JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknik Validasi Peta Hasil Interpretasi

Pendahuluan

Pekerjaan pembuatan Peta, setelah melakukan delinasi peta Satuan Lahan yang akan dihasilkan, penting untuk dilakukan Validasi Lapang. Hal ini dilakukan untuk mempertajam hasil interpretasi (delinasi) peta. Dengan melakukan kegiatan ini, peta akan terverifikasi baik penamaan akan lokasi-lokasi penting serta ketepatan gambar dilinasi dengan kondisi ril dilapangan.

Pengalaman yang ada, terjadi gab hasil verifikasi dengan hasil interpretasi. Hal ini terjadi karena kerja interpretasi menerjemahkan sesuai kondisi gambar. Sementara kondisi gambar peta relatif berhubungan denganketajaman dan pengetahuan petugas dengan kondisi lahan yang di interpretasi. Untuk itu penting dalam verifikasi lapangan dengan melibatkan petugas atau orang kunci dilapangan.

Tulisan ini diharapkan akan menjadi sarana pembelajaran pembaca dan share ilmu dan pengalaman dengan para pembaca dan pelaku lapangan.

Tujuan

  • Tulisan ini bertujuan menginformasikan pengalaman melakukan penelitian lapang Peta Hasil interpretasi
  • Memberikan pemahaman dan pengalaman cara melakukan penelitian Lapangan Untuk Verifikasi Peta Hasil Interpretasi

Keluaran

  • Memberikan pengalaman bagi pembaca cara melakukan penelitian lapangan Peta hasil Interpretasi
  • Pembaca mendapat pengalaman cara melakukan verifikasi Lapangan

Penelitian Lapangan

Penelitian Lapang dilakukan untuk:

  1. Validasi/ Verifikasi hasil interpretasi satuan lahan (SL) dan melakukan pengamatan tanah dan/ lahan,
  2. Validasi hasil interpretasi penggunaan lahan,
  3. Pengumpulan data iklim,
  4. Pengumpulan data Sosial ekonomi dan
  5. Pengumpulan data-data sekunder lainnya
  6. Penyusunan Peta satuan Lahan lapangan hasil validasi

Validasi Hasil Interpretasi

Peta hasil interpretasi satuan lahan (SL) dijadikan peta kerja di lapangan. Hasil interpretasi tersebut dilakukan validasi. Validasi dilakukan dengan cara verifikasi lapangan terhadap delinasi dan simbol satuan lahan.

Alat Dan Bahan

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan dalam melakukan penelitian lapangan antara lain:

  1. Peta Satuan Lahan (SL) hasil interpretasi
  2. Peta Interpretasi penggunaan Lahan
  3. Formulir Pengamatan Lapangan dan Format basis data tanah
  4. Bor Tanah tipe Belgia
  5. Buku Munsell Soil Color Chart
  6. Kompas
  7. GPS (Global Positioning System) untuk menentukan titik koordinat lokasi pengamatan.
  8. Abney Level (alat pengukur lereng/ Kemiringan)
  9. pH-Troungh/ pH Merck
  10. Kantong Plastik dan Label
  11. Alat Pengambil Tanah (Skop,Parang,Pisau cangkul)

Cara Melakukan Verifikasi Lapangan

  1. Pada peta hasil interpretasi SL, dibuat jalur rencana pengamatan dengan mempertimbangkan potensi lahan dan tingkat kesulitan aksebilitas (key area)
  2. Melakukan pengecekan satuan lahan dan sekaligus pengamatan karakteristik tanah dengan cara penjelajahan areal dan direkam denegan alat no 7. Atribut satuan lahan (SL), sebagai contoh: Satuan Lahan Desa Dompas Kecamatan Siau Tengah ( SL.2Vab.1.1.5.r.3 pada kordinat N=020 45’ 30,1” dan E= 1250 23’ 10,3” Elev= 475 mdpl).

Atribut satuan lahan yaitu: landform, relief dan litologi (bahan induk) perlu dilakukan pengecekan di lapangan. Setelah diamati tidak sesuai dengan kondisi lapangan, langsung buat catatan perbaikan pada peta kerja.

  1. Pengamatan karakteristik tanah dengan cara melakukan pembuatan minipit atau pemboran tanah. Sifat-sifat morfologi tanah yang diamati diantaranya: warna, tekstur, struktur, keadaan drainase, pH tanah, ketebalan dan kematangan gambut dan kedalaman bahan sulfidik.

Titik pengamatan tanah harus dioptimalkan dengan benar posisi koordinatnya (dengan GPS) pada peta kerja.

Cara-Cara Pengamatan Tanah.

1. Pengamatan Tanah Dengan Membuat Profil atau Minipit

Secara singkat pengamatan tanah dilapangan dilakukan sebagai berikut:

  1. Menentukan lokasi/ site yang masih alami, atau jika lahan pertanian, pilih yang permukaannya rata. Hindari lokasi bekas timbunan atau galian.
  2. Buat lobang bentuk persegi panjang untuk minipit dengan ukuran panjang x lebar dalam 0,5 x 0,5 x 0,5 meter, atau sampai batuan kokoh dengan sisi bidang penampang yang akan dideskripsikan atau diamati terkena/ menghadap sinar matahari. Bagian atas permukaan tanah dari bidang yang akan diamati tersebut jangan ditimbun tanah galian atau diinjak, untuk mengetahui lapisan yang lebih dalam, dapat dilakukan dengan pengeboran.
  3. Ratakan secara vertikal sisi bidang yang akan diamati
  4. Selama penggalian lobang berlangsung, lakukan pengamatan fisik keadaan lingkungan lahan dan catat parameter, sifat dan data/informasi sesuai dengan yang tercantum dalam form isian.
  5. Deskripsi penampang tanah dimulai dengan melakukan pengerokan kecil-kecil  permukaan bidang tanah. Sedikit-sedikit sampai kebawah dengan menggunakan pisau lapang (pisau tumpul).
  6. Dengan demikian terasa bagian-bagian tertentu berat dan ringan koretan ditanah, kemudian batasi dengan pisau batasan-batasan ringan dan berat (sesuai naluri pengamat), kemudian ukur jarak antara berat dan ringan dan masukkan dalam data.
  7. Tentukan batasan setiap lapisan atau horizon dengan pisau tersebut berdasarkan perbedaan kenampakan warnah tanah, tekstur atau struktur mulai dari lapisan atas sampai bawah.
  8. Tentukan sifat-sifat morfologi tanah untuk setiap lapisan sesuai form
  9. Untuk lapisan dibawah 50 cm, lakukan pemboran dengan alat bor untuk setiap ketebalan 20 cm, sampai mencapai dalam 120 cm dari permukaan tanah. Lalu tentukan morfologi seperti pada kegiatan 7.
2. Pengamatan dengan Pemboran
  1. Tentukan site/ Lokasi yang masih alami, atau jika lahan pertanian, pilihlah permukaannya yang rata. Hindari lokasi bekas timbunan atau galian.
  2. Lakukan pemboran setiap ketebalan 20 cm, sampai kedalaman 120 cm atau lebih dangkal apabila mencapai lapisan batuan.
  3. Deskripsi keadaan fisik lingkungan dan sifat morfologi tanah seperti pada deskripsi profil atau minipit.
  4. Hasil pengamatan dicatat dalam form isian yang sudah disediakan
  5. Pengambilan contoh tanah pewakil dari minipit atau pemboran sampai kedalaman lebih kurang 100 cm (mengikuti horisonisasi, dapat terdiri dari 3-5 contoh), berat kira-kira 0,5-0,6 kg. Dan disimpan dalam kantong plastik berlabel