JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknik Budidaya Pepaya di KBI Pandu Sulut

Kalasey,---Tanaman pepaya (Carica papaya L.) dikenal sebagai tanaman yang multi guna, karena hampir semua bagian tanaman mulai dari akar hingga daun bermanfaat bagi manusia maupun hewan. Tanaman pepaya dapat digunakan sebagai makanan, minuman, obat, kecantikan maupun sebagai pakan ternak. Pepaya merupakan buah yang sangat familiar bagi masyarakat.

Manfaat tanaman pepaya sebagai berikut :1) buah masak yang populer sebagai buah meja, selain sebagai pencuci mulut, juga sebagai pengsuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Dalam industri makanan, buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan atau pencampur saus tomat, sebagai penambah cita rasa dan kadar vitamin; 2) dalam industri obat, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kemih; 3). Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas, bahkan daun mudanya enak untuk dilalap;4). Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut papaine; 5) bunganya yang berwarna putih dapat dirangkai atau sering dibuat urap atau sayuran. Pepaya menghasilkan buah yang mengandung vitamin C (61,8 mg/100 g), vitamin A (1094 IU/100 gr) dan beta karoten (276 mg/100 gr) yang lebih tinggi dibandingkan jeruk, apel dan pisang. Selanjutnya salah satu ciri varietas pepaya unggul ialah daging buahnya berwarna merah atau kuning dan rasanya manis. Ukuran buah merupakan salah satu kriteria konsumen untuk menentukan jenis buah pepaya yang akan dikonsumsi. Konsumen golongan menengah ke atas lebih menyukai ukuran buah kecil (300 -500 gr/buah) yang habis sekali makan (Sukartini dkk).

Tanaman pepaya dapat ditanam di semua daerah di Indonesia dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Pada umumnya petani dan konsumen menyukai buah pepaya yang mempunyai produksi tinggi sepanjang musim, cepat berbuah, ukuran buah sedang, citarasa manis, tidak lunak, daging tebal dan tahan lama disimpan.

Kebun Bibit Induk Pandu, adalah salah satu lokasi yang dikelolah untuk mendukung ketersediaan benih pada kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL). di Lokasi ini benih-benih tanamanyang didatangkan dari Balit-Balit, dikembangbiakan untuk memenuhi benih dan bibit dalam mendukung KRPL. Salah satu benih yang didatangkan dan dikembangbiakan di KBI Pandu Adalah Pepaya. Tatalaksana budidaya pepaya yang diangkat dalam tulisan ini berdasarkan pengalaman cara budidaya spesifik lokalita pandu dengan ketingian 45-70 mdpl. 

Persiapan Lahan

Persiapan lahan berupa pengolahan tanah yaitu membersihkan lahan dari seluruh tanaman penganggu cara menyemprot dengan herbisida. Selanjutnya setelah dua minggu lahan tersebut  di bajak, digemburkan dan dibuatkan bedengan/guludan. Bentuk bedengan berukuran lebar 200 – 250 cm, tinggi 20-30 cm dengan panjang disesuaikan. Jarak antar bedeng 60 cm, lobang tanam berukuran 50x50x40 cm. Jarak tanam 2 x 2,5 meter. Luas pertanaman pepaya pada kegiatan visitor plot ini yaitu 1 ha.

Pesemaian

Cara perkecambahan yaitu :

  1. Biji pepaya direndam dalam air hangat selama 18 – 24 jam.
  2. Setelah direndam biji ditiriskan
  3. Kemudian biji diletakkan dan dibungkus dengan tissu basah.
  4. Biji yang telah dibungkus, dimasukkan ke dalam gelas atau tabung yang tertutup rapat.
  5. Biji akan berkecambah dalam 7 – 12 hari dan siap disemaikan di polybag.

Pemindahan bibit

Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan ke kebun/lahan penanaman.

Penanaman

Sebelum bibit ditanam maka pada lobang tanam diberikan campuran tanah dengan pupuk kandang sebanyak 2-3 blek.

Pemeliharaan tanaman pepaya

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman meliputi pemupukan, penyiangan tanaman  dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman serta penyiraman tanaman jika  diperlukan.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang kambing (padat maupun biourin) sebaiknya yang sudah dikomposkan. Penyiangan dilakukan disesuaikan dengan perkembangan gulma di lahan. Pengendalian OPT dengan menggunakan pestisida nabati hasil kajian, hal ini untuk menghindarkan pencemaran lingkungan.

Panen

Tanaman pepaya varietas merah delima sudah dapat dipanen pertama kalinya pada umur 7 – 8 bulan setelah tanam dan umur produktifnya dapat mencapai 2-3 tahun. Hasil panen pepaya dapat dikonsumsi dalam bentuk pepaya segar maupun dapat diolah selanjutnya menjadi manisan atau asinan pepaya.

 

Oleh: Sudarti dan Arnold Turang

Sumber: Varietas Unggul Pepaya Merah Delima. Balai Penelitian Tanaman Buah Solok.