JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

Ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.

Dalam masyarakat perdesaan, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan keluarga sudah berlangsung dalam waktu yang lama dan masih berkembang hingga sekarang meski dijumpai berbagai pergeseran. Komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan perlu diaktualisasikan dalam menggerakkan lagi budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Kegiatan dilakukan sejak Januari s/d Desember 2012 DI Desa Naha dengan jumlah rumah tangga sasaran 25 KK , yang tersebar dalam 1 dusun.

Tahapan Pelaksanaan : (1). Persiapan: Sosialisasi dan koordinasi dengan Pemda dan Instansi terkait, Penentuan lokasi kegiatan, Identifikasi kesesuaian komoditas yang akan dikembangkan, Stratifikasi RT . (2). Pembentukan kelompok. (3). Sosialisasi kegiatan. (4). Pelatihan. (5). Pelaksanaan dan pengawalan teknologi serta kelembagaan, serta pengembangan kebun bibit desa.

Hasil perkembangan KRPL pada awalnya masih terbatas pada 25 KK (Model KRPL) namun dengan dorongan dari Kapitalaung Naha kepada masyarakatnya juga antusias dari masyarakat itu sendiri sehingga meningkat menjadi 40 KK dan sampai September menjadi 55 KK. Melalui PPL pendamping yang setiap saat mendampingi masyarakat pelaksana bahkan telah mereplikasikan ke desa tetangga sehingga bertambah menjadi 70 KK.

Lebih menggembirakan lagi saat Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten membuka acara Temu Lapang di Desa Naha menghimbau kepada seluruh masyrakat untuk meniru apa yang sudah dilakukan di desa Naha dan khususnya pada pengurs POKJA TIGA agar mereplikasikan pada 3 Kecamatan (3 Desa ) dan menurut pengurus POKJA TIGA alhamdulillah telah mengajak dan mendampingi pada lebih 200 KK (awal September) sehingga menjadi 4 kecamatan 5 desa dengan total 270 KK. Sedangkan untuk sebaran strata pekarangan adalah 70 % masuk pada strata 1, yang 25 % masuk pada strata 2, dan yang 5 % masuk pada strata 3. Teknologi yang telah diberikan adalah : (1) pembuatan pupuk organik dari limbah sayuran, (2) pengolahan hasil (dodol dan selei tomat serta instan jahe).

Dengan kegiatan MKRPL masyarakat di Sangihe kurang lebih 270 RT mampu mengoptimalkan lahan pekarangan yang dimiliki secara lestari sehingga terpenuhi kebutuhan pangan gizi keluarga, dan juga dapat menekan pengeluaran RT hingga 20% setiap hari bahkan bisa mendatangkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan.(*) 

Sumber: Laporan 2012