JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peranan Kelembagaan Pertanian Dalam Penerapan Teknologi Usahatani Padi Di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara

Peranan Kelembagaan Pertanian Dalam Penerapan

Teknologi Usahatani Padi Di Kabupaten Konawe

Sulawesi Tenggara

Sri Bananiek Sugiman1, Didik Raharjo1 dan E. Malia2

1Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara

Jl. Prof. Muhammad Yamin No. 89. Puwatu Kendari

email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

2Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara

Jl. Kampus Pertanian Kalasey Manado

ABSTRAK

Dalam upaya meningkatkan produksi beras nasional, peran inovasi teknologi pertanian sangat penting. Di samping dukungan ketersediaan teknologi, dukungan kelembagaan juga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan usahatani. Kelembagaan memiliki peran penting dalam mendorong, menggerakkan dan memperlancar aktivitas usahatani. Penelitian bertujuan untuk menganalis tingkat peranan kelembagaan dalam penerapan teknologi padi. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari hingga Mei 2011 bertempat di Kabupaten Konawe, menggunakan metode survey. Data diperoleh melalui wawancara langsung terhadap 60 orang petani  responden dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan dan disusun sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian tingkat peranan masing-masing kelembagaan pertanian menunjukkan kelembagaan sarana produksi memperoleh nilai skor 72,5%, kelembagaan penyuluhan, 80%, kelembagaan pembiayaan 46,9%, dan kelembagaan kelompok tani 73,3%. Secara keseluruhan tingkat peranan kelembagaan pertanian termasuk dalam kategori sedang (65,7%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani cukup merasakan peranan kelembagaan pertanian dalam mendukung penerapan teknologi pertanian usahatani padi.

 

Kata kunci:  Kelembagaan pertanian, penerapan teknologi, usahatani padi