JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Leaflet

Beternak Ayam Kampung Intensif

Berapa Jumlah Produksi Telur ayam kampung secara intensif ?

Menurut berbagai hasil penelitian, Ayam kampung  dengan pemeliharaan yang intensif, dapat memberi hasil telur sekitar 105-151 butir/tahun. Dibandingkan dengan pemeliharaan secara tradisional, hanya 30-60 butir.

Bobot telur per butir pemeliharaan intensif mencapai 45,27 gram/butir dibanding dengan cara tradisional bobot hanya 37,5 gram/butir, dan bobot ayam pada umur 12 minggu bisa mencapai 708,0 gram dibanding dengan bobot pemeliharaan tradisional hanya 425,19 gram.

Apa saja faktor–faktor pendukung penting untuk pemeliharaan ayam kampung secara intensif dan ramah lingkungan ?

  1. Ketersediaan bibit ayam kampung yang terseleksi,
  2. Pekarangan yang cukup luas untuk kandang,
  3. Sumberdaya manusia yang cukup termasuk peran serta wanita dalam rumah tangga peternak,
  4. Ketersediaan hasil samping usaha tanaman dan agroindustri sebagai sumber pakan,
  5. Sumber daya tanaman obat yang mudah dibudidayakan dan mudah diolah.

Bagaimana usaha peternakan ayam kampung yang optimal ?

Daya tahan tinggi terhadap penyakit, pertumbuhannya relatif cepat dan masa sapih anak singkat.

Keunggulan jenis ayam burik ialah daya tahan tinggi terhadap penyakit, masa sapih anak singkat dan produksi telur lebih banyak dibanding jenis kaki hitam dan kaki kuning.

Pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat dimulai dengan memelihara induk lebih dari 25 ekor agar dapat memberi tambahan pendapatan bagi keluarga peternak. Penyelenggaraan usaha keluarga ini terbuka bagi peran yang lebih besar kaum wanita yang lebih memliki waktu lebih banyak di rumah.

Bagaimana cara memperoleh sumber pakan untuk ayam kampong dan apa saja jenis sumber pakannya?

Dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang mudah didapat sehingga mempermudah penyelenggaraan peternakan intensif dan ramah lingkungan. Jenis bahan yang tersedia beragam bergantung daerahnya, meliputi serelia, limbah pengolahan seperti dedak padi, bungkil kelapa, bungkil kedelai, ampas tahu dan sebagainya.

Manfaat dan cara penggunaan obat – obatan organik tradisional ?

Untuk kesehatan dan pencegahan penyakit dikembangkan pada sistem peternakan ayam kampung secara intensif dan ramah lingkungan. Pemberian obat – obatan tradisional dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk secara langsung maupun melalui pencampuran dengan pakan atau air minum.

Hasil penelitian di Indonesia tentang manfaat ramuan jamu – jamuan tradisional tertentu bagi kesehatan dan pencegahan penyakit pada ayam kampung, jamu dari ramuan kencur, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, temulawak, daun sirih dan kayu manis yang diberikan melalui air minum dapat meningkatkan bobot Karkas. Tepung kencur yang dicampurkan pada pakan ayam berguna untuk memperbaiki performa ayam dan mampu menekan angka mortalitas.

Kunyit yang dicampurkan pada pakan dapat menurunkan tingkat populasi bakteri  dalam saluran pencernaan ayam dan mencegah pencemaran pada produk ayam. Pemberian 0,04% tepung kunyit memiliki efek menaikkan pertambahan bobot hidup ayam.

Ketersediaan obat – obatan tradisional seperti jamu terdukung oleh bahan ramuan yang umumnya mudah diperoleh dan dibudidayakan serta dikenal secara lokal. Biayanya murah karena budidayanya mudah karena sederhana dan tidak memerlukan lahan yang luas. Pengolahannya ke berbagai bentuk obat untuk aplikasi cukup mudah, seperti penepungan, pemerasan atau ekstraksi bahan aktif melalui perebusan.

