JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Budidaya Bunga Krisan Spesifik Lokasi Sekitar G. Lokon

Budidaya Bunga Krisan
Spesifik Lokasi Sekitar Gunung Lokon

 

oleh: Ir. Louise A. Matindas, MP dan Arnold C. Turang, SP.


Pendahuluan
Krisan merupakan jenis tanaman hias yang cukup penting di Indonesia. Khusus di Kota Tomohon Sulawesi Utara, tanaman ini cukup mendapat perhatian dari pengusaha bunga, karena memiliki daya tarik tersendiri, sebab selain sebagai penghias, juga sebagai tanaman pengusir nyamuk dan penyerap polutan. Saat ini permintaan bunga potong krisan cenderung meningkat pada hari-hari besar keagamaan seperti Natal, Idul Fitri, Tahun Baru, hari kasih sayang. Bahkan pada hari-hari khusus seperti; perayaan ulang tahun, pesta perkawinan, atau acara penyambutan-tamu-tamu, ibadah hari minggu dan hari-hari siarah ke tempat pemakaman dan lain-lain, orang mulai menggunakan bunga potong krisan.

Tanaman krisan termasuk dalam tanaman hari pendek (16 jam siang), yang berasal dari daerah sub tropis. Menurut penggunaannya krisan dapat dikelompokkan : krisan sebagai bunga potong dan krisan bunga pot/ pot plant, sedangkan menurut tipenya krisan dapat digolongkan sebagai krisan standard dan krisan sprey.

Indonesia termasuk negara beriklim tropis, dimana panjang hari siangnya selama 12 jam, sedangkan daerah sub tropis panjang hari siangnya selama 16 jam. Untuk membudidayakan bunga krisan di Indonesia, diperlukan penambahan cahaya, sebanyak 70 lux selama 4 jam pada malam hari. Tujuan penambahan cahaya adalah untuk mempertahankan fase vegetatif tanaman.

Deskripsi Tanaman
Tanaman Krisan termasuk ke dalam :

Kingdom        : Plantae
Divisio           : Magnoliophyta
Sub-Divisio   : Magnoliopsida
Kelas              : Asterales
Ordo               : Asterales
Famili (suku) : Asteraceae
Genus (marga) : Chrysanthenum
Specis (jenis) : Chrysanthemum morifolium

Tanaman Krisan dengan nama Internasional Chrysanthemum atau disebut mum, terdiri dari banyak specis. Dari banyaknya species inilah kemudian mulai dikembangkan/ disilangkan oleh para pemulia, sehingga menghasilkan banyak cultivar yang baru dan hibrida. Dalam penggunaannya krisan di kategorikan dalam tiga jenis, yaitu: cut mum (krisan potong), pot mum (krisan pot), dan garden mum (krisan kebun).

Perbanyakan Tanaman Krisan
Krisan dapat diperbanyak dengan menggunakan anakan, stek pucuk atau stek batang. Untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah yang besar dan waktu yang singkat, perbanyakan dapat dilakukan dengan system kultur jaringan. Kultur meristem guna mendapatkan tanaman krisan yang bebas penyakit, dan mulai dikembangkan saat ini.

Kebun Induk (Mother Plant)
Jarak tanam yang umum untuk tanaman induk krisan adalah 10 x 13 cm dan 13 x 13 cm. sejak tanam diberikan pupuk cair 200 ppm N dan 200 ppm K, serta mendapatkan penyinaran tambahan. Intensitas cahaya minimum sekuat 100 lux dengan lampu pijar atau TL , diperlukan terus menerus selama 3-5 jam ditengah malam. Setelah bibit tumbuh tegar, segera dilakukan pemotesan (pangkas) pucuk, guna meransang pertumbuhan tunas. Stek harus diambil sesering mungkin, agar tanaman induk berada tetap berada dalam stadia juvenile. Untuk tanaman Krisan Standart yang toleran hari netral, bibit yang digunakan bias berasal dari anakan. Secara fisiologis umur anakan yang diambil dari kebun produksi kurang seragam, sehingga masa pembungaanya kurang serempak dalam suatu areal pertananam.

Tanaman Produksi
Varietas-varietas Krisan penghasil bunga potong yaitu: Puma, Mundial, Royal Target, Green Peace, Pink Reagen, Kiku, Regal Mist, Born Holm, Clondike, Chittah, dan sebagainya yang telah dikembangkan oleh Litbang Pertanian. Sedangkan untuk kembang pot varietas-varietas seruni seperti: Auntum Glori, Bright Golden Anne, Sandra, Right Time, Story Time dan banyak lagi yang telah dikembangkan. Stek pucuk yang diambil dari tanaman induk (Mother Plant) dan ditumbuhkan pada media sekam. Untuk mempercepat pertumbuhan perlakuan dengan merendamkan pada zat peransang akar. Setelah 2 minggu siap untuk dikembangkan pada bedengan pengembangan. Selama vase vegetative, tanaman diberikan penyinaran tambahan pada seperti diuraikan diatas selama 7-8 Minggu untuk Krisan Potong dan 10-20 hari untuk krisan pot. Pencahayaan dilakukan tengah malam dengan metode interupsi (5-1) x 5 artinya 5 minit lampu menyala, diikuti 1 menit lampu dimatikan dan ulang sebanyak 5 kali dalam satu siklus. Kemudian (15x15)x6, (6-24)x8, atau penyinaran terus selama 2-3 jam tergantung varietas yang ditanam. Lampu yang digunakan yaitu flourescen (TL) Jarak tanam untuk Krisan Potong tergantung musim, kultivar dan metode pengaturan bunga serta kondisi daerah. Untuk bunga standard 10x15 cm di musim kemarau dan 13 x 15 dimusim penghujan. Untuk cultivar yang memiliki daun lebar, jarak tanamnya 15 x 15 cm. Sedangkan untuk sprey jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lingkungan dari pengalaman 12,5 x 12,5. Ketika tanaman mulai keluar bunga, topnya dip icing dan tinggalkan yang lain. Demikian dengan tipe standart yang lain dip icing sedangkan topnya dibiarkan. Kemudian dipupuk dengan 200 ppm N dan 200 ppm K. Pupuk P ditambahkan pada media dengan dosis 0,5-1 g/tanaman.

Hama dan Penyakit
Hama yang umum menyerang Krisan adalah: aphid, trips dan leaf miner (penggorok daun) serta ulat pemakan daun dan bunga. Untuk mengendalikannya dengan memberikan karbofuran saat anam. Insektisida Decis, Orthane atau lanete efektif untuk mengendalikan serangan hama. Penyakit penting yang menyerang Krisan adalah: Karat daun yang disebabkan oleh cendawan Puccinia horianna. Pengendaliannya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Daun yang telah terinfeksi segera dirompos dan bakar. Penyakit lain seperti septoria, embun tepung, busuk batang dan layu fusarium. Beberapa fungisida dapat digunakan bergantia setiap minggu, diantaranya : Dithane, Zineb, Score dan Benlate.

Panen
Panen dilakukan saat bunga telah mekar penuh, serta disesuaikan dengan permintaan pasar. Daya simpan bunga sekitar 1-14 hari tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Hal penting bag petani yaitu: menjelang panen sebaiknya menghindari akumulasi air pada bunga atau daun, untuk mencegah perkembangan penyakit dan menjaga kualitas bunga. Setelah panen tangkai direndam dalam air hangat (38-400C) disimpan dalam ruangan yang cukup sejuk dan silkulasi udara lancar.

Sumber: http://balithi.litbang.deptan.go.id