JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Terus Bangun Sinergitas Mantri Tani dan Petugas Data Upsus Pajale Sulawesi Utara: Sikapi Capaian LTT Masih Rendah

Manado, 05 Maret 2019---Menyikapi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) masih rendah, koordinator Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung Kedelai (PAJALE) Sulawesi Utara, mengadakan rapat koordinasi dan singkronisasi data LTT di Sulawesi Utara.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Petenakan (Distanak) provinsi Sulawesi Utara Ir. Novly Wowiling,MSi. Dalam sambutan pembukaan, Wowiling menyinggung keberhasilan lalu, karena sinergitas kita yang baik. Saat ini kita mendapat “Raport” merah, nah ini barangkali yang akan kita diskusikan, carikan solusi untuk hadapi target yang harus kita capai di bulan Maret ini.

Lanjut Wowiling, yang jadi pemicu kinerja LTT adalah para menteri tani. “Bekerjalah dengan baik” inputkan data dengan konsisten sesuai dengan fakta lapangan yang kita dapat dan laporkan secara periodik. Jangan melampaui waktu yang ditentukan.

Bertalian dengan input data, saya harap agar disandingkan saja dengan program baru yang telah di louncing pada rapat kerja pertanian daerah (18/02. Bila ada kendala terkait dengan masalah jaringan, ya, kita bijaklah: lakukan tabulasi di tempat yang baik jaringannya, imbuh Wowiling.

Ditempat yang sama, Wowiling langsung memandu pemaparan materi dari kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Dr.Ateng Hartono,SE.MSi. tentang: Hasil dan Evaluasi Pemasukan Data SP Bulan Januari-Februari Padi, Jagung, Kedelai. Ateng, mengungkapkan “Mengapa sektor Pertanian Penting” karena 4 fakta, kontribusi sektor pertanian di tahun 2018.

Ikuti: Klik di Edisi Foto Kegiatan 

Lanjut Ateng, kontribusi sektor pertanian yaitu: 1). Share terhadap PDRB tahun 2018 sebesar  20,95 persen, 2). Penduduk paling banyak bekerja di sektor pertanian (24,64 persen), 3). Share ekspor  dalam produk olahan kelapa sebesar 41,79 Januari 2019, 4). Bahan baku industri manufaktur.

Selama Periode 2011-2018, rata-rata pertumbuhan pertanian sama dengan 3,68 persen petahun dan Pertumbuhan ekonomi sama dengan 6,29 persen petahun. Secara makro, pertanian berkontribusi pada PDRB sebesar 20,29 persen di tahun 2018, untuk penyerapan tenaga kerja 26,24 persen, namun rendah pada tingkat produktivitas relatif rendah,hanya 0,85 persen.

Di tempat yang sama Mulyana MM, yang mewakili koordinator Upsus Pajale Sulawesi Utara, hanya mengingatkan kepada tim kerja agar tingkatkan upaya-upaya untuk mencapai terget yang telah di tetapkan kementerian. Agar di bulan Maret dapat kita realisasikan.

Sementara Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.ir.Yusuf,MP. selaku sekretariat Upsus Pajale Sulut, mengajak dan mendorong para mantri tani, petugas data, dan para Liasion officer (LO), agar terus bangun dan jalin komunikasi. “Kalian sebagai ujung tombak data di lapangan” agar terus melakukan pemantauan LTT dan aktivitas panen petani dan segera data dan laporkan.

 

Lebih lanjut Yusuf memaparkan materi terkait capaian LTT Padi tahun 2018 sesuai dengan data di sekretariat dan telah direkon dengan data Statistik Pertanian yaitu: Realisasi LTT tahun 2018 untuk Padi, target 226.092,7 realisasi 221.456,5 dan data SP-BPS 172,293,2 dengan prosentase 76,2%. Jagung 385.719 yang ditergetkan, realisasi 385770,7 dan SP-BPS 235.137,5 dan prosentase SP 61,0 persen. Demikian dengan kedelai, target 34.516,0 direalisasikan hanya 33.517,0 dan data SP hanya 19.933,8 dengan prosentase 57,8 persen.