Kesimpulan

Bahwa pemeliharaan ayam kampung secara intensif dan ramah lingkungan merupakan peluang usaha yang menguntungkan dan meningkatkan daya saing. Ini Karena pola tersebut mampu meningkatkan performa ayam kampung, daya tahan tubuhnya terhadap penyakit, kualitas Karkas disukai konsumen, serta mengurangi atau meniadakan penggunaan bahan – bahan obatan kimiawi seperti antibiotik, hormon dsb yang residunya berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat konsumen.

Sumber :

Olson PS. 2015.  Beternak Ayam Kampung Intensif Ramah Lingkungan. Sinar Tani Edisi 13-19 Mei 2015 No. 3606 Tahun XLV

https://www.google.co.id/search?newwindow=1 &biw=1024&bih=600&tbm=isch&sa=1&q=ayam +kampung+intensif&oq=ayam+kampung+intensif&gs_l=img.3...1479132.1481234.0.1482206.9.8.0.0.0.0.396.396.3-1.1.0....0...1c.1.64.img..9.0.0.kSe1-DXfkOc#imgrc=5ivkWzah1fLgIM%3A

Kegunaan unsur-unsur hara bagi tanaman

Kegunaan unsur-unsur hara bagi tanaman

Menurut  hasil penelitian, setiap tanaman memerlukan paling sedikit 16 unsur (ada yang menyebutkan zat) agar pertumbuhannya normal. Dari ke-16 unsur tersebut, 3 unsur (karbon, hidrogen, dan oksigen) diperoleh dari udara, sedangkan 13 unsur lagi disediakan oleh tanah. Jadi tanah sebagai dapur bagi tanaman setidaknya harus tersedia 13 menu agar pertumbuhannya normal. Ke-13 unsur tersebut adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur atau belerang (S), klor (Cl), ferum atau besi (Fe), mangan (Mn), kuprum atau pembaga (Cu), zink atau seng (Zn), boron (B) dan molibdenum (Mo).

Mengenai faedah atau kegunaan unsur-unsur hara tersebut bagi tanaman adalah sbb:

1. Nitrogen
Peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

2. Fosfor
Unsur fosfor (P) bagi tanaman berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda. Selain itu, fosfor berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu; membantu asimilasi dan pernapasan; serta mempercepat pembungaan, pemasalan biji, dan buah.

3. Kalium
Fungsi utama Kalium (K) ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Yang tidak bisa dilupakan ialah Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.

4. Kalsium
Bagi tanaman, Kalsium (Ca) bertugas untuk merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium yang terdapat pada batang dan daun ini berkhasiat untuk menetralisasikan senyawa atau suasana yang tidak menguntungkan pada tanah.

5. Magnesium
Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat, lemak, dan minyak-minyak, magnesiumlah biangnya. Magnesium (Mg) pun memegang peranan penting dalam transportasi fosfat dalam tanaman. Dengan demikian, kandungan fosfat dalam tanama dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur magnesium.

6. Belerang
Belerang (S) berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar. Sulfur ini merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein seperti asam amino. Unsur ini pun membantu pertumbuhan anakan. Selain itu, sulfur merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis, dan lain-lain.

7. Klor
Memperbaiki dan meninggikan hasil kering tanaman seperti tembakau, kapas, kentang, dan tamanam sayuran umumnya adalah peran dari klor (Cl). Unsur ini pun banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman.

8. Besi
Untuk pernapasan tanaman dan pembentukan hijau daun merupakan peran dari besi (Fe). Kehadirannya tidak boleh dianggap enteng. Sekali tidak ada, terutama pada tanah yang mengandung banyak kapur, tanaman akan langsung merana.

9. Mangan
Peran mangan (Mn) tak jauh beda dengan unsur besi. Selain sebagai komponen untuk memperlancar proses asimilasi, unsur ini pun merupakan komponen penting dalam berbagai enzim.

10. Tembaga
Fungsi tembaga (Cu) ini pun baru sedikit diketahui. Kehadirannya dapat mendorong terbentuknya hijau daun dan dapat menjadi bahan utama dalam berbagai enzim.

11. Boron
Boron (B) berfungsi mengangkut karbohidrat ke dalam tubuh tanaman dan mengisap unsur kalsium. Selain itu, boron berperan dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Pada tanaman penghasil biji, unsur ini pun berpengaruh terhadap pembagian sel. Dan, yang paling nyata ialah perannya dalam menaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.

12. Molibdenum
Sama halnya dengan tembaga, hingga kini diketahui masih sedikit peranan molibdenum (Mo) bagi tanaman. Unsur ini sangat berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran. Untuk tanaman pupuk hijau, molibdenum membantu mengikat nitrogen dari udara bebas. Ini disebabkan unsur ini merupakan bagian dari komponen penyusun enzim-enzim pada bakteri nodula akar tanaman pupuk hijau.

13. Seng
Seng (Zn) memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi membentuk hormon tumbuh.(*art)

Sumber: Berbagai Sumber

Budidaya Bunga Krisan Spesifik Lokasi Sekitar G. Lokon

Budidaya Bunga Krisan
Spesifik Lokasi Sekitar Gunung Lokon

 

oleh: Ir. Louise A. Matindas, MP dan Arnold C. Turang, SP.


Pendahuluan
Krisan merupakan jenis tanaman hias yang cukup penting di Indonesia. Khusus di Kota Tomohon Sulawesi Utara, tanaman ini cukup mendapat perhatian dari pengusaha bunga, karena memiliki daya tarik tersendiri, sebab selain sebagai penghias, juga sebagai tanaman pengusir nyamuk dan penyerap polutan. Saat ini permintaan bunga potong krisan cenderung meningkat pada hari-hari besar keagamaan seperti Natal, Idul Fitri, Tahun Baru, hari kasih sayang. Bahkan pada hari-hari khusus seperti; perayaan ulang tahun, pesta perkawinan, atau acara penyambutan-tamu-tamu, ibadah hari minggu dan hari-hari siarah ke tempat pemakaman dan lain-lain, orang mulai menggunakan bunga potong krisan.

Tanaman krisan termasuk dalam tanaman hari pendek (16 jam siang), yang berasal dari daerah sub tropis. Menurut penggunaannya krisan dapat dikelompokkan : krisan sebagai bunga potong dan krisan bunga pot/ pot plant, sedangkan menurut tipenya krisan dapat digolongkan sebagai krisan standard dan krisan sprey.

Indonesia termasuk negara beriklim tropis, dimana panjang hari siangnya selama 12 jam, sedangkan daerah sub tropis panjang hari siangnya selama 16 jam. Untuk membudidayakan bunga krisan di Indonesia, diperlukan penambahan cahaya, sebanyak 70 lux selama 4 jam pada malam hari. Tujuan penambahan cahaya adalah untuk mempertahankan fase vegetatif tanaman.

Deskripsi Tanaman
Tanaman Krisan termasuk ke dalam :

Kingdom        : Plantae
Divisio           : Magnoliophyta
Sub-Divisio   : Magnoliopsida
Kelas              : Asterales
Ordo               : Asterales
Famili (suku) : Asteraceae
Genus (marga) : Chrysanthenum
Specis (jenis) : Chrysanthemum morifolium

Tanaman Krisan dengan nama Internasional Chrysanthemum atau disebut mum, terdiri dari banyak specis. Dari banyaknya species inilah kemudian mulai dikembangkan/ disilangkan oleh para pemulia, sehingga menghasilkan banyak cultivar yang baru dan hibrida. Dalam penggunaannya krisan di kategorikan dalam tiga jenis, yaitu: cut mum (krisan potong), pot mum (krisan pot), dan garden mum (krisan kebun).

Perbanyakan Tanaman Krisan
Krisan dapat diperbanyak dengan menggunakan anakan, stek pucuk atau stek batang. Untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah yang besar dan waktu yang singkat, perbanyakan dapat dilakukan dengan system kultur jaringan. Kultur meristem guna mendapatkan tanaman krisan yang bebas penyakit, dan mulai dikembangkan saat ini.

Kebun Induk (Mother Plant)
Jarak tanam yang umum untuk tanaman induk krisan adalah 10 x 13 cm dan 13 x 13 cm. sejak tanam diberikan pupuk cair 200 ppm N dan 200 ppm K, serta mendapatkan penyinaran tambahan. Intensitas cahaya minimum sekuat 100 lux dengan lampu pijar atau TL , diperlukan terus menerus selama 3-5 jam ditengah malam. Setelah bibit tumbuh tegar, segera dilakukan pemotesan (pangkas) pucuk, guna meransang pertumbuhan tunas. Stek harus diambil sesering mungkin, agar tanaman induk berada tetap berada dalam stadia juvenile. Untuk tanaman Krisan Standart yang toleran hari netral, bibit yang digunakan bias berasal dari anakan. Secara fisiologis umur anakan yang diambil dari kebun produksi kurang seragam, sehingga masa pembungaanya kurang serempak dalam suatu areal pertananam.

Tanaman Produksi
Varietas-varietas Krisan penghasil bunga potong yaitu: Puma, Mundial, Royal Target, Green Peace, Pink Reagen, Kiku, Regal Mist, Born Holm, Clondike, Chittah, dan sebagainya yang telah dikembangkan oleh Litbang Pertanian. Sedangkan untuk kembang pot varietas-varietas seruni seperti: Auntum Glori, Bright Golden Anne, Sandra, Right Time, Story Time dan banyak lagi yang telah dikembangkan. Stek pucuk yang diambil dari tanaman induk (Mother Plant) dan ditumbuhkan pada media sekam. Untuk mempercepat pertumbuhan perlakuan dengan merendamkan pada zat peransang akar. Setelah 2 minggu siap untuk dikembangkan pada bedengan pengembangan. Selama vase vegetative, tanaman diberikan penyinaran tambahan pada seperti diuraikan diatas selama 7-8 Minggu untuk Krisan Potong dan 10-20 hari untuk krisan pot. Pencahayaan dilakukan tengah malam dengan metode interupsi (5-1) x 5 artinya 5 minit lampu menyala, diikuti 1 menit lampu dimatikan dan ulang sebanyak 5 kali dalam satu siklus. Kemudian (15x15)x6, (6-24)x8, atau penyinaran terus selama 2-3 jam tergantung varietas yang ditanam. Lampu yang digunakan yaitu flourescen (TL) Jarak tanam untuk Krisan Potong tergantung musim, kultivar dan metode pengaturan bunga serta kondisi daerah. Untuk bunga standard 10x15 cm di musim kemarau dan 13 x 15 dimusim penghujan. Untuk cultivar yang memiliki daun lebar, jarak tanamnya 15 x 15 cm. Sedangkan untuk sprey jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lingkungan dari pengalaman 12,5 x 12,5. Ketika tanaman mulai keluar bunga, topnya dip icing dan tinggalkan yang lain. Demikian dengan tipe standart yang lain dip icing sedangkan topnya dibiarkan. Kemudian dipupuk dengan 200 ppm N dan 200 ppm K. Pupuk P ditambahkan pada media dengan dosis 0,5-1 g/tanaman.

Hama dan Penyakit
Hama yang umum menyerang Krisan adalah: aphid, trips dan leaf miner (penggorok daun) serta ulat pemakan daun dan bunga. Untuk mengendalikannya dengan memberikan karbofuran saat anam. Insektisida Decis, Orthane atau lanete efektif untuk mengendalikan serangan hama. Penyakit penting yang menyerang Krisan adalah: Karat daun yang disebabkan oleh cendawan Puccinia horianna. Pengendaliannya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Daun yang telah terinfeksi segera dirompos dan bakar. Penyakit lain seperti septoria, embun tepung, busuk batang dan layu fusarium. Beberapa fungisida dapat digunakan bergantia setiap minggu, diantaranya : Dithane, Zineb, Score dan Benlate.

Panen
Panen dilakukan saat bunga telah mekar penuh, serta disesuaikan dengan permintaan pasar. Daya simpan bunga sekitar 1-14 hari tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Hal penting bag petani yaitu: menjelang panen sebaiknya menghindari akumulasi air pada bunga atau daun, untuk mencegah perkembangan penyakit dan menjaga kualitas bunga. Setelah panen tangkai direndam dalam air hangat (38-400C) disimpan dalam ruangan yang cukup sejuk dan silkulasi udara lancar.

