JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

Harga Barito Khusus Tomohon Hari Ini

Harga Bawang Rica Tomat Khusus kota Tomohon, informasi dari petugas seperti pada Poster.

Daftar Harga Sampai Senin, 31 Oktober 2017 Pasar Tomohon

No Jenis Bahan Harga (Rp)
1 Bawang merah 15.000
2 Batang Bawang 15.000
3 Cabe Merah 30.000
4 Tomat 3.000
     

 

Pedasnya Cabe Balitbangtan Terasa di Desa Bukaka Boltim

Innovator, 9/10/2017--- Pedasnya Cabe Balitbangtan yang disalurkan melalui Tim Penggerak PKK Bolaang Mongondow Timur, begitu terasa bagi ibu-ibu Dasa Wisma di desa Bukaka dan Ijok. Betapa tidak, sejak digemakan Gerakan Ibu-Ibu Menanam dan dicanagkan secara Nasional “terasa pedasnya” sampai di kedua desa ini.

Menurut ketua TP-PKK Boltim Nursiwin Ladjar Dunggio, bantuan bibit dari Balitbangtan melalui BPTP Sulawesi Utara, telah disalurkan pada ibu-ibu Dasa Wisma Ijok dan Bukaka. Hasil panen rata-rata produksi mencapai 3 ton. Ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu Dasa Wisma, karena terjadi penambahan pendapatan di pekarangan rumah.

Nursiwin mengatakan, bahwa untuk keberlanjutan kegiatan ini, telah direspon oleh Pemerintah Daerah. Dalam bentuk percepatan Program Penganeka Ragaman Konsumsi Pangan di tahun 2017, dengan telah dibangunnya 10 Kebun Bibit Desa (KBD).

Menurut kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr. Ir. Hiasinta F. J. Motulo, MSi., Balitbangtan mendukung ketersediaan bibit awal, dalam kegiatan ibu-ibu. Selanjutnya ibu-ibu Dasa Wisma diajar cara memproduksi bibit sendiri. Balitbangtan menfasilitasi konsultasi teknologi cabe, mulai dari sistem budidaya secara komprehensif sampai pada teknologi pengolahan hasil dan strategi pemasaran.

Hiasinta melanjutkan, ibu-ibu juga dapat memanfaatkan fungsi para penyuluh pertanian yang ada di daerah yang tersebar disetiap Kecamatan dan desa. Bila kesulitan dalam teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit dan permasalahan pertanian lain, segera mengontak para penyuluh. Apa Bila mereka kesulitan juga,mereka dapat mengontak BPTP, imbuhnya.

Sekertaris Umum TP-PKK Pusat, Rossi Rozana Septimurni, untuk melihat dari dekat kegiatan ibu-ibu PKK dalam mensukseskan program Gerakan Tanam Cabe di Sulawesi Utara. Kunjungan dipusatkan di kab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) didampingi oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Rita M. Dondokambey dan Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta F. J. Motulo, MSi. (*artur).

Ikuti Informasi Terkait di

  1. Edisi Liflet: Teknologi Budidaya Cabe Pekarangan dan Halaman Luas di jpg

Kembalikan Kejayaan Indonesia Lumbung Rempah Dunia

Kalasey, 10 Oktober 2017---Indonesia sejak 500 tahun lalu, menjadi pusat perhatian dunia. Bangsa Eropa khususnya Belanda, begitu tertarik datang ke Indonesia. Walaupun harus menjajah, mereka menjelajah samudra untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia.

“Kita akan dorong kembali menjadi pemain utama dunia," katan Menteri pertanian dalam Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) 2017-2022 dikutip Antara, Senin (21/8).

Amran menyebut bangsa Eropa, khususnya Belanda, yang dahulu menjajah Indonesia datang ke Tanah Air karena terpikat kekayaan rempah, bukan barang tambangnya. Untuk itu, dia mengaku ingin membuat rempah-rempah Indonesia bisa berjaya lagi tidak hanya dalam skala regional tapi juga global.

"Bahkan slogannya pada saat itu adalah siapa menguasai rempah-rempah, maka dia akan menguasai dunia," tegasnya.( https://www.merdeka.com)

Berkenan dengan pernyataan tersebut, Badan Litbang Pertanian mengalokasikan dana dukungan program pembibitan melalui anggaran APBNP. Menurut kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Hiasinta J.F.Motulo, MSi. untuk Sulawesi Utara, kebagian tanaman Cengkeh dan Pala. Di Sulawesi Utara sudah melakukan identifikasi tanaman-tanaman Cengkeh dan Pala yang telah memiliki sertifikat. karena sebagai persyaratan sumber benih harus bersumber dari benih yang telah bersertifikat, ujar Hiasinta.

Koordinator program BPTP Balitbangtan di Sulut, Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi., menjelaskan bahwa kegiatan APBNP ini walau sudah dimulai, teman-teman koordinator harus menseminarkan, agar mendapatkan masukkan-masukkan dari para pengkaji di BPTP.

Dalam seminar kesiapan pelaksanaan kegiatan para penanggun jawab mempresentasekan tatapelaksanaan kegiatan dan kegiatan yang sedang berjalan di lapangan. Benih yang dipersiapkan yang telah diidentivikasi dari Tanaman Induk Penghasil Tinggi dan memiliki sertifikat sesuai persyaratan sumber benih unggul lokal.

