JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Sulut Terus Gemakan Kejayaan Produk Rempah: 10.000 Bibit Cengkeh Proses Sertifikasi

Tomohon, 4 Juni 2020. Sulawesi Utara, memiliki keragaan kekayaan alam yang mengukir sejarah di masanya. Cengkeh, Pala, Kelapa, mengukir nama Sulawesi Utara (Sulut)-Minahasa seantero persada di masanya. "Karena Cengkeh, Pala dan Kopra (Kelapa)….kagumkan pasaran Dunia…" cuplikasn syair lagu khas Oh Minahasa, yang sampai kini masih bergema dan begitu akrab ditelinga.

Ikuti Juga:  Kembalikan Kejayaan Indonesia Penghasil Produk Rempah Dunia: Yusuf Melihat dari Dekat Produksi Bibit Cengkeh di Minahasa

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr. Steivie Karouw,S.PT. M.Sc., saat di hubungi via online, mengatakan: "Mengembalikan Kejayaan Produk Penghasil Rempah-rempah Dunia", di masanya harus terus di dorong rehabilitasinya. Karena mascot Sulut, sebagai penghasil Cengkeh, Pala, Kopra, jangan sampai tinggal kenangan. Padahal, produk itu mencatat sejarah Dunia di masanya, seperti syair lagu “ Oh Minahasa” tutur Karouw.

Ikuti Juga:Menteri Pertanian Lepas Ekspor Senilai Rp.124,7 Milyar di Sulawesi Utara

Untuk itu pada tahun ini (2020), BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara melakukan pembibitan Cengkeh, Pala dan Kelapa, juga beberapa tanaman semusim. Kegiatan ini, sebagai upaya untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian, untuk menghilirkan inovasi teknologi pertanian (ITP) agar lebih dekat dengan petani.

BPTP Balitbangtan Sulut, untuk tanaman perkebunan mendukung pemerintah daerah menyediakan benih dan bibit tanaman, untuk selanjutnya di bumihilirkan oleh stakeholder ke pelaku utama (petani) dan pelaku usaha dan user lainnya.

Ikuti Juga: Dirjenbun Gemakan Lagi Di Sulawesi Utara “Kembalikan Kejayaan Rempah-rempah Dunia”

Tentunya sesuai prosedur-prosedur yang telah di persyaratkan dalam perbanyakan tanaman ini. Karouw, apresiasi para pengkaji yang melaksanakan kegiatan. Betapa tidak, dalam kondisi keterbatasan-keterbatasan para pengkaji terus melakukan kegiatan dan pendampingan kegiatan, walau via online.

Mengutip arahan Kepala Badan Litbang Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si., saat halal bi hahal via aplikasi zoom, “ Dalam keterbatasan dana akibat pandemic Covid-19, agar semua dapat focus dengan kegiatan. Yakilah, Covid-19, pasti berlalu, sehingga kita akan kembali normal. Sambil berharap ada anggaran tambahan nanti, yang sedang di perjuangkan”. Dan hendaknya ini menjadi pemicu untuk terus bergiat di tengah keterbatasan.

Ikuti Juga:  Petani Cengkeh dan Pala Sulawesi Utara Apresiasi Menteri Pertanian: Kembalikan Kejayaan Indonesia Penghasil Rempah-Rempah Dunia

Hal positif yang dapat dimaknai, Balitbangtan ditengah pandemic Covid-19, dapat meghasilkan 4 paten dalam jangka waktu singkat, 2 bulan saja, tutur Steivie, mengutip arahan Fadjry.

Steivie apresiasi kegiatan Cengkeh yang di komandani oleh peneliti senior Ir. Gabriel H. Joseph, MSc. Langkah positif beliau yang apresiatif antisipasi kondisi yang ada. Kegiatan Cengkah dari pengamatan visual, dapat dikatakan tinggal menunggu waktu tepat penyaluran bibit. Semoga kemudahan terus berpihak, agar tidak ada kendala sampai pada pengguna ITP cengkeh.

Ikuti Juga: Olly Dondokambey Optimis Kembangkan Lahan Kedelai Sekitar 88.000 Ha di Sulawesi Utara 

Sesuai laporan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama, Arnold C.Turang,SP. pendamping lapangan bahwa: saat ini kegiatan tingkat lapangan, vase tanaman pada umur 6 bulan. Tinggal perawatan tanaman untuk mencapai tinggi yang di persyaratkan untuk sertifikasi yaitu 40 cm keatas.

Selanjutnya, melakukan koordinasi intensif dengan Disbun Sulut, untuk penyiapan Calon Petani/ Calon Lahan (CPCL). Sesuai dengan persyaratan, CPCL petani penerima dari Disbun Sulut, kata Turang. (#Artur)

Pembatasan Karena Pandemic Covid-19: BPTP Sulut Optimalkan Komunikasi Via Online Untuk Berinovasi

 

Kalasey, 3 Juni 2020. Keterbatasan aktivitas bersama, akibat pandemic Covid-19, menjadi titik ungkit New Normal para peneliti untuk mengaktivkan komunikasi via online. Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, saat membuka meeting via aplikasi Zoom, mengapresiasi inisiasi Program dan KSPP yang menfasilitasi meeting ini.

Ikuti Juga: Bagaimana Kesiapan Sektor Pertanian Diera Revolusi Industri 4.0

Menurut Dr. Steivie Karouw,S.PT. M.Sc., kegiatan ini dalam rangka mengoptimalkan komunikasi kerja dalam keterbatasa tatap muka. Juga sebagai sarana menjaring masukan-masukan para pengkaji untuk pembuatan proposal Penelitian Pengkajian (Litkaji) yang akan di ajukan melalui Riset Inovatif Produktif (Rispro).

Keterbatasan bukan berarti penghalang bekerja, tapi justru harus disikapi dengan new normal melalui sarana-sarana komunikasi yang ada. Kita harus bersikap pada peluang dari program Rispro oleh Lembagan Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), untuk berpartisipasi sumbang karya bagi Bangsa dan Negara.

Ikuti Juga:  Menteri Pertanian Lepas Ekspor Senilai Rp.124,7 Milyar di Sulawesi Utara

Peneliti dan penyuluh kita harus berpartisipasi dalam menyusun proposal kegiatan untuk diusulkan. Kekayaan sumberdaya alam Sulawesi Utara, adalah ladang potensi untuk digali dan hasilkan produk-produk berdaya saing. Program ini sangat baik untuk di tangkap para pengkaji untuk terus berinovasi untuk bangsa.

Steivie berharap, pertemuan via media on line, sebagai langka baik untuk menggali ide-ide dari para pengkaji, untuk di rumuskan bersama dalam satu proposal. Tentunya kita harus kedepankan inovasi produktif sepesifik lokalita dan bermartabat. Sehingga apa yang kita teliti dan kaji itu memberikan manfaat bukan hanya bagi manusia tapi juga sebagai sumbangan kita untuk merawat bumi rumah kita bersama (ibu pertiwi).

Ikuti Juga: Kenali Industri 4.0 dan Mainkan Untuk Kesejahteraan Manusia

Kegiatan yang diikuti oleh para peneliti dan penyuluh, berhasil menggugah kreativitas para peneliti dan penyuluh. Sehingga ada banyak ide dan masukkan baik dari peneliti dan penyuluh yang dapat di tangkap untuk selanjutnya di susun proposalnya.

Harapan Karouw, agar forum via on line, bukan membatasi kreativitas para pengkaji tapi akan lebih menjadi semangat menelusur via media on line informasi-informasi yang dapat di reverensi dalam berpartisipasi pada pembuatan proposal Rispro.

Ikuti Juga: Steivie Karouw: Pandemi Covid 19 Bukan Hambatan Tapi Jadikan Peluang Kembangkan Profesi Sebagai Peneliti dan Penyuluh Kementan 

Terkait dengan giat litkaji BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, Dr. Steivi Karouw, S.TP. MSc. Mendorong para peneliti untuk melakukan identivikasi hasil-hasil litkaji yang sudah dilakukan untuk disiapkan di daftarkan baik untu Paten dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Sebagai entripointnya BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dan Balit Palma sudah mendaftarkan proposal terkait Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai antivirus, tutup  Karouw. (#Artur)

Maknai HUT Pancasila: Gapoktan Katouan Panen Jagung Provit 6,95 Ton

 

Manado, 1 Juni 2020. ---Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Katouan, desa Poopo kecamatan Ranoyapo kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), hari ini (01/06) tepat di hari peringatan Lahir Panca Sila, melaksanakan panen Jagung.

Ikuti Juga: Wakil Bupati Minahasa Panen Jagung

Program Kawasan Pertanian Berbasis Inovasi (KPI)-Jagung-Sapi adalah salah satu kegiatan kajian BPTP Balitbangtan di Sulut. KPI integrasi Jagung dengan sapi potong dengan tujuan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk petani melalui penerapan inovasi teknologi pertanian yang menciptakan efisiensi, difersifikasi, dan diferensiasi serta inovasi kelembagaan ekonomi petani yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani.

Ikuti Juga: Tahun ini Sulawesi Utara Ekspor Jagung

Ada 4 paket inovasi teknologi yang didiseminasikan, yakni: 1) inovasi usahatani jagung, 2) inovasi usaha ternak sapi potong, 3) inovasi pengolahan seluruh limbah dan/atau biomasa jagung untuk pakan sapi, dan 4) inovasi pengolahan limbah sapi untuk pupuk organic tanaman jagung. Dapat dikatakan bahwa pendekatan KPI integrasi jagung-Sapi adalah pendekatan pertanian terpadu bebas limbah dan ramah lingkungan.

Ikuti Juga: Bagaimana Kesiapan Sektor Pertanian Diera Revolusi Industri 4.0

Hari ini merupakan panen jagung perdana yang akan diikuti oleh panen-panen berikutnya. Pada luasan 2 ha yang ditanami jagung, hasil ubinan jagung kering panen (JKP) adalah 6,95 ton/ha. Akan tetapi yang berbeda dari program KPI jagung-Sapi adalah tidak hanya memanen jagung tetapi juga biomasa lainnya yaitu jerami termasuk kelobot dan janggel.

Data lengkap dalam bentuk kering panen adalah: total biomasa 18,50 ton yang terdiri dari  jagung 6,95 ton, jerami 10 ton, dan janggel 1,55 ton. Jumlah limbah sebesar 11,55 ton kering panen diprediksi mampu mensuplai pakan selama 3 bulan untuk sapi 10 unit ternak (setara 10 ekor sapi dewasa).

Ikuti Juga: Minahasa Terus Berperang Melawan Covid-19: Tani Milenial Panen Tomat

Tim Kerja BPTP Sulut, sangat berterima kasih kepada Kelompok Tani Katouan dan BPP Ranoyapo yang sudah bekerja keras dan banyak menggantikan peran BPTP. Bagaimanapun juga, kegiatan ini terkena dampak pendemi covid19 sehingga biaya sarana produksi dan tenaga kerja semuanya masih dari swadaya petani, demikian juga pendampingan inovasi belum begitu efektif karena umumnya dilakukan jarak jauh dengan menggunakan fasilitas internet.

Oleh karena itu skala kegiatan masih sangat terbatas. Demikian juga inovasi yang di sosialisasikan masih sangat terbatas. Harapan di kemudian hari adalah mengintensifkan kegiatan ini. Jika kondisi semakin baik agar tujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk petani, maka melalui penerapan inovasi teknologi pertanian, diharapkan menciptakan difersifikasi, efisiensi, dan diferensiasi. Dan Inovasi kelembagaan ekonomi petani akan terjadi peningkatan pendapatannya.

Ikuti Juga: Apapun Yang Terjadi Pertanian Tidak Boleh Berhenti

Saat dihubungi Dr.Steivie Karaouw, S.TP.MSc.,mengapresiasi capaian poktan Katouan, desa Poopo kecamatan Ranoyapo. Betapa tidak dalam kondisi pandemic Covid-19, pertanian memang tidak berhenti. Mengutip arahan Menteri Pertanian "Pertanian Tidak Boleh Berhenti" dan ini memang dibuktikan tim kerja dan poktan. Dengan mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0, menjadikan pertanian tetap berjalan dengan pendampingan via on line.

Steivie, juga berikan apresiasi penyuluh pertanian lapangan (PPL) Sherly Kowureng,SP., karena dengan pendampingan langsung beliau, menjadi semangat bagi kelompok yang di dampingi. Kondisi penerapan keterbatasan, bukan menjadi halangan bagi penyuluh dalam memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga. 

Ikuti Juga: Optimalkan Pemanfaatan Lahan di Bawah Kelapa Lawan Covid-19

Harapan Karouw, agar Program KPI, dapat memecahkan permasalahan petani dan dapat dilakukan petani. Namun, imbuh Steivie, bila ada permasalahan tekait penerapan Inodasi Teknologi Pertanian (ITP) yang diintroduksikan, agar terus berkomunikasi dengan inventor dalam kegiatan, agar permasalahan dapat cepat di tindak lanjuti, tutup Karouw.(#artur).

Sumber: Inventor-Paul C.Paat.

Jajaran Kemtan Selindo Terus Perkuat Tali Silaturahmi Dalam Rangka Idul Fitri 1441 H

Manado, 26 Mei 2020.---Ditengah pandemic Covid-19, Kementerian Pertanian (Kemtan) perkuat tali silaturahmi seluruh jajaran Eselon I, II Staf Ahli dan Staf Khusus lingkup Kemtan serta seluruh UPT lingkup Kemtan di Seluruh Indonesia (Selindo), melalui aplikasi Zoom.

Virtual Halal Bihalal dan ramah tamah bersama Menteri Pertanian Dr.H.Syahrul Yasin Limpo, SH.M.Si,MH., di ruang Agriculture War Room (AWR) Gedung A Lantai 2 Kantor Kementerian Pertania. Acara ini hadirkan penceramah Ust. M.Nur Maulana.

Ikuti Juga: Steivie Karouw: Pandemi Covid 19 Bukan Hambatan Tapi Jadikan Peluang Kembangkan Profesi Sebagai Peneliti dan Penyuluh Kementan

Pelaksanaan kegiatan ini jadi moment unik, karena pandemic Covid-19, memberikan pembelajaran menarik. Dan ini sebagai satu fakta nyata pentingnya implementasi revolusi industry 4.0, yang di gaungkan oleh Menteri Pertanian diawal beliau menjabat Menteri Pertanian, melalui program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Menteri Pertanian mengawali dengan Mohon maaf lahir dan bathin, kepada semua jajarannya yang hadir. Syahrul Yasin Limpo (SYL), berharap agar walau ditengah cobaan pandemic Covid-19, namun kita tetap bangun silaturahmi, sebagai pendorong semangat kita bekerja. Kita dibatasi gerak, namun tetap disatukan dengan komunikasi on line, agar pertanian tidak berhenti dan tidak boleh berhenti hasilkan pangan.

Ikuti Juga: Inovasi Tiada Henti : Steivie Karouw Rapatkan Barisan Tim Pengkaji Hasilkan ITP Spelok Sulut

Kita terus perkuat sector pertanian, karena sector pertanian adalah ‘penyelamat’ bangsa, saat di hadapkan pandemic Covid-19. Terus lakukan kerja lebih dari biasa, tetap perkuat semua sector pertanian agar stabilitas pangan tetap terjaga.

Bangun komunikasi bersama di daerah, pelajari simpul-simpul kritis terkait kesiapan dan ketersediaan pendukung proses produksi pangan. Bila ada masalah upayakan penyelesaian sesuai prosedur dan terus melaporkan secara berjenjang. Tentunya dengan tidak mengabaikan mitigasi penanganan pandemic.

Ikuti Juga: Sektor Pertanian ‘Penyelamat’ Bangsa Hadapi Pandemic Covid-19

Mengahiri silaturahmi nasional jajaran Kementerian Pertanian, SYL, mengajak seluruh pesera untuk saling sapa via on line dan off line dan bermaaf-maafan.

Di tempat berbeda, setelah Halal Bi Halal Kementerian Pertanian, Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si., hadiri Halal Bi Halal jajaran Balitbangtan yang dilaksanakan via on line dan of line juga. Dan dihadiri oleh jajarannya dan UPT Balitbangtan di Selindo.

Ikuti Juga: Menilik Eukaliptus Jadi Penangkal Corona

Fadjry apresiasi Plt Sekretaris Balitbangtan yang telah inisiasi acara ini. Silaturahmi diawali dengan pembacaan doa dan di lanjutkan dengan sambutan dan arahan Kepala Balitbangtan.

Dalam arahan kepala Balitbangtan mengajak jajaran agar tetap focus dalam kegiatan. Keterbatasan dana kegiatan, harus menjadi pemicu kita melaksanakan kerja dengan lebih baik. Yakinlah,Covid pasti berlalu. Semoga kita selalu dalam lindungan sang Khalik, sehat selalu dalam keterbatasan. Teruskan isi waktu Work From Home (WFH) dengan hasilkan jurnal-jurnal. Beliau apresiasi jajarannya, karena tekanan pandemic Covid-19, Balitbangtan justru hasilkan 4 paten dalam jangka waktu 2 bulan penelitian, tutur.

Ikuti Juga: Bagaimana Kesiapan Sektor Pertanian Hadapi Revousi Industri 4.0

Untuk itu beliau mengajak untuk bersatu padu mengawal pangan. Mengutip arahan Menteri Pertanian, bahwa kita harus pastikan ketersediaan sarana produksi benih dan bibit dan fasilitas petani untuk berproduksi, tidak ada masalah. Covid-19 kita jadikan semangat untuk mengawal pangan, tutup Djufry.

Kegiatan Halal Bi Halal Kementan dan Balitbangtan di hari yang sama dan dalam waktu berbeda, juga dihadiri oleh Kepala BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, Dr.Steivie Karouw,S.TP.,M.Sc. didampingi oleh Kasubag Tata Usaha Janny H.H.A.Sumampouw,S.Pi dan Kasie KSPP mewakili peneliti dan penyuluh. (#Artur).

Pewarta: tim kerja Humas-PPID

Inovasi Tiada Henti : Steivie Karouw Rapatkan Barisan Tim Pengkaji Hasilkan ITP Spelok Sulut

Kalasey, 22 Mei 2020. ---Inovasi adalah kunci pembangunan pertanian, karena merupakan salah satu penentu ketersediaan pangan. Inovasi bukan hanya berhenti pada riset dan percontohan (halte), namun harus sampai pada tujuannya (terminal) yaitu user sebagai pengguna manfaatnya.

Ikuti Juga: Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan Kemtnan

Dr. Steivie Karouw,S.PT. M.Sc. kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, rapatkan barisan tim pengkaji, untuk berkontribusi bagi bangsa di tengah pandemic Covid-19, setelah pertemuan perdana. Kata beliau, saat ini ujian besar bagi kita sebagai peneliti dan penyuluh Balitbangtan. Betapa tidak, saat ini secara global mengalami pembatasan gerak karena pandemic Covid-19. Namun sebagai seorang professional, kita harus cermati dan tangkap peluang yang ada untuk  terus berinovasi dalam keterbatasan.

Ikuti Juga: Bagaimana Kesiapan Sektor Pertanian Hadapi Revousi Industri 4.0

Pandemic ini, harus jadi moment penting imajinasikan dan aktualkan Spectrum Disemination Multy Channel (SDMC) bagi seorang professional sebagai peneliti dan penyuluh. Sebagai penghasil Inovasi Teknologi Pertanian (ITP) Balitbangtan Kemtan telah merilis banyak hasil-hasil penelitian. Mengutip penjelasan kepala Balitbangtan Dr.Ir. Fadjry Djufry, MSi, bahwa Balitbangtan saat ini memiliki 422 paten terdaftar dan sedang di bumi hilirkan.

Ikuti Juga: Menteri Pertanian Lepas Ekspor Senilai Rp.124,7 Milyar di Sulawesi Utara

Terkait dengan produk unggulan Sulawesi Utara yaitu kelapa, Balitbangtan Kemtan melalui Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma)  sejak tahun 1988 telah mengintroduksi teknologi pengolahan minyak kelapa. Penelitian terus berlanjutan sehingga Lembaga Penelitian Nasional yang berlokasi di Manado ini, merekomendasikan beberapa teknik pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) seperti: teknik sentrifugasi, pancingan, fermentasi dan Direct Micro Expelling (DME).  Introduksi teknologi yang telah dihasilkan ini telah dihilir deraskan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di 34 provinsi di Indonesia.

Ikuti Juga: Steivie Karouw: Pandemi Covid 19 Bukan Hambatan Tapi Jadikan Peluang Kembangkan Profesi Sebagai Peneliti dan Penyuluh Kementan 

Lanjut Karouw, sejak tahun 2000, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara sudah membangun Klinik Teknologi Pertanian (Klittan), sebagai wadah diseminasi inovasi teknologi pertanian (ITP) termasuk VCO bagi petani dan kelompok tani di Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara, ( sampai daerah perbatasan seperti Sangihe, Talaud, Miagas dan Marore), bahkan sudah di replikasi di beberapa daerah pasca publikasi massif Balitbangtan.

Ikuti Juga: Sektor Pertanian ‘Penyelamat’ Bangsa Hadapi Pandemic Covid-19

Dengan bekerjasama The Private Enterprice Participation (PEP) Project, berhasil dirancang alat pemarut dan pengepres berkapasitas 2000 butir kelapa per hari. Pada tahun 2004, PT Newmont Ratahan menggandeng BPTP Balitbangtan di Sulut membina kelompok tani di sekitar lokasi pertambangan. Kerja keras bersama petani berbuah manis, dengan ditetapkannya karya petani binaan sebagai stand Terfokus Terbaik I pada Expo peringatan Ulang Tahun ke-35 Balitbangtan.

Ikuti Juga: BPTP Sulawesi Utara Kembali di Pimpin Seorang Srikandi Dari Minahasa 

Sampai saat ini, beberapa kelompok tani penghasil VCO binaan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara terus berproduksi, seperti  UD. Karya Murni desa Toluwaan Minahasa Tenggara, kelompok Tani Kasih Sayang, Kairagi Dua , kecamatan Mapanget Kota Manado  dan Kelompok Tani Singkanaung, Kecamatan Likupang, Minahasa Utara. Produknya secara rutin tersedia di Tagrimart BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dengan merk Virco dan Karya Murni Lobu-1.

Ikuti Juga: Milenial Minahasa Utara Produksi Kopra Putih Tanpa Pengasapan 

Kelapa, tanaman multi manfaat ini dapat diolah menjadi berbagai produk pangan dan non pangan. Didukung oleh peneliti dan teknisi yang mumpuni, BPTP Balitbangtan di Sulut  akan terus ber-inovasi sesuai mandatnya di Sulawesi Utara, mendukung pengembangan kelapa di Sulawesi Utara.

Ikuti Juga: Menilik Eukaliptus Jadi Penangkal Corona

Tentunya, BPTP Balitbangtan di Sulut, terus membangun komunikasi dengan kakak tertuanya Balitpalma demikian dengan  Perguruan Tinggi serta Dinas Instansi terkait untuk mebumi hilirkan ITP hasil anak bangsa. Tugas kita, kata Steivie, hasilkan ITP spesifik lokalita (Spelok) dan mediseminasikanya. (#Artur)

Sumber: Steivie Karouw, Victor D.Tutud, Olvi Tandi, Payung Layuk, G.H.Joseph, Rita Novarianto

Subcategories

Subcategories