JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Budidaya Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

Teknologi Budidaya Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

Oleh: Arnold C. Turang dan Louise A. Matindas

Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan sayuran termasuk family leguminosa. Sangat cocok dibudidayakan di dataran medium maupun dataran tinggi.

Di Sulawesi Utara, tanaman ini banyak ditanam di sekitaran gunung Lokon dan gunung Masarang dengan ketinggian 600-750 meter dari permukaan laut.

Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi 2 type yaitu: tipe merambat (bersifat interminate) dan tipe tegak (bersifat determinate dan semak) Tipe merambat, memiliki percabagan lebih banyak dan buku bunga yang lebih banyak. Sehingga mempunyai potensi hasil lebih besar.

Tipe rambat, panjangnya dapat mencapai 3 meter dan mudah rebah. Untuk itu perlu penyangga atau panjatan. Tipe tegak umumnya pendek dengan tinggi tidak lebih dari 60 cm.

Buncis rambat memiliki kelebihan dapat menekan biaya usahatani (untuk penyangga) sampai 30%. Namun untuk di Sulawesi Utara, petani lebih memilih buncis rambat karena umur panen lebih lama dan banyak buahnya.

Varietas-varietas Buncis dianjurkan

  1. HORTI-1 dengan potensi hasil 32-48 T/ha. Rasa manis, bentuk bulat massif berwarna hijau dan berserat halus, panjang buah 16-18 cm. umur panen 52-54 hari, peka dengan karat daun dan antraknosa, cocok untuk di dataran tinggi dan medium, terutama dimusim kemarau.
  2. HORTI-2 potensi hasil 24-37 T/ha. rasa manis,bentuk buah masif berwaarna hijau dan berserat halus, panjang buah 15-17 cm, umur panen 53-57 hari, tahan terhadap penyakit karat daun, cocok untuk dataran tinggi dan medium terutama pada musim kemarau.
  3. HORTI-3 dengan potensi hasil 36 T/ha. rasa manis bentuk agak bulat masif berwarna hijau dan berserat halus, panjang buah 15-17 cm, umur panen 55-58 hari, tahan karat daun dan antraknos, sesuai untuk ditanam pada dataan tinggi dan medium terutama pada musim kemarau.
  4. Varietas Buncis Tegak Balitsa-1.

Persyaratan Tumbuh Tanaman

Tanaman buncis rambat tumbuh baik pada daerah bersuhu dingin dengan ketinggian 1000-1500 m dpl. Sementara untuk kota Tomohon khusus di Kakaskasen 600-750 m dpl tumbuh baik untuk tanaman Buncis Rambat. Untuk Buncis Tegak tumbuh optimum pada suhu 20-25 derajat celcius di ketinggian 300-600 m dpl, dengan pH tanah 5,8-6.

Tanaman Buncis peka terhadap kekeringan dan genangan air, sehingga dianjurkan pada daerah beririgasi dan drainase baik, atau dengan melakukan penyiraman dikala musim panas. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di tanah lempung dengan drainase yang baik.

Cara Budidaya

Kebutuhan benih untuk 1 hekto are, sebesar 20-30 kg untuk Buncis Rambat dan untuk buncis tegak 40-60 kg /hekto are. Di Sulawesi Utara, untuk daerah kawasan gunung Lokon dan gunung Masaran, petani rata-rata menanam secara monokultur.

Persiapan lahan, dilakukan lebih kurang satu minggu sebelum tanam. lahan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm 60 parit dan panjang menyesuaikan lahan. tinggi bedengan 30 cm.

waktu menanam ditentukan berdasarkan cuaca, upayakan agar saat tanaman berbunga, tidak terjadi hujan. Produksi Buncis sangat dipengaruhi dengan cuaca ketika waktu berbunga. Bunga dapat gugur bila waktu berbunga banyak hujan.

jarak tanam untuk buncis rambat 70cm x 40cm dan buncis tegak 30cm x 40cm. Dengan mempertimbangkan kemudahan merawat dan melakukan panen. Cara menanam, benih ditugalkan dengan kedalaman 3-5 cm setiap lubang tanam diisi 2 biji benih.\

Pemupukan Tanaman

Di kota Tomohon pupuk kandang yang digunakan adalah dari kandang ayam yang telah masak. Untuk 1 hekto are digunakan 15 T pupuk kandang, Phoska 300 kg dan tidak menggunakan KCl. pupuk digunakan saat pengolahan tanah dan membedegkan areal penanaman. Cara pemberian pupuk kandang, dengan menyebarkan di bedengan yang telah dibuat, lalu dicampur bersamaan membedeng dan membumbun bedengan.

Pemberian Phonska dan Urea saat umur 1 minggu dan pada umur 3 minggu setiap tanaman disekitar (10cm) tanaman. pupuk ditugal dan ditutup dengan tanah.

Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi : Penyulaman bila benih rusak dan tidak tumbuh. Dilakukan sampai 1 Minggu setelah tanam. Dimaksudkan agar jumlah tanaman dalam satuan luas tidak berkurang. Target produksi per hekto are tetap.

Penyianga: dilakukan setelah pemupukan 1 Minggu. pupuk yang di tungal atau ditebar langsung ditutup saat menyiang. Juga melakukan pembumbunan tanaman, agar tanaman tegak dan kokoh.

Memasang Turus Panjatan: Untuk menghemat tenaga kerja, saat melakukan penyiangan, juga dapat dilaksanakan bersamaan dengan memasang turus panjatan tanaman.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman, diajurkan pada petani saat umur 1 minggu telah melakukan penyemprotan dengan ramuan fermentasi Bumbu Ikan khas Manado RW.

Ramuan ini terdiri dari limbah membumbu ikan seperti Jahe,kemangi, sereh, daun lemon ikan yang telah di tumbuk dan direndan dengan air cucian beras dan telah difermentasi selama 3 Minggu. Dosis 1 helas air mineral (200cc) dalam 1 tangki dicampur air. Lakukan setiap minggu.

Selain itu terus melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman, agar mudah melakukan pengendalikan bila ada yang mengganggu.

Panen Dan Pasca Panen

Pada umur 60-70 hari, sudah dapat dilakukan panen dengan interval panen 4-5 kali panen. Panen disesuaikan dengan permintaan pasar.

 

Sumber: Teknologi Budidaya Sayuran Litbang Pertanian