JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Balitbangtan Seriusi Pengembangan Benih Unggul Jagung Basis Korporasi Mendukung Kostratani di Sulawesi Utara

Manado, 10 Pebruari 2020.---Hadirkan sedekat-dekatnya dengan pelaku utama benih unggul baru hasil karya anak bangsa, adalah bagian dari program Strategis Kementerian Pertanian yang gemanya dikumandangkan dengan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf, MP. tegaskan bahwa: harapan Pertanian Maju, Mandiri, Moderen, bukan sekedar slogan yang dihilirkan sampai ke akar rumput pelaku pertanian. Namun, fakta riilnya dengan mengelola Big data, Internet of Things dan terimplementasi bersanding dengan Artificial Intellegence, Humman Machine Interface, terkoneksi dengan internet, niscaya pembangunan pertanian saat ini bukan lagi pertanian konvensional, yang kurang diminati tapi pertanian modern yang menjadi tujuan generasi milenial berinovasi.

Pemanfaatan internet of thigs, Artificial Intelligence, Human machine Interface, teknologi robotic sensorik, dan print 3D. Kesemuanya diharapkan akan mentransformasikan cara manusia berinteraksi. Dan yang paling utama, akan menghasilkan efisiensi dan daya saing industry pertanian kedepan.

Masih menurut Yusuf, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara sebagai ujung tombak inovasi teknologi di daerah, bertugas untuk menghilirkan hasil-hasil inovasi anak bangsa, agar menjadi “Raja dan Tuan di Negerinya”. Beliau mencontohkan bahwa: inovasi teknologi produksi benih Jagung Unggul yang sudah dihadirkan di Sulawesi Utara, tidak kalah dengan benih nasional lainnya. Bahkan keunggulannya sudah di uji BPTP Sulawesi Utara selama 4 tahun terakhir, dan hasilnya baik. Karena pelaku utama pertanian mulai mencarinya.

Lanjut Yusuf, saat ini untuk daerah Remboken yang kita kembangkan jagung tahun 2019, sudah masuk pada fase siap panen, demikian dengan demplot yang ada di Minahasa Utara, yang meragakan beberapa varietas benih unggul, yang dari kenampakan fisik tanaman cukup baik dan menarik perhatian petani sekitar.

Hasil kunjungan dalam rangka monev kegiatan di beberapa tempat, beberapa hari yang lalu 4-6/02/2020) seperti di Minahasa Utara luas 5 ha dengan 5 varietas jagung yang di diseminasikan  dan Minahasa 200 ha menjelang panen, memberikan kenampakan baik.

Demikian di kabupaten Minahasa Selatan, tepatnya di desa Suluh kecamatan Tatapaan luas 30 ha penanaman dilakukan pada bulan Desember 2019 dan di Minahasa Tenggara di desa Ratahan luas 20 ha. kenampakan vegetative sanga baik pertumbuhannya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Dr.Ir.Haris Syahbuddin, DEA., mengapresiasi kolaborasi Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) dengan pelaku utama di beberapa daerah di Sulawesi Utara, bersama dengan BPTP Balitbangtan Sulut. Karena dengan kegiatan ini, hasil-hasil para inventor di Balitbangtan akan tergunakan oleh pelaku utama dalam kegiatan pertanian mereka.

Dengan persandingan baik antara stakeholder di daerah, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, dan Dinas di daerah yang menjadi lokasi diseminasi. Demikian dengan pihak penusaha yang menjadi mitra petani dalam memproduksi benih, apa lagi dengan pro aktivnya pihak Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Sulut, niscaya Jagung Unggul hasil karya anak bangsa, akan berjaya di rumahnya sendiri.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Dr. H. Muhammad Azrai, S.P., M.P. mengungkapkan Sulawesi Utara bukan hanya penuhi kebutuhan benih di daerah, namun dapat berkontribusi untuk daerah lain. Bahkan Sulawesi Utara harus ekspor benih hasil anak bangsa. Namun tentunya yang paling penting, harus mengiktui prosedur dan persyaratan produksi dan konsisten dan berintegritas bagi yang terkait dalam upaya ini, imbuh Azrai.

Hadirnya benih jagung hibrida unggul hasil anak bangsa di Sulawesi Utara, akan menekan kost biaya mendatangkan benih dan akan menciptakan simpul usaha baru bagi petani Jagung di Sulawesi Utara, harap Azrai.

Monev yang dilakukan di Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Induk serta kota Tomohon, langsung bertemu dengan pihak terkait dilapangan seperti BPSB, Petani Mitra Penangkar, Tim kerja dan Penyuluh Pertanian Pendamping Lapangan (*Artur).