dilakukan Distanak Sulut yang dibangun berdasarkan koordinasi,  sinkronisasi, sinergitas dan komitmen bersama semua stake holder  lingkup pertanian Sulut.

Materi yang disampaikan pada acara ini adalah hasil-hasil Litkaji spesifik lokasi Sulawesi Utara seperti: Inovasi Teknologi Budidaya Padi produksi Tinggi, Inovasi Teknologi Perbenihan Jagung Hibrida, Diseminasi  Inovasi Teknologi Bawang Merah Varietas Unggul Lokal Lansuna, dan Inovasi Teknologi Kandang Tipe Tower Jerami.

Hasil Aptek ini segera dijawab Kadistanak dengan mencanangkan program kerja bersama dalam bentuk  Bimtek ke Kelompok-kelompok Tani di sentra-sentra produksi bawang merah, jagung dan kedelai.

Gubernur Olly Gemakan Padi Merah (Inpari-24) di Sulawesi Utara

Manado, 20 April 2018---Padi Inpari-24, adalah jenis padi yang berwarna merah. Sesuai dengan deskripsi dari padi ini, termasuk padi yang diseleksi dari Bio 12 – MR-1-4-PN-6/ Beras Merah golongan cere.Setelah ditanam oleh Gubernur Sulawesi Utara dan didampingi oleh BPTP padi ini makin deras di masyarakat. Karena pak Gubernur selalu dalam setiap kesempatan, membicarakan keunggulan padi ini.

Sehingga dalam satu kesempatan, pak Gubernur ditawari beras merah lokal yang sering di pesan beliau, beliau tidak suka lagi beras yang ditawarkan, sambil berujar “ kita so ada beras merah, yang ada panen di kita pe kobong. Itu enak dan nyanda keras. Ngoni punya keras. Ambe itu, kong tanam, napa tu BPTP yang ada kawal itu padi “ Saya=Pak Gub. Sudah ada beras merah, yang dipanen di sawah pak Gubernur. Itu enak dan tidak keras, ambil itu dan di tanam, ini BPTP yang mengawal padi itu, tuturnya. Kebetulan saat pak Gubernur sedang dalam satu pertemuan bersama kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta J.F. Motulo, MSi.

Gema Gubernur direspons oleh petani dari langowan yang menjadi langanan beliau untuk mendapatkan beras merah lokal yang keras, kata beliaua. Petani segera menemui BPTP dan segera ditindak lanjuti dengan kegiatan perbenihan Padi Merah Inpari 24 di Desa Sumaraya Langowan Timur Kabupaten Minahasa.

Pada lahan luas 3 ha, BPTP melakukan perbanyakan benih Inpari-24 bersama petani penangkar binaan BPTP. Kegiatan ini sudah masuk pada fase semai dan siap tanam.

Dengan kegiatan produksi benih komoditas program strategis Kementerian Pertanian, menjadi titik ungkit kebersamaan membangun dan menggerakkan pertanian di Sulawsi Utara.

Ketika dicanangkan oleh pak Kepala Dinas Pertanian saat tebar benih Inpari-24 bersamaan dengan kegiatan temu teknis gerakkan tanam panen/ brigade alsintan di desa Sumarayar, kepala Dinas Pertanian Sulawesi Utara Ir. Novly Wowiling, MSi., berharap agar para penggerak pertanian di Sulawesi Utara semakin pro aktive dalam merespons permasalahan petani di Sulawesi Utara.(acturang).

 

Wolaang Berkontribusi Untuk Cadangan Beras Bulog

Minahasa,09/03/'18---

Wolaang kemarin memberikan sumbangan 1 ton untuk cadangan beras pemerintah. Ketika tim kerja Sergab berkordinasidi wilayah Langowan, berhasil mendapatkan 1.000 kg beras dari gilingan pak Fransye Rewa.

Dari penelusuran tim, memang relatif menemui kesulitan, karena gabah petani dijemput langsung oleh tengkulak di sawah. Seperti yang dialami langsung tim kerja BPTP dan PPL di Langowan Timur. Ketika bersua dengan pak Boy Mumu, yang sedang melakukan panen. Pihak gilingan telah melepas karung dengan harga pembelian gabah Rp.380.000/ karung. 1 karung setara dengan 80 kg sampai 90 kg. Bila konversi ke baras sekitar 60 kg beras. Dan yang dipanen sekitar 15 karung.

Menurut petani, bila harga seperti saat ini, sebagai petani berterima kasih pada pemerintah, karena gabah dijemput tengkulak di sawah dengan harga cukup lumayan. Sehingga kata petani, bila pembelian gabah terus diatas Rp.350.000 per karung, petani berjaya. Tapi bila pembelian dibawah harga Rp.350.000, petani hanya pas-pasan saja pendapatannya. Tapi saat ini cukup lumayan, karena dijemput langsung pihak gilingan dan semoga akan terus lebih baik lagi kedapan.

Venomena ini, sedikit menyulitkan tim Sergab karena harga Bulong, sedikit dibawah pembeli lain. Karena Bulog cadangan yang harus disimpan lama. Beda dengan pembeli lain yang harus melayani konsumen dan tidak begitu lama disimpan, sudah disalurkan.

Untuk itu, harus tetap berkoordinasi dengan tim dan menjalin kerjasama dengan petani dan Gilingan serta memberikan penjelasan standar pengelolaan gabah menjadi beras yang berkwalitas pada petani, agar harga lebih baik yang diberikan Bulog pada petani. 

Memang ketika petugas BPTP dan PPL mencoba untuk menawarkan harga pada petani, sedikit diatas pembeli lain denganharga Rp.390.000, dengan agak ragu petani beralasan “ya, gilingan so kase karung’, gilingan telah memberikan karung ke petani. Tapi petani agak ragu dan sudah mau menerima, bila kita langsung bayar. Tapi karena belum juga ada uang dan masih berkordinasi dengan TNI, tim belum jodoh dapat Gabah petani untuk Sergab, saat itu.

Lain disawah, lain ketika BPTP dan PPL ke Gilingan pak Fransye Rewa, bersama dengan TNI, melakukan neko dengan Fransye, dan beliau bersedia memberikan 1 ton beras miliknya dengan harga Rp.9.000. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bulog, pembayaran dilakukan dan segera diangkut ke Gudang Bulog Manado oleh TNI.

Sergab Minahasa berhasil mendapatkan 1 ton beras Ciherang pada bapak Fransye Rewa. Terima kasih pak Rewa atas kesediaan mengisi lumbung untuk cadangan beras kita di Sulawesi Utara. Dan bila ada lagi yang akan di giling, segera hubungi Sergab.

Kegiatan Sergab yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian, menjadi menarik bagi masyarakat sekitar, karena baru kali ini ada kegiatan TNI,Polisi, Petugas Pertanian, dan BPTP Balitbangtan di Desa Wolaang. Hadir saat itu; Pasiter Kodim Minahasa Kapt. Inf. Juris Sahese, KoramilLangowan H.M.Langi, Babibsa se Langowan, Ka.Polsek Langowan Ipda Tasman Mandak, Bripka Mugiyono, Aiptu J. Kaparang, BPTP Balitbangtan Sulut, BPP Anneke Turangan, Hukum Tua Wolaang. (@acturang)

 

Subcategories

Subcategories