JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Budidaya Bawang Merah

Bawang merah (Allium cepa L. var ascalonicum) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia.  Untuk mendapatkan produksi bawang merah yang tinggi perlu diaplikasikan teknologi yang tepat.

No Tahapan Kegiatan
1 Pemilihan lokasi
 
  • Ketinggian tempat 700 m dpl (untuk Tompaso Barat)
  • Suhu berkisar 25 – 32o
  • Curah hujan berkisar 1000 – 2000 mm/ th.
  • Cahaya mata hari langsung dengan lama penyinaran 12 jam atau lebih per hari.
  • Lokasi diusahakan cukup air
  • Tanah berstruktur gembur dan subur
  • Lahan yang digunakan bukan bekas tanaman sejenis atau sefamili dan telah diberokan selama 1 musim
  • pH tanah lahan < 6, jadi lahan  perlu dilakukan pengapuran 1,5 ton / ha
2 Persiapan Lahan
 
  • Bersihkan lahan dari batu-batuan, gulma, semak,rumput, sisa tanaman sebelumnya, sisa mulsa   yang dapat menghalangi pertumbuhan tanaman muda.
  • Pengolahan lahan:
  1. Mencangkul atau membajak tanah sedalam 30 cm sampai gembur dan dipetak-petak.
  2. Pengolahan lahan dilakukan 15 hari sampai satu bulan sebelum tanam untuk  memperbaiki keadaan tata udara dan aerasi tanah serta menghilangkan  gas-gas beracun dan panas hasil dekomposisi sisa-sisa tanaman.      
  3. Buat bedengan dengan lebar 120-150 cm dan panjang menyesuaikan.
  4. Jarak antar bedengan (got/parit dalam) adalah 50 cm kedalaman 40 cm, dan parit luar dengan lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm (disesuaikan dengan kebiasaan setempat)
  5. Pasang mulsa plastik hitam perak 3 hari sampai 1 minggu sebelum tanam.
  6. Lakukan pencatatan sebagaimana format  yang 
 3

Varietas yg ditanam di demplot 

 

Varietas yang akan digunakan adalah Sembrani, Trisula, Bima Berebes, dan Maja Cipanas serta varietas lokal Lansuna

Benih sebelum tanam umbinya di potong ujungnya dan beri fungisida berbahan aktif Mankozeb  1 gram per kg benih kemudian di campur merata dan biarkan satu malam.

4

Pemupukan

 

Dalam Pemupukan ada 2 pilihan

Pilihan Pemupukan I : menggunakan pupuk tunggal

  • Pupuk kandang Kuda ( 4 ton ) campur dengan pupuk ayam (1 ton) total 5 ton /ha
  • SP 36 dengan dosis 200 – 300 kg /ha
  • Pupuk kandang dan SP 36 diberikan 1 minggu sebelum tanam
  • Lakukan pemasangan mulsa dibiarkan selama 3 hari, kemudian lakukan pembuatan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam ( 15 x 15 cm), dibiarkan 1-2 hari sbl tanam bawang
  • Lubang tanam di semprot dengan insektisida SHERPA atau tabur REGEN 3 G.
  • Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan.

 Pemupukan susulan:

-       Pupuk susulan I (Urea 150 kg/ha dan 200 kg ZA/ha dan KCl 100-150 kg/ha) 2 minggu setelah tanam.

-       Pupuk susulan II (Urea 150 kg/ha dan200 kg ZA/ha dan KCl 100-150  kg/ha) 1 bulan setelah tanam

Pilihan Pemupukan II: menggunakan pupuk NPK

  • Pupuk dasar = Pupuk kandang campuran 5 ton (seperti diatas) dan NPK Ponska (15-15 -15) = 500 kg /Ha. Atau Mutiara 300 kg / Ha.
  • Pupuk susulan NPK  Ponska 500 kg/Ha atau Mutiara 300 kg/ Ha dengan cara di tabur dalam larikan lalu benamkan (kalau tanpa mulsa) diberikan pada umur  30 hari setelah tanam. (atau diberikan dengan cara dicorkan pada umur  10, 20, 30 dan 40 HST dengan dosis  NPK Mutiara 5 gr / liter air  untuk penanaman dengan menggunakan mulsa). 
 5.  Penanaman
 
  • Jarak tanam : 15 cm x 15 cm
  • Cara tanam disesuaikan dengan kebiasaan petani setempat utk tanam bawang merah konsumsi.
6. Pemeliharaan Tanaman
 

1. Penyiraman tanaman menggunakan sprinkler

Caranya Pemasangan :

Saluran primer 2 inchi, skunder 1 inchi , tersier atau vertical ½ Inchi,  jarak antar titik sprinkler 4 – 6 M kemudian tinggi sprinker 1,20 m.

Penggunaan sprinkler dilakukan setiap : sebelum tanaman tumbuh lakukan pagi dan sore selama 30 menit atau disesuaikan dengan kebasahan tanah dan stelah tanaman umur 2 minggu penyiraman dilakukan di pagi hari sbl matahari terbit.

Jika terjadi hujan  maka sesudahnya  dilakukan penyiraman sprinkler selama 5 – 10 menit untuk menurunkan air hujan.

2. Alternatif ke dua

Penyiraman tanaman secara manual  menggunakan selang/pipa ujungnya gunakan shower. Sebelum tanaman tumbuh lakukan pagi dan sore disesuaikan dengan kebasahan tanah dan setelah tanaman umur 2 minggu penyiraman dilakukan di pagi hari sebelum matahari terbit. Lakukan drayer setiap pagi dan setelah hujan  dilakukan drayer  untuk menurunkan air hujan.

7.

Pengelolaan Hama Penyakit

 
  • Hama :  ulat grayak,  lalat pengorok daun, trips, ulat tanah: Gunakan perangkap kuning dan atau feromon Exi 1 minggu sebelum tanam ( 40 titik / Ha). Atau lakukan penyemprotan dengan insektisda setelah mencapai ambang kendali dari pengamatan perangkap kuning dan atau feromon Exi. Gunakan pestisida nabati agonal 866 (8 kg kipahit/bunga matahari local/bunga kuning, 6 kg daun sereh wangi dan 6 kg lengkuas, untuk 1 ha)

Caranya:

  • Semua bahan ditumbuk
  • Ditambahkan air sampai terendam semua (±20 liter)
  • Simpan satu malam
  • Besoknya disaring, air saringannya dijadikan 20 liter (larutan stock)
  • Untuk menggunakan ambil 1 liter larutan stock ditambah air 19 liter
  • Tambahkan perekat perata (0,5 ml/liter), semprotkan
  • Penggunaan dengan interval 3-5 hari sekali pada sore hari

Catatan: larutan stock jangan terkena sinar matahari

  •  Penyakit : antraknos (otomatis), bercak ungu, layu fusarium, embun tepung.
  • Gunakan pestisida nabati agonal secara rutin atau fungisida kimia apabila serangan penyakit sudah mencapai 10% 
8.

Pemeriksaan terhadap tipe simpang (rouguing) (untuk benih)

 

Seleksi dan pemeriksaan tipe simpang/ rouguing dilakukan pada fase vegetatif, fase menjelang panen dan fase setelah panen (umbi) oleh pemulia terkait berdasarkan deskripsi varietas, Jika ditemukan tanaman yang menyimpang dan terlihat beda berdasarkan deskripsi tanaman,maka tanaman tersebut dicabut untuk menjaga kemurnian genetik sesuai dengan persyaratan mutu benih bawang merah.

 Inventor: Meivi Lintang