JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Info Aktual

OPSIN dan LTT Adalah Nafas Kita

‌Manado,11 Juni 2018---Opsin dan LTT adalah Nafas kita !, demikian Dr.Ir.Hiasinta F.J. Motulo, MSi., ketika memberikan arahan ipada ttim kerja internal BPTPBalitbangtan Sulut, yang ditugaskan mengkoordiner  di daerah yang telah di SK kan oleh Badan SDM.

Beliau berharap agar tim kerja intenal ini untuk segera berkoordinasi dengan daerah yang dikoordnier, sesuai dengan tupoksi.

Setelah pertemuan internal, secara maraton BPTP Balitbangtan Sulut menggelar Rakor Percepatan Opreasional Mesin (OPSIN) Pertanian di dua tempat; tanggal 7 Juni 2018 di Ruang Pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dan tanggal 8 Juni 2018 di Aula Kodim 1303 Bolaang Mongondow, dengan mengefisienkan waktu sebelum Jumatan teman-teman yang menjalani puasa

Inti dari Rakor ini adalah selain untuk mendapatkan data riil jumlah dan kondisi Alsintan yang ada, mendapatkan umpan balik dan permasalahan lapangan. Juga dalam rangka mensosialisasikan kebijakan terbaru Kementan terkait OPSIN.

Dalam sambuan Kadis Pertanian melalui Kabid PSP, mengapresiasi gerak cepat Dr.Ir.Hiasinta J.F.Motulo,MSI. segera melakukan koordinasi dengan teman-teman di daerah. Untuk itu kita bangun hubungan kerjasama yang baik diantara para mantri tani, Danramil, Dinas Pertanian Kabupaten Kota serta BPTP Balitbangtan selaku Penanggung Jawab Alsintan Sulut.

Sementara PJ Alsintan Sulut Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo, M.Si menekankan kembali apa yang disampaikan Mentan pada acara serupa di tingkat pusat bahwa Alsintan harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan petani dan bukti riilnya tergambar pada capaian luasan LTT yang dikerjakan di lapangan di lahan sawah, ladang dan kegiatan pertanian lainnya.

Hiasinta melanjutkan, bahwa setelah lebaran nanti tim kerja akan turun lapangan untuk melakukan identivikasi lapang pemanfaatan Alsin, serta pertemuan koordinasi dengan wilayah kepulauan Manado Minahasa Utara dan Kota Bitung (@arnold #acturang)

 

Selaras dan Sinergikan Program Strategis Kemtan Dan Stakeholders di Daerah: Rapat Pembahasan Matrik Kegiatan 2019

Suasana Pertemuan dan Beberapa Kegiatan Lapang

Ruang Pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, 22 Mei 2018---Dalam rangka memantapkan kegiatan litkaji dan diseminasi BPTP Balitbangtan Sulut, telah dilaksanakan rapat pemantapan program litkaji 2019 di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (22/05).

Tujuan kegiatan ini, menurut koordinator PE Dr. Ir. J.B.M.Rawung, agar nantinya kegiatan yang dilakukan selain mengacu kepada program strategis Kementan, juga harus selaras dan sinergi dengan program dan kegiatan yang ada di stakeholders.

Kegiatan diawali dengan membacakan arahan kepala BPTP: “Kegiatan In House berdasarkan kebutuhan teknologi yang didiskusikan pada saat kegiatan APTEK.  Kegiatan diperbanyak pada diseminasi teknologi hasil kajian yang memang sudah Given. Kegiatan apa saja yang akan di diseminasikan dalam skala luas/ demfarm. Dan harus diingat, setiap demfarm harus menghasilkan benih, terutama pajale.

Kegiatan Bio-Industri harus menghasilkan produk, terintegrasi dan berkelanjutan dalam kawasan. Harus dibahas agar kegiatan Bio-Indistri menjadi Core bisnis poktan kooperatornya”.

Rapat yang dipimpin Koordinator PE, Dr. Ir. Jefny B M. Rawung, M.Si,  diikuti oleh peneliti, penyuluh, PPK, dan dari KSPP BPTP Balitbangtan Sulut. (#acturang)

Sumber: Koordinator PE, KSPP.

"TARABAS" Varietas Padi Premium Kini Hadir di Sulut

Manado, 22 Mei 2018---Dalam rangka mendukung terwujudnya kedaulatan pangan Pemerintah  Indonesia menargetkan untuk menghentikan impor beras, termasuk untuk jenis beras-beras Premium yang selama ini masih diimpor oleh Indonesia antara lain beras tipe Japonica, Basmati dan beras lain dengan indeks glikemik rendah.

Padi varietas Tarabas merupakan salah satu padi tipe Japonica yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. "Tarabas" berasal dari bahasa Sunda yakni "Terabas" yang berarti terobos.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Utara saat ini sedang mengembangkan dan mendiseminasikan varietas padi ini melalui kegiatan Demplot PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) Padi Sawah Varietas Tarabas pada Kelompok Tani Makaaruyen Woloan 3, Kecamatan Tomohon Barat Kota  Tomohon.

Saat ini umur tanaman padi Tarabas 14 hari (HSS) dengan penampilan tanaman yang baik.

Beberapa keunggulan dari padi varietas Tarabas :

  1. Memiliki tekstur nasi pulen, mutu beras premium dengan kadar amilosa rendah 17 %, dan tergolong sebagai sticky rice.
  2. Tahan terhadap penyakit Blas dan agak tahan terhadap Tungro
  3. Produksi 4 - 5 ton/ha.
  4. Tekstur nasi : sangat pulen.

Kelemahannya adalah kurang tahan terhadap Wereng Batang Coklat (WBC) dan Hawar Daun Bakteri (HBD)(kresek) sehingga perlu pengendalian OPT secara maksimal.

Sumber: Louise A. Matindas

Ikuti juga: Tarabas Luci dan Engkau Merah, Berkembanglah di Tomohon

Minahasa Panen Terus: Produksi Benih Sumber Inpari-31 di Tincep Kabupaten Minahasa

Tincep 09 Mei 2018---Tahun 2018, Badan Litbang Pertanian menggerakkan dan menggalakkan kegiatan produksi benih. Karena benih sebagai titik ungkit utama teknologi inovasi dalam peningkatan pendapatan petani.

BPTP Sulawesi Utara, melalui kegiatan Produksi Benih Komoditas Program Strategis Kemtan melakukan produksi benih sebar kelas ES sebanyak 14 ton. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 titik pengembangan yaitu di Desa Tincep Kecamatan Sonder pada koordinat 10 16’ 30”, 1240 44’ 58” pada ketinggian 391,4 mdpl, Desa Sumarayar Kecamatan Langowan Timur  pada koordinat  10 10’ 24”, 1240 50’ 56” dengan ketinggian 716,7 mdpl Kabupaten Minahasa yang menurut pengalaman musim petani, masuk pada fase tanam gadu.

Dari hasil CPCL tim kerja, di Sulawesi Utara petani begitu menyukai varietas unggul baru (VUB) Padi Sawah Inpari-31 dan Inpari-24 beras merah. Varietas Inpari-24, kebetulan diperkenalkan pertama oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,SE. Dimana, setiap kunjungan kerja di daerah, Olly Dondokambey,SE. Selalu memperkenalkan beras merah yang pernah beliau tanam.  Memang yang pertama menanam varietas ini adalah beliau, yang dikawal dan didampingi langsung oleh BPPTP Sulut.

Pengembangan pembibitan dimulai pada tanggal 23 Pebruari 2018, varietas Inpari-31 ditanam bersama petani penangkar binaan BPTP di desa Tincep Kecamatan Sonder. Pada lahan luas 2 ha, ditanami dengan vaietas Inpari-31. Teknologi produksi benih langsung didampingi oleh BPTP Sulawesi Utara, dan BPSB Minahasa.

Pendampingan dimulai dari prosedur awal dimana melaporkan varietas yang akan dikembangkan sumber dan lokasi sampai pada tahapan-tahapan produksi dan pada fase prosesing. Ini dilakukan untuk benar menghadirkan benih yang betul-betul berkualitas pada petani saat memproduksi padi sawah.

Teknologi produksi mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Mulai dari VUB, Penggunaan Bahan Organik Lokal, Sistim Tanam Jajar Legowo 2:1 setiap rumpun 1-2 tanaman, Pemupukan Tepat (Waktu, Dosis, Cara), Pengendalian Hama dan Penyakit (PHT), dan yang lebih penting keterpaduan pengelolaan sistim yang terkait dengan produksi mulai dari koordinasi internal tim dan eksternal di lapangan.

Dari hasil pengambilan sampel dan ubinan baik pihak Dinas dan BPTP, produksi dapat ditaksir untuk luasan 1 ha, petani mendapatkan hasil  8,1 ton. Ini diukur dalam sampel ubinan sebanyak 3 titik sampel , dan diambil nilai rataannya. (*#acturang)

Teknologi Spelok Gerakkan Pertanian di Sulawesi Utara

Manado, 30 April 2018--- Bertempat di ruang  F. J. Tumbelaka kantor Gubernur Sulut, para penggerak pertanian di Sulawesi Utara mengikuti kegiatan yang di kemas BPTP Sulawesi Utara dalam kegiatan Temu Aplikasi Teknologi Pertanian.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kinerja penyuluh sebagai ujung tombak penyuluhan maka Kementan melalui BPTP Balitbangtan Sulut bekerjasama dengan Pemda Prop. Sulut melaksanakan kegiatan Temu APTEK .

Acara ini dihadiri oleh Kadistanak Provinsi Sulut beserta staf, perwakilan peneliti, litkayasa, widyaiswara, guru SPMA, dosen Unsrat, KTNA, petani maju, petani kooperator, Balitbangda, BPTPH, BPSB, dan BPTP Sulut.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. ir. Hiasinta F. J. Motulo, M.Si  dalam sambutan mengatakan bahwa: dengan penyelenggaraan APTEK ini diharapkan dihasilkan  bahan usulan Rekomendasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi di Sulawesi Utara beserta umpan balik, masukan dan permasalahan pertanian guna perbaikan teknologinya.

Gubernur Sulawesi dalam sambutan yang dibawakan oleh Kadistanak Sulut Ir. Nouvly Wowiling, M.Si menyatakan bahwa: pemda sangat memandang penting acara ini karena yang dapat mengungkit peningkatan hasil petani adalah inovasi teknologi. Terutama teknologi spesifik yang telah dihasilkan oleh para pengkaji di Sulawesi Utara.

Teknologi merupakan kebutuhan, tanpa teknologi tak akan maju. Oleh karena itu, sejalan dengan kebijakan Distanak provinsi Sulut, maka model pertanian terintegrasi, berkelanjutan, yang modern sudah dilakukan Distanak Sulut yang dibangun berdasarkan koordinasi,  sinkronisasi, sinergitas dan komitmen bersama semua stake holder  lingkup pertanian Sulut.

Materi yang disampaikan pada acara ini adalah hasil-hasil Litkaji spesifik lokasi Sulawesi Utara seperti: Inovasi Teknologi Budidaya Padi produksi Tinggi, Inovasi Teknologi Perbenihan Jagung Hibrida, Diseminasi  Inovasi Teknologi Bawang Merah Varietas Unggul Lokal Lansuna, dan Inovasi Teknologi Kandang Tipe Tower Jerami.

Hasil Aptek ini segera dijawab Kadistanak dengan mencanangkan program kerja bersama dalam bentuk  Bimtek ke Kelompok-kelompok Tani di sentra-sentra produksi bawang merah, jagung dan kedelai.

Subcategories

Subcategories