Sumber: http://balithi.litbang.deptan.go.id


Mengenal Pisang Goroho (Musa acuminafe,sp)

Mengenal Pisang Goroho (Musa acuminafe,sp).

Oleh: Arnold C. Turang,SP.


Pisang adalah tanaman buah, sebagai sumber vitamin dan karbohidrat. Di Indonesia, pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun perkebunan kecil, pemeliharaannya kurang intensif. Untuk itu perlu suatu cara pendekatan khusus, agar tanaman pisang dikenal manfaatnya oleh masyarakat.

Tanaman pisang banyak berkembang di indonesia dan memiliki keragaman jenis dan bentuknya serta kandungan manfaat didalamnya. dalam tulisan ini akan memperkenalkan tanaman pisang khas di Sulawesi Utara, dengan nama Pisang Goroho. Tanaman ini cukup terkenal bagi masyarakat Sulawesi Utara karena memiliki nilai manfaat yang tinggi. Penggunaan Pisang Goroho di masyarakat Sulawesi Utara sejak jaman Nenek Moyang dahulu. Pisang Goroho umumnya hanya tumbuh di samping-samping rumah, atau dikebun di pingiran kebun atau larikan tengah kebun.

Penggunaan pisang Goroho, umumnya di jadikan pisang goreng, pisang rebus. Kue pisang goroho biasanya disajikan pada saat akan minum kopi pagi, sore hari setelah melakukan pekerjaan. Selain untuk saji saat minum kopi, pisang goroho juga digunakan oleh orang-orang yang menderita diabetes.

Pisang Goroho, merupakan sumber makanan masyarakat Minahasa sejak dahulu. Buah pisang goroho sangat disenangi karena sangat enak dijadikan kue pisang goreng karena enak dan gurih. Saat ini pisang Goroho juga dijadikan makanan utama penderita diabetes

KLASIFIKASI TANAMAN
Klasifikasi dan penamaan Pisang Goroho:

Kerajaan : Plantae
Devisi : Magnoliophyta
Kelas : Lilopsida
Bangsa : Zingiberales
Suku : Musaceae
Marga : Musa
Jenis : M.acuminafe

sumber: Steenis,CGGJ 1980.


MORFOLOGI TANAMAN
Tanaman Pisang memiliki morfologi sebagai berikut:

  1. Pohon: Batang  tegak akar memiliki susunan yang kuat. Batang semu tersusun oleh pelepah daun
  2. Daun : Daun terpencar, meruncing ujung tumpul, tepi rata dan muda robek.
  3. Tangkai daun agak panjang dan lebar.
  4. Bunga: majemuk dengan tangkai yang panjang dan kuat, ada yang berbulu ada yang tidak, bunganya banyak
  5. Buah: hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, tapi pisang goroho ketika masak warnanya hijau agak kekuning-kuningan tapi tidak kuning

Bagian pisang yang digunakan sebagai obat adalah: Buah Pisang, Bunga Pisang (Jantung) Tunas/anak Pisang, Batang pohon pisang, kulit buah pisang dan getah pelepah daun pisang. Batang pisang juga bagi orang Minahasa dijadikan sayur.

HABITAT DAN PENYEBARAN

Pisang adalah tanaman buah yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Afrika, Madagaskar, Amerika Selatan dan Tengah. Tanaman ini bertumbuh, menghendaki iklim tropis panas dan lembab, terutama didataran rendah.

KANDUNGAN KIMIA DAN KHASIAT

Kandungan yang terdapat pada setiap buah pisang, secara umum adalah vitamin A. vitamin B1, vitamin C. Lemak mineral (kalium,klor,natrium, Magnesium, Fosfor). Karbohidrat, Air, Zat Putih Telur dan Serat.
Pisang dapat digunakan bagi ibu hamil, untuk penyakit usus dan perut. Bagi luka bakar, bagi kecantikan,bagi Diabetes Melitus, pada pendarahan rahim, merapatkan vagina, Ambein, Cacar Air, Tenggorokan Bengkan dan sakit kuning atau lever.

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.