JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Budidaya Bawang Merah

LATAR BELAKANG

Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia.Agar sukses budidaya bawang merah kita dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko)di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Memperhatikan hal tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu penyelesaian permasalahan tersebut. Salah satunya dengan peningkatan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas.

SYARAT TUMBUH

  •  Ketinggian tempat 0-1.000 m dpl, optimum 0 - 400 m dpl.
  • Tekstur tanah remah, sedang sampai liat.
  • Berdrainase baik, memiliki bahan organic yang baik.
  • pH antara 5,6  - 6,5
  • Kelembaban 50 -  70 %

VARIETAS YANG DIANJURKAN

Bima, Medan, keeling, Ampenan, Sumenep, Kuning, Australia, Benteng.

PERSIAPAN BENIH

Benih yang siap tanam ialah yang telah di simpan selama 2 - 3 bulan, umbi mempunyai titik-titik tumbuh akar atau telah muncul tunas-tunasnya. Selain itu umbi juga harus berasal dari tanaman yang sehat dan dipanen pada usia tua, yang ditandai dengan warna merah terang dan pada berisi (tidak kisut). Jika umbi terasa lunak atau kurang padat pada saat di pegang, berarti umbi tersebut berasal dari tanaman yang belum terlalu tuda saat dipanen. Keperluan benih berkisar 0,8-,2 ton/ha tergantung ukuran benih dan jarak tanam. Berat umbi dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu: umbi ukuran kecil 2,5 - 5 g, sedang 5 - 7,5 g dan besar > 7,5 g. Untuk benih sebaiknya yang tidak terlalu besar (ukuran sedang).

Umbi yang terlalu kecil akan mudah busuk jika ditanam selain itu bibit yang berukuran kecil akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya kurang baik dan hasilnya     dan hasilnya sedikit.

PEMBIBITAN

  • Umbi dari tanaman berumur 70 HST.
  • Masa penyimpanan 2,5-4 bulan
  • Kebutuhan bibit 600 - 800 kg/ha

PEMILIHAN BIBIT

  • Ukuran umbi yang optimal adalah 3 - 4 gram/umbi
  • Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya
  • Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)

PENGOLAHAN LAHAN 

  • Bersihkan lahan dai gulma, lalu cangkul atau bajak hingga gembur.
  • Dibuat bedengan ukuran lebar 120 cm, panjang sesuai keadaan, tinggi bedengan 25 cm.
  • Saluran drainase dibuat dengan lebar 30 - 40 cm.
  • Haluskan tanah bedengan sambil diberikan pupuk kandang dengan dosis 10 - 20 ton / ha

CARA PENANAMAN 

  • Tanam bibit dengan jarak 20 cm x 15 cm atau 15 cm x 15cm.
  • Dipotong pada ujung bibit yang akan ditanam.
  • Masukkan umbi bawang merah ke dalam tanah dan ujung umbi bagian atas tampak rata dengan permukaan tanah.

PEMELIHARAAN 

  • Penyiraman pada musim kemarau dilakukan tiap hari ( pagi dan sore).
  • Penyiangan gulma dilakukan secara manual menggunakan kored

PEMANENAN 

Ciri-ciri budidaya bawang merah siap panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Atau, lakukan pemeriksaan umbi secara acak. Khusus untuk pembenihan umbi, tingkat kerebahan harus mencapai lebih dari 90%. Budidaya bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 55 - 70 hari sejak tanam. Produktivitas bawang merah sangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca dan varietas. Di Indonesia, produktivitas budidaya bawang merah berkisar 3-12 ton per hektar dengan rata-rata nasional 9,47 ton per hektar. Umbi bawang merah yang telah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

Sumber  : http://www.produknaturalnusantara.com/panduan-teknis-budidaya-pertanian/panduan-cara-budidaya-bawang-merah/