JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Sukses Story m-KRPL di Kota Manado 2012

Ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.   Dalam masyarakat perdesaan, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan keluarga sudah berlangsung dalam waktu yang lama dan masih berkembang hingga sekarang meski dijumpai berbagai pergeseran.  Komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan perlu diaktualisasikan dalam menggerakkan lagi budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian  yang  telah  diterapkan di salah satu desa di Jawa Timur, yang mengembangkan tanaman dan ternak serta ikan  yang  sesuai dengan komoditi spesifik lokasi. Penataan kawasan RPL dapat dilakukan dengan  membagi dalam 3 strata sesuai dengan luas lahan pekarangan, kegiatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal  dalam memenuhi kebutuhan gizi dan membuat kebun bibit desa untuk keberlanjutan usaha. Jumlah rumah tangga sasaran untuk tahun 2012  adalah 20 KK, yang tersebar dalam 1 dusun. Tahapan Pelaksanaan: Persiapan meliputi: sosialisasi dan koordinasi dengan Pemda dan Instansi terkait, penentuan lokasi kegiatan, identifikasi dan pengelompokan lahan (lahan rumah tangga, dan lahan kosong), identifikasi kesesuaian komoditas yang akan dikembangkan, stratifikasi RT : (1) Strata 1 : < 100 m2 , (2) Strata 2 : 100 – 300 m2, , dan strata 3 :  > 300 m2 ; Pembentukan kelompok; Sosialisasi kegiatan; Pelatihan ; Pelaksanaan dan pengawalan teknologi serta kelembagaan: pengembangan kegiatan pemanfaatan pekarangan secara vertikultur dan pemeliharaan ternak dan ikan, serta pengembangan kebun bibit desa; Monitoring dan evaluasi

Kegiatan MKRPL dilaksanakan di Kelurahan Kima Atas Kecamatan Mapanget. Setelah kegiatan sosialisasi dilanjutkan penentuan lokasi kegiatan MKRPL. Kegiatan MKRPL diawali dengan pembuatan kebun bibit vdesa (KBD) dengan menyemaikan tanaman-tanaman bayam, cabe lokal, cabe keriting, kemangi, jahe, kunyit, terong, paria, kacang panjang dan masih ada beberapa tanaman lagi. Selain di kebun bibit desa, masing-masing keluarga tani peserta MKRPL menerima sebanyak 20 polibag untuk ditanam di pekarangan masing-masing. Pada pertengahan tahun lokasi MKRPL Manado mendapat kinjungan dari Menteri Pertanian dan Kepala BBP2TP. Menjelang akhir tahun dilaksanakan Temu Lapang yang bertujuan mengumpulkan stakeholder yang terlibat dalam kegiatan guna mengevaluasi hasil kegiatan MKRPL. Selain itu dilaksanakan pelatihan diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal yang dapat memberikan bekal ketrampilan kepada rumah tangga peserta MKRPL dalam mengolah hasil kebunnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Secara umum pelaksanaan MKRPL Kota Manado berjalan lancar. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak membuat pelaksanaan MKRPL Kota Manado mendapat apresiasi yang baik dari Menteri Pertanian. Dengan adanya MKRPL ini diharapkan peserta MKRPL mendapat pengetahuan yang memadai dalam memanfaatkan lahan pekarangannya sehingga bisa menekan pengeluaran sehari-hari. Selain itu dengan adanya pelatihan diversifikasi pangan akan memberikan bekal kepada peserta dalam mengolah hasil kebun menjadi bernilai ekonomi lebih tinggi.(*art)

Inventor: Ir.Rudien Tumewu.