JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Teknologi Pembuatan Abon Cabe

Cabai merupakan komoditas hortikultura yang potensial dan pasarannya cukup besar serta berpeluang untuk diekspor. Di Sulawesi Utara cabai merupakan tanaman penting karena memiliki peran cukup besar dan harga yang baik diantara tanaman sayuran disamping  potensi alam yang mendukung pengembangan komodi­tas tersebut.  Namun produksinya masih rendah karena serangan hama dan kurangnya  upaya diversifikasi produk cabai. Cabai rawit sebagai produk hortikultura, termasuk komoditi yang mudah rusak dan meruah bila panen sehingga fluktuasi harganya paling tajam. Kehilangan hasil cabai sejak dari kebun sampai pasar mencapai 23%, yang diakibatkan adanya hama dan penyakit, kerusakan mekanis dan fisiologis.

Cabai adalah salah satu jenis hortikultura penting yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan sehari‑hari. Kebutuhan cabai untuk konsumsi rumah tangga maupun industri. Cabai merupakan sayuran rempah yang memegang peranan penting dalam keperluan dapur sebagai penyedap makanan.  Cabai mengandung zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk kesehatan manusia seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium (Ca), phospor (P), besi (Fe),  vitamin-vitamin dan mengandung senyawa‑senyawa alkohol seperti capsicum, flavonoid, dan minyak esensial.

Selain hama dan penyakit  masalah lain yang dikemukakan petani yaitu bagaimana cara mengatasi jika terjadi over produksi mengingat pada saat itu banyak cabai yang belum dapat langsung terjual. Menumpuknya produksi cabai membuka peluang terjadinya kerusakan sehingga dapat menurunkan produk baik kuantitas maupun kualitas. Disinilah pentingnya penanganan pasca panen. Cabe dapat diolah menjadi produk olahan yaitu menjadi abon cabe

BAHAN DAN ALAT

Bahan yang digunakan untuk pengolahan abon cabe adalah Cabe keriting, cabe rawit, bawang putih secukupnya, minyak goring, gula putih. Sedangkan alat-alat yang akan digunakan adalah wajan (penggorengan), sude, kompor, pisau, dandang dan botol kemasan.

 

CARA PEMBUATAN

  1. Pemilihan Bahan Baku Cabe

Lakukan pemilihan cabe, cabe yang baik yang tingkat kemaskan diatas 80% sehat dan fisiknya mulus, tangkai cabe dibuang atau dikeluarkan.

  1. Pencucian

Lakukan pencucian untuk mengeluarkan kotoran dan sisa-sisa pestisida kemudian tiriskan.

  1. Blansing

Lakukan blansir yang bertujuan untuk mempercepat pengeringan, mencegah perubahan warna dan memperpanjang daya simpan juga untuk mencegah cabe menjadi keriput dan warna tidak kusam. Cara blansir cabe adalah dengan dikukus atau direbus dalam air mendidih selama 2 – 5 menit.

  1. Pengeringan

Cabe yang sudah diblansir dikeringkan dengan oven selama 48 jam atau dengan sinar matahari selama 5 – 6 hari atau kadar air mencapai 11 -12 persen.

  1. Penggilingan

Cabe yang sudah kering diblender hingga halus pisahkan cabe rawit dan cabe keriting.

  1. Penggorengan dan Pencampuran Bumbu

Bawang putih dihaluskan dengan ditumbuk atau diblender sampai halus. Bumbu yang telah halus digoreng dengan minyak secukupnya lalu dimasukkan kedalam gilingan cabe dan tambahkan garam dan gula yang telah disiapkan secukupnya.

  1. Penambahan Rasa

Untuk variasi rasa bisa ditambahkan ikan roa yang telah dihaluskan, telah disangrai dahulu agar rasanya muncul. Perbandingan cabe rawit dan cabe kemasan untuk makanan. Selanjutnya kemasan dipasang label kemasan produk abon cabe.keriting dimana jika ingin pedas maka cabe rawit yang ditambahkan lebih banyak.

  1. Pengemasan dan Pelabelan

Abon cabe yang telah dingin siap dikemas dalam botol atau plastik kemasan untuk makanan. Selanjutnya kemasan dipasang label kemasan produk abon cabe.