JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Mau Tapi Malu, Itulah Kebun Bibit Desa (KBD) Di Paslaten Dua

Mau Tapi Malu, Itulah Kebun Bibit Desa (KBD)

Di Paslaten Dua

Inventor: Louise A. Matindas, Arnold Turang, dan Ben Kumontoi

Kesiapan bibit tanaman dalam Kebun Bibit Desa, menjadi faktor utama keberlanjutan pengelolaan pekarangan warga masyarakat. Saat diintroduksikan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) dengan pengelolaan KBDnya, belum menarik bagi petani. Dalam dinamika perkembanganya, yang mulanya belum menarik perhatian warga dan jemaat (karena sudah 2 kali pembibitan, bibit tidak diambil masyarakat dan jemaat), kini dengan kegiatan lomba-lomba pekarangan dan mahalnya harga cabe rawit, bibit di KBD menjadi sumber bibit masyarakat.

Pihak kelurahan, Jemaat (pihak gereja) dan Sekolah-sekolah sekitar kegiatan, telah mengistruksikan pada masyarakat untuk memanfaatkan  KBD sebagai sumber bibit. Ketika mengalami mahal cabe dan tomat, maka manfaat dari pengelolah m-KRPL mulai dirasakan masyarakat. Bibit di KBD menjadi sumber bibit masyarakat dan Jemaat dalam program pemberdayaan jemaat dan masyarakat.

Kelurahan Paslaten dua yang dekat dengan pasar, tapi kebun semakin jauh, maka m-KRPL merupakan sarana yang tepat penyedia kebutuhan dapur keluarga. Pemerintah dan pihak Gereja sebagai pengungkit mulai  mengembangkan m-KRPL melalui pemberdayaan masyarakat dan jemaat. Lahan pekarangan kembali diisi dengan tanaman bermanfaat bagi rumah tangga, selain tamanan bunga-bungaan. Dan pihak BPTP sebagai sumber teknologi menjadi pendamping.

Tanaman-tanaman yang dikembangkan meliputi: Cabe,tomat,Sayur-sayuran, bawang-bawangan, dan tanaman sumber apotik keluarga.

potensi keberlanjutan kegiatan ini terlihat, ketika pihak gereja dalam hal ini komisi fungsional telah memprogramkan kegiatan pekarangan sebagai penopang pendapatan rumah tangga. menurut penanggun jawab kegiatan fungsional jemaat, bahwa sekitar 300 kk menjadi sasaran pelayanan jemat. BPTP yang telah mengembangkan kebum bibit desa pada kelompok, diharapkan akan mendampingi pada simpul ketersediaan bibit.

Pelaksanaan kegiatan m-KRPL di Paslaten Dua, juga telah di replikasi pihak sekolah dasar. Dimana menurut salah seorang guru pengajar mata ajaran muatan lokal, bahwa setiap siswa diajar mengenal tanaman-tanaman di pekarangan dan tanaman obat keluarga. Bahkan setiap kelas di gerakkan mengumpulkan jenis tanaman kebutuhan keluarga setiap kelas.

pelaksanaan m-KRPL di kota Tomohon tepatnya di Paslaten Dua, telah memberikan effek manfaat bagi masyarakat, walau diawal pelaksanaan masyarakat relatif masih malu-malu dan kurang respons. setelah diketahui bahwa di kebun bibit menyediakan bibit, maka bibit mulai dimanfaatkan petani.(*art).