JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Workshop Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI-TI)

Workshop Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI-TI) dilaksanakan oleh Badan Litbang Pertanian di Bandung pada 2-4 September 2013.  BPTP Sulawesi Utara, mengutus Arnold C. Turang,SP. Dan Faisal,SP., selaku Pengelola SI-TI BPTP Sulawesi Utara.

Hasil penting yang dapat dirumuskan dalam pertemuan tersebut meliputi:

  1. Peran Sistim Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung kegiatan penelitian danpengembangan pertanian terutama dikaitkan dengan upaya pencapaian visi Badan Litbang Pertanian menjadi lembaga penelitian berkelas dunia.
  2. Di era globalisasi, aspek ketersediaan data dan keamanan informasi menjadi syarat utama dalam meningkatkan pelayanan publik. Hal ini dimaksudkan agar para pemangku kepentingan Badan Litbang Pertanian dapat dengan mudah mengakses informasi, sejalan dengan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang e-Government, Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
  3. Penerapan tata kelola TIK saat ini sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan di setiap instansi penyelenggara pelayananpublik mengingat peran TIK yang semakin penting bagi upaya peningkatan kualitas layanan sebagai salah satu realisasi dari tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Governance).
  4. Koordinasi ini merupakan suatu upaya yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas wawasan dalam mengoptimalkan pemanfaatan TIK, khususnya terkait dengan 4 (empat) pilar pengembangan TIK di Badan Litbang Pertanian yaitu:

a)     Pengembangan Infrastruktur TIK (jaringan, server, cloud computing)

b)     Pengembangan Back Office(email, database, SOP, Panduan)

c)     Pengembangan Front Office(situs web)

d)     Kompetensi SDM Pengelola TIK (pelatihan terkait TIK)

5. Dalam penyelenggaraan tata kelola TIK, faktor keamanan informasi merupakan aspek yang sangat penting diperhatikan mengingat kinerja tata kelola TIK akan terganggu jika informasi sebagai salah satu objek utama tata kelola TIK mengalami masalah keamanan informasi yang menyangkut kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity) dan ketersediaan (availability).

6. Untuk membangun TIK yang kuat dan arah pengembangan TIK yang jelas di UK dan UPT lingkup Badan Litbang Pertanian telah diterbitkan Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Pertanian No. 245/Kpts/HM.120/I/8/2013 tanggal 1 Agustus 2013.

7.Rekomendasi dalam penyelenggaraan koordinasi SI/TI, terkait dengan pengembangan TIK di Badan Litbang Pertanian yang perlu ditindaklanjuti terkait dengan kebijakan arah dan strategi TIK, antara lain:

  1. Keamanan data perlu menjadi perhatian utama, oleh karena itu diperlukan tindak lanjut dengan melakukan kajian dan analisis tentang keamanan data pada masing-masing UK/UPT, sehingga budaya dan prilaku dalam pengelolaan dan pemanfaatan TIK di UK dan UPT sesuai dengan kaidah-kaidah (norma, budaya) yang berlaku;
  2. Dalam upaya mendukung pengembangan dan implementasi Private Cloud Computing Badan Litbang Pertanian, infrastruktur yang telah terbangun yaitu Jaringan Komunikasi Data dan Informasi melalui Virtual Private Network(VPN) di 65 Satuan Kerja lingkup Badan Litbang Pertanian, untuk segera dimanfaatkan oleh Satuan Kerja (UK/UPT) sehingga ada umpan balik kepada Sekretariat Badan Litbang Pertanian untuk evaluasi, perbaikan dan pengembangan di TA. 2014;
  3. Keragaan data dan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan dan pengkajian pertanian sangat kaya, kompleks (beragam), dan besar (big data), sehingga upaya identifikasi, klasifikasi dan penataan data dan informasi tersebut menjadi tanggung jawab UK dan UPT;
  4. Pengembangan data warehousesebagai sarana pengambilan kebijakan pada level manajemen, perlu dukungan dari UK dan UPT. Oleh karena itu bagi UK dan UPT yang telah melakukan penataan data dan informasi dengan mengembangkan Aplikasi (sistem informasi) untuk dapat menyampaikan informasi ke Sekretariat Badan Litbang Pertanian, sehingga memudahkan Badan Litbang Pertanian dalam membangun Data warehouse;
  5. Integrasi dan sinergi sumberdaya informasi publikasi terkait penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian, yang dikembangkan PUSTAKA berupa sistem pengelolaan repositori publikasi, aplikasi OJS (Open Journal System) dan Aplikasi Perpustakaan perlu disosialisasikan ke seluruh UK/UPT disertai panduan yang praktis dan mudah dalam implementasi di UK/UPT;
  6. Terkait dengan pengelolaan situs web di UK dan UPT perlu ditingkatkan, situs web sebagai media diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan serta dapat memberikan pelayanan informasi yang lebih professional untuk memacu penggunaan inovasi teknologi pertanian oleh stakeholder;
  7. Situs web Badan Litbang Pertanian harus menjadi rujukan pertama dalam hal inovasi teknologi pertanian,harapanya pada penilaian webometrics periode ke 2 tahun 2013 (Agustus - Desember 2013) mendapat peringkat yang lebih baik dibanding periode ke 1 tahun 2013 (peringkat 160 menurun dari 83).
  8. Penggunaan alamat e-mail resmi Badan Litbang Pertanian (This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.) harus sudah mulai digunakan sebagai media komunikasi, sebagai implementasi Permenpan No.6 Tahun 2013 tentang Penggunaan e-mail Resmi Pemerintah.
  9. Format koordinasi diwaktu yang akan datang disesuaikan, setiap UK/UPT dapat menyampaikan pengalaman pengelolaan TIK untuk berbagi pengalaman dengan pengelola UK/UPT lainnya.