JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Terhadap Kompos Hasil Dekomposer M-Dec

Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung terhadap Kompos Hasil Dekomposer M-Dec

Di Indonesia, jagung memegang peranan penting sebagai bahan pangan kedua setelah beras  (Adisarwanto danWidyastuti 2006).  Pada beberapa daerah di Indonesia, jagung bahkan menjadi makanan pokok. Jagung juga digunakan sebagai bahan dasar pakan ternak dan bahan industri (Purwono dan Hartono 2005).

Provinsi Sulawesi Utara telah mencanangkan sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan dengan komoditas utama jagung.  Rata-rata produksi varietas jagung lokal pada tahun 2002 mencapai 3,2 ton.ha-1 dan meningkat menjadi 3,75 ton.ha-1 pada tahun 2003.Hasil ini masih di bawah produksi jagung hibrida yang mencapai 7 – 8 ton.ha-1 karena petani belum menggunakan varietas unggul dan pupuk yang tepat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berusaha untuk meningkatkan produksi jagung dengan: penggunaan varietas unggul, pemberian dosis pupuk yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan lahan tidur, penggunaan teknologi tepat guna dan pemeliharaan tanaman karena ingin memajukan sektor pertanian dalam membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat

KOMPONEN PERTUMBUHAN

Parameter komponen pertumbuhan daya tumbuh (%), tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), dan lebar daun pada umur 3 MST dapat dilihat pada Tabel 1.

Komponen pertumbuhan tanaman jagung pada berbagai aplikasi kompos hasil dekomposer M-DEK pada umur 3 MST.

PERLAKUAN  (kompos)

DAYA TUMBUH

(%)

TINGGI TANAMAN (CM)

DIAMETER BATANG (CM)

PANJANG DAUN (CM)

LEBAR DAUN (CM)

Kontrol

96.00 tn

68.49 tn

1.60 tn

53.91 tn

5.83 tn

Jerami Padi

96.60 tn

68.98 tn

1.67 tn

55.00 tn

6.25 tn

Serasah Jagung

96.40 tn

70.03 tn

1.62 tn

57.99 tn

5.93 tn

Kotoran Ternak

97.20 tn

70.81 tn

1.74 tn

55.58 tn

6.29 tn

Limbah sayur

97.60 tn

69.51 tn

1.72 tn

57.91 tn

6.33 tn

Keterangan :  tn = tidak nyata.

Persentase daya tumbuh pada  Tabel 1. memperlihatkan tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan, meskipun tidak ada pengaruh nyata antar perlakuan perlakuan limbah sayur memberikan hasil persentase yang terbaik yaitu 97.60% dibanding perlakuan lainnya. Dan perlakuan tanpa pemberian kompos atau kontrol memberikan hasil terendah yaitu 96.00% ini menunjukan bahwa pemberian kompos memberikan hasil yang lebih baik dibanding tanpa pemberian kompos untuk perkecambahan benih jagung.

Pemberian kompos dapat memperbaiki kesuburan tanah karena kompos mengandung mikroorganisme yang menguntungkan sehingga benih dapat berkecambah dengan baik. Hal ini sejalan dengan  pendapat Emma et.al (2007) yang menyatakan bahwa kompos yang diperkaya mikroorganisme menguntungkan bagi tanaman yang menjadikan tanah tidak terlalu lembab, dan tidak terlalu kering, yang sangat sesuai bagi  mikroorganisme.

Tanah yang terlalu liat dan sulit ditembus oleh akar, menjadi gembur dan mampu ditembus oleh akar serta serapan hara dan air menjadi lebih baik.Pemberian kompos dapat meneingkatkan pertumbuhan tanaman hal ini sejalan dengan pendapat Sutanto, (2002) yang menyatakan bahwa pupuk organik mengandung pupuk hara makro yang rendah tetapi mengandung unsur hara mikro yang cukup yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

M-Dec mengandung Trichoderma sp, Aspergillus sp, dan Trametes sp yang dapat mempercepat proses pengomposan bahan organik yang banyak mengandung selulosa seperti jerami padi dari 8 minggu menjadi 2 minggu.

Selain itu M-Dec juga menekan penyakit tular tanah, larva insek, biji gulma, dan volume bahan buangan.Sebagai pupuk organik yang sudah dikenal luas, kompos dapat dibuat oleh petani atau kelompok tani dengan teknologi sederhana (skala kecil-menengah) dan dengan teknologi maju.(*art)

Sumber: Laporan Hasil Litkaji 2014 (Hartin Kasim,dkk).