JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Tingkatkan Produksi Padi dengan Teknologi Pupuk Dekomposer M-Deck

Tingkatkan Produksi Padi dengan Teknologi Pupuk Dekomposer M-Deck

Inventor: Hartin Kasim,Bahtiar,Faisal, Arnold C.Turang.

Luas panen lahan padi provinsi Sulawesi Utara tahun 2011 relatif cukup besar, yaitu sekitar 125.730 ha. Namun produktivitas lahan sawah di wilayah ini masih berkisar antara 3 dan 5 ton gabah kering giling per hektar. Angka tersebut masih di bawah angka produktivitas lahan sawah optimal (8 ton per hektar) jika menggunakan teknologi secara terpadu.

Pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah saat ini terus diupayakan akibat (i) makin terus menurunnya kadar bahan organik lahan sawah, (ii) makin meluasnya lahan sawah yang produktivitasnya mengalami leveling-off (pelandaian produktivitas) dan (iii) makin mahalnya harga pupuk kimia sintetik. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan  organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair. Secara umum, manfaat pupuk organik adalah memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, meningkatkan daya simpan dan daya serap air, memperbaiki kondisi biologi dan kimia tanah, memperkaya unsur hara makro, dan mikro.

Perombakan bahan organik secara alami umumnya membutuhkan waktu 3-4 bulan, sehingga upaya pelestarian lahan pertanian mengalami kelambatan, apalagi dihadapkan dengan masa tanam yang mendesak untuk menghasilkan produksi tinggi. M-Dec (organic decomposer) dapat meningkatkan efisiensi perombakan bahan organik.

M-Dec mengandung Trichoderma sp, Aspergillus sp, dan Trametes sp yang dapat  mempercepat proses pengomposan bahan organik yang banyak mengandung selulosa seperti jerami padi dari 8 minggu menjadi 2 minggu. Selain itu M-Dec juga menekan penyakit tular tanah, larva insek, biji gulma, dan volume bahan buangan.

Sebagai pupuk organik yang sudah dikenal luas, kompos dapat dibuat oleh petani atau kelompok tani dengan teknologi sederhana (skala kecil-menengah) dan dengan teknologi maju

Cara Pembuatan Kompos Jerami

A. Pengomposan untuk 1 ton bahan organik

1.  Siapkan petakan kompos ukuran 1m x 1m x 1,20m atas tanah sawah.

2.  Tumpuk jerami, selapis demi selapis setebal 20 cm

3.  Setiap lapisan tersebut dibasahi dengan air secukupnya (lembab)

4.  Taburkan M-Dec atau disiram dengan cairan M-Dec (1/2 kg M-Dec dalam 10 liter air).

5.  Tutup tumpukan jerami yang sudah diberi M-Dec dengan plastik atau terpal warna gelap untuk mempertahankan kelembaban.

6.  Lakukan pembalikan dan atau penyiraman seminggu sekali.

Pengomposan jerami padi dengan M-Dec bisa 2 minggu. Kompos yang telah matang berwarna hitam kecoklatan dengan suhu sekitar 30º C, kelembaban 40-60%, dan tidak mengeluarkan bau.

B. Pengomposan di lahan sawah

1. Taburkan jerami secara merata di petakan sawah 7 hari sebelum tanam (olah tanah kedua) dan biarkan tanah dalam kondisi lembab/tidak tergenang.

2. Taburkan M-Dec (4 kg/ha) di atas hamparan jerami.

3. Lakukan pembalikan dan biarkan selama 7 hari.

Keuntungan dengan menggunakan M-Dec

1. Dapat dilakukan oleh petani karena mudah dan murah;

2. Jerami tidak perlu dibakar

3. Mempercepat pengomposan hanya 2 (dua) minggu dan

4. Semua jerami sisa panen dapat dikembalikan ke tanah sawah dengan aman karena telah dikomposkan hingga mempunyai rasio C/N 14-15.

Untuk mendapatka informasi lebih jelas, dapat menghubungi : Ir.Hartin Kasim dkk.

Sumber: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.