JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Melaut Tangkap Ikan, Mendarat Bangun Rumah Pangan Lestari

Kalasey, 10 Nopember 2019--Mitra binaan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) CSR PT. Aneka Tambang (Antam), para pelaku usaha pengolahan hasil sektor perikanan laut dari Halmahera Timur, selama 5 hari menelusuri kota Bitung, Miahasa dan Tomohon di Sulawesi Utara.

Masyarakat yang berada di Buli, Wailukum, Gamesan dan Subaim yang menjadi mitra PKBL CSR, mengunjungi Sulawesi Utara. Menurut Herry Purnama Senior Officer Program PKBL, bahwa masyarakat yang masuk dalam lingkungan aktivitas perusahaan menjadi komitmen mereka, dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup yang bermanfaat bagi masyarakat umum dan lingkungan kegiatan perusahaan.

Mitra binaan yang bergerak pada bidang pengolahan hasil tangkapan laut, dibina dan difasilitasi untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Mereka tidak hanya difasilitasi modal, tapi juga diupayakan untuk ditingkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan sesuai bidangnya.

Potensi tangkapan ikan yang besar dan terjadi booming saat-saat musimnya, tidak linear dengan pasar yang tersedia. Hal ini yang menjadi permasalahan, karena bila hanya mengandalkan menjual ikan basah, kadang kala banyak ikan yang rusak. Untuk itu, mereka di study bandingkan di Sulawesi Utara, tepatnya di kota Bitung, salah satu daerah memiliki perusahaan pengolahan dan pengalengan ikan terbesar di Seluruh Indonesia (Selindo).

Setelah melakukan penelusuran sambil mempelajari dan inovasi teknologi tepat guna pengolahan ikan di kota Bitung, Mitra binaan PKBL CSR PT. Antam, diperkenalkan dengan inovasi tenologi pertanian khusus pemanfaatan pekarangan keluarga, di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara di Kalasey kecamatan Mandolang kabupaten Minahasa (07/11).

Model pengelolaan pekarangan skala rumah tangga yang di kemas dalam model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) yang diperkenalkan oleh Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara adalah: bagaimana memanfaatkan waktu luang setelah melaut, atau waktu-waktu tertentu yang tidak bisa melaut karena alam, dimanfaatkan dengan mengelola lingkungan pekarangan dengan kegiatan menanam kebutuhan dapur.

Inovasi teknologi pemanfaatan pekarangan yang menari perhatian peserta ketika bersua di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara adalah mengembangkan tanaman sayuran dalam media sederhana. Dengan limbah plastik yang biasanya terbuang dapat menjadi wadah media untuk tumbuh tanaman sayuran yang adaptiv untuk dataran rendah.

Peserta diperkenalkan juga dengan inovasi teknologi menyiapkan media tanam, pembibitan sederhana, sampai cara mengendalikan hama agar tidak mengganggu tanaman pokok. Karena kunci utama keberlanjutan kegiatan di pekarangan adalah faktor benih dan bibit yang tersedia. Untuk itu simpul bibit dan benih ini harus diatur agar pergantian tanaman terus berlanjut ketika itu di petik. Karena permasalahan kegiatan ini,ketika sudah hasil rata-rata sayang memetik karena keindahan, namun bila tidak dipetik akan mengganggu tanaman itu sendiri.

Benih dan bibit tanaman yang dapat digunakan untuk skala pekarangan adalah tanaman yang adaptif dan menjadi kebutuhan keluarga. Sehingga ketika itu di produksi akan memecahkan permasalahan keluarga. Sebagai contoh produk kebutuhan rutin dapur yaitu: Bawang, Rica (cabe), Tomat, Batang Bawang, Kemangi, Jeruk, salada dataran rendah, kacang panjang, dan tanaman lain yang spesifik lokasi (kearifan lokal).

Bertanam tidak selamanya harus dilakukan di tanah yang luas, tanah sempit dan ruang sempit dapat dikelolah menjadi tempat untuk pengembangan keragaan tanaman pekarangan rumah untuk kebutuhan rumah tangga. Juga cara bertanam tanpa media tanam, namun hanya dengan memberdayakan air (hidroponik) yang adalah limbah setelah mengolah ikan.

Cara bertanam dengan media air atau Hidropinik, menjadi perhatian dan kekaguman peserta. Bahkan peserta sempat melihat dan mengotak atik media air yang sedang dialirkan untuk tempat tumbuh tanaman. (*artur)

 



PT. Kenos Cahaya Bangsa Gandeng Balibangtan BPTP Sulawesi Utara Kembangkan Jagung Hibrida Nasional

Jumat, 25 Oktober 2019 . Bertempat di Desa Busato Selatan kecamatan Pinogaluman kabupaten Bolmong Utara (Bolmut). Para petani dan tokoh masyarakat mengikuti sosialisasi pembangunan pabrik gula tebu dan penanaman jagung hibrida nasional.

Terkait rencana ini, PT.Kenos Cahaya Bangsa,mengandeng Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara untuk kesiapan inovasi teknologi produksi jagung hibrida nasional. Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Yusuf,MP. apresiasi inisiasi ini, sambil mengingatkan akan pentingnya regulasi kerjasama agar dimantapkan. Hal ini penting untuk keberlanjutan kedepan untuk tingkatkan kesejahteraan masyaraka.

Gambar 1. Suasana pencanangan setelah penanaman dan foto bersama

Di lokasi pencanangan, Victor D.Tutut, SPi. MSi., mewakili kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, hadiri kegiatan ini menjelaskan: terkait inovasi teknologi, itu memang adalah tugas kami sebagai lembaga penyedia teknologi spesifik lokalita di Sulawesi Utara. BPTP, sudah melakukan kajian teknologi-teknologi terkait Jagung dan sudah adaptif dan potensinya cukup tinggi, selama mengikuti prosedur yang di persyaratkan.

Balitbangtan BPTP Sulut, sudah pernah melakukan pemetaan Agro Ekosistem Zoning (AEZ) di daerah ini dan sudah di buat oleh Balitbangtan dalam satuan peta skala 1:50.000 dan sudah diserahkan ke masing-masing kabupaten kota yang ada, termasuk Boltim. Untuk itu penting kita sandingkan dan tinggal di interpretasikan sesuai dengan peruntukan lahan yang akan dikembangkan, beber Arnold C. Turang, selaku Humas-PPID di BPTP Sulut.

Gambar 3. Petani setelah menerima bantuan benih Jagung dan saprodi lainnya

Menurut CEO PT. Kenos Cahaya Bangsa, bahwa untuk oprasional pengembangan tebu dan pembangunan pabriknya akan dimulai 2021. Pada langka awal ini dilakukan sosialisasi pada tokoh masyarakat petani dan pemerintah setempat akan maksud ini. Masih menurut Jimmy Tampi, untuk oprasional pabrik gula dibutuhkan sekitar 350 ribu ton kapasitasnya dan itu memerlukan sekitar 35-38 ribu ha lahan tebu. Saat ini, lahan tersedia di Bolmut sudah 18 ribu ha. untuk penuhi itu, kita akan carikan lahan di daerah-daerah di Sulawesi Utara untuk penuhi kebutuhan ini.

Pada langkah awal ini, kita sosialisasikan dan kita canangkan penanaman jagung dan kita gandeng sumber teknologinya. Penerapan teknologi tepat potensi hasil dari jagung pasti akan kita capai. Menurut Jimmy, pihak pembelih sudah hadir dan siap mengadakan produksi petani dengan harga yang baik. Pihak Kenos juga di tahap awal ini sudah membangun koperasi petani di lokasi, untuk menjadi sarana dari petani untuk kebutuhan petani, agar tidak terlilit dengan para tengkulak.

Koperasi Rewaya yang dibangun di Bolmut, oleh CEO PT.Kenos, adalah untuk membantu petani terhadap ketersediaan sarana dan prasarana kebutuhan petani. Tujuan adalah untuk memajukan ekonomi masyarakat petani peternak dan lainnya. Koperasi ini tentunya mengikuti aturan-aturan perkoperasian. Koperasi ini adalah koperasi serba usaha. Ada simpan pinjam ada pertokoan, bahan pokok, angkutan bahan pertanian dan fasilitas pengeringan.

Gambar 4. Diskusi CEO PT.Kenos dan masyarakat terkait pengembangan Koperasi

Koperasi ini akan memberikan dana pinjaman dengan bunga rendah, sesuai dengan aturan pemerintah. Jimmy sedikit membagi pengalaman di suatu tempat, pinjaman diberikan ke anggota bila pinjam 1 juta, anggota terima 800 ribu. Cara demikian di Koperasi yang Kenos bentuk, tidak berlaku bebernya.

Bila sudah menjadi anggota, tentunya dapat meminjam di koperasi terlebih dahulu, dan bayar setelah panen. Tentunya petani harus wajib menjual hasilnya di koperasi. Kelakar Jimmy,memang ada yang nakal alasan gagal panen, padahal hasilnya sudah di jual di tempat lain. Menurut Jimmy itu Blac List, di koperasi karena tidak jujur dan itu karakter sudah tidak baik. Dalam koperasi ini, yang anggota koperasi prioritas harga baik, tentunya. Jimmy mencontohkan ada harga saat ini Rp.3000, dan Rp.3500, itu terjadi kesenjangan di daerah ini, itu yang akan kita perbaiki. 

Kegiatan yang dicanagkan di dua lokasi masing masing di Pinogaluman dan Sangkup, dan dihadiri oleh Bupati Bolmut, Sekretaris Daerah, Kadis Pertanian, Kadis Lingkungan Hidup, Pihak Bank Sulutgo cabang Pinogaluman, Balitbangtan BPTP Sulut, Petani dan Tokoh agama setempat. (*artur)

Sulawesi Utara Gelarkan Gerakan Tanam Varietas Unggul Baru Jagung Hibrida

Minahasa Utara,18 Oktober 2019.

Bertempat di kawasan Matungkas dan Suwaan Minahasa Utara, tepatnya di kelompok tani Abdi Tani Makmur, pada luas lahan 5 ha, Kementerian Pertanian melalui Balit Serealia dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menggelarkan teknologi produksi benih varietas unggul baru (VUB) Jagung Hibrida. Program ini bertujuan untuk menjadikan benih unggul baru karya anak bangsa,menjadi “Raja” di rumahnya sendiri.  

Setelah dibuka dengan doa oleh Pdt.Nova Makaharap-Jacob, STh, dilanjutkan dengan sambutan pemerintah Minahasa Utara, yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, sekretaris daerah Minahasa Utara, Drs. Allan Mingkit. Beliau atas nama ibu Bupati Vonny Panambunan, menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini di Minahasa Utara.

Masih menurut Allan, bahwa dengan hadirnya kegiatan ini akan menunjang program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Minahasa Utara. Turis asing berberkunjung di Minahasa Utara posisi terakhir sudah sampai 52 ribu. Dan komoditas jagung menjadi sumber penganan yang diminati. Dengan hadirnya keragaan beberapa varietas jagung yang digelar seperti ada jagung pulo putih dan pulo unggu dan jagung manis lainnya karya anak bangsa, kita sambut baik di Minahasa Utara.

Dr. Yusuf, kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, sebagai sumber inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi di Sulawesi Utara, sangat mendukung program ini, dari sisi pendampingan teknologi. Kata Yusuf, bahwa produktivitas akan maksimal, bila sinergis antara komponen-komponen teknologi produksinya.

Terkait teknologi produksi Jagung Hibrida, Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara sudah mengkajinya selama 3 tahun. Masing-masing: di Minahasa Utara ini, di Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Bolmong dan hasilnya diatas rata-rata produksi. Untuk itu Yusuf optimis dengan kepercayaan Kementerian Pertanian, kita di Sulawesi Utara kita siap sukseskan produksi benih jagung hibrida hasil karya anak bangsa kita.

Sementara Kepala Balai Penelitian Serealia Dr. Muhamad Azrai, penempatkan kegiatan ini di Sulawesi Utara, karena prestasi yang kita amati selang 3 tahun terakhir ini kita melakukan kegiatan perbanyakan di Sulawesi Utara dan sangat baik. Untuk itu, saya mengusulkan ke atasan untuk 400 ha produksi di tahun ini kalau bisa 200 ha-nya di Sulawesi Utara. Dan kita syukuri itu terealisasi, ungkap Azrai.

Lanjut beliau, terkait dengan prestasi ini, beliau juga memberikan bantuan benih hibrida lagi sebanyak 3.000 kg untuk dibagikan di Sulawesi Utara. Untuk itu, beliau mendorong pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, untuk segera membuat surat untuk fasilitas bantuan benih ini. Harap beliau dengan bantuan ini agar dimanfaatkan dengan baik oleh petani.

Kegiatan Gelar teknologi yang dilaksanakan di Minahasa Utara ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara yang di wakilli oleh Ir. Novly Wowiling, MSi. dalam sambutan, beliau apresiasi akan kebijakan Kementerian Pertanin melaksanakan gelar teknologi  produksi benih jagung hibrida di Sulawesi Utara.

Lanjut Novly bahwa, kalua berbicara soal produksi jagung, kita di Sulawesi Utara bukan hal baru dan harus didorong-dorong lagi. Karena Sulawesi Utara selain sudah memproduksi untuk kebutuhan sendiri daerah, baik konsumsi dan untuk pakan ternak, kita juga termasuk suplayer ke daerah lain, termasuk di Gorontalo, hanya kita sedikit kalah brand saja, imbuhnya. Intinya bahwa ketika program itu berjalan, nilai tambah itu dimiliki petani kita.

Masih menurut Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut, bila kita melihat realisasi tanam Sulut tahun 2017/2018 mencapai 325 ribu ha dengan pencapaian produksi 1,2 juta ton. Jadi permasalahan disini adalah soal ketersediaan benih untuk ditanam. Yang terjadi saat ini, ketika petani sudah akan menanam, baik monoculture atau tumpeng sari, sangat terasa ketersediaan benih yang kurang.

Bertalian dengan kekurangan benih, pihaknya telah mengupayakan melalui direktur perbenihan, namun dari informasi bahwa memang benih sudah agak terbatas. Mengutip pernyampaian kepala Balitserealia Baros, akan membantu benih jagung, dan menyiapkan surat permohonannya, dalam sedikit canda Wowiling menyampaikan tidak lama. Sebentar suratnya sudah sampai di ruangan pak Azrai.

Wowiling kembali mengingatkan dan berharap agar sinergitas Balitbangtan dan dinas dalam rangka menyiapkan demplot untuk keragaan jagung produksi, dalam rangka kunjungan kerja bapak Presiden Joko Widodo di Sulawesi Utara, yang diagendakan pada Desember ini. Beliau berharap agar kegiatan ini dapat dipersiapkan untuk pelaksanaan panen perdana nanti.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan penanaman perdana di lahan demplot perbenihan milik kelompok tani Abdi Tani Mandiri Minahasa Utara. Peragaan penanaman dengan menggunakan alat tanam benih jagung (corn planter ) paket bantuan dinas pertanian pada petani. Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, Dekan Fakultas Pertanian Unsrat, Pihak TNI, Karantina Pertanian, Asisten Bidang Perekonomian Minahasa Utara, Camat, Petani dan Ka Balitserealia di Maros dan Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara.

IKUTI VIDEO : Kita Bumikan...

Sebelum melakukan penanaman, peserta menggemakan yel-yel “Kita Bumikan Benih Jagung Hibrida Nasional di Sulawesi Utara” dan mendapat sambutan meriah dari peserta dan media yang meliput kegiatan ini.(*artur)

Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara: Apresiasi yang Berprestasi

 

Jumat,11 Oktober 2019. Rapat Koordinasi Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) berlangsung di Meruce Hotel Tateli. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Kapus Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Dr. Dr.Andriko Notosusanto.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, yang diwakili oleh kepala bidang Pra Sarana Pertanian (PSP) Ir. Barents Runtuwene. Runtuwene dalam sambutan menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini untuk mengevaluasi kinerja kita semua terkait dengan Upsus Pajale dan optimalisasi alat dan mesin pertanian (Opsin).

Pada evaluasi bulan yang lalu, kita diperhadapkan dengan tantangan percepatan menanam dalam kondisi iklim ekstrim. Namun hal itu dapat kita lalui, karena tetap saat itu ada petani kita yang dekat sumber air dapat melakukan panen. Dan ini berkat komunikasi kita dan kerjasama baik TNI, Penyuluh dan kita semua terlibat, memberikan kontribusi sehingga kita lalui dengan realisasi tanam yang ada.

Gambar 2. Dr.Andriko Notosusanto saat menyerahkan piagam penghargaan pada Kadis Minahasa Utara dan beberapa daerah yang berprestasi mempertahankan LTT dan Realisasi Upsus Pajale Sulawesi Utara

Memang masih banyak lahan yang belum dan sedang menyiapkan pertanaman. Ini kita syukuri karena saat ini di daerah kita mulai turun hujan. Untuk itu, pesan kadis agar kita optimalkan bantuan yang sudah disalurkan, agar petani segera melakukan penanaman. Demikian dengan bantuan yang belum tersalurkan agar dipercepat dan kita bangun komunikasi dengan TNI dan petugas lapangan bersama LO untuk terus mendorong petani menanam.

Sementara pihak TNI dalam hal ini Kodam XIII Merdeka yang diwakili oleh Letkol Hendrik Dareno, melaporkan sukses story para Dandim dan Babinsa dalam melakukan pelaporan dan pendampingan bersama petugas pertanian di lapangan. Baliau menjelaskan bahwa pihak Kodim juga diwajibkan ada lahan minimal 1 ha sebagai demplot TNI. Bahkan Kodim di daerah yang luas lahannya bagus mereka mengolah lebih dari 1 ha.

Gambar 3. Ir. Hartin Kasim mewakili Ka. Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara menyerahkan plakat penghargaan pada salah satu Kabupaten yang berprestasi

Terkait dengan optimalisasi alat mesin dan sarana pertanian lainnya, kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf, selaku secretariat Opsin kembali mengingatkan agar komitmen dan konsisten dalam meoptimalkan bantuan yang telah digelontorkan pemerintah. Dari hasil pemantauan bahwa realisasi bantuan alat mesin pertanian tahun 2018 sampai 1015 unit tersebar di kabupaten kota, belum termasuk bantuan tahun 2019.

Mengutip arahan Menteri Pertanian dalam suatu pertemuan, bahwa: Jumlah alat Alsin bantuan banding luas lahan sawah petani sudah overload, untuk itu tidak lagi ada istilah lahan tiduk. Semua alat yang ada di lapangan harus didorong bekerja tingkatkan LTT dan IP. Semua pendamping lapangan terus lakukan pemantauan dan mendorong optimalisasikan alsin yang ada. Karena bila tidak di optimalkan akan dilakukan relokasi alat, beber Yusuf.

Kehadiran alat dan mesin pertanian diharapkan akan mengatasi permasalahan petani dan akan mendonrkrak kenaikan hasil. Karena menurut Yusuf, hasil penelitian dan pengkajian bahwa kehilangan hasil pertanian dapat terjadi pada simpul-simpul seperti: Pemupukan, potensi kehilangan bila tidak sesuai rekomendasi dapat hilang hasil sekitar 0,5 ton per ha.

Lanjut Yusuf, demikian dengan cara dan ketersediaan irigasi berpotensi 5,1 ton per ha. salah menggunakan benih berpotensi hilang hasil sekitar 1 ton per ha, penggunaan alsin tidak sesuai dapat menurunkan hasil serta penyuluhan kurang pada petani berpotensi 30 persen kehilangan hasil, beber Yusuf.

Untuk itu, dengan membangun komunikasi yang aktiv baik via media on line kita dapat minimalis kendala-kendala yang dapat menurunkan hasil petani.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi Upsus yang dilaksanakan di Mercure Hotel Tateli Kabupaten Minahasa, Dr.Andriko Notosusanto, selaku coordinator Upsus Pajale dan Opsin Sulawesi Utara, memberikan penghargaan pada beberapa kabupaten kota yang dinilai konsistensi dan ada peningkatan Luas Tambah Tanam dan realisasinya.

Adriko memberikan apresiasi semua yang terkait sehingga capaian Upsus Sulawesi Utara baik dan kedepan diharapkan akan lebih baik lagi. Persandingan kita semua dan pihak TNI, akan lebih memacu kita kedepat untuk mendorong para petani agar terus mengoptimalkan bantuan untuk pertanian, agar kita tidak ada import lagi, tutup Andriko.

Rakor Upsus Pajale dan Opsin Sulut, diikuti oleh kepala Dinas atau yang mewakili dan bidang sesuai tema rapat serta petugas dana dan LO di kabupaten kota di Sulawesi Utara (*Artur).

Open House Obor Pangan Lestari di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

Kalasey, 11 Oktober 2019---Tugas utama Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, sebagai sumber inovasi teknologi spesifik lokalita di daerah, harus menjadi warna dalam dinamika pembangunan pertanian di Sulawesi Utara.

Dr.Ir.Yusuf,MP. kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, saat memberikan sambutan dan arahan pada peserta yang hadir dalam open house dan louncing Obor Pangan Lestari (Opal) di kantor BPTP Sulawesi Utara menjelaskan: bahwa tugas dan fungsi institusi yang di pimpin beliau adalah, sebagai sumber inovasi teknologi spesifik local yang harus menjadi solusi kebutuhan inovasi masyarakat di Sulawesi Utara.

Inovasi teknologi spesifik hasil karya para pengkaji disajikan dalam kegiatan yang di show window-kan dilapangan dan diformulasi dalam bentuk Opal. Kegiatan tersebut menampilkan ketersediaan pangan sehat dan berkelanjutan dihadirkan untuk dicontohi oleh pelaku antara, pelaku utama dan pelaku usaha, dan mudah diakses.

Masih menurut Yusuf, bahwa kekuatan bangsa kita Indonesia adalah kekayaan sumberdaya alam dan keragaman tanaman pertanian negeri kita. Kita harus kelola untuk kepentingan anak bangsa kita. Negara kuat, berdaulat pangan dan harus makan makanan sehat dan bernilai gizi dari negeri kita.

Kedepan negara-negara industry pasti akan tertuju pada negara agraris. Untuk itu, kita harus siap menghadapinya, dengan kekuatan tubuh yang sehat dan mengkonsumsi pangan bergizi, hasil pekarangan kita sendiri.

Yusuf, apresiasi panitia yang telah menginisiasi kegiatan ini. Yang mulanya di design untuk bersanding dengan kegiatan dalam rangka hari ulang tahun provinsi Sulawesi Utara. Namun karena perhelatan tingkat provinsi, di tarik kegiatannya dilaksanakan di Jakarta, maka persandingannya tidak terwujud. Beliau apresiasi panitia, karena dapat menformulasi kegiatan yang lebih menarik lagi kita lakukan di rumah sendiri dan focus pada inovasi teknologi karya para pengkaji di BPTP.

Dalam kesempatan ini, Yusuf, menyerahkan buku 600 Inovasi Teknologi hasil anak bangsa di Badan Litbang Pertanian untuk daerah-daerah di Sulawesi Utara yang secara simbolis diserahkan kepada Minahasa Utara mewakili daerah-daerah yang hadir dan diterima oleh Kabid Bun Minahasa Utara Syanne Kandow. Yusuf berpesan bahwa semua daerah akan mendapatkan dan kiranya itu dapat dipanduani untuk diterapkan sambil membangun komunikasi dengan para pengkaji di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara.

Di tempat yang sama, Ir.Rita Novarianto,MSi, menjelaskan bahwa panitia yang terdiri dari kegiatan expose dan Tagrimart  telah mengagendakan kegiatan ini dengan: demo Pembuatan ES Krim Ubi Jalar, Pembuatan kripik Bayam, Pembuatan Kue berbahan baku beras, Sambung pucuk pala (grafting), show window keragaan tanaman sayuran dilapangan baik tanam melalui media hidroponik sampai media polybag, dan teknik pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging sehat.

Janny Sumampow, SPi. Saat ditemui di lokasi kegiatan apresiasi kegiatan ini dan berharap agar para peserta dapat memaknai dan melakukan. Karena menurut Sumampow, yang hadir banyakan adalah pelaku utama atau penyuluh pertanian, untuk itu perlu mereka menjadi agen penderas yang baik, setelah mengikuti kegiatan di sini, imbuhnya.

BACA JUGA: Kekuatan Pangan Harus Disiapkan...

Penanggung jawab kegiatan penelitian dan pengkajian (Litkaji), kasie KSPP Victor D. Tutut, SPi.MSi. mengakui bahwa kegiatan ini belum optimal dan masih banyak hal yang harus dibenahi bersama kedepan, agar kesiapan akan lebih baik lagi. Dan beliau berharap agar panitia dan tim litkaji untuk mengambil makna dan melakukan evaluasi untuk perbaikan kedepan.

Open House dan Louncing Opal di BPTP Sulawesi Utara dihadiri oleh para pelaku antara dari beberapa kabupaten kota yang dapat hadir, KTNA, Poktan dan Penyuluh dan Peneliti di BPTP Sulawesi Utara.(*Artur)

Subcategories

Subcategories