JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Musim Boleh Panas Syukur Minahasa Utara Panen Bawang Merah Lansuna dan Brebes

Minahasa Utara, 11 September 2019.---Musim panas mulai membakar tetanaman se antero negeri, namun demikian Minahasa Utara bersyukur karena masih melaksanakan panen Bawang Merah Varietas Lansuna dan Brebes. Dalam cengkraman panas, kerja keras kelompok tani Pamuli Jaya di bawah pimpinan ketua kelompok Jootje Pangkey, dan Kepala BPP Wori Jefri Kolibu, membuahkan hasil.

Menurut Jantje Pangkey, memang ini harus di syukuri, karena saudara-saudara kita di tempat lain tidak dapat melakukan panen (Puso), sementara kami masih ada panen. Jadi apa yang kami kelompok upayakan didampingi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara dapat dinikmati, tuturya di lokasi pelaksanaan panen.

Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir. Yusuf, MP. apresiasi upaya kelompok tani yang dapat bekerjasama melaksanakan demplot Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Bawang Merah, walau di petak petani produksi masih kurang maksimal banding di petak contoh. Namun ini luar biasa karena dalam cengkraman iklim seperti ini, kita dapat melakukan panen.

Yusuf, begitu apresiasi karena satu bukti kongkrit bahwa kehadiran Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara menjadi solusi bagi petani, bertalian dengan Inovasi Teknologi. Lanjut Yusuf, kehadiran Balitbangtan BPTP Se Indonesia (Selindo) adalah upaya Kementerian Pertanian untuk lebih mendekatkan teknologi hasil Penelitian Pengkajian ke pengguna Inovasi teknologi, termasuk di Sulawesi Utara.

Awalnya,memang BPTP masih terbatas pada beberapa provinsi. Artinya ada beberapa provinsi yang masih digabungkan, itu diperkirakan pada tahun 1995 ahir. Dan kita berbangga, karena saat ini BPTP sudah ada di 34 provinsi termasuk di Sulawesi Utara, yang dulunya gabung dengan BPTP Biromaru-Palu Sulawesi Tengah.

Masih menurut Yusuf, di dunia barang kali hanya kita di Indonesia yang ada BPTP, sebagai sarana percepatan adopsi Inovasi Teknologi. Kehadiran BPTP, adalah percepatan hilirisasi inovasi teknologi ke pengguna (user). Sebagai upaya untuk menghadapi lambatnya inovasi hasil para peneliti dan pengkaji, itu bermuara di tingkat pengguna. BPTP sebagai “Jembatan penghubung” antara pengguna dan Inovasi Teknologi itu sendiri.

Peran ganda Balitbangtan BPTP, disamping dia melakukan penelitian dan pengkajian juga melakukan diseminasi inovasi teknologi itu ke pengguna. Yang menarik adalah mandate dari Balitbangtan BPTP itu sendiri, yaitu: menyiapkan. Karena yang menyiapkan inovasi teknologi bukan hanya Balitbangtan satu-satunya, juga ada perguruan tingi dan lembaga swasta lainnya.

Balitbangtan sebagai induk dari BPTP, ada Balai-Balit Penelitian (Balit) komoditas dan Pusat Penelitian (Puslit) yang melakukan riset inovasi teknologi. Dan dilakukan BPTP adalah melakukan adaptasi spesifik lokalita, hasil-hasil penelitian Balit,Puslit dan Universitas serta Swasta lainnya. Kongkritnya Bawang Brebes ini, harus dilakukan uji adaptasi dulu, baru dihilirkan.

Sesuai deskripsinya Bawang Brebes untuk di daerahnya, produktivitasnya sampai 10 ton per hekto are (ha). Dan hasil kita lihat disini hanya mencapai 4,5 ton. Bisa jadi penerapan teknologinya masih kurang maksimal di tingkat petani. Ditambah lagi karena barangkali petani kurang ulet dalam tata cara budidayanya. Karena cara mencapai produktivitasnya, memiliki persyaratannya. Untuk capai angka potensinya, tentunya harus ikuti persyaratan produksinya, tutur Yusuf.

Sulawesi Utara, menurut Yusuf, harus bangga. Karena kita memiliki Bawang Lokal yang telah menjadi milik Nasional, yaitu Bawang Merah Lansuna. Ini unggul local yang sudah milik Nasional, sejak tahun 2016. Varietas ini memiliki keunggulan hasil tinggi dan besar siungnya. Dalam deskripsinya Bawang lansuna di dataran tinggi 9-14 ton di tingkat petani, dan di dataran rendah di Minahasa Utara mencapai 12 ton, demikian dataran menegah di kota Tomohon 17, 5 ton di tingkat demplot Penyuluh.

Mengahiri sambutan Yusuf mengajak agar terus dan terus lakukan pengembangan Bawang Merah. Dan jangan malu melakukan konsultasi, terus buka komunikasi. Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara sudah saya tegaskan pada para pengkaji, untuk membuka diri 24 jam layanan Litkaji. Peneliti melakukan Kajian dan Penyuluh menderashilirkan Inovasi Teknologi ke pengguna.

Di tempat yang sama, Kadis Pertanian Minut yang diwakili oleh Kepala Bidang Hortikultua Joice Tamboto,SP., mengapresiasi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, yang menempatkan Demplot Bawang merah di Minahasa Utara. Memang di Minahasa Utara untuk tahun 2019 mendapatka bantua pusat 20 ha., tahun 2018 kita hanya mendapatkan 10 ha. untuk bawang Merah.

Lanjut Tamboto, Minahasa Utara berusaha untuk mengembangkan bawang merah, karena daerah kami termasuk cocok untuk pengembangan bawang merah seperti rekomendasi tim dari IPB yang pernah melakukan survei di Minahasa Utara. Karena bawang merah sudah banyak dikembangkan juga di beberapa tempat di Minahasa Utara, seperi di Kema.

Joice memang mengakui, bahwa produktivitas masih kurang optimal dilakukan petani. Namun beliau optimis, dengan adanya Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, sebagai sumber teknologi dan selalu terbuka dengan kami, maka kedepan pasti akan lebih baik.

Sementara penanggung jawab kegiatan kawasan pertanian basis koorporasi Dr.Ir. Jefni B. Markus Rawung, MSi., menjelaskan bahwa: kegiatan ini dilaksanakan di daerah Minahasa Utara, karena daerah ini terpilih untuk pengembangan kawasan basis koorporasi. Kegiatan diarahkan di daerah ini,untuk mendukung kegiatan strategis Kementerian Pertanian.

Kegiatan budidaya bawang merah dilaksanakan di kecamatan Wori, sesuai arahan Dinas Pertanian, dan untuk memberikan contoh bagi petani dan stakeholder  yang mengembangkan bawang merah. Mengutip penjelasan Dinas Pertanian,bahwa Minahasa Utara ada alokasi kegiatan bawang merah. Untuk itu, kita dukung inovasi teknologinya. Seperti yang diperkenalkan saat ini ada 2 varietas masing-masing Vareitas Brebes dan Varietas Lansuna.

Rawung berharap, agar inovasi teknologi yang dihilirkan oleh Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, agar diikuti sesuai dengan petunjuknya. Dengan mengikutinya pasti hasil yang diharapkan niscaya akan digapai, tutup Rawung.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis yang di pandu oleh Olvi Tandi, SP. MSi., diikuti oleh sekitar 70 orang terdiri dari: petani anggota poktan Pamuli Jaya, petani sekitar, Penyuluh Pertanian Lapangan di Wilayah Wori serta dihadiri oleh para peneliti dan penyuluh di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara.(*artur)

Sumber: Arnold C. Turang/ Penyuluh Pertanian Ahli Pertama