Kembalikan Kejayaan Indonesia Penghasil Produk Rempah Dunia: Yusuf Melihat dari Dekat Produksi Bibit Cengkeh di Minahasa

Parent Category: Berita Category: Info Aktual Written by Arnold C. Turang dan Yusuf Hits: 250

Minahasa,20 Maret 2020.---Kepala BPTP Balitbangtan di Sulawesi Dr.Ir.Yusuf,MP. melihat dari dekat pelaksanaan kegiatan produksi Benih/ Bibit Cengkeh yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa, didampingi oleh Ir.G.H.Joseph, MSi. Peneliti dan Ir.Jeaneke Wowiling, Ahli Penyuluh Utama. Kegiatan ini menurut Yusuf, sebagai upaya mendukung program "Mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai penghasil produk rempah-rempah Dunia".

Baca Juga: De La Sale Manado Gandeng BPTP Balitbangtan Sulut Bekali Mahasiswa Inovasi Teknologi

Lanjutnya, untuk itu BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, di tahun 2020 ditugaskan untuk produksi sebanyak 10.000 bibit, guna mendukung program Kementerian Pertanian bangun perkebunan cengkeh. Pada tahun ini kami hadirkan pembibitan Cengkeh, sedekat-dekatnya dengan masyarakat yaitu di kabupaten Minahasa, ungkap Yusuf. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat dapat mengakses bibit yang diperbanyak untuk dikembangkan oleh masyarakat. Ini dilaksanakan di Minahasa karena Minahasa, aksesnya dekat dengan Tomohon, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Minahasa Utara.

Sesuai dengan usulan program BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk perbanyakan bibit Cengkeh mendukung program strategis Kementerian Pertanian, maka telah dijalin kerjasama dengan penangkar untuk hasilkan bibit cengkeh unggul hasil dari tanaman penghasil tinggi yang dikelola oleh Asosiasi Penangkar benih dan bibit cengkeh Sulawesi Utara seperti direkomendasikan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga: Teknik Pengambilan Contoh Tanah dan penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah

Perbanyakan bibit cengkeh kerjasama dengan petani penangkar, untuk tahun 2020 telah dimulai untuk produksi 12.000 bibit cengkeh Zanzibar unggul lokal di Sulawesi Utara. Tim kerja telah mengadakan benih pada penangkar benih sebanyak 12.000 biji untuk di perbanyak, Kegiatan dilaksanakan di kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa.

Sejak Januari 2020, kegiatan telah dimulai dengan pembuatan rumah lindung dan persiapan lokasi perbanyakan. Selanjutnya dengan kegiatan pengisian media tanah dalam polybag dan penataan lokasi perbanyakan. Yusuf, saat melakukan monitoring kegiatan, memberikan pengarahan kepada petani agar mengikuti Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan dalam prosedur perbanyakan benih.

Baca Juga: Hasilkan Sayur Sehat di Pekarangan Dengan Sistim Tanam di Media Air

Kepada penanggung jawab kegiatan dan pendamping lapangan, Yusuf menginstruksikan agar mengikuti prosedur mulai dari penentuan lokasi, penentuan benih sumber, dan prosedur pelaksanaan sertifikasi bibit agar diikuti dan dibuatkan dokumentasi, agar tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Setiap kunjungan petugas dari Dinas Perkebunan dalam rangka prosedur sertifikasi, agar dilaporkan dan dokumentasikan. 

Saat dilakukan monitoring oleh kepala BPTP, bibit di bedengan variatid ada yang sudah 2 bulan dan ada yang sudah 3 bulan. Ini terjadi karena stok benih dari penangkar tidak bersamaan. Hal ini karena produksi pohon induk tidak bersamaan panen karena anomali cuaca. Tanaman yang telah 2 bulan ditanam pindah ke polybang, kecambah mulai mengeluarkan daun muda 2-3 daun dan polong digi masih menggantung pada tanaman.

Baca Juga: Petani Sulut Belum Sejahtera, Penyuluh Pertanian Harus Lebih Kencang Di Lapangan Mendampingi Petani

Kondisi bibit dilapangan ada yang berumur 2 bulan dan 3 bulan setelah di pindah ke dalam polybag. Bibit yang ada dalam polybag dengan 6 daun umur sekitar 3 bulan. Arahan kepala balai agar perawatan tanaman di optimalkan dan ikuti petunjuk perawatan sesuai dengan prosedur perbanyakan bibit.

Hadir dalam kegiatan ini Ir.Gabriel G.Josep, MSi. Penanggung Jawab kegiatan, pendamping lapangan Arnold C.Turang,SP. Rinto Loing petani dan penangkar, Ir. Jeaneke Wowiling, Penyuluh Pertanian, Midy Lebang,SP.MSi. Penyuluh Pertanian. (#Artur20/03/2020)