JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENGARUH SISTEM PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BABI SAPIHAN

PENGARUH SISTEM PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BABI SAPIHAN

James Mokoagow

BalaiPengkajianTeknologiPertanian (BPTP) SulawesiUtara

Jl. KampusPertanianKalasey, Manado

ABSTRAK

Sistim pemberian makanan yang dapat digunakan pada peternakan babi antara sistim pemberian makanan secara ad libitum, sistem pemberian makanan berdasarkan kebutuhan, sistim pemberian makanan berdasarkan selera dan sistim pemberian makanan kafetaria. Dari sistem pemberian makanan yang dikenal, semuanya mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing, namun kesepakatan tentang sistim pemberian makanan mana yang paling baik untuk diterapkan pada ternak babi, sampai saaat ini belum jelas sebab pada prakteknya peternak masih kurang memiliki pengetahuan tentang ketrampilan serta informasi yang jelas mengenai sistem pemberian makanan mana yang paling baik untuk diterapkan.Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pemberian makanan terhadap pertumbuhan anak babi sapihan, sedangkan luaran yang diharapkan adalah Inovasi sistem pemberian makanan yang tepat untuk pertumbuhan anak babi sapihan serta dapat menghasilkan paket rekomendasi teknologi sistem pemberian makanan yang baik untuk pertumbuhan anak babi sapihan.Penelitian ini dilakukan pada Peternakan C.V. Empat Saudara di Desa Buha Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara selama 49 hari yang terdiri dari 7 hari masa pendahuluan dan 42 hari masa pengumpulan data.Penelitian ini menggunakan 18 ekor anak babi sapihan persilangan yang berumur 8 minggu dengan berat badan antara 10 – 11 kg dan setiap ekor anak babi ditempatkan kedalam petak kandang dengan ukuran 1,5 x 1 m yang dilengkapi tempat makan terbuuat dari papan berukuran 40 x 30 x 20 cm serta tempat minum dari bambu yang panjangnya 80 sampai 90 cm dengan garis tengah 10 – 15 cm. Sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah sistem pemberian yaitu : S1  = Secara Ad libitum; S2  = Berdasarkan Kebutuhan; S3  = Berdasarkan Selera.Pemberian Makanan secara Ad Libitum : Pemberian makanan dengan jumlah yang berlebihan dari pada yang dibutuhkan dengan jalan mencatat setiap jumlah yang diberikan selama pengkajian.Pemberian Makanan berdasarkan Kebutuhan : Makanan yang diberikan ditimbang berdasarkan berat badan ternak. Pemberian Makanan berdasarkan Selera :  Jumlah makanan yang dihabiskan oleh ternak babi dalam waktu 20 menit.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Penentuan perlakuan dan penempatan ternak kedalam satu petak kandang dilakukan secara acak.Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah Konsumsi Ransum, dihitung dari selisih antara ransum yang diberikan dengan ransum sisa setiap hari selama penelitian, kecuali makanan yang diberikan secara ad libitum dimana makanan sisa dihitung setelah selesai penelitian; Pertambahan berat badan, dihitung dri selisih antara penimbangan berat badan akhir dengan berat badan awal; Efisiensi penggunaan ransum, dihitung dari perbandingan antara rata-rata pertambahan berat badan dengan rata-rata konsumsi makanan per ekor per hari selama pengkajian.Sisitem pemberian makanan berdasarkan kebutuhan, relatif paling baik bila digunakan pada ternak babi yang berumur 60 sampai 109 hari.

Kata kunci :Sistem pemberian, pakan, babi,