Seminar yang dihadiri oleh para peneliti dan penyuluh, mendapatkan masukkan-masukkan yang positif untuk suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Demi jayanya kembali Indonesia Sebagai Lumbung Rempah Dunia. (*artur)

Ternyata: La’zuna Manis, Kalau di Goreng !

Desa Tonsewer,17/10/2017---Lan’suna (Bawang Merah, Allium cepa var. aggregatum L.; La'zuna=Tomohon) adalah salah satu varietas bawang merah yang spesifik lokalita di Minahasa. Bawang Merah ini menjadi andalan petani untuk ditanam di Minahasa khususnya di Tompaso.

Lan’suna, telah memiliki tanda daftar varietas tanaman hortikultura dari Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan nomor: 044/Kpts/SR.120/D.2.7/5/2016. Sesuai dengan deskripsinya memiliki keunggulan potensi hasil sekitar 7,45-14,12 ton/ha.

Melalui BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, Kementerian Pertanian mengembangkan benih lokal Bawang Merah Lan’suna untuk berkontribusi meningkatkan produksi bawang Nasional, khususnya di Sulawesi Utara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terdiseminasikan paket teknologi produksi benih bawang merah lokal. Demikian juga akan melakukan pendampingan pada para petani penangkar benih bawang merah dalam teknik produksi dan perbanyak benih.

Setelah kita goreng, eh ternyata itu le’be manis. Kita ada orang jaga kase bawang goreng, mar nda manis”, (setelah saya goreng, ternyata bawang Lan’zuna, manis . Ada yang berikan saya bawang, tapi tidak semanis Lan’suna) kata Olly Dondokambey,SE. Gubernur Sulawesi Utara saat memberikan sambutan pada panen Bawang Merah varietas Lansuna di Tompaso Selatan kabupaten Minahasa(17/10/17).

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, Dr. Ir. Hiasinta F.J.Motulo,MSi. saat memberikan laporannya menjelaskan: Keunggulan dari varietas lokal yang telah mendapatkan rekomendasi sebagai varietas unggul nasional adalah. dapat ditanam kapan saja atau diluar musim (off season) hasilnya seperti yang kita lihat imbuhnya. 

Lanjut Hiasinta, menanam bawang Lan’suna, dengan menerapkan teknologi yang telah kita contohkan pada petani, dan menggunakan perangkap hama seperti lapu perangkap, dapat menekan serangan hama sampai 30 persen. Panen petani di lokasi pelaksanaan pendampingan BPTP Balitbangtan Sulut, sebesar 20-24 ton per hektare (ha) dibandingkan dengan cara petani yang biasanya memperoleh hasil hanya 6 ton per ha.

Memang menurut petani, pernah sekali petani panen bawang dapat 12 ton per ha. Jadi bila petani menerapkan dengan tepat teknologi budidaya bawang merah (Lan'suna) serta pendampingan dari petugas pertanian pasti hasil panen bertambah dan akan berdampak pada penerimaan petani meningkat.

Panen Lan’suna yang diikuti oleh para petani sekitar lokasi pelaksanaan, KTNA, Lurah dan Camat Penyuluh, Bupati Minahasa, Kadis Pertanian Minahasa Kadis Pertanian Provinsi (*art).

Ikuti Juga di :

  1. Foto Rangkaian Kegiatan Panen
  2. Berita lain: kuti di Manado Post
  3. Berita on line Redaksi Manado
  4. Ikuti Juga di Apa nama umum Bawang Merah

 

 

Inpari-24 (Beras Merah) Hadir Di Sulawesi Utara

Minut,26 Sept 2017---Kerja-Kerja dan Tuntas, gema yang selalu diwujudkan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,SE. Beliau selalu berusaha untuk meneladankan usaha-usaha untuk ketahanan pangan sehat dan bermanfaat bagi masyarakat, sebagai cikal menuju "kedaulatan" pangan.

Pada lahan pertaniannya beliau mencontohkan cara bertani yang sehat, dengan menekan penggunaan muatan luar seperti pupuk-pupuk buatan, tapi memanfaatkan input lokal sebagai bahan pendukung tumbuh tanaman di hamparan sawah dan ladang miliknya. Usaha tani beliau membuahkan hasil dan dapat dilakukan panen, yang kebetulan dihadiri oleh parapejabat di Sulawesi Utara.

Menurut kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. HiasintaF.J. Motulo, MSi, yang juga turut serta dalam kegiatan ini "Kegiatan Panen padi Inpari 24 beras merah tanpa pupuk buatan, atau memulai cara bertanam padi sehat di lokasi kediaman Bapak Gubernur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Prov Sulut, Dirut Bank Sulut'go beserta Direksi, Bapak Sekprov Sulut,  Dinas Pertanian Sulut, BPTPH, Anggota Dewan Prov Sulut,  BPTP Sulut, petani, media massa.

Panen dilakukan dgn mini combine harvester dgn hasil ubinan oleh BPTP Sulut sebesar 4,5 ton/ha. ini termasuk produksi cukup bagus karena proses produksi hanya mengandalkan input lokal, kata Hiasinta.(*art)

sumber: Dr. Ir. HiasintaF.J. Motulo, MSi

Ikuti Informasi Terkait :

  1. Rekomendasi Budidaya Padi Spesifik Lokasi di Sulut ⇒ pdf cover buku padi ⇒ jpg
  2. Liflet Budidaya Padi Sawah Tadah Hujan ⇒ jpg
  3. Hama-hama Pengganggu Padi ⇒ jpg