JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Teknologi Pemanfaatan Pekarangan di Sekitar Kita

Latar Belakang

Tidak dapat kita sangkal, sejak jaman nenek moyang kita, kebutuhan pangan rumah tangga dipenuhi secara alami dari hasil sekitar rumah. Ketika itu, kondisi alam sekitar sangat bersahabat dengan penghuninya. Dalam perkembangannya, pertambahan penduduk dan perkembangannya, mendorong moyang kita pada waktu itu melakukan sistem pertanian yang lebih menjauh dari lingkungan rumah, sampai berkembang ke ladang berpindah (nomaden).

Pengalaman masa lalu, dalam memanfaatkan sekitar rumah dengan tanaman menjadi kebutuhan keluarga, kini kembali digalakkan untuk mendorong kedaulatan pangan.

Dalam perkembangannya, menyikapi kebutuhan akan pangan menghadapi dunia globalisasi (teknanan penduduk dan keterbatasan lahan pertanian), maka sistem bertanam di pekarangan kembali digalakkan.

Badan Libang Pertanian kembali menggalakkan Pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL). Hai ini, dilakukan mengingat salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat kemandirian pangan dan ketahanan pangan rumah tangga masyarakat Indonesia.

Sejak tahun 2011 hingga akhir tahun 2012 telah dibangun 423 unit m-KRPL dan 574 unit Kawasan Rumah Pangan Lestari, replikasi dari m-KRPL. Dan pada tahun 2013 telah dibangun lagi di seluruh kabupaten kota sekitar 990 unit m-KRPL, termasuk di Sulawesi Utara ada di 15 kabupaten kota dan masing-masing mendapat 2 unit model, yang diharapkan bersama Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi dan daerah, terintegrasi dalam menduplikasinya serta mengembangkan keberlanjutannya.

Dalam pengalaman pelaksanaanya, dari identifikasi perkembangannya di setiap BPTP: berasnya manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat, mendorong berbagai pihak mereplikasi m-KRPL, antara lain: pemerintah daerah, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIP) bersama 6 organisasi perempuan di jaman SBY,  Badan Narkotika Nasional, Organisasi Muslimah (Salimah), Organisasi Gereja GMIM, TNI-AD, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melalui program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan SMA.

Pengembangan m-KRPL di setiap provinsi, dilaksanakan oleh BPTP, dan dikoordinasikan oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) dimana komponen program KRPL, telah diselaraskan dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pusat.

Guna mempertajam pemahaman terkait dengan pemanfaatan pekarangan oleh berbagai pihan yang tertarik untuk mengembangkan untuk kebutuhan keluarga dan masyarakat, maka dibuatlah tulisan ini.

Tujuan

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan pekarangan di sekitar kita,untuk kebutuhan akan bahan makanan sehat bagi keluarga.

Pekarangan

Rumusan tentang pekarangan menurut Wikipedia, adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dan menjadi bagian takterpisahkan dengan suatu bangunan atau terkait dengan kepemilikian dalam suatu persil. Tanah ini dapat yang diplester, dipakai untuk berkebun,ditanami bunga, kadang-kadang ada kolam.

 

Pekarangan adalah sebidang tanah yang berada disekitar rumah yang digunakan untuk tempat bermain anak-anak, untuk acara keluarga dan acara keakraban, serta ditanamai dengan berbagai jenis tumbuhan dan tanaman serta tempat pemeliharaan berbagai jenis ternak dan ikan.

 

Tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga, menumbuhkan kesadaran keluarga agar mengenali dan mengetahui sumber-sumber pangan yang ada disekitar kita, menumbuhkan kesadaran keluarga agar mau dan mampu memanfaatkan bahan pekarangan menjadi sumber pangan dan gizi keluarga.

 

Kegiatan pemanfaatan pekarangan sudah sejak lama dilaksanakan, bukan saja sebagai penyedia bahan makanan yang beraneka ragam akan tetapi juga dapat berfungsi sebagai tambahan penghasilan keluarga/tabungan keluarga Dari hasil pengamatan selama ini, tenyata belum semua pekarangan dimanfaatkan secara baik, karena:

 

  • Lahan pekarangan hanya ditanami dengan beberapa komoditi saja, sedangkan ternak dan ikan belum dipelihara, padahal potensinya cukup tinggi.
  • Petani belum dapat merancang pola tanam pekarangan dengan baik sehingga sering mengalami kekurangan bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian akibatnya menu keluarga kurang bervariasi, cenderung tidak seimbang dan hanya memenuhi sumber karbohidrat saja.
  • Petani belum terbiasa membatasi pekarangan dengan pagar hidup yang dapat berfungsi sebagai sayuran (sumber vitamin A).
  • Setelah panen petani tidak menanam lagi, dengan alasan sulit mencari bibit/benih sayuran karena mereka belum mampu menghasilkan bibit/benih yang baik dan bermutu.

Manfaat pekarangan

Pekarangan kalau ditanami dengan berbagai jenis tanaman dan tumbuhan serta pemeliharaan ternak dan ikan sangat banyak manfaatnya karena pekarangan dapat menghasilkan berbagai bahan pangan yang bergizi tinggi, seperti sayuran, buah-buahan, ternak kecil, unggas dan ikan, disamping itu kalau pekarangan diusahakan dengan baik dapat sebagai sumber pendapatan/tabungan keluarga karena hasil pekarangan bukan hanya untuk dikomsumsi tetapi juga dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga dan kalau ditata dengan baik dapat sebagai penambah keindahan rumah.

Pada dasarnya memanfaatkan pekarangan adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan karena :

  • Semua anggota keluarga dapat membantu mengelola pekarangan.
  • Pengaturan tanaman di pekarangan merupakan kegiatan yang tidak sulit karena bibit/benih sayuran, buah-buahan dan ternak dapat disediakan di pekarangan.
  • Dengan pergiliran tanaman yang baik, bahan makanan dapat dihasilkan secara terus menerus dengan jenis yang beranekaragam.
  • Kotoran ternak dengan memperhatikan kebersihannya dan kesehatannya dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan sisa tanaman dapat digunakan sebagai makanan ternak dan ikan.
  • Pengaturan tanaman di pekarangan dapat menambah keindahan rumah sekaligus memperbaiki lingkungan hidup.

Implementasi Pemanfaatan Pekarangan

  1. Budidaya tanaman sayuran di pekarangan

Pengolahan tanah dilakukan dengan kedalaman ± 15 cm. Tanah dihaluskan dan diratakan. Bedengan dibuat dengan lebar 80 - 100 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan pekarangan yang ada.

Bibit/benih ditanam dengan jarak tanam 10 x 10 cm² atau 15 x 15 cm² ( jarak tanam disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam).

Pemeliharaan tanaman perlu dilaksanakan seperti penyiraman, penyiangan (dengan mencabut atau membuang tanaman pengganggu atau gulma).

Berikan pupuk kandang atau kompos pada tanaman dan kalau ada hama dan penyakit yang menyerang gunakan bahan alami (non kimia) agar sayuran kita bebas dari pestisida (sayuran organik).

Jenis tanaman yang ditanam di pekarangan sebaiknya diatur secara bergiliran. Pergiliran tanaman disesuaikan dengan musim.

Petiklah/panenlah tanaman sesuai dengan umurnya. Untuk tanaman sayuran dapat dipanen setelah berumur 20 - 60 hari.

2. Pemeliharaan Ikan Di Kolam

Bagi halaman yang agak luas, dapat dikembangkan dengan membuat kolam buatan dengan media penampung air menggunakan terpal.

3. Kebun Sumber Bibit

Sebagai sarana keberlanjutan kegiatan pemanfaatan pekarangan, adalah ketersediaan lokasi pembibitan.

Sumber: