JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sejarah Singkat BPTP Sulawesi Utara

 Kalasey, 10 Juli 2016---Pada awal tahun 1985 Kantor Wilayah Pertanian Sulawesi Utara ada semacam kegiatan penyediaan Informasi Pertanian untuk mendukung bagi penyelenggaraan penyuluhan pertanian di lapangan. Kegiatan ini berada di Kantor Wilayah Pertanian Sulut (Kanwil Deptan) disebutkan Proyek Informasi Pertanian (PIP). Kegiatan ini adalah titipan dari Badan Pendidikan Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian (Diklatluh) Departemen Pertanian.

Dalam perjalanan waktu, kegiatan ini yang masih di Kanwil Pertanian Jl. Martadinata, dengan dana Loan IBRD, dibangunlah bangunan permanen di Kalasey, dan di 27 propinsi lainya dengan bangunan yang modelnya sama. Pada tahun berikutnya 1986, PIP menjadi Bagian Proyek sampai tahun 1987[1].

Berkembangnya kelembagaan Badan Diklatluh Deptan pada waktu itu, maka pada tanggal 13 Januari 1988 oleh Menteri Pertanian pada waktu itu Ir. Ahmad Affandi meresmikan menjadi Balai Informasi Pertanian, dengan beberapa BPTP di kawasan Timur.

Tugas dan fungsi BIP berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian tersebut adalah sebagai berikut: 1). Melakukan pengumpulan, pemilihan dan pengolahan data / informasi dari berbagai sumber seperti Balai Penelitian, Perguruan Tinggi, Perpustakaan, Instansi Pemerintah, Perusahaan Tani dan Masyarakat pedesaan lainnya, 2). Menyiapkan bahan informasi dalam bentuk yang cocok berupa penerbitan, alat peraga dan audio visual, 3).menyebarkan bahan informasi kepada unit yang melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian, 4). Mengadakan pencatatan dan penelaahan terhadap daya guna dan hasil guna bahan informasi yang disebarkan.

Disamping tugas pokok yang ditetapkan oleh surat keputusan tersebut, pada kenyataannya BIP juga melakukan tugas lain seperti: 1).Menjadi panitra tetap Mimbar Sarasehan antara Kelompok KTNA Provinsi dengan pemerintah daerah tingkat I yang diwakili oleh Forum Koordinasi Penyuluh Pertanian (FKPP I), 2). Memonitor perkembangan kelembagaan tani di wilayah kerjanya, 3). Secara khusus membina kelompok-kelompok tani seperti wanita tani nelayan, pemuda tani nelayan serta petani nelayan kecil, 4). Memperkuat BPP melalui pengadaan bahan-bahan Informasi Pertanian, 5). Melaksanakan persiapan Penas di tingkat Provinsi, memonitor hubungan melembaga Kelompok Tani dan KUD, serta memonitor dan memantau pelaksanaan pengumpulan sumbangan pangan.[2]

Dinamika perkembangan pelayanan keinformasian oleh BIP sampai akhir tahun 1988 karena pada tahun 1994, dengan keluarnya surat keputusan Menteri Pertanian No798/KPTS/OT.210/12/1994, maka Balai Informasi Pertanian, bergabung dalam lingkup Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Departemen Pertanian[3].

Balai Informasi Pertanian berganti nama menjadi Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Kalasey. Instalasi ini dibawah koordinasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Biromaru Sulawesi Tengah, yang lebih dahulu menjadi BPTP waktu itu.

Kegiatan utama IPPTP Kalasey sesuai dengan SK Mentan No. 798.KPTS/OT.210/12/1994 adalah : 1). Melakukan Penelitian Komoditas Pertanian Spesifik Lokasi, 2). Melakukan Pengujian dan Perakitan Teknologi Spesifik Lokalita, 3). Penyampaian umpan balik untuk penyempurnaan program penelitian pertanian Spesifik Lokasi Sulawesi Utara. 4). Penyampaian paket teknologi hasil pengujian dan perakitan sebagai materi penyuluhan,

Pada tahun 2001, berdasarkan SK. Menteri Pertanian No. 350/KPTS/OT.210/6/2001, dengan derasnya otonomisasi daerah waktu itu, maka IPPTP Kalasey berubah menjadi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalasey.[4]

Kegiatan utama IPPTP Kalasey yaitu: 1). Inventarisasi, pengelolaan dan pengembangan sumberdaya pertanian spesifik lokasi 2). Pelaksanaan penelitian, pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi, dan 3). Pelaksanaan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan, 4). Penyiapan kerjasama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi, 5). Pemberian pelayanan teknik kegiatan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian guna spesifik lokasi, 6). Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga balai.

Eksistensi BPTP sudah mencapai 22 tahun dalam mendukung program pertanian wilayah melalui penyediaan komponen dan paket inovasi teknologi pertanian unggulan yang tepat guna dan adaptif di Sulawesi Utara. Dinamika eksistensinya sejak PIP sampai BPTP, sudah mengalami beberapa pemimpin seperti digambarkan pada Tabel 2.

Tabel 2. Kepala PIP dan BPTP Sulawesi Utara dan Tahun  Kepemimpinannya 

No

Nama

Status

Tahun

1.

Ir.Adolf Mangkey

PIP-BIP-IPPTP

1986-1995

2.

Ir. Ariffudin Lantja

IPPTP

1995-1998

3.

Ir.Jantje G.Kindangen,MS

IPPTP-BPTP

1999-2005

4.

Dr.Ir.Luice L.Taulu,MS.

BPTP

2005-2008

5.

Ir.Bahtiar,MS.

BPTP

2008-2014

6.

Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS.

BPTP

2014-2016

7.

Dr.Ir.Hiasinta F.J.Motulo,MSi.

BPTP

2016-Sekarang

Sumber: Data Primer BPTP.

 Disusun Oleh: Arnold C.Turang,SP.

[1] Arnold,T. 2016. Wawancara langsung berbagai sumber terkait dikantor BPTP Sulut.
[2] Salmon Padmanagara, Bapak Penyuluhan Pertanian Pengabdi Petani Sepanjang Hayat (2012)
[3] Abdul Wahid 2016. Materi Presentase FGD Balitbangtan di Sulut
[4] Deptan 2012, SK. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara.