JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rakor Upsus Sulut: Mantapkan Komunikasi Tim Kerja Upsus Sulut Hadapi Dampak Kekeringan Panjang

Manado, 5 September 2019.---Menghadapi dampak kekeringan panjang, diprediksi BMKG sampai Oktober, daerah-daerah yang ketersediaan air masih lancar terus didorong untuk segera melaksanakan penanaman dan melakukan tindakan antisipasi proaktif terintegrasi, ungkap Ir.Novly Wowiling,MSi., kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut saat membuka Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara.

Lanjut Novly, dari laporan yang sudah kami terima di kabupaten kota, rata-rata sudah dilanda kekeringan. Tingkat kekeringan dari Ringan 283,15 ha., Sedang 44 ha., Berat 22 ha., Pusso 65,5 ha total yang terlaporkan ada 414,65 ha.

Langkah antisipatif yang sudah dilakukan dengan menyalurkan pompa air sesuai dengan peruntukan dan ada 96 unit pompa air, terbagi masing-masing: Bolaang Mongondow 14 unit, Bolmong Utara 20 Unit, Bolmong Timur 7 unit, Bolsel 6 unit, Minahasa 10 unit, Minsel 10 unit, Minahasa Tenggara 14 unit, Minahasa Utara 11 , Kota Tmohon 3 unit dan Kota Bitung 1 unit.

Sementara untuk daerah beririgasi perpompaan sudah dibagunkan di Bolanng Mongondow di kecamatan Passi Timur 1 unit, Minahasa di desa Lombariri 1 unit, Minahasa Selatan ada 3 unit dan Minahasa Utara 2 unit. Demikian dengan irigasi konstruksi Embung/ Dam Parit, terbagi di Bolmong 3 unit, Bolmong Timur 2 unit, Bolsel 1 unit, Minahasa 1 unit, Minsel 2 unit, Minahasa Tenggara 2 unit dan kepulauan Sangihe 1 unit.

Masih menurut Novly, Pemerintah juga memberikan bantuan bangunan konstruksi irigasi perpipaan di Bolmong 1 unit, Bolsel 2 unit,Minsel 1 unit dan kepulauan Talaud. Demikian dengan bantuan konstruksi jaringan irigasi tersier di Bolmong untuk luasan 300 ha, Bolmut 200 ha, Boltim 200 ha, Minahasa 400 ha, Minut 200 ha, Minahasa Selatan 600 ha, Minahasa Tenggara 600 ha, Kepulauan Talaud 100 ha dan Kepulauan Sangihe 100 ha.,

Harap Wowiling, agar fasilitas yang telah diberikan dan sudah diterima, agar dimanfaatkan sesuai peruntukan serta lakukan perawatan. Semoga ini dapat membantu dalam kegiatan produksi, terutaman dalam menghadapi anomaly iklim yang di prediksi masih sampai Oktober.

Selaku Kadis Pertanian Sulut, saya apresiasi dan terima kasih atas atensi semua untuk UPSUS Sulawesi Utara. Keterpaduan kita untuk capai LTT Upsus dan Panen sesuai dengan target yang telah ditetpkan sudah memberikan hasil, walau kita harus berjuang mantapkan komitmen kita menghadapi cengkraman cuaca. Dengan rasa tanggung jawab, tentunya kita terus mendorong teman-teman di Dinas Pertanian Provinsi, untuk layani dan tanggulangi permasalahan lapangan terkait kekeringan yang melanda tanaman pertanian, dengan membangun komunikasi bersama, tutup Wowiling.

Di tempat yang sama, Dr.Andriko Notosusanto, MP. dalam pemaparan evaluasi LTT Upsus di Sulawesi Utara, beliau menjelaskan bahwa patut disyukuri di Sulawesi Utara walau saat ini iklim sudah kering, namun kita masih ada air. Untuk itu kita harus amankan produksi padi dan tanaman pangan lainnya, dari cengkraman iklim kering yang mulai panjang.

Mengutip pemaparan Kadis Pertanian Sulut, yang telah menyalurkan fasilitas pendukung ketika kekeringan, maka Notosusanto mengajak pelaku utama bersama semua yang terkait dengan Upsus Pajale di Sulawesi Utara termasuk TNI, kita berdayakan fasilitas ini untuk keamanan proses produksi pangan yang sudah diupayakan pelaku utama, termasuk kita yang didalamnya.

Lanjut Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian; untuk pengamanan produksi padi dan tanaman pangan lainnya, kita cermati prakiraan musim, monitoring deret hari kering sampai kapan dan melakukan upaya pengamanan apa yang sudah dikerjakan pelaku utama, agar tidak terdampak dengan anomali.

Untuk daerah yang sumber airnya masih cukup, percepat tindak lanjuti hasil CPCL, bantuan benih, optimalkan bantuan alsin sehingga proses tanam cepat dan yang penting, bangun komunikasi semua unsur terlibat di lapangan: pelaku utama, antara, usaha, masyarakat TNI, Pekerjaan Umum, Kelompok Tani dan semua terkait. Tidak ada pekerjaan yang berat, bila kita kerjakan dengan tulus dan ihlas untuk bangsa dan negara kita.

Jangan dilupakan, selain mengoptimalkan kegiatan di lapangan, tidak kalah penting kita mendorong pelaku utama dan kita semua menjadi “Pioneer” dalam ketahanan pangan. Menghadapi anomaly iklim, kita jangan melupakan bangun “lumbung pangan mini kita”, yaitu pekarangan di rumah kita. Kita ajak dan teladankan pada pelaku utama, memindahkan sedikit komoditas pangan di ladang, ke lumbung pangan mini kita, yaitu pekarangan.

Anomali iklim lanino, faktanya untuk usahatani lapangan relative terbatas. Dan itu kita ajak pindahkan ke pekarangan, yang mudah kita control dan atasi masalahnya. Hanya 3-5 menit kita berikan waktu untuk menyiram dan berdialog dengan tanaman pekarangan yang akan menjadi sumber kebutuhan keluarga. Selanjutnya, kita kembali ketugas utama kita, atau pelaku utama bisa istirahat atau kerjakan sampingan lain di rumah, tutup beliau.

Sementara Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Yusuf, MP. saat dimintai keterangan terkait dengan inovasi teknologi dan dukungan BPTP Sulawesi Utara, beliau menjelaskan bahwa: Pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan dan layanan terkait Inovasi Teknologi mendukung Upsus Pajale di Sulawesi Utara.

Lanjut Yusuf, yang juga ketua Paguyuban BPTP Selindo, konkritnya saat ini BPTP Sulawesi Utara walau dalam kondisi panas, teman-teman LO di masing-masing daerah menggerakkan petani untuk memanfaatkan daerah yang masih ada air. Seperti hari ini di kabupaten Minahasa LO sedang mendampingi penanaman Padi varietas Inpari 31 kelas SS, untuk ketersediaan  benih tahun 2020, pada luasan 2 ha. Tutup Yusuf.

Ikuti juga: LO saat mendampingi...

Materi yang di paparkan dalam rapat koordinasi, juga diisi dengan beberapa materi dari TNI, Asuransi Pertanian, Penanganan Kekeringan, Penguatan Data Strategis, Verifikasi Lahan Basis Android. Peserta diikuti petugas terkait Upsus Pajale, LO Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Kadis Bolsel dan petugas data, Kadis Bolmong, serta media cetak dan on line local. (*Artur).