JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Takdir Mulyadi: Jadikan Jagung Hibrida Balitbangtan Sebagai Raja di Negerinya Sendiri.

Minahasa-Remboken, 12 September 2019.--- Keberhasilan usahatani Jagung petani, sangat ditentukan oleh benih yang ditanam. Produktivitas Jagung tidak maksimal dan pendapatan juga kurang maksimal. Sementara hasil-hasil penelitian terkait benih yang baik dan berkualitas oleh para peneliti di Kementerian Pertanian sudah banyak tersedia.

Mencermati fenomena ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Berbasis Koorporasi. Program ini lebih focus pada penyediaan benih unggul bersertivikasi dan mudah diakses petani.

Sulawesi Utara salah satu daerah yang menjadi perhatian dan dipercayakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk melaksanakan perbanyakan benih Jagung Hiberida. Program ini diperkenalkan pada petani di Sulawesi Utara, oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Takdir Mulyadi dan tim kerjanya di Kabupaten Minahasa, tepatnya di kecamatan Remboken kabupaten Minahasa.

Menurut Takdir, inovasi teknologi Produksi Balitbangtan Kementerian Pertanian, harus kita dukung. Kita terpadu mengawal dalam pengembangannya agar “dia” Jagung Hibrida hasil anak bangsa, menjadi “Raja” di negerinya sendiri.

Pengawalan terpadu; menurut Takdir, adalah semua unsur terkait. Mulai dari institusi penelitinya. Tentunya yang menghasilkan tetuanya yaitu Balit Serealia, teknologi budidayanya, pendampingan bagi petani oleh penyuluh serta Dinas Pertanian melalui Balai Pengawasan dan Sertivikasi Benih (BPSB).

Peran besar dari Dinas Pertanian untuk hilirkan, yaitu pengembangannya dalam skalah luas, tentunya sangat penting. Dengan demikian keterpaduan ini akan memperkuat dan memantapkan kedudukan Jagung Hibrida hasil anak bangsa ini, menjadi “Raja” di negerinya sendiri, tutur Takdir.

Ditempat yang sama, Peneliti penghasil tetua dari Jagung Hibrida Nasa-29, yang adalah Kepala Balai Penelitian Serealia Dr. Muhamad Azrail, SP.MP., memberikan apresiasi kepada Dirjen Tanaman Pangan, khususnya Direktur Perbenihan dan team, yang mempercayakan Sulawesi Utara, untuk pengembangan Jagung Hibrida Nasa 29.

Dengan hadirnya kegiatan ini, petani di Sulawesi Utara akan ada petani penghasil dan produsen benih unggul Jagung Hiberida. Prospek pasarnya sangat baik. Selain sulawesi Utara luas wilayahnya, juga dapat mem suplay benih Jagung ke Gorontalo,Palu, Maluku sampai Papua.

Lanjut Azrail, di Sulawesi Utara akan kita jadikan salah satu sentra pengembangan benh jagung hibrida untuk mensuplay kawasan Timur Indonesia, selai Sulawesi Selatan. Pada tahap awal ini, Sulawesi Utara akan dikembangkan 100 ha. dan Demplotnya 5 ha di Minahasa Utara.

Terkait dengan pengawalan inovasi teknologinya, sudah siap keterpaduan Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Dinas Pertanian dan Peternakan dan Direkur Perbenihan.

Sementara Dr.Ir. Yusuf, MP. Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, menjelaskan bahwa: sebagai sumber inovasi teknologi spesifik lokasi di daerah, beliau sudah melakukan adaptasi varietas yang akan dikembangkan dan sudah dikemas dalam paket inovasi teknologi siap diimplemetasikan.

Lanjut Yusuf, tahun 2018 dan 2019, pihaknya Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara sudah melakukan demplot produksi Jagung Nasa 29 di dua tempat di Sulawesi Utara,masing-masing di Minahasa Utara bersama petani penangkar, dan di Minahas bersama para Penyuluh Pertanian.

Hasil kegiatan ini mendapat sambutan dari pelaku utama (petani) dan pelaku antara (penyuluh pertanian) serta pelaku usaha. Bahkan pihaknya sudah melakukan kerjasama untuk diperoduksi bersama pihak swasta seperti perusahaan tambang emas, bersama petani binaannya.

Tidak ada yang mustahil, bila kita bangun komunikasi dan komitmen serta keterpaduan bersama.  “bila kita belum bisa hasilkan yang besar, mari kita hasilkan yang kecil dulu, dengan cara yang besar” Niscaya Jagung Hibrida Nasa-29, akan jadi Raja di negerinya sendiri, tutup Yusuf.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, didalamnya BPSB, Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Penyuluh Pertanian di Tondano Raya, Remboken Kakas dan Kawangkoan, Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Kelompoktani Suka Maju dan Penagkar Benih. (*artur)