JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENGEMBANGAN MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (MKRPL) KOTA BITUNG

Pengembangan Model kawasan rumah pangan lestari di kota Bitung dilaksanakan di dua kelurahan yaitu kelurahan Sagerat dan Kelurahan Kumersot. Pelaksanaannya dimulai bulan Januari–Desember 2012.

Kegiatan ini mencakup beberapa kegiatan antara lain Kemandiarian Pangan Keluarga (KPK), Diversifikasi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal (DPBSDL), Pelestarian Tanaman Pangan untuk Masa Depan (PTPMD) dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat (PKKM). Dengan tujuan memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan dan pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan.

Model Budidaya yang dikembangkan di kota Bitung bervariasi mulai dari model vertikultur menggunakan polibeg/pot, rak dari bambu, gantung menggunakan bahan lokal seperti sabut kelapa dan bambu besar, tanam langsung, tanaman pagar, kolam mini dan perkandangan ayam buras.

Hasil pelaksanaan MKRPL diperoleh respon masyarakat. Terbukti dari bertambahnya pelaksana MKRPL dari 47 di tahun 2012 menjadi 98 di tahun 2013 dengan jumlah jenis tanaman yang diusahakan sebanyak 8-21 jenis bervariasi dari tanaman sayuran, tanaman pangan, rempah, toga, tanaman pakan dan perkebunan.

Pola konsumsi masyarakat di dua Kelurahan Mulai meningkat dimana yang dulunya kurang mengkonsumsi sayur sekarang hampir semua keluarga pelaksana MKRPL mengkonsumsi sayuran yang dihasilkan dipekarangan sendiri. Dengan demikian akan tercipta pola konsumsi yang beragam, bergizi , seimbang dan aman dikonsumsi. Ini ditandai dengan adanya peningkatan PPH dari 70,30 menjadi 84,30 untuk kelurahan Sagerat dan 80,16 menjadi 84,12 serta terjadi penurunan belanja rumah tangga sebesar Rp 150.000,- sampai Rp. 300.000 per bulan, untuk Kelurahan Sagerat dan Rp 200.000 – Rp 450.000 untuk Kelurahan Kumersot.

Berdasarkan potensi yang ada di kedua kelurahan maka perkiraan kemandirian pangan non beras hasil MKRPL untuk 3 orang per rumah tangga per tahun sebagai berikut : Karbohidrat non beras dipenuhi tanaman talas 50 batang/org/tahun, Sumber protein dari Kolam berukuran 4 x 3 ( 1000 bibit ikan lele) dan 10 ekor ayam yang dikandangkan sebagai sumber telur, vitamin dan mineral akan tercukupi dari 7 rak tiga tingkat yang memuat 250 pot/ polibeg atau 10-13 jenis sayur.

Kegiatan pengolahan hasil dilaksanakan dalam mengantisipasi berlimpahnya hasil panen dan peningkatan diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman. Adapun pelatihan yang dilaksanakan adalah pengolahan kompos menggunakan komposer EM, pengolahan Kripik dan tepung talas dan pisang, pengolahan dodol pisang, pengolahan Kripik bayam dan pengolahan instan jahe.

Hasil pelatihan ini sudah beberapa keluarga yang melaksanakan hanya masih sebatas untuk kebutuhan keluarga dan kalau ada yang pesan. Namun ada reaksi positip dari beberapa peserta untuk ditindak lanjuti sebagai usaha rumah tangga, dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga.

Sedangkan kunjungan ke lokasi MKRPL sebanyak 4 kali (Pengurus PPK Kota Bitung, 12 Januari 2012, Kunjungan Seluruh Penyuluh di kelurahan Sagerat 2 pebruari 2012, kunjungan KTN Kecamatan Ranowulu 6 Agustus 2012, pengurus PKK Kabuapetn Minahasa Utara 6 Desember 2012), diharapkan dapat diadopsi si pengunjung dan diterapkan di lahan mereka masing-masing juga dapat memberikan motivasi bagi pejabat atau pemangku jabatan untuk direplikasi ke tempat lain. Selain itu sudah dipublikasi melalui websaite litbang dan siaran TV RI Manado yang durasinya selama 30 menit dengan pemutaran sebanyak 2 kali (tanggal 6 Pebruari dan 12 pebruari 2013).(*art).

Sumber: Laporan Hasil 2012