Realisasi Kedelai sedikit karena dinamika di masyarakat yang belum move on mengkonsumsi dan bertalian pada harga juga. Sehingga pembelian kedelai masih fluktiatif, karena hanya tergantung pada produsen tahu tempe, belum sampai pada olahan lain. Sehingga harga relatif belum berpihak pada petani.

Sementara untuk target yang harus di atur strateginya agar apa yang ditargetkan di bulan Maret dan bulan-bulan kedepan dapat dicapai. Untuk target bulan Maret periode Oktober Maret (Okmar) di tahun 2019, untuk padi 105.077 ha, Jagung 198.981 ha dan kedelai 18.978 ha, tutup Yusuf.

Dalam rapat rekon data LTT dan pemaparan materi oleh pihak BPS, diahiri dengan aktivitas rekon data oleh masing-masing petugas Minahasa Raya minus kota Tomohon yang sedang berbenah setelah bergabung ke Dinas Pertanian Kota Tomohon. Untuk rapat Rekon itu sendiri, secara maraton dilaksanakan di 2 tempat, yaitu di Bolmong Raya (04/03) dan Minahasa Raya. (*Artur).

Dharma Wanita Persatuan BPTP Balitbangtan Mengikuti Sosialisasi Ketahanan Keluarga di Provinsi Sulut

 

Manado, 5 Maret 2019---Acara Pembinaan Mental Spiritual dan Sosialisasi Ketahanan Keluarga diselenggarakan di gedung C.J. Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara (4/3/2019). Acara Pembinaan Mental Spiritual dibagi dalam dua sesi. Peserta pengurus dan anggota DWP Provinsi Sulut non-muslim berlangsung di gedung CJ Rantung, diberikan siraman rohani olehmu Pendeta Ibu Eva Monginsidi Karamoy tentang berkat yang harus ibu-ibu  syukuri dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang isteri ASN ataupun  seorang ibu bagi anak-anak.

Sejalan dengan pembinaan ibu Kusmiati Ateng Ketua DW BPS Provinsi Sulut di gedung WOC bagi peserta pengurus dan anggota DWP yang muslim, bahwa kegiatan hari ini sangat positif dan menjadi sarana silaturahmi antara perkumpulan ibu DWP Provinsi Sulut. Kegiatan ini akan dilakukan sekali dalam sebulan dengan program-program religi, sosial, dan kegiatan positif lainnya, dimana ibu ketua DWP Balitbangtan BPTP Sulut turut ambil bagian sebagai sekretaris kegiatan pembinaan tersebut.

Kegiatan inti berlangsung di gedung CJ Rantung yang dibuka oleh Sekretaris Provinsi Sulut Bapak Edwin Silangen, SE, MS selaku Penasihat DW Persatuan Provinsi Sulut mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk Pemerintah Provinsi karena bisa terjalin silaturahim antara instansi dan mendapat  pengetahuan dari narasumber yang dapat mendukung kinerja suami di kantor masing-masing. Hal ini di dukung oleh laporan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir.Mieke Pangkong, M.Si selaku fasilitator bahwa kegiatan pembinaan ini bermaksud membangun sinergitas antara pengurus

Ketahanan keluarga dan anggota DWP sehingga peserta yang hadir adalah utusan-utusan Pengurus dan Anggota Dharma Wanita masing-masing instansi Pemerintah Daerah dan Vertikal Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Sekprov Edwin Silangen menyampaikan bahwa keluarga adalah satu unit kecil yang dapat membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam keluarga suami isteri harus saling bekerjasama  dalam kebaikan dan membangun komunikasi sehingga bisa tercapai trust antara satu sama lain. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih Pemerintah Provinsi antara lain: 1). Pertumbuhan ekonomi secara nasional 6,23%, 2).Kenaikan Tukin lingkup daerah Kab/Kota, 3).Menurunkan angka kemiskinan menjadi 7.62% dari 8.98%

"Semua diperoleh dengan dukungan kinerja yang baik dari ASN," Terang Sekprov bersemangat. Sedangkan Pembina DWP Provinsi Sulut Dra. Ivonne Silangen Lombok menyampaikan bahwa sebagai seorang perempuan yang notabene adalah ibu bagi anak-anak harus memperhatikan segala urusan terkait potensinya sehingga ketahanan keluarga bisa tercapai dengan baik dalam mendukung kemajuan negara di masa mendatang.

