Sulut Tetap Dorong Produksi Pertanian Hasilkan Stok Pangan Sambil Ikuti Mitigasi Covid-19

Parent Category: Berita Category: Info Aktual Written by Arnold C. Turang, Yusuf dan Louise A.Matindas Hits: 173

Paslaten,26 Maret- Himbauan untuk 'dirumah saja' dan Work From Home (WFH) telah ditindaklanjuti oleh kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., dengan Surat Keputusan Kepala Balai dan pengaturan jam masuk piket di kantor.

Sembari melaksanakan himbauan-himbauan cegah tangkal berkembangnya Covid-19, Dr.Ir.Yusuf,MP., terus memantau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melaksanakan WFH dan mereka yang bertugas menjalankan kerja piket di kantor, via media sosial whats Apps di group dan video call.

Ikuti Juga: SK Kepala BPTP Terkait Mitigasi Covid-19

Ungkap Yusuf, bahwa himbauan pemerintah dan para tokoh agama terus kita panduani, saat kita melaksanakan pekerjaan di rumah maupun teman-teman yang terpaksa harus monitor/dampingi kegiatan dilapangan karena waktu tanam dan teman-teman yang bertugas piket di kantor.  

Hari ini ada beberapa agenda yang dikerjakan di lapangan, namun terbatas pelibatan orang-orang, terutama di luar lingkup daerah kegiatan yang akan dilaksanakan. Saat memonitoring program kegiatan produksi benih padi sebar Inpari-32 (via on line) yang sudah masuk pada fase siap tanam, beliau mengarahkan agar petani yang akan terlibat adalah internal di desa itu saja dan tetap mengantisipasi prosedur Mitigasi Covid 19.

Ikuti Juga: Teknik Pengambilan Contoh Tanah Komposit

Kegiatan produksi benih yang sudah masuk pada fase persiapan penanaman pada luasan 2 ha, dengan varietas padi Stock Seed (SS) yang didatangkan dari Balai Penelitian Padi (Balitpa) Sukamandi, diperbanyak menjadi benih padi ES (benih sebar) untuk penuhi kebutuhan benih padi sawah di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini adalah upaya Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk hadirkan dan dekatkan dengan pelaku utama (petani) benih-benih unggul hasil karya anak bangsa. Dengan perbanyakannya dilakukan di daerah, tutur Yusuf. Dengan upaya ini, niscaya akan menekan biaya pengiriman benih unggul serta upaya mengatasi keluhan petani akan sulitnya mendapatkan benih unggul padi sawah.

Ikuti Juga: Wakil Bupati Minahasa Panen Jagung di Minahasa

Dari pemantauan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Arnold C.Turang, SP. bahwa, dari beberapa permasalahan petani di lapangan, masalah benih padi yang terus digemakan petani, terutama ketersediaan benih unggul. Kalaupun ada benih unggul bantuan, hadirnya sudah melewati waktu tanam petani. Sehingga banyakan petani telah menanam benih padi yang ada, yang bukan dari benih unggul tapi dari hasil barteran sesama petani.

Lanjut Turang, ketika melakukan kunjungan lapang di wilayah Langowan Timur pada petani Febry Kojongian, ditemukn benih padi Ciherang, bantuan yang tidak ditanam lagi petani, karena saat penyaluran petani sudah menanam padi hasil barteran dengan petani dan varietas unggul local.

Produksi benih Inpari 32 yang diperbanyak di kota Tomohon, tepatnya di Kelurahan Taratara, adalah untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan benih padi pada periode April-September (Asep) 2020, kata penanggung jawab kegiatan Ir.Louise A.Matindas,MP. Saat melakukan perbincangan dengan petani tetangga yang hadir menyaksikan persiapan penanaman (26/3), tegaskan bahwa hasil dari perbanyakan ini adalah untuk penuhi permintaan benih petani di Sulawesi Utara.

Ikuti Juga : Teknik Pengambilan Contoh Tanah dan Penggunaan PUTS

Walau dalam kondisi kehati-hatian bekerja, Matindas mengutip pesan kepala Balai terkait Mitigasi Covid-19, agar mengiktui prosedur mitigasi yang sudah dianjurkan pemerintah dan pihak tokoh agama setempat, Matindas meminta juga pada pemilik agar saat penanaman tidak melibatkan banyak orang sambil memperhatikan himbauan pemerintah dan permintaan kepala balai.

Teknologi yang diterapkan dalam perbanyakan benih Inpari 32, merekomendasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dengan sistim tanam Jajar Legowo 2:1 dalam barisan 12,5 cm dan antar barisan 20 cm serta legowo 40 cm. Bibit tanaman umur muda 15-20 hari setelah semai (hss) penggunaan pupuk organic dari limbah jerami padi terdahulu.(#Artur)

#BersamaKitaMitigasiCovid19 #PertanianMajuMandiriModeren #inovasitiadahenti