JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mengenal Tanaman Mimba

Mimba atau Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss. ) adalah daun-daun yang tergolong dalam tanaman perdu/terna yang pertama kali ditemukan didaerah Hindustani, di Madhya Pradesh, India. Mimba datang atau tersebar ke Indonesia diperkirakan sejak tahun 1.500 dengan daerah penanaman utama adalah di Pulau Jawa.

Tumbuh di daerah tropis, pada dataran rendah. Tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 m dpl, tumbuh di tempat kering berkala, sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan terang.

Mimba merupakan tanaman tahunan yang tumbuh dengan baik di dataran rendah pada tanah miskin, dangkal, berpasir, berbatu dan kering dengan suhu udara yang panas. Dapat tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan di bawah 500 mm per tahun.

Ketika pohon mimba tumbuh di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, tanaman akan menghasilkan daun lebih banyak (vegetatif), namun ketika tumbuh di dataran rendah yang panas dengan curah hujan di bawah 500 mm/tahun, tanaman akan menghasilkan biji (generatif).

 

Klasifikasi Tanaman

Kingdom

:

Plantae

Divisi

:

Spermatophyta

Subdivisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledonae

Subkelas

:

Dialypetaleae

Ordo/ Bangsa

:

Rutales

Famili/ Suku

:

Meliaceae

Genus/ Marga

:

Azadirachta

Spesies/ Jenis

:

Azadirachta indica A.Juss

Morfologi Tanaman

Merupakan pohon yang tingi batangnya dapat mencapai 20 m. Kulit tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, dan berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing, sedangkan buahnya merupakan buah batu dengan panjang 1 cm.

Buah mimba dihasilkan dalam satu sampai dua kali setahun, berbentuk oval, bila masak daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat dan didalamnya melekat kulit buah berwarna putih. Batangnya agak bengkok dan pendek, oleh karena itu kayunya tidak terdapat dalam ukuran besar.

Daun mimba tersusun spiralis, mengumpul di ujung rantai, merupakan daun majemuk menyirip genap. Anak daun berjumlah genap diujung tangkai, dengan jumlah helaian 8-16. tepi daun bergerigi, bergigi, beringgit, helaian daun tipis seperti kulit dan mudah laya. Bangun anak daun memanjang sampai setengah lancet, pangkal anak daun runcing, ujung anak daun runcing dan setengah meruncing, gandul atau sedikit berambut. Panjang anak daun 3-10,5 cm .

Helaian anak daun berwarna coklat kehijauan, bentuk bundar telur memanjanga tidak setangkup sampai serupa bentuk bulan sabit agak melengkung, panjang helaian daun 5 cm, lebar 3 cm sampai 4 cm. Ujung daun meruncing, pangkal daun miring, tepi daun bergerigi kasar. Tulang daun menyirip, tulang cabang utama umumnya hampir sejajar satu dengan lainnya.

Manfaat/ Kegunaan Tanaman

Mimba adalah suatu tumbuhan yang telah dikenal memiliki sifat pestisida berspektrum luas. Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan pestisida adalah daun dan biji, namun kandungan bahan aktifnya lebih banyak pada biji. Kandungan minyak pada bijinya berkisar antrara 35 hingga 45%.

Komponen utama yang terdapat pada mimba adalah azadirachtin (C35H44O16), namun terdapat bahan lainnya yang terkandung dalam mimba, yaitu meliantriol, nimbin, nimbidin, salanin dan komponen lainnya. Azadirachtin terdiri dari sekitar 17 komponen yang bekerja dengan cara mengganggu hormon eklosi dan juvenile, sehingga proses

Daun mimba mengandung senyawa-senyawa diantaranya adalah β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine. Beberapa diantaranya diungkapkan memiliki aktivitas antikanker. Daun mimba mengandung nimbin, nimbine, 6-desacetylbimbine, nimbolide dan quercetin.

Tanaman mimba mempunyai beberapa kegunaan. Di India tanaman ini disebut “the village pharmacy”, dimana mimba digunakan untuk penyembuhan penyakit kulit, antiinflamasi, demam, antibakteri, antidiabees, penyakit kardiovaskular, dan insektisida (McCaleb, 1986). Daun mimba juga di gunakan sebagai repelan, obat penyakit kulit, hipertensi, diabetes, anthelmintika, ulkus peptik, dan antifungsi. Selain itu bersifat antibakteri dan antiviral.

Contoh Penggunaan

  1. Seduhan kulit batangnya digunakan sebagai obat malaria.
  2. Penggunaan kulit batangnya yang pahit dianjurkan sebagai tonikum. Kulit batang yang ditoreh pada waktu tertentu setiap tahun menghasilkan cairan dalam jumlah besar. Cairan ini diminum sebagai obat penyakit lambung di India.
  3. Daunnya yang sangat pahit, di Madura digunakan sebagai makanan ternak. Rebusannya di minum sebagai obat pembangkit selera dan obat malaria.
  4. Sebagai Insektisida Nabati : Tanaman mimba dipergunakan sebagai insektisida nabati dengan campuran bahan lain seperti: serai wangi, lengkuas, gadung, sabun dan alkohol. Bagian tanaman yang digunakan adalah biji dan daun.
  5. Daun digunakan untuk penambah nafsu makan, untuk menanggulangi disentri, borok, malaria, anti bakteri.
  6. Minyak untuk mengatasi eksim, kepala yang kotor, kudis, cacing, menghambat perkembangan dan pertumbuhan kuman.
  7. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri lambung, penguat, penurun demam.
  8. Buah dan getah digunakan sebagai penguat.
  9. Untuk mengatasi disentri sepertiga genggam daun mimba, 2 jari batang mimba dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air tinggal 3/4 nya; setelah dingin, disaring dan diminum dengan gula seperlunya (2 kali sehari ¾ gelas).
  10. Untuk mengatasi eksim 20 lembar daun mimba dicuci dan digiling halus, diremas dengan air kapur sirih seperlunya, kemudian ditempelkan pada kulit yang terkena eksim dan dibalut (2 kali sehari sebanyak yang diperlukan) (*artur)

Sumber: Puslitbangbun 2012, https://id.wikipedia.org/wiki/Mimba