Kegiatan yang paling dinanti oleh ibu-ibu DWP yang hadir adalah sosialisasi Kesehatan Reproduksi Wanita Pekerja bersama Narasumber: dr.Joice M.M. Sondakh, SpOG (K). Spesialis Obs-Gyn yang sehari-hari praktek di RSUP Prof.dr.R.D.Kandou

menjelaskan bahwa ibu-ibu sebagai ASN ataupun isteri ASN harus berperilaku sehat dan menjaga kesehatan dirinya, bisa menyampaikan pesan kesehatan pada pasangannya, serta membiasakan pola hidup sehat dalam keluarganya. Sampai berita ini diturunkan, seluruh undangan yang hadir masih antusias menyimak penjelasan dari dokter Joice.

Sumber: Hasrianti

Yusuf Bekali ASN Generasi Milenial Agar Siap Memainkan Peran Pada Revolusi 4.0

Pandu, 28 Pebruari 2019---Disela-sela kesibukan tugas kerja harian kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir. Yusuf,MP., beliau mengambil waktu untuk mendampingi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk melihat dari dekat potensi dan kegiatan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Pandu.

Menurut Yusuf, saat dikontak oleh pelaksana PPID dan Humas bahwa: ini penting bagi adik-adik ASN generasi milenial, yang akan menghadapi revolusi 4.0 (industri generasi keempat) . Mereka harus dibekali dengan fakta lapangan yang dimulai dengan mengenali aset dan potensi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dimasa orientasi.

Mereka harus melihat dari dekat fakta lapangan, yang menanti untuk menjadi sarana berinovasi, sesuai tupoksinya, sehingga akan membuka cakrawala kreatifitas berpikir dan bertindak mereka, untuk #Bekerja dan #TerusBerinovasi.

Jam 12.00 Yusuf dan ASN yang menjalani masa orientasi, meluncur menuju KP-Pandu. Menurut Mira dan Angel yang adalah calon peneliti: mereka didorong pimpinan, untuk membiasakan diri menulis. Itu di amini oleh Darwin dan Elis, yang adalah calon teknisi litkayasa dan calon analis laboratorium.

Yusuf, dalam arahan: memberikan motivasi “ Pekerjaan kita tidak semata di kantoran (indoor), tapi juga di luar kantor (Outdoor). Ini penting diketahui dan dimaknai orientasi kerja adik-adik ketika mengambil keputusan bergabung dengan Badan Litbang Pertanian”.

Sebagai calon peneliti, adik-adik harus kembangkan mindeset (pola berpikir) anda kelak menjadi peneliti, demikian sebagai calon teknisi litkayasa dan calon analis."Dan jangan dilupakan" apa yang kamu kerja, selalu dituangkan itu dalam tulisan kamu, sebagai journal kinerja anda. Karena apa yang ditugaskan dan kita lakukan kajian itu adalah tugas negara yang harus kita kerjakan untuk kesejahteraan masyarakat dan tulis serta laporkan kesuksesannya ke masyarakat dan karyakan dalam karya ilmia seperti jurnal dan lainnya.

Untuk itu lanjut Yusuf; pelajari apa tugas dan fungsi adik-adik dan kembangkan diri menghadapi tugas kerja kedepa dan buka komunikasi aktif dengan senior-senior kamu. Pelajari yang baik teladani dan perbaiki yang kurang baik. Apa lagi adik-adik menyandang generasi milenial yang inspiratif, bukan statis. Dalam perjalanan menuju pandu yang waktu tempu lebih kurang 60 menit, tidak terasa sudah berada dikebun pandu.

Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan. - Franklin D Roosevelt.

Di Pandu telah menanti kepala Kebun Pandu Ir. Ibrahim E. Malia,MAgr. Setelah Malia melaporkan kondisi kebun ke kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sambil menikmati kelapa muda, Yusuf langsung  meminta untuk menelusiri  kebun, untuk melihat dari dekat apa yang dilaporkan dan yang sedang dikerjakan di lahan.

Dilahan KP-Pandu dengan luas 92 hekto are (ha), yang didominasi oleh tanaman kelapa, dimanfaatkan baru 60 ha. 2 ha untuk tanaman jenis buah-buahan seperti Sirsak varietas ratu dan varietas lokal, Pepaya Merah Delima dengan karakteristik pohon tidak tinggi dan berbuah lebat, Alvokat, umbi-ubian dan lain-lain.

Juga ada kebun koleksi Sumber daya Genetik ada 14 koleksi, 4 jenis ternak yang digunakan penelitian, tanaman Cengkeh dan bibit, Pala dan bibit Pala dan ada kawasan-kawasan yang dikhususkan untuk penelitian-penelitian in house dan tempat pengolahan hasil serta gudang perbenihan.(*Artur)

Sumber: PPID-Humas

Fungsi Kontrol Pimpinan Terus Jalankan Penuhi Target Kinerja dan Sosialisasi Hasil Rapim

Kalasey, 23 Pebruari 2019---  Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. dalam pesan sebelum bertugas mengikuti Rapat Kerja di Jakarta: “Bekerjalah dengan tulus, jaga kesehatan serta komitmen dan beritegritaslah dalam melayani user, dengan Satuan Kinerja Perorangan (SKP) kita”.

Selama melaksanakan tugas dan kerja di luar daerah, Yusuf menugaskan Victor Daniel Tutud selaku kepala Seksi Kerja Sama Penelitian dan Pengkajian (Kasie KSPP), sebagai Pelaksana Harian (PlH) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Dalam aktivitasnya tugas luar daerah, Yusuf terus memonitor ASN yang telah diberikan tugas-tugas penting, agar dalam melaksanakan tugas terus semangat.

Terkait dengan kegiatan survei potensi wilayah dalam rangka pengembangan kawasan pertanian terpadu yang bekerjasama dengan PT. Dua Rajawali Proenergy, beliau terus memonitor, baik melalui PlH, maupun tim kerja servei. Demikian dengan rencana-rencan kerjasama yang sedang dijalin dengan pihak user, agar terus dijalin.

Demikian dengan tugas-tugas lain seperti pendampingan kawasan yang menjadi icon utama Kementerian Pertanian dalam program pembangunan pertanian, Siwab dan Upsus Pajale. Lanjut Yusuf di sela-sela Rapat, saat berkomunikasi via Whats Apps (WA) group internal (22/02: 16.30). Beliau memerintahkan agar semua ASN membuat target kinerja bulanan dan tahunan. Mengingat pengisian SKP berdasarkan target kinerja yang telah disusun masing-masing dan sudah disetujui atasan langsung ASN tersebut. Ini sebagai respons pro aktive kita saat bulan ketika sosialisasi,kita sudah selesaikan kontrak kita sebelumnya.

Beliau terus memantau agar apa yang menjadi tupoksi BPTP Balitbangtan sesuai dengan visi dan misinya serta terus bergulir dinamis sesuai dengan target-target yang telah direncanakan.

Terkait dengan arahan Kepala Badan dalam rapat yang diikuti beliau; agar semua ASN cermati dan bersikap. Jangan di jempol saja di WA atau like, tapi buka baca dan maknai serta tindak lanjuti dalam #Bekreja. Beliau mengingatkan:  teman-teman yang terkait dengan tugas belajar agar sikapi dengan selesaikan sampai bulan Februari ini;  program Kementerian #Bekerja dan Serasi yang ada di Sulut agar terus didampingi dan kawal sesuai dengan juknis pelaksanaannya; membuka diri bangun hubungan harmonis dengan stkaeholder / instansi terkait di daerah dan jangan menunggu tapi kita harus jemput bola, tutup Yusuf.

Tugas pimpinan adalah membagikan pekerjaan sesuai tupoksi ASN, melakukan kontrol dan dan memberikan arahan. Saya selalu ingatkan pada teman-teman, kita dalam bekerja harus berintegritas dan melayani user ekstenal dan internal dengan tulus. Kunci kita sukses dalam tugas adalah kita harus berintegritas dan tulus serta sejalan dengan ibadah kita. Secara matematika dapat dirumuskan: Sukses=Berintegritas+Tulus : Spiritualitas kita, niscaya dunia dan akhirat kita diterima.

Pertemuan pembekalan pengelola perbendaharaan di Kementerian Pertanian yang juga diikuti oleh kepala-kepala Balai, juga kepala Balai Dr.Ir.Yusuf,MP., petugas Keuangan Jouna F. Sarajar dan  Kasubag Tata Usaha Ir.Hartin Kasim. Kegiatan ini dilaksanakan di Kemtan selama 2 (dua) hari dan dilanjutkan Rapat Kerja Balitbangtan di Padang.(*artur).

Identivikasi Rencana Pengembangan Pertanian Terpadu Lahan Bekas Tambang di Bolmong

 

Totabuan, BPTPSulutNews, 19 Pebruari 2019---Tindak lanjut dari rescedule pra servei yang akan dilakukan pihak BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara di lokasi bekas tambang milik PT.Dua Rajawali Proenergi, maka pada Senin 18 Pebruari 2019, tim telah turun lapangan.

Menurut kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP., ketika dihubungi menjelaskan: tim ini diketuai oleh salah seorang peneliti senior dengan kepakaran Sosial Ekonomi (Sosek) Pertanian, Ir.Jangtje G.Kindangen,MS., Peneliti Peternakan Pakar Nutrisi ternak Ir. Paulus C.Paat,MP.; Peneliti Sosek Pertanian Dr.Ir.Jefni Bernedi Markus Rawung,MSi., Peneliti senior ketua kelompok pengkaji (Kelji) Teknologi Pasca Panen Ir.Gabriel H.Joseph, MSi., Peneliti Sumber Daya Ir.Audi Kairupan, MSi., Peneliti Sumberdaya Lahan Herlina Salamba,SP.MSi., ketua Kelji Budidaya Penyuluh Senior Ir.Jeaneke Wowiling, Ir. Mardiana dan Arnold C. Turang Penyuluh Pertanian dan 2 teknisi lapangan Ben Komontoi dan oprater drovn.

Tim ini, menurut saya adalah tim yang baik dan memiliki kompetensi dan pengalaman, untuk mengidentifikasi lokasi yang jadi sasaran untuk diidentifikasi. Dengan kemampuan dan pengalaman teman-teman, saya yakin akan hasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan pertanian terpadu, seperti diharapkan user pengguna teknologi, yaitu pihak mitra PT.Dua Rajawali Proenergi.

Mengingat kegiatan ini kita kerjasama dengan pihak user pengguna jasa dan teknologi kita, maka saya hanya pesankan: “Bekerjalah dengan baik dan tulus serta jaga kesehatan” agar kita melakukan pekerjaan penting selalu dimudahkan, tutup Yusuf ketika dikontak.

Di lokasi, Victor Daniel Tutud, SPi. MSi. selaku kepala seksi Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan (KSPP), melakukan fungsi pengawasan dan pemantauan kegiatan tim yang ditugaskan, sehingga dapat menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang telah disusun.

Dari pemantauan, tim telah melakukan pertemuan dengan mitra-mitra informan dan stakeholder untuk kebutuhan data-data sekunder sebagai referensi untuk penyimpulan rekomendasi teknologi yang dapat dikembangkan. Selain itu tim, juga melakukan identifikasi sekitar lokasi dengan masyarakat di lingkungan lokasi tambang yang menjadi objek pengembangan.

Selanjutnya, sesuai dengan yang telah diagendakan, tim kerja melakukan penelusuran potensi wilayah dan transek serta wawancara masyarakat untuk menggali potensi masalah dan kendala-kendala kegiatan usahatani. Tim kerja masih akan melanjutkan penggalian informasi dan penelusuran di lokasi dan melakukan diskusi setiap step by step capaian ketika berada di tempat penginapan.(*artur).

Sumber: Liputan Langsung Lapangan oleh Humas BPTP Sulut

Subcategories

Subcategories