JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jadilah Penyuluh Pertanian Profesional Melayani Kebutuhan Inovasi Teknologi di Masyarakat

Kalasey,17 Januari 2019---Guna memantapkan strategi menderashilirkan inovasi teknologi pertanian hasil Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), maka para penyuluh di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, melaksanakan pertemuan bersama kepala balai.

Acara diawali dengan laporan ketua paguyuban Ir.jemmy Wenas, dengan kekuatan Penyuluh Pertanian (PP) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Dimana, PP di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara terdiri dari: Penyuluh Pertama ada 5, Penyuluh Muda 7 dan Madya 7 serta Utama 1 orang.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf, MP. dalam sambutan dan arahan, mengawali dengan ajakan “bangun kebersamaan para penyuluh BPTP Balibangtan Sulawesi Utara menjadi penyuluh profesional, yang melayani dengan tulus, bagi pelaku utama dan pelaku antara di daerah, guna mensukseskan program #Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) #InovasiTiadaHenti.

Lanjut Yusuf, bahwa di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara telah diatur sesuai dengan Permentan no 19/2017 tentang organisasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Di BPTP ada dua (dua) jabatan fungsional, dengan tugas dan fungsinya jelas. Dua jabatan fungsional ini seperti sepasang sayap merpati yang akan terbang baik ketika dua sayapnya di kepakkan, bagitulah ilustrasi kehadiran dua jabatan fungsional di BPTP Balitbangtan.

Untuk itu, inisiasi dari pengurus paguyuban Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, saya sambut baik, dan di pundak bapak ibu penyuluh hasilkan kinerja balai. Sesuai dengan tugas dan fungsi penyuluh di BPTP Balitbangtan saya harap laksanakanlah tugas kalian penyuluh seperti: melakukan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan, melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam menjalankan tugas dan fungsi bapak ibu penyuluh, terus bangun jejaring kerjasama dengan pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten kota. Sehingga hasil litkaji yang kita hasilkan akan lebih deras dimanfaatkan oleh masyarakat yang kita layani, tutup Yusuf.

Dalam pertemuan yang langsung dimoderatori oleh koordinator penyuluh (ketua paguyuban penyuluh) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Ir. Jemmy Wenas, dilanjutkan dengan diskusi terkait dengan strategi penyuluh menghadapi era digital, penyuluh menghadapi penyuluh yang akan purna bakti dan program dukungan ke pemerintah daerah.

Pertemuan perdana PP dan kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, diikuti oleh Ketua Program dan Evaluasi (PE) Dr.Ir. J.B.M. Rawung,MSi. dan seluruh penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. (*artur).

Humas Protokol Pemda Sulut Gandeng BPTP Balitbangtan Sulut Dukung Program ODSK

Manado, 11 Januari 2019---Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Utara Dantje Lantang, SP, MSi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/1) mengajak BPTP Balitbangtan Sulut, untuk bekerjasama dalam mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OSDK) yang digagas oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Program OSDK telah diimplementasikan oleh Pemprov Sulawesi dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Untuk itu, Dantje Lantang (DL) mengajak BPTP Sulawesi Utara, sebagai sumber inovasi teknologi pertanian di daerah, agar ikut berkontribusi pada program daerah ini.

Menurut DL, Sulawesi Utara dengan keragaman kekayaan sumberdaya alam dan sumber daya manusianya sangat berpotensi untuk digerakkan dengan inovasi teknologi. "Karena bagi saya, teknologi harus menjadi kebutuhan bukan lagi keinginan dalam mengelola sumber daya kita di Sulawesi Utara," ujarnya.

DL juga mengaku kagum dengan inovasi yang ada di Kementerian Pertanian salah satunya inovasi mekanisasi dengan sistem kontrol melalui handphone yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Lantang menambahkan bahwa tugas Biro Humas dan Protokol ataupun BPTP sebagai agen penderas informasi kepada publik, dalam mendukung program pimpinan sangat penting. "Untuk itu, saya mengajak BPTP untuk membangun sinergitas dan terus  memberikan informasi yang benar kepada publik yang kita layani." Tutupnya.

Di tempat lain, Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP. saat dikonfirmasi terkait permintaan Pemda, menyambut baik keinginan ini. Menurut Yusuf, sesuai dengan visi dan misinya, BPTP hadir di daerah dalam rangka menjadi solusi inovasi teknologi Spesifik lokasi di daerah. 'Sehingga pengembangan pertanian di daerah menggunakan inovasi teknologi yang telah dihasilkan dari adaptasi spesifik lokalita di daerah. Untuk itu, maksud baik ini merupakan titik ungkit untuk penderas-hiliran inovasi Balitbangtan." Ungkapnya.

Berita Terkait : 1). Technologi Indonesia 2). Rilis 3).Pilar Pertanian 4). Swadaya

Yusuf menambahkan bahwa BPTP Balitbangtan Sulut telah melaksanakan berbagai kegiatan kajian inovasi dan sudah dimanfaatkan masyarakat, seperti pengembangan teknologi peternakan sistim tower pakan ternak, sistem pemberian pakan dari limbah pertanian yang dapat menaikkan sampai 1 kg berat badan sapi dalam sehari, teknologi bawang, padi sawah, padi ladang dan masih banyak lagi, yang telah ada dan adaptif di Sulawesi Utara. Sedangkan untuk teknologi padi sawah, BPTP Balitbangtan Sulut telah melakukan pengembangan padi Merah Inpari-24, yang langsung di demplotkan di lahan petani Minahasa Utara. Bahkan Gubenur Sulut juga mengakui keunggulan Inpari 24 yang menurutnya, varietas Balitbangtan ini lebih pulen dari beras merah lokal, sehingga sesuai dengan selera masyarakat Manado.

Dengan keunggulan Inpari 24 ini, Gubernur juga telah meminta BPTP Balitbangtan Sulut untuk mengembangkannya bagi petani Sulawesi Utara. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan dukungan perbenihan di kabupaten Minahasa, dimana saat ini mulai dikembangkan seluas 3 ha dan mulai ditanam sampai Bolaang Mongondow Raya. Demikian juga dengan Bawang Merah Lansuna, yang sudah menjadi komoditas nasional, BPTP Balitbangtan Sulut sudah melakukan kajian dataran tinggi dengan produksi mencapai 14 ton. Dan untuk diuji coba lagi di dataran rendah, juga dapat berproduksi sampai 12 ton. "Hasil ini dapat dicapai dengan penerapan teknologi pemupukan, perawatan dan pengendalian hama terpadu serta dengan pendampingan para penyuluh dan peneliti di Sulawesi Utara," ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, selain teknologi tadi, masih banyak lagi teknologi inovasi yang telah diadaptasikan di Sulawesi Utara. Namun, diakui dalam penyebaran informasinya relatif kurang deras di lapangan. Untuk itu dengan persandingan program ini, pihak BPTP Balitbangtan Sulut sebagai sumber teknologi spesifik lokasi di daerah menyambut baik kerja sama dan berharap agar instansi terkait di daerah dapat mengakses dan memanfaatkannya untuk menyukseskan program ODSK di Sulawesi Utara. *(Artur)

Kementerian Pertanian Terus Mengenjot Alsintan Untuk Peningkatan Produktivitas Usahatani

Manado,10 Januari 2019---Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Sulawesi Utara, sebagai sekretariat Optimalisasi Alat dan Mesin Pertanian (Opsin) di Sulawesi Utara. Terus melakukan tugasnya mengidentifikasi dan melaporkan penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsin) yang ada di wilayah kerjanya.

Menurut Dr.Ir.Yusuf,MP., kegiatan identifikasi dilakukan dengan membuat group media identifikasi dengan teman-teman pelaksana dilapangan, yaitu dengan petugas dan operator melalui fasilitas whats Apps (WA). Namun demikian, beliau juga menugaskan para koordinator lapangan seperti Liaison Officer (LO) yang ada di kabupaten kota se Sulawesi Utara, untuk turun lapang melihat dan melaporkan kinerja Alsin di wilayah Kerjanya.

Selain itu, tim kerja yang ada di kabupaten kota juga, selain mengidentivikasi, juga diharapkan terus mendorong dan menggerakkan petani agar memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk dimanfaatkan dengan tanaman-tanaman pertanian. Fasilitas Alsintan yang diberikan pemerintah untuk memudahkan petani dalam melakukan kegiatan usahatani.

Yusuf juga berharap, agar dengan modernisasi pertanian melalui alat mesin pertanian, diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat para muda tani untuk kembali mengairahkan pertanian Indonesia.

Masih Menurut Yusuf, Alsin yang ada dimasyarakat sudah banyak digelontorkan pemerintah dan harus dilaporkan penggunaannya seperti: Hand Traktor Roda Dua (TR2), Traktor Roda 4 (TR-4), Rice Transplanter, Coper, Cultivator, Hand Spreyer, Alat Tanam Jagung, Pompa Air, dan lainnya. Itu semua fasilitas diberikan negara untuk menggiatkan pertanian.

Tim kerja yang diturunkan, Ir.Derek Polakitan, Supratman Sirih,STP dan Yandri Assa, SST., melakukan identivikasi ulang Alsin bantuan pemerintah sejak 2014 sampai tahun 2018. Di Bolmong Raya, seperti dilaporkan: Kab. Bolmong: 1. Excavator 2 unit, 2. Handtraktot 60 unit, 3. Traktor R4 34 unit, 4.  Pompa air 205 unit, 5. Cultivator 20 unit, 6. Alat tanam jagung 40, 7. Alat tanam padi 7 unit, 8. Hand spreyer 124 unit, 9. Perontok padi 10 unit, 10. Power treser 11 unit dan 11. Seeding tray 200 unit.

Kabupaten Bolmut: 1. TR-2 40 Unit, 2. TR-4 11 unit, 3. Excavator 1 unit, 4. Rota tanam 2 unit, 5. Rice transplanter 5 unit, 6. Automatic Hand Spreyer 98 unit, 7. Alat tanam jagung 20, 8. Hand Spreyer 50 unit, 9. Pompa air 40 unit, 10. Power treser 20 unit, 11. Dryer padi 6 unit.

Menurut Yusuf, kegiatan identivikasi dan pelaporan terus dilakukan untuk terus mendorong optimalisasi Alat dan Mesin Pertanian yang telah diberikan ke masyarakat. Karena sesuai dengan petunjuk, bila Alsin tidak di optimalkan berpotensi di relokasi, imbuh Yusuf. Untuk itu beliau mendorong para koordinator lapangan dan LO, agar terus berkordinasi dengan pihak terkait di lapangan. (*Artur).

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja

 

Kamis, 10 Jan 2018---Memasuki hari ke sepuluh (10) bekerja, hari ini bertempat di ruang Eugenia aromaticum (Cengkeh) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dilakukan penanda tanganan Perjanjian Kinerja.

Menurut ketua program, Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi, kegiatan penandatanganan Perjanjian Kinerja, akan didahului oleh masing-masing;  kepala Balai, Kasubang Tata Usaha dan Kasie KSPP. Dan bagi para penanggung jawab kegiatan Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) penanda tanganan, sebelum pelaksanaan seminar proposal kegiatan 2019.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., dalam sambutan menegaskan kepada semua pegawai, “dalam kita melaksanakan kegiatan, ada panduan/ payung. Untuk itu beliau mengingatkan agar bersama dalam bekerja bangun komunikasi agar ketika kita bangun komunikasi akan membantu kita dalam memayungki bekerja.

Lanjut Yusuf, Penanda tanganan perjanjian itu sendiri sebagai janji kita terhadap diri sendiri tentang komitmen melaksanakan tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam melaksanakan pekerjaan.

Karena tantangan kita bekerja kedepan dengan keterbukaan informasi publik. Dimana publik dapat dan mudah meminta dan mengakses apa yang kita kerjakan. Tentunya ada prosedur-prosedur yang harus mereka ikuti, dalam meminta informasi. Tepi itu satu warning buat kita, bahwa kita bekerja kita diawasi publik dan juga mereka mengevaluasi. Untuk itu pentingnya kita berkomitmen dengan apa yang kita tanda tangani. Karena ketika kita lakukan itu dengan tulus, kita aman, imbuh Yusuf.

Selanjutnya pembacaan Pakta Integritas, dan penanda tanganan dokumen pakta yang dumulai dari kepala Balai Dr.Ir.Yusuf,MP., berturut turut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Ir. Hartin Kasim dan Kepala Seksi kerjasama, dan disaksikan oleh ketua-ketua kelompok pengkaji (Kelji).

Masih ditempat yang sama, Yusuf,memanfaatkan waktu yang ada dengan melakukan diskusi terkait dengan langkah-langkah kedepan. Beliau mengawali dengan hasil pemantauan beliau melihat dari dekat aset-aset negara yang dipercayakan untuk di kelolah BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. beliau mengingatkan, dengan tidak dimanfaatkanya fasilitas negara tersebut akan merugikan negara dan berpotensi untuk digunakan orang lain.

Beliau secara partisipatif meminta kontribusi pendapat untuk memberdayakan aset tersebut seperti gedung, kolam dan fasilitas lainnya yang ada dan sudah tidak ditempati, agar dapat kembali di kelola agar berkontribusi dalam kinerja kita.

Yusuf mengapresiasi pendapat para pengkaji dan administrasi secara pro aktif memberikan masukan untuk pemberdayaan fasilitas gedung dan kolam serta fasilitas lain milik kantor yang relatif mulai tidak difungsikan. Sehingga ada kelji yang sudah menyatakan siap beraktifitas di gedung tersebut.

Kelompok Pengkaji Pengolahan Hasil dan Laboratorium Diseminasi, Minggu ini mulai aktif di lokasi tersebut.  Sehingga lahan sekitar 500 meter jarak dari kantor dan rumah dinas itu, dapat diberdayakan dengan kegiatan-kegiatan mendukung program Litkaji Balai, tutup beliau.

Kegiatan Penanda tanganan Pakta integritas yang diikuti oleh para Peneliti Penyuluh Administrasi dan Petugas kebersihan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bukti pelaksanaan kegiatan (*artur).

Bawang Merah Lansuna di Panen Syerly Adelyn Sompotan

Kakaskasen, 08 Januari 2018---Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP.,di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tomohon Utara, menyambut baik apa yang dihasilkan dan sudah diinisiasi Dinas Pangan kota Tomohon. Karena fungsi dan kehadiran BPTP di daerah, adalah mendekatkan serta menderas hilirkan inovasi teknologi Balitbangtan ke pelaku antara (Penyuluh) dan pelaku utama (Petani). 

Lanjut kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sebagai sumber teknologi pertanian di daerah, di tahun ini kami telah melakukan kegiatan kemitraan dengan petani dalam rangka dukungan perbeniha bawang merah. Tentunya kegiatan ini dengan muatan teknologi inovasi dan pendampingan oleh peneliti dan penyuluh. Dan kegiatan ini, setelah dilakukan di kota Tomohon, ternyata ditangkap untuk di terapkan oleh pemerintah kota melalui program litkajinya.

Satu kebanggaan bagi kita semua, karena varietas unggul yang kita hilirkan saat itu, adalah varietas unggul lokalita (bawang merah Lansuna) yang telah dirilis oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016. Ini komoditas daerah yang diangkat menjadi milik nasional. Dan keunggulannya ternyata luar biasa. Potensi hasil dari 7-14 ton per hekto are (ha) dan hasil ubinan kegiatan yang kita panen hari ini mencapai 13,9 ton per ha. di musim ekstrim.

Ikuti info Terkait: 1). Tribun Sulut 2). Swadaya 3). Agriculture

Yusuf,mengajak agar teknologi produksi yang dihasilkan dari penelitian dan pengkajian (Litkaji), yang sudah terbangun, untuk terus dihilirkan dan harap Yusuf, agar teknologi inovasi ini dilakukan dengan tepat sesuai yang dihasilkan teman-teman penyuluh di daerah, sambil bersanding denganpara peneliti. Kunci penerapan teknologi adalah presisi, atau tepat, imbuh ketua Paguyuban BPTP Selindo (seluruh Indonesia).

Ditemapt yang sama, Wakil Walikota (Wawali) kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, dalam sambutan sebelum panen,  mengapresiasi Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaui BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, atas pendampingan teknologi pada para Penyuluh Pertanian yang berhasil melakukan penelitian dan pengkajian pengembangan bawang merah di kota Tomohon.

Lanjut Srikandi Muda Minahasa yang juga sebagai ketua HKTI Sulawesi Utara, Indonesia sebagai negara agraris, dengan kekayaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusianya, kedaulatan pangan menjadi target pemerintah, dalam rangka kemandirian ekomoni nasional. komitmen ini, sebagai dukungan untuk program pak Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Utara, Oprasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) di kota Tomohon.

Kita ketahui bersama, kedaulatan pangan sudah menjadi issu global yang penting. Sejak dasawarsa 90-an. Berkaitan kemandirian suatu bangsa untuk memenuhi hak-hak rakyat atas pangan bermutu dan sesuai dengan budaya (kearifan lokal), ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menyikapi tuntutan tersebut, lanjut Sompotan, pemerintah kota Tomohon secara pro aktif dan partisipatif melalui Dinas Pangan kota Tomohon, melakukan kegiatan ketahanan pangan dengan kebijakan lokal spesifik berbasis sumberdaya lokal. Dimana salah satunya adalah penelitian dan pengembangan teknologi budidaya komoditas bawang merah. Komoditas ini masuk komoditas strategi dan memiliki nilai ekonomi tinggi, serta tidak dapat di subtitusi oleh komoditas lain, apalagi di kota Tomohon,imbuh Srikandi kota Tomohon.

Masih menurut wawali kota Tomohon, bahwa bawang merah termasuk tanaman yang produksinya tidak merata sepanjang tahun. Produksinya dapat berkurang ketika mengalami curah hujan tinggi. Karena berakibat pada kenaikan harga dan berdampak pada terjadinya inflasi. Demikian ketika menghadapi kemarau, produktivitasnya meningkat dan berdampak pada harga jual menjadi murah.

Kondisi ini, lanjut beliau merupakan alami hukum ekonomi suplay dimand, yang harus disikapi dengan meningkatkan kapasitas pelaku antara (penyuluh pertanian) dan pelaku utama (petani), terkait dengan muatan teknologi budidaya sampai pasca panen bawang merah. Dan teknologi adalah kunci utama sukses pertanian, tutup Sompotan

Sementara Kadis Pangan kota Tomohon Dra. Lily Solang. terkait dengan program pengembangan horti kultura di kota Tomohon, selain BPTP Balitbangtan kita juga memang bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Sam Ratulangi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, untuk beberapa komoditas dan dibagi di 5 BPP untuk melakukan kajian dan selanjutnya akan kita sesuaikan wilayah komoditas untuk pengembangannya, ujar Lyli.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala BPP di kota Tomohon, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) petani, BPSB, Pengamat Hama serta Penyuluh Peneliti BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.(*artur).

Subcategories

Subcategories