JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

KEBERHASILAN DAN DAMPAK PENDAMPINGAN MKRPL DI SULAWESI UTARA

KEBERHASILAN DAN DAMPAK PENDAMPINGAN MKRPL

DI SULAWESI UTARA

oleh: Bahtiar, Arnold C. Turang.

Pernyataan Presiden RI pada acara Konferensi Dewan Ketahanan Pangan di Jakarta International Convention Center (JICC) bulan Oktober 2010, menyatakan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga, dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkannya.

Kementerian Pertanian telah mengembangkan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mulai Tahun 2011. Pengembangan KRPL secara masif terus dilakukan ke seluruh kabupaten/kota sesuai komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan, percepatan diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, dan konservasi tanaman pangan

Pengalaman Pendampingan m-KRPL di Sulut

  • Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari MKRPL) Di Sulawesi Utara dimulai sejak Juli 2011 tepatnya di Kecamatan Matuari Waya, melibatkan 20 kepala keluarga.
  • Di Tahun 2013, m-KRPL di kembangkan pada 15 kabupaten kota se Sulawesi Utara dan didalamnya bukan hanya masyarakat tani yang terlibat, tapi juga pihak TNI
  • Kegiatan dengan pihak TNI, bermula ketika BPTP Sulawesi Utara, melalui Korem diminta untuk membawakan materi pelatihan bagi TNI yang diformulasi dari Mabes TNI berupa Mobile Training Team (MTT). Pihak BPTP sebagai sumber teknologi memperkenalkan m-KRPL pada 300 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Sulawesi Utara dan Gorontalo sebagai bagian teritorial Korem 131 Santiago. Disinilah awal kerjasama BPTP dengan TNI, BPTP menjadi sumber teknologi di pihak TNI.
  • Tindak lanjut kerja sama dengan TNI berlanjut sampai di 15 kabupaten kota dimana semua lokasi kegiatan m_KRPL pasti ada Babinsa disana. Kegiatan  m-KRPL di Kabupaten kota yang ada TNInya pasti berhasil, karena simpul penggerak di TNI cukup efektif dengan system komandonya.
  • Sejak dilaksanakan program yang sudah dilakukan bersama petani: membuat pelatihan pengolahan hasil pertanian, terutama kelebihan hasil dari m-KRPL.

Manfaat m-KRPL

  • Kegiatan-kegiatan m-KRPL di 15 kabupaten kota di Sulawesi Utara dapat dikatakan cukup berhasil dilihat dari permintaan dari beberapa daerah untuk mempresentasikan dan mengajar tentang m-KRPL. Seperti: di Bitung SMS dan telpon dari ibu Walikota untuk minta pendampingan dari BPTP kegiatan ibu-ibu. Demikian juga di Bolmong Utara telah dilombakan m-KRPL oleh ibu-ibu dharmawanita dan pihak BPTP dimintakan sebagai penilai.
  • Gema m-KRPL bagi masyarakat untuk daerah-daerah yang jauh dengan akses pasar, cukup membantu. Seperti di Bolmong petani rata-rata kagum karena selama ini sayuran, meurut mereka hanya dihasilkan di dataran tinggi ternyata melalui m-KRPL  petani dapat memetik kebutuhan dapur setiap hari.
  • Secara umum m-KRPL telah membantu masyarakat tani dari segi pengeluaran kebutuhan rumah tangga dan effek indah yang terjadi di desa.

Permasalahan:

  • Ketersediaan bibit yang ber label BADAN LITBANG PERTANIAN relative masih kurang, yang ada label khusus KRPL saja, sehingga untuk mengatasinya menggunakan benih bukan milik litbang, dengan teknologi pendampingan Litbang Pertanian.
  • Keterbatasan dana dalam mendampingi kegiatan dengan pihak TNI menjadi masalah, sementara titik ungkit di pihak TNI sangat efektif.
  • Kebersamaan dengan pihak P2KP relative parsial, aktivitas gencarnya BPTP  mendampingi di lapangan, sementara pihak P2KP relative lamban.

Saran Kedepan

  • Perlu diperbanyak benih-benih sayuran dan tanaman pangan lainnya dengan label khusus m-KRPL Litbang Pertanian dan disebarkan sesuai spesifik lokalita
  • Perlu dukunga dana untuk pendampingan khusus TNI, karena pihak TNI cukup efektive edukasi ke tingkat petani