JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Dirjenbun Gemakan Lagi Di Sulawesi Utara “Kembalikan Kejayaan Rempah-rempah Dunia”

Minahasa Utara, 5 September 2019.---Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Dr.Ir. Kasdi Subagio, MSc., terus gemakan pengembalian Indonesia sebagai penghasil dan kontributor produk rempah-rempah yang menjadi incaran bangsa-bangsa di Dunia dimasanya.

Sulawesi Utara salah satu daerah Agraris subur tanahnya dan menjadi contributor  penghasil pangan dan perkebunan dan menjadi daerah rebutan pihak Eropa dimasanya, untuk hasilkan dan bagikan produk pangan dan rempah ke pihak Eropa. Seperti kesaksian dalam catatan pihak para zending yang diterjemahkan dan ditulis Palar H.B (2009) Wajah Lama Minahasa.

Daerah Sulawesi Utara dimasanya, dianggap sebagai gudang dan pusat logistic bagi kompeni yang berpangkalan di Ternate. Karena petani Minahasa dimasanya bercocok tanam kacang, buncis, padi, jagung dan kemudian karena jalinan rapat kompenih dan pemimpin Sangihe dan Minahasa, maka migrasilah komoditas rempah-rempah ke Minahasa di jamannya.

Gema lirik lagu daerah "Oh Minahasa" yang cukup terkenal “ Karena Cengkeh Pala dan Kopra (Kelapa), Kagumkan Pasaran Dunia” kembali digugah dan ingin didengar dari dekat oleh Dirjenbun Dr. Ir.Kasdi Subagio, MSc., dari representase masyarakat Sulawesi Utara, saat diskusi di Minahasa Utara.

Kasdi, bahwa Dekrit Presiden agar mengembalikan kejayaan rempah-rempah, terutama di Sulawesi Utara, harus kembali menjadi pelopor. Dan ini harus dimaknai dari produksi tinggi, Pemasaran, prosesing untuk tingkatkan nilai tambah. Karena nilai tambah produk turunan yang harus kita maknai dan rebut. Nilai tambah harus direbut 1000 persen, jangan kita lepas dan diambil negara lain. Apalagi yang mengambil adalah negara yang dulunya kita ajarin cara bertaninya dan cara memanfaatkan produk turunannya.

Kita harus bersyukur, karena komoditas rempah-rempah ini, harganya tinggi banding dengan komoditas pangan lain seperti: padi, jagung dan lainnya. Untuk itu, melalui program BUN500, kita bagi-bagi bibit gratis ke petani. Itu harus ditanam dan dirawat, serta sandingkan dengan komoditas pangan lainnya agar bisa menutupi pendapatan petani dimasa perkembangan tanaman perkebunan ini.

Masih di tempat yang sama, Dirjenbun berdiskusi dan mendapatkan masukkan dari pelaku utama dan stakeholder terkait pengembangan BUN500. Gapoktan siapkan sekitar 700 ha lahan tidur, dan mohon difasilitasi untuk akses jalannya oleh Pemerintah Daerah, demikian dengan ketersediaan air di usahatani, dengan usulan bor air dan fasilitasnya.

Masih dalam diskusi, ketua Lembaga Ekonomi Masyarakat memohonkan untuk fasilitasi tempat pengembangan Pohon Induk dan pembibitan pala, yang disambut Dirjenbun dengan menempatkan satu Nursery, dan akan dibantu hulu hilirnya, tapi harus bentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat yang produktif. Karena menurut Dirjenbun, bila LEM kuat komitmen dan konsisten serta berintegitas, dapat mengalahkan yang “nakal” dan tidan berintegritas.

Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Dr. Ir. Yusuf, MP.,di lokasi memberikan penjelasan bahwa: kejayaan komoditas rempah-rempah di Sulawesi Utara, sudah harus di actionkan. Karena kondisi produk perkebunan ini, dari kasat mata, banyak yang sudah tanaman tua. Bahkan yang di banggaan generasi kini, rata-rata karya generasi tua mereka. Lebih ironis lagi, belum menyentuh banyak produk turunannya.

Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara 2 tahun terahir ini, mendukung program BUN500 dengan melakukan pembibitan Cengkeh dan Pala. Hasil dari pembibitan ini kita bagikan ke masyarakat, untuk ditanam. Tentunya melalui CPCL yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan.

Terkait dengan Inovasi Teknologi turunan dari komoditas rempah ini, saya sudah mengintrusikan pada para peneliti dan penyuluh di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara untuk lebih kencang lagi larinya, hasilkan inovasi-inovasi teknologi turunan dari komoditas rempah-rempah. Hasil-hasil Litkaji Balit di adaptasikan dan dilakukan hilirisasi ke pelaku antara, pelaku utama dan pelaku usaha. Agar kita di Sulawesi Utara kembali berjaya dengan ikon daerah kita sambil makna lirik dari lagu Oh Minahasa, tutup Yusuf.(*artur)