De La Saleh Manado Gandeng BPTP Balitbangtan Sulut Bekali Mahasiswa Belajar Inovasi Teknologi di Agri Wisata Pertanian IPPTP Pandu

Parent Category: Berita Category: Info Aktual Written by Arnold C. Turang dan Yusuf Hits: 128

 

Manado, 7 Maret 2020.---Pertanian Maju Mandiri Moderen, seperti yang terus digemakan Kementerian Pertanian, bukan semata slogan tanpa makna. Tapi hal itu harus terimplementasi dalam tindak nyata di lapangan.

Yusuf, kepala BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, saat dihubungi ketika menerima mahasiswa Perguruan Tinggi Katholik  De La Salle Manado (06/03), menegaskan bahwa: Aset negara berupa lahan dengan luas 92,7 hekto are (ha) yang ada di Instalasi Penelitian Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Pandu, harus di optimalkan serta hilirkan inovasi-inovasi hasil karya anak bangsa, untuk menjadi tuan di negerinya sendiri.

Baca Juga: Jadi Peternak Milenial Siapa Takut

Lanjut Dr.Ir.Yusuf,MP. yang juga sebagai penulis beberapa buku Agribisnis ini, bahwa untuk wujudkan itu maka harus prinsip Fortiter in re, Suaviter in modus, mengutip kata bijak latin. Bila kuat dalam prinsip dan lembut dalam cara, kita jadikan prinsip, niscaya kedepan pembangunan Pertanian Maju Mandiri Moderen, akan kuat dan pasti akan hasilkan nilai tambah bagi anak-anak bangsa yang mejadi Pioneer kita bersanding di era Revolusi Industry ke Empat (four point zero).

Hasil inovasi teknologi pertanian (ITP) anak bangsa yang saat ini sekitar 600-san ITP yang telah di rilis Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (masih terus bertambah), harus di hilirkan dan teradaptasi di daerah dengan keunggulannya. Sehingga ITP tersebut menjadi bermanfaat bagi bangsa dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat serta harapan ekspor tiga kalilipat dapat di eksekusi.

Baca Juga : Teknologi Budidaya Bawang Merah

Masih menurut Yusuf, kebun IPPTP ini, telah mengoleksi beragam tanaman perkebunan, tanaman pangan, hortikultura dan peternakan. Inovasi-inovasi teknologi yang telah dilakukan oleh para inventor di Balitbangtan dan BPTP Balitbangtan Sulut ini, sedang kita lakukan penataan dan pengembangan. Sehingga diharapkan, menjadi Pusat Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Sulawesi Utara juga sebagai salah satu Situs Wisata Agriculture di Sulawesi Utara. Hal ini, sangat tepat mengingat letak geografis dan posisi tempat ini pada tempat strategis dan mudah di akses, tutup Yusuf.

Baca Juga: Kenali Industri 4.0 dan Dan Mainkan Untuk Kesejahteraan Manusia

Ditempat yang sama, kepala IPPTP Pandu Supratman Sirih, S.TP., apresiasi hadirnya anak-anak milenial untuk berwisata sambil belajar di IPPTP Pandu. Program ini diharapkan sebagai entripoint dari rencana-rencana program kolaborasi positif dari pihak De La Sale dan Balitbangtan kedepan. Generasi milenial, harus banyak mengenal fakta lapangan dan menjadi itu sebagai ide untuk berinovasi, hasilkan inovasi pertanian tepat guna untuk negeri.

Menurut Supratman, bahwa seperti sudah dijelaskan kepala BPTP Balitbangtan Sulut, bahwa IPPTP Pandu harus jadi Pioner hilirkan Inovasi Teknologi, maka Pandu juga saat ini sedang berbenah untuk pembangunan pusat pembibitan tanaman perkebunan (Nursery) mendukung program Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.  

Selain program Nursery, sebagai unit pelaksana tugas dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI. Visi kita menjadikan lembaga pengkajian terdepan sebagai penghasil dan penyedia teknologi pertanian spesifik lokasi di Sulut” sudah komitmen kami

Ir.Sugeng Irianto, salah satu dosen pendamping mahasiswa Perguruan Tinggi Katolik De La Saleh Manado, apresiasi akan kesiapan dan penyambutan pihak Balitbangtan, pada para mahasiswa yang dating untuk pemantapan lapangan akan Inovasi Pertanian. Tutur Sugeng, walau via Whats Apps saja rencana kegiatan ini, namun disambut sangat luar biasa oleh Balitbangtan.

Baca Juga:Hasilkan Sayur Sehat Di Pekarangan Dengan Sistim Tanam Menggunakan Media Air

Pihak De La Saleh, menurut Sugeng, akan mengagendakan program ini untuk lebih dimantapkan dalam satu kerjasama rutin. Sehingga para mahasiswa akan lebih mantap ketika mereka diperhadapkan dengan dunia nyata pembangunan pertanian. Mereka tidak hanya paham teori tapi lebih orientasi dari pemahaman teorinya, tutup Sugeng.

Sebanyak 12 orang mahasiswa yang hadir dan dosen pembimbing, memanfaatkan waktu kunjungan wisata sambil belajar di lokasi IPPTP Pandu (*artur)

 #PertanianMajuMandiriModeren #SulutHebat #InovasiTiadaHenti

Ikuti :FaceBook