JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara: Apresiasi yang Berprestasi

 

Jumat,11 Oktober 2019. Rapat Koordinasi Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) berlangsung di Meruce Hotel Tateli. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Kapus Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Dr. Dr.Andriko Notosusanto.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, yang diwakili oleh kepala bidang Pra Sarana Pertanian (PSP) Ir. Barents Runtuwene. Runtuwene dalam sambutan menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini untuk mengevaluasi kinerja kita semua terkait dengan Upsus Pajale dan optimalisasi alat dan mesin pertanian (Opsin).

Pada evaluasi bulan yang lalu, kita diperhadapkan dengan tantangan percepatan menanam dalam kondisi iklim ekstrim. Namun hal itu dapat kita lalui, karena tetap saat itu ada petani kita yang dekat sumber air dapat melakukan panen. Dan ini berkat komunikasi kita dan kerjasama baik TNI, Penyuluh dan kita semua terlibat, memberikan kontribusi sehingga kita lalui dengan realisasi tanam yang ada.

Gambar 2. Dr.Andriko Notosusanto saat menyerahkan piagam penghargaan pada Kadis Minahasa Utara dan beberapa daerah yang berprestasi mempertahankan LTT dan Realisasi Upsus Pajale Sulawesi Utara

Memang masih banyak lahan yang belum dan sedang menyiapkan pertanaman. Ini kita syukuri karena saat ini di daerah kita mulai turun hujan. Untuk itu, pesan kadis agar kita optimalkan bantuan yang sudah disalurkan, agar petani segera melakukan penanaman. Demikian dengan bantuan yang belum tersalurkan agar dipercepat dan kita bangun komunikasi dengan TNI dan petugas lapangan bersama LO untuk terus mendorong petani menanam.

Sementara pihak TNI dalam hal ini Kodam XIII Merdeka yang diwakili oleh Letkol Hendrik Dareno, melaporkan sukses story para Dandim dan Babinsa dalam melakukan pelaporan dan pendampingan bersama petugas pertanian di lapangan. Baliau menjelaskan bahwa pihak Kodim juga diwajibkan ada lahan minimal 1 ha sebagai demplot TNI. Bahkan Kodim di daerah yang luas lahannya bagus mereka mengolah lebih dari 1 ha.

Gambar 3. Ir. Hartin Kasim mewakili Ka. Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara menyerahkan plakat penghargaan pada salah satu Kabupaten yang berprestasi

Terkait dengan optimalisasi alat mesin dan sarana pertanian lainnya, kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf, selaku secretariat Opsin kembali mengingatkan agar komitmen dan konsisten dalam meoptimalkan bantuan yang telah digelontorkan pemerintah. Dari hasil pemantauan bahwa realisasi bantuan alat mesin pertanian tahun 2018 sampai 1015 unit tersebar di kabupaten kota, belum termasuk bantuan tahun 2019.

Mengutip arahan Menteri Pertanian dalam suatu pertemuan, bahwa: Jumlah alat Alsin bantuan banding luas lahan sawah petani sudah overload, untuk itu tidak lagi ada istilah lahan tiduk. Semua alat yang ada di lapangan harus didorong bekerja tingkatkan LTT dan IP. Semua pendamping lapangan terus lakukan pemantauan dan mendorong optimalisasikan alsin yang ada. Karena bila tidak di optimalkan akan dilakukan relokasi alat, beber Yusuf.

Kehadiran alat dan mesin pertanian diharapkan akan mengatasi permasalahan petani dan akan mendonrkrak kenaikan hasil. Karena menurut Yusuf, hasil penelitian dan pengkajian bahwa kehilangan hasil pertanian dapat terjadi pada simpul-simpul seperti: Pemupukan, potensi kehilangan bila tidak sesuai rekomendasi dapat hilang hasil sekitar 0,5 ton per ha.

Lanjut Yusuf, demikian dengan cara dan ketersediaan irigasi berpotensi 5,1 ton per ha. salah menggunakan benih berpotensi hilang hasil sekitar 1 ton per ha, penggunaan alsin tidak sesuai dapat menurunkan hasil serta penyuluhan kurang pada petani berpotensi 30 persen kehilangan hasil, beber Yusuf.

Untuk itu, dengan membangun komunikasi yang aktiv baik via media on line kita dapat minimalis kendala-kendala yang dapat menurunkan hasil petani.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi Upsus yang dilaksanakan di Mercure Hotel Tateli Kabupaten Minahasa, Dr.Andriko Notosusanto, selaku coordinator Upsus Pajale dan Opsin Sulawesi Utara, memberikan penghargaan pada beberapa kabupaten kota yang dinilai konsistensi dan ada peningkatan Luas Tambah Tanam dan realisasinya.

Adriko memberikan apresiasi semua yang terkait sehingga capaian Upsus Sulawesi Utara baik dan kedepan diharapkan akan lebih baik lagi. Persandingan kita semua dan pihak TNI, akan lebih memacu kita kedepat untuk mendorong para petani agar terus mengoptimalkan bantuan untuk pertanian, agar kita tidak ada import lagi, tutup Andriko.

Rakor Upsus Pajale dan Opsin Sulut, diikuti oleh kepala Dinas atau yang mewakili dan bidang sesuai tema rapat serta petugas dana dan LO di kabupaten kota di Sulawesi Utara (*Artur).