JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kenali dan Kendalikan Rabies

Kenali dan Kendalikan Rabies
Oleh: Arnold C. Turang, Robby Turang, Janse Tutu
(Teknisi BPTP Sulut, Petugas Keswan Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel, Guru di Diknas Minsel)

Penyakit Rabies atau penyakit Anjing Gila adalah penyakit hewan menular yang disebakan oleh virus, dapat menyerang hewan berdarah panas dan manusia. Pada hewan yang menderita Rabies, virus ditemukan dengan jumlah banyak pada air liurnya. Virus ini akan ditularkan ke hewan lain atau ke manusia terutama melalui luka gigitan . Oleh karena itu bangsa Karnivora (anjing,kucing,monyet dan serigala) adalah hewan yang paling utama sebagai penyebar Rabies.

Penyakit Rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti karena bila telah menyerang manusia atau hewan akan selalu berakhir dengan kematian. Mengingat akan bahaya dan keganasannya terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif.
Untuk itu sejak tahun 2005 pemerintah menetapkan agar Indonesia bebas Rabies, melalui berbagai upaya pengendalian dan melakukan publikasi-publikasi pengendalian vektor utama penyakit ini.

Hewan yang Rentan dengan RABIES adalah semua hewan berdarah panas. Penyakit Rabies secara alami terdapat pada bangsa anjing, kucing,monyet, kelelawar, dan karnivora liar. Masa Inkubasi (masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit) kurang lebih 2 minggu (10 hari- 14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun.

Tahapan Penyakit Rabies

Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase (tahap).
  1. Fase Prodormal : Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri , tetapi dapat menjadi lebih agresif dan nervus, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari . Setelah fase Prodormal dilanjutkan fase Eksitasi atau bias langsung ke fase Paralisa.
  2. Fase Eksitasi : Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran , selanjutnya masuk ke fase Paralisa.
  3. Fase Paralisa: Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian.
Tanda-Tanda Penyakit Rabies Pada Hewan Dan Manusia

Pada anjing dan kucing, penyakit Rabies dibedakan menjadi 2 bentuk , yaitu : Bentuk diam (Dumb Rabies) dan bentuk Ganas (Furious Rabies). Tanda “ tanda Rabies bentuk diam :
  • Terjadi kelumpuhan pada seluruh bagian tubuh.
  • Hewan tidak dapat mengunyah dan menelan makanan, rahang bawah tidak dapat dikatupkan dan air liur menetes berlebihan.
  • Tidak ada keinginan menyerang atau mengigit. Hewan akan mati dalam beberapa jam.
Tanda “ tanda Rabies bentuk ganas:
  • Hewan menjadi agresif dan tidak lagi mengenal pemiliknya.
  • Menyerang orang, hewan, dan benda-benda yang bergerak.
  • Bila berdiri sikapnya kaku, ekor dilipat diantara kedua paha belakangnya .
  • Anak anjing menjadi lebih lincah dan suka bermain , tetapi akan menggigit bila dipegang dan akan menjadi ganas dalam beberapa jam.
Tanda-Tanda Rabies Pada Manusia
  1. Rasa takut yang sangat pada air, dan peka terhadap cahaya, udara, dan suara.
  2. Airmata dan air liur keluar berlebihan .
  3. Pupil mata membesar.
  4. Bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan.
  5. Selanjutnya ditandai dengan kejang-kejang lalu lumpuh dan akhirnya meninggal dunia.
Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit

Hewan yang menggigit seperti: Anjing, kucing dank era yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita Rabies. Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut :
  • Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya , maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif Rabies maka hewan tersebut harus mendapat vaksinasi Rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.
  • Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan , setelah terlebih dahulu diberi vaksinasi Rabies.
  • Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Tindakan Terhadap Orang Yang Digigit (Korban)

Segera cuci luka gigitan dengan air bersih dan sabun atau detergen selama 5 - 10 menit kemudian bilas dengan air yang mengalir , lalu keringkan dengan kain bersih atau kertas tissue.
  1. Luka kemudian diberi obat luka yang tersedia (misalnya obat merah) lalu dibalut longgar dengan pembalut yang bersih.
  2. Penderita atau korban secepatnya dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Tindakan Terhadap Anjing , Kucing, atau Kera Yang Dipelihara
  1. Menempatkan hewan peliharaan dalam kandang yang baik dan sesuai dan senantiasa memperhatikan kebersihan kandang dan sekitarnya.
  2. Menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan memberikan makanan yang baik , pemeliharaan yang baik dan melaksanakan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan Praktek.
  3. Memasang rantai pada leher anjing bila anjing tidak dikandangkan atau sedang diajak berjalan-jalan.
Himbauan
Kepada Masyarakat Bantulah Petugas Dinas Peternakan dalam menekan jumlah anjing/kucing liar atau yang tidak bertuan dilingkungan/tempat tinggal masing-masing.

Data Gigitan Rabies di Sulawesi Utara
Sampai dengan bulan Juni 2012 data orang yang kena Rabies adalah:
Kabupaten Kota
Jumlah Gigitan
Jumlah Kontak
Lyssa/Rabies
Minahasa
239
12
3
Minsel
235
-
2
Kota Bitung
219
-
1
Kab. Minut
178
-
0
Kab. Talaud
140
7
4
Kota Manado
137
-
7
Kab. Mitra
117
-
0
Kota Tomohon
98
-
0
Kab. Sangihe
61
-
0
Kab Sitaro
45
17
1
Kab. Boltim
28
-
0
Kab. Bolmong
21
-
1
Kab. Bolmut
14
-
0
Kota Kotamobagu
6
-
0
Kab. Bolsel
0
-
0
JUMLAH
1538
38
19
  Sumber: Komentar Kamis 19 Juli 2